
Aku? Menjadi Dewi? Apakah kau bercanda?! Lagipula, bagaimana cara mengalahkan Dewi itu? Orang ini bahkan tidak pernah turun ke bumi. Keres! Omong kosong apa yang sudah kau ucapkan?!
"Eheem ... mungkin Ratu ini pernah berbicara seperti itu, namun Dewi yang dulu mungkin sudah sangat kuat sekarang. Sehingga akan sedikit sulit untuk mengalahkannya,"
"Yang Mulia Ratu, kita tak harus bertarung melawannnya,"
"Apa maksudmu?"
"Yang Mulia Ratu cukup memproklamirkan diri sebagai Dewi dan mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya,"
"Huh? Apakah kau benar-benar yakin dengan cara seperti itu?"
"Yang Mulia Ratu, Dewi sebenarnya adalah makhluk biasa, sampai Dewi mulai mengumpulkan pengikut dengan kemampuannya, kemudian mendapatkan anugerah menjadi Dewi,"
Semacam evolusi, 'kah? Apa ini benar-benar akan bekerja?
"Kenapa tidak ada Dewi baru? Bukannya caranya tidak sulit? Bahkan seorang penguasa kerajaan bisa melakukan itu,"
"Tidak semua orang bisa menjadi Dewi, hanya yang terpilih. Walau memiliki banyak pengikut, jika seseorang itu tak memiliki persyaratan menjadi Dewi, maka itu sama saja tidak akan berguna. Tapi, kami pengikut Yang Mulia Ratu ini percaya bahwa Anda bisa mencapai persyaratan menjadi Dewi,"
Begitu, ya, apa aku benar-benar layak menjadi Dewi? Bahkan aku sangat kesulitan berperan sebagai Keres. Tapi, aku penasaran, apa memang hanya aku yang terpanggil ke dunia ini? Aku harus menanyai mereka, mungkin aku bisa mendapat informasi tentang Player lain.
"Apakah kalian pernah mendengar orang kuat di dunia ini selain Raja Iblis dan Pahlawan? Eheemm ... Tentu Ratu ini jauh lebih kuat,"
Hyaaa! Ini memalukan!
"Yang Mulia Ratu, kami pernah mendengar Warrior yang kuat dari Kerjaan Karibian,"
"Karibian?"
"Negara yang diisi Demihuman, serta Beastman. Ada seorang Warrior yang terkenal dengan kekuatan dan kecepatannya, bahkan dia disandingkan dengan Raja Iblis dalam hal kekuatan-" Sebelum Si Tetua menyelesaikan perkataannya, wanita bernama Erish memotong pembicaraannya.
"Izin menyela Tetua. Yang Mulia Ratu, Saya mendengar kabar tentang Monster yang dijuluki 12 Penjaga Dunia. Mereka adalah monster yang bahkan jauh lebih kuat dari Raja Iblis dan Pahlawan, rumor keberadaan mereka tersebar beberapa waktu lalu secara bersamaan. Ada 12 bencana besar yang terjadi secara bersamaan 7 tahun lalu, dan banyak saksi yang melihat mereka," ucap Erish.
"Erish! Yang Mulia Ratu tidak akan bisa menghadapi mereka! Yang Mulia Ratu, jangan sampai bertemu monster it-"
Aku mengangkat tanganku agar Tetua itu berhenti berbicara. "Erish, lanjutkan,"
"Baik, Yang Mulia Ratu. Semenjak 12 Penjaga Dunia itu muncul, Dewi tak menunjukan pergerakan melalui pengikutnya. Karena Dewi tidak bisa berbuat apa-apa, maka aktivitas dari gereja di seluruh dunia diperkecil, karena beberapa wilayah hancur karena ledakan Mana di sekitar lokasi munculnya makhluk itu,"
Jadi, Dewi kehilangan banyak pengikut saat ini? Bahkan dengan bantuan Raja Iblis dan Pahlawan masih belum cukup.
Aku mengaktifkan skill Despair Aura untuk membuat semua orang putus asa.
"Erish, mana yang lebih kuat antara Ratu ini atau 12 Penjaga Dunia itu?"
Aku sedikit penasaran dengan mereka.
"I-it-itu ... Yang Mulia Ra-"
Huh, bahkan Erish terpengaruh oleh skill ini.
"Baiklah, hanya cukup membuktikan diri bahwa Ratu ini cukup mampu mengalahkan mereka,"
Aku merasa stat milikku jauh berkali-kali lipat dari sebelumnya, aku sedikit percaya diri karena buff gila-gilaan ini.
Aku berdiri dan mengangkat tangan ke depan dengan bangganya.
Yah, tetap saja ini memalukan.
"Sudah kuputuskan, Ratu ini akan menundukan 12 Penjaga Dunia itu terlebih dahulu, kemudian menyingkirkan Dewi dari posisinya!"
"Apa Yang Mulia Ratu berencana berangkat mencari mereka?"
"Ratu ini akan menyamar menjadi orang biasa, kita butuh banyak informasi,"
"B-baik!"
Fiuh ... Ini melelahkan. Aku sedikit penasaran dengan 12 Penjaga Dunia ini, aku jadi teringat dengan 12 NPC terkuat milikku di Dungeon dulu. Informasi tentang Player yang kemungkinan dikirim ke dunia ini sangat minim, aku perlu mencari informasi tentang Player. Menyamar sebagai petualang mungkin terdengar bagus. Aku hanya perlu menyamarkan statku agar terlihat normal.
"Menu."
Nama : Alissa Hart
Umur : 25
Ras : Manusia
Job : Magic Caster/Warrior
Tittle : -
Level : 131
HP : 9912
MP : 1831
Strength : 511
Agility : 576
Ability : 686
Defence : 775
Magic Power : 1338
Intelligence : 167
Lucky : 112
Seperti ini tidak masalah, 'kan? Akan lebih mudah memiliki double job. Aku akan membawa Erish dan seorang Warrior sebagai partner perjalananku.
B. Dewi Yang Ditelan Kesedihan
"Tenang, Kakak akan selalu bersamamu, mereka tidak akan menjadikanmu korban untuk Dewa."
Dua kakak beradik berusaha bersembunyi agar mereka tidak tertangkap.
"Aku tak menemukannya!"
"Sial! Dewa akan menghukum kita!"
*Tok Tok
"Permisi Dewi, acara akan segera dimulai." Seseorang datang mengetuk pintu kamar.
Suara ketukan pintu itu menyadarkan mimpi seorang wanita yang matanya masih mengeluarkan air mata. Matanya perlahan terbuka, mata yang sembab menunjukan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
Kakak, maafkan aku.
Chapter 2 : Petualang Alissa
Wah ... Ini perlengkapan yang sangat berharga. Perlengkapan petualang yang aku kenakan ini memiliki beberapa perlindungan terhadap serangan fisik atau sihir, aku membelinya saat ada promo diskon waktu event natal di Magic Infinity. Walau tanpa perlengkapan ini, stat-ku sendiri sudah cukup untuk melindungiku. Tapi, dua orang ini sangat membutuhkan perlengkapan ini. Yah, aku bersama Erish dan seorang Warrior bernama Hawk. Pria bernama Hawk ini merupakan Warrior terkuat di Desa Liche, dengan level 257 miliknya, itu cukup untuk melawan beast rank B. Dengan perlengkapan yang kuberikan, setidaknya mereka memperoleh buff sebesar +30%.
"Yang Mulia Ratu, kita sudah sampai di Ibukota Kekaisaran,"
Kenapa kami ke Kekaisaran? Itu karena wilayah ini merupakan pusat dari seluruh organisasi besar di dunia. Bahkan gereja tidak bisa menjangkau dengan mudah tempat ini. Mereka menolak keberadaan Dewi. Ini situasi yang bagus untuk mendapatkan informasi.
"Berhenti, tunjukan kartu izin kalian, atau bayar biaya masuk untuk 3 orang, sebesar 8 perak." Seorang penjaga menutup jalan kami.
Wah, wah, ini benar-benar melanggar hukum, lho, jika saja Rajamu tahu.
"Baik, akan kubayar." Erish dengan cepat memberikan uang ke penjaga itu.
Kami memasuki ibukota. Pemandangan ini benar-benar mirip dengan kota di Magic Infinity, penuh dengan bangunan-bangunan abad pertengahan. Ini pertama kalinya aku keluar semenjak terkirim ke dunia ini.
"Yang Mul- A-a-alissa, ke mana kita pergi?" Erish berbicara dengan nada tak beraturan.
Tenanglah, Nona! Aku memang menyuruhmu untuk memanggilku Alissa di sini.
"Kita ke Guild Petualang, mendaftar menjadi petualang." Aku berjalan mendahului mereka.
Kami mulai masuk ke Guild Petualang, suasana yang ramai oleh para petualang. Mereka seperti sedang bermalas-malasan sambil minum bir, sisanya melihat quest. Huh ... Apa-apaan level mereka ini?! Aku yakin mereka semua peringkat rendah.
"Hai, namaku Lily, ada yang bisa aku bantu?" Seorang resepsionis menghampiri kami.
"Kami bertiga ingin mendaftar menjadi seorang petualang," jawab Erish.
Aku menyerahkan segala urusan kepada Erish.
Tiba-tiba, dua orang petualang mendekatiku sambil memegang bir.
"Hey, Nona, ingin menjadi petualang? Mau bersenang-senang? Kami akan membantumu menjadi petualang terkenal, huahahaha,"
Bau bir dari mulut mereka membuatku mual, ini semua karena aku mematikan beberapa skill pasif milikku.
Dua tangan besar meraih leher kedua petualang tersebut hingga terangkat.
"Hei, sampah seperti kalian tidak boleh menyentuh seorang wanita,"
Itu Hawk! Huh, baru kali ini dia berbicara, di sepanjang jalan sebelumnya dia hanya diam saja. Tunggu, dia menyebutku seorang wanita tadi? Jika aku seorang wanita asli, mungkin aku udah tergila-gila padamu, Hawk!
"Yan- A-aliss, kita harus mengukur kekuatan kita untuk penempatan ranking." Erish menarik tanganku.
"Baiklah. Hawk, ayo kita pergi,"
Hawk melepas kedua petualang itu.
Kami menuju ke tempat penilaian. Sebuah Kristal Mana berada di atas meja yang dilapisi kain. Erish memulai giliran pertama.
Nama : Erish, Magic Caster, Rank A
Sebuah papan di sebelah Kristal Mana
menunjukan hasil penilaian.
Erish memang hebat, dia bisa mencapai rank A. Yah, sebagai pimpinan Magic Caster di Desa Liche, itu tak diragukan lagi.
Nama : Hawk, Warrior, Rank A
Hawk harusnya lebih pantas di rank S, Kristal Mana memang tidak bisa menentukan sampai rank S, karena untuk menjadi rank S harus memiliki beberapa persyaratan lain. Bagaimana aku bisa tahu? Kristal Sihir ini hanya item kelas B! Tak mampu mengukur kekuatan Mana yang lebih besar dari rank A. Hanya item kelas S yang mampu menilai seluruh stat dan aku memiliki item itu!
Nama : Alissa Hart, Warrior/Magic Caster, Rank A
"Wah, double job? Ini sangat langka!" Nona resepsionis terlihat sangat terkejut melihat stat-ku.
"B-benarkah?" tanyaku.
"Hanya orang yang berasal dari Desa Liche yang bisa memiliki double job, kelihatannya kau bukan orang dari sana, 'kan?"
Untuk menutupi identitas Erish dan Hawk, aku merubah warna rambut mereka menjadi sepertiku. Untungnya mereka bukan double job.
"Hmmm ... Baiklah, kartu guild kalian akan selesai besok pagi," ucap Nona resepsionis.
A. Mata Tajam Guildmaster
Seorang wanita masuk ke ruangan Guild Master. Itu adalah resepsionis yang menilai stat Alissa dan kedua rekannya.
"Guild Master, sesuai permintaan Anda, Saya sudah menilai mereka. Ngomong-ngomong, kenapa Anda sangat tertarik dengan mereka?" tanya resepsionis.
"Tidak apa, aku hanya penasaran, mereka terlihat kuat, dan memang mereka kuat. Mungkin mereka bisa menjadi rank S jika melakukan test lagi,"
"Guild Master, aku juga merasakannya,"
"Benarkah? Lebih baik kita tidak mengusik mereka,"
Terutama Wanita yang bernama Alissa. Aku melihat aura kematian yang bisa saja membunuhku dengan cepat.
"Baiklah, Saya permisi." Resepsionis pergi meninggalkan ruangan.
"Huh, semoga aku bisa cepat pensiun dari pekerjaan ini."
Bersambung ....