The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Rayna vs Satan



Chapter 56 : Sengit


"Gate." Rayna merapalkan portal teleportasi menuju Kerajaan Mystick.


Daisy masuk sambil membawa Delila, diikuti Keres di belakangnya. Semua terlihat biasa-biasa saja, sampai Rayna yang akhirnya telah membulatkan tekadnya.


Rayna mendorong Keres dari belakang ke dalam portal.


"Rayna!"


Rayna tidak berkata sepatah kata pun, di benaknya saat ini hanyalah keinginan untuk balas dendam pada Satan.


Gate pun tertutup. Suasana seketika hening, hanya ada energi sihir yang meluap-luap dari kedua makhluk di tempat ini. Rayna berbalik melihat situasi tempat Satan yang sedang membasmi undead panggilan Daisy.


Di luar dugaan, Satan sudah meratakan undead Daisy yang tergolong cukup kuat.


Rayna bersiap dengan pedang Souldrake di tangannya, Bloody Armor yang membuat pergerakan semakin cepat. Rayna berencana bertarung dengan kecepatan tinggi.


"Di mana kau, vampir kecil!" Seorang pria berteriak dari kejauhan. Jaraknya sangat jauh, Rayna berdiri di bukit tempat mereka pertama kali memijakkan kaki di tempat ini, sedangkan Satan berada jauh di tengah-tengah dunia bawah tanah.


Rayna memejamkan matanya sambil mengarahkan pedangnya ke depan. "Delay Magic: 224 Spell Magic." Ia menggunakan Delay Magic agar bisa digunakan tanpa rapalan.


*Bum!


MP Rayna seketika berkurang drastis, kini menyentuh angka 30%. Itu bayaran untuk 224 sihir yang Rayna miliki.


Tempat ini banyak mengandung Mana, seharusnya aku lebih diunggulkan saat ini.


Dari kejauhan, Satan merasakan energi sihir Rayna yang meluap-luap. Senyumnya terlihat dari kobaran api yang membakar wajah hingga sekujur tubuhnya.


"Kekeke, ketemu." Satan langsung melompat dengan tekanan yang luar biasa.


*Dum!


Dataran kota seketika hancur karena dorongan dari Satan yang melompat ke arah Rayna.


Kurang dari satu detik, Satan sudah berada di depan Rayna. Hal itu mengejutkan Rayna karena ia tidak memprediksi hal itu.


*Bugh!


Satan memukul Rayna dengan tangan kanan, hal itu membuat tubuh Rayna terpental berkilo-kilo meter jauhnya. Hampir mencapai dinding batas dunia bawah tanah.


Tak sampai di situ, Satan langsung melesat ke tempat Rayna yang belum mendarat akibat pukulannya. Kali ini jauh lebih cepat dari sebelumnya, Satan langsung menangkap Rayna dan melemparnya kembali ke kota.


*Duaaar!


Seketika kota hancur lebur akibat Rayna yang dilempar oleh Satan.


Satan yang masih melayang di posisinya langsung mempersiapkan serangan sihir. Kedua tangannya mengarah ke depan, tepat di mana Rayna berada. Api di tubuhnya menjalar hingga ujung tangan. Api yang telah mencapai ujung tangannya seketika berubah warna menjadi biru.


"Terima ini!"


*Dum!


Satan melepaskan sihir di tangannya menjadi bola api biru raksasa. Serangan itu langsung mencapai tempat Rayna dan menimbulkan ledakan dahsyat. Dunia bawah tanah berguncang saat itu juga.


Rayna menahannya dengan Bloody Wall yang merupakan pertahanan dinding darah berlapis-lapis.


Satan sedikit terkejut ketika serangannya berhasil ditahan. Api biru merupakan api yang paling kuat, satu tingkat di atas api hitam. Satan turun ke tempat Rayna berada.


Rayna masih dalam posisi bertahan, menancapkan pedangnya ke tanah, kedua tangannya terangkat ke depan.


Serangan Satan sebelumnya memberikan damage yang signifikan, aku tidak boleh melakukan pergerakan yang sia-sia sampai pemulihan selesai.


Perbedaan kekuatan Satan dan Rayna saat ini adalah 70:30, karena menggunakan tubuh utama yang tergolong kuat, Satan yang ini lebih kuat dari Satan waktu itu.


"Hei, menyerahlah, apa kau belum puas setelah kuhajar habis-habisan waktu itu?"


Rayna yang mendengar perkataan Satan mulai terpancing, ia melepas Bloody Wall dan memancarkan aura membunuh terkuatnya.


Pada moment tertentu, Satan sempat tertekan karena aura membunuh milik Rayna, namun ia bisa mengatasinya dengan mudah.


Wanita ini terlihat berbeda dari waktu itu, apa Keres melakukan sesuatu padanya?


Gejala aneh mulai muncul di tubuh Satan, kekuatan besar mulai bocor.


Bahkan menggunakan tubuh vampir ini masih tidak cukup bagiku. Memang benar, hanya tubuh orang itu yang bisa menampung penuh seluruh kekuatanku.


Rayna kembali mengangkat pedangnya.


*Pugh!


Satan menepuk tangannya ke arah depan, seketika angin dari tepukkannya menghapus kepulan asap di seluruh area.


"Sekarang, semuanya terlihat jelas. Suasana yang sempurna untuk mati, benar, 'kan?"


Rayna tak mengubris perkataan Satan, ia langsung mengayunkan pedangnya dari jauh.


*Bush!


Bilah pedang raksasa melesat ke arah Satan. Dengan mudah Satan menepis bilah pedang itu ke atas. Di saat yang sama, Rayna sudah berada di bawah Satan.


*Bugh!


Dengan reflek sempurna, Satan menendang wajah Rayna. Tapi, tendangan itu tidak mendorong Rayna terlalu jauh. Rayna langsung mengangkat bongkahan batu raksasa dengan tangan dari sihir darah dan melemparkannya ke arah Satan.


"Kau pikir trik murahan itu akan bekerja padaku?!" Satan menghancurkan bongkahan batu itu dengan satu tangan.


Rayna berlari dengan puluhan tombak darah yang mengeras melayang di belakangnya.


Lemparan pertama, Satan menepisnya dengan mudah. Tombak kedua hingga keenam dilemparkan secara bersamaan dari segala arah. Di saat yang sama Rayna melempar pedangnya ke atas, kedua tangannya melepaskan sihir serangan jarak jauh, yaitu Blasted . Sebuah tembakan energi sihir yang menyerupai Atomic Breath para naga.


Dari enam tombak, hanya dua yang berhasil menusuk tubuh Satan, ada efek yang dirasakan Satan saat itu, yaitu kelumpuhan sementara. Tombak darah Rayna mengandung racun tingkat tinggi.


*Duaar!


Sihir Blasted berhasil mengenai sasaran. Rayna menangkap kembali pedangnya dan melesatkan puluhan tombak darah yang tersisa sebagai serangan lanjutan.


"Ini belum berakhir!" Rayna menggunakan Mega Air Bullet yang merupakan sihir udara dengan dorongan sangat tinggi.


*Dum!


Satan terhempas terkena dorongan peluru udara itu.


Rayna langsung lompat dan terbang mengikuti Satan yang terhempas ke lembah. Dari kejauhan ia melihat kondisi Satan yang sama sekali tidak menerima luka yang berarti.


"Api di tubuh bajingan itu berfungsi sebagai pelindung. Aku harus menggunakan sihir tingkat lanjut."


Rayna turun sambil bersiap dengan pedangnya. Di bawah sana merupakan lembah yang sangat suram dan banyak rawa dengan kedalaman tak diketahui, Satan berada di dalam rawa itu.


Ketemu!


Rayna langsung masuk ke dalam rawa dan menancapkan pedangnya. Ujung pedang mengenai sesuatu yang bercahaya.


*Duuuuaaar!


Seketika ledakan dahsyat menghancurkan rawa dan lembah itu. Dataran terbelah, retakannya memicu getaran yang menimbulkan gempa bumi kuat. Hal itulah yang menyebabkan bencana di atas.


Tak ada yang tersisa, kini hanya tersisa dataran yang sudah tersapu bersih, hanya menyisahkan sisa-sisa kubangan lumpur bekas rawa.


Di sisi lain, pedang Souldrake berhasil menusuk dada Satan. Rayna langsung menarik pedangnya, namun esensi pedangnya masih tertancap di tubuh Satan.


"Kau sudah berakhir, kini jiwamu akan lenyap." Rayna bersiap menggunakan skill Souldrake yang bisa melenyapkan jiwa.


"Keek." Satan menyeringai. "Kau salah akan satu hal."


Rayna menyipitkan matanya, memilih tidak meresponnya, namun di sisi lain penasaran dengannya.


"Kau pikir dengan menghancurkan jiwaku di sini aku akan sepenuhnya mati? Tidak. Masih banyak kepingan tubuhku yang tersebar di seluruh wilayah."


Esensi pedang mulai menarik diri dari tubuh Satan secara perlahan, diikuti dengan jiwa yang ikut tertarik.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengambil jiwa orang ini dengan mudah!"


*Bush!


Api biru membakar tubuh Satan, seketika skill Souldrake dibatalkan. Satan bangkit dengan api biru di sekujur tubuhnya.


Tubuh Satan kembali seperti semula.


Rayna merasa tertekan karena Satan semakin kuat.


Sial, ini akan semakin merepotkan.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!