
Delila menahan kepala Keres tangan kanannya. "Inilah akhirmu."
Keres tersenyum kecil. Melihat senyumnya, Delila menyadari sesuatu yang menghilang dari tubuh Keres.
Sarung tangan mekanik di tangan kirinya telah menghilang.
"Di belakangmu!" teriak Abigail yang melihat benda melayang di belakang Delila. Benda itu terlihat seperti senjata laras panjang.
*Bush!
Senjata itu menembakkan laser kuning secepat kilat.
Seketika laser itu menembus leher Delila, ia langsung mati di saat itu juga.
"Hahahahahahaha!" Keres tertawa dengan lepas setelah melihat kematian Delila. Dia langsung mengerahkan segala kekuatannya untuk lepas dari rantai yang menjeratnya.
Abigail yang melihat itu langsung bergegas berlari ke arah Keres dengan pedangnya. Ini adalah kesempatan emas karena Keres masih terjebak di rantai itu.
Baru setengah jalan Abigail berlari, kakinya tiba-tiba terasa berat
"Apa ini?" Abigail langsung kembali terduduk karena kakinya yang tidak bisa bergerak.
Di sisi lain, Keres sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, namun rantai yang menjeratnya tidak rusak sedikit pun.
Tubuh Delila yang sebelumnya tergeletak tak bernyawa kini menghilang. Hal itu membuat Keres dan Abigail terkejut.
Delila tiba-tiba muncul di hadapan Keres dan langsung menekan kepalanya ke bawah hingga menimbulkan benturan cukup keras.
"chrónos." Delila merapal sihir yang bisa mengambil esensi tubuh target dari masa lalu. Ini metode yang pernah dia gunakan pada Keres sebelumnya.
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaahh!" Keres langsung berteriak kesakitan.
Delila memilah esensi tubuh Keres dengan sangat teliti, ia tidak membiarkan secuil jiwa pun yang masih tertinggal di masa lalu.
Jika Ibu kesakitan, ini berarti ada satu sosok yang mencoba menguasai tubuhnya. Ini bukan dari Satan atau pun Gereja Suci. Namun, jiwa yang lain ini benar-benar jiwa Ibu.
"Apa maksudnya ini?"
Dua jiwa yang sangat mirip, Delila mulai kebingungan sekarang.
Delila mencoba menarik salah satu dari jiwa itu keluar, matanya dipenuhi keraguan. Ini menyangkut keselamatan Ibunya, jika dia salah mengambil jiwanya, maka salah satu dari mereka akan lenyap.
Ada yang aneh. Aku merasa salah satu dari mereka tidak memiliki kesadaran sama sekali, ini terlihat seperti jiwa liar yang dibiarkan mengamuk. Jika tebakanku benar, maka yang memiliki kesadaran ini adalah jiwa Ibu.
"Baik, aku akan mulai."
Delila mulai menarik esensi tubuh Keres dari beberapa hari lalu ke masa sekarang, bersamaan dengan pemisahan jiwa yang ada di tubuhnya. Selain mengambil esensi tubuh dari masa lalu, sihir chrónos juga memiliki kemampuan penarikan jiwa. Lebih tepatnya menukar jiwa yang rusak di masa ini dengan jiwa bagus dari masa lalu. Karena jiwa Keres tidak rusak, maka Delila tak perlu melakukan hal itu.
Perlahan armor di tubuh Keres menghilang, hanya menyisahkan tubuh tanpa sehelai benang yang menutupi.
Delila langsung menarik kain panjang dari ruang dimensi dan langsung menutupi tubuh Keres.
Jiwa asing yang tidak memiliki kesadaran itu sekarang berada di genggaman Delila.
Aku ingin memeriksanya lebih jauh, tapi sepertinya jiwa ini akan segera lenyap. Untuk berjaga-jaga, aku akan menyimpannya di dalam dimensi beku.
Delila tiba-tiba merasakan sensasi aneh pada tubuhnya, ia mulai susah untuk bergerak karena sudah menggunakan banyak MP. Jika Keres tidak menyerap MP-nya, Delila masih memiliki banyak waktu untuk membereskan sisa kekacauan di tempat ini, efek lainnya adalah ketika dia menyembuhkan Abigail.
Tidak disangka, menyembuhkannya memakan banyak MP.
Lingkungan berubah kembali normal, kota tempat Sekte Hitam berada.
Daisy yang melihat itu langsung bergegas menuju ke tempat mereka.
"Kau sudah bekerja keras. Sekarang serahkan semuanya padaku," ucap Daisy.
Delila akhirnya tertidur.
Tiga hari kemudian.
Delila terbangun di sebuah kamar yang cukup besar, di sebuah tempat tidur yang luas. Seketika ia langsung bangkit dan memanggil Ibunya.
"Ibu!"
"Pfft." Terdengar suara seseorang yang mencoba menahan tawa.
Orang itu adalah Abigail, ia duduk sejajar di sebelah tempat tidur, tepat di sebelah kepala Delila, tentu itu di luar jangkauan penglihatannya.
"Apa yang lucu?" tanya Delila kesal.
Abigail tersenyum lembut, hal itu membuat Delila geli. Abigail datang menghampiri Delila yang duduk di tempat tidur.
Tanpa diduga, Abigail bersujud di sebelah tempat tidur, tempat Delila berada.
"Hei, apa yang kau lakukan?!"
"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku. Tidak cuma menyembuhkanku, bahkan kau juga mengembalikan sayapku. Kehilangan sayap adalah aib terbesar bagi para malaikat."
"J-jangan lakukan hal menyedihkan seperti itu. Berdirilah."
"Baik." Abigail menarik kursi dan duduk di sebelah Delila.
Sejenak suasana menjadi canggung. Delila tersipu malu karena kelakuan Abigail sebelumnya, dan Abigail salah tingkah karena kelakuannya.
"Hmmm ... apa kau tahu sesuatu tentang kondisi Ibu?"
"Tidak. Aku baru kali ini melihatnya kehilangan kendali. Semua akan terjawab jika Yang Mulia sudah siuman nanti."
Delila menoleh ke arah Keres yang tertidur pulas. Tangannya hendak menyentuh kening Keres, namun seketika terhenti karena Delila merasa hal itu sudah kelewatan.
"Ngomong-ngomong, armor apa yang Ibu kenakan waktu itu? Aku benar-benar lupa."
"M-01, sebuah armor mekanik yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Terakhir kali Yang Mulia menggunakannya adalah saat melawan lima Dewa tertinggi. Aku tidak bisa menjelaskan lebih banyak tentang armor itu, atau sejarah yang berhubungan dengannya. Kami memiliki kutukan yang akan aktif jika mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu."
"Armor mekanik." Delila menyangga dagunya dengan tangan kanan.
Serangan yang berasal dari armor itu sudah setingkat sihir spesial lanjutan, di atas tingkat 15.
"Seharusnya Beliau bisa dengan mudah membunuh kita jika itu kehendaknya. Mungkin saja ada kesadaran lain yang mencoba menahannya. Terlebih lagi Beliau hanya menggunakan armor, belum termasuk senjata penghancur."
"Kau benar, ada sosok lain yang mengendalikan Ibu, tapi sosok itu tidak memiliki kesadaran dan hanya bisa mengamuk."
"Hmmm ...." Abigail penasaran akan satu hal.
Wanita ini memiliki kekuatan yang bisa menghentikan amukan Yang Mulia. Aku tahu jika para penyihir ruang itu istimewa, tapi wanita ini berada pada tingkatan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Terutama kemampuannya yang dapat membatalkan kematian. Itu seperti kemampuan Yang Mulia.
Abigail berdiri dari kursinya. "Yah, senang melihatmu dalam kondisi baik-baik saja. Aku akan pergi mengurus agenda ke depannya."
"Agenda?"
"Benar. Karena kejadian itu, para pengikut mendesakku untuk mengatakan yang sebenarnya. Bayangkan saja, mereka berani melakukan hal itu padaku." Ekspresi Abigail tampak kesal.
"B-begitu, ya. Jadi, itu artinya ...?"
"Yang Mulia harus menjawab semua keraguan mereka." Abigail langsung menghilang dari tempat itu.
Delila kembali menoleh ke arah Keres. Dia terlihat cemas padanya.
Aku tidak bermaksud menyembunyikan Ibu, tapi semua sudah terlanjur terjadi. Aku akan membantu Ibu.
Delila menggenggam tangan Keres yang hangat, menggosok-gosok tangan itu ke pipinya.
Hal mengejutkan terjadi.
"I-ibu?"
Tangan Keres menggenggam balik tangan Delila.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA! TONTON IKLAN JUGA DARI GIFT
Keres Mecha Mode :