
Jantungku berdegup kencang, aku berusaha memiringkan tubuhku untuk melihat Delila.
Tubuh ini benar-benar sangat rapuh!
Aku berhasil memiringkan tubuhku.
Rasa sakit di tubuhku sedikit berkurang, itu karena Delila memperlambat waktu sel-sel yang rusak di tubuhku. Walaupun begitu, kesadaranku masih sama seperti sebelumnya, aku berusaha menahan agar tidak pingsan. Besar kemungkinan aku akan mati jika pingsan sekarang, itu yang kupelajari dulu.
Delila masih menekan kedua orang itu dengan auranya.
"S-sial! Sudah kuduga, kau bukan manusia biasa!" teriak Ghad yang mencoba berontak.
"Akan kubunuh kalian berdua."
Si Vampir hanya bisa kesakitan hingga mulutnya mengeluarkan cairan aneh berwarna putih.
"Jangan meremehkanku, sialan!"
*Bum!
Aura Ghad mencoba keluar dari intimidasi aura Delila.
Delila bahkan tidak menggunakan aura penuhnya, tapi Ghad benar-benar kuat karena bisa bergerak dalam kondisi seperti itu.
"Huwaaaaaaaaaa!" Ghad mengeluarkan seluruh tenaganya untuk lepas dari dominasi Delila.
*Bush!
Ghad terhempas menabrak dinding istana. Dia berhasil lepas dari intimidasi aura Delila.
Sesuatu terjadi pada tubuh Ghad. Tubuhnya membengkak dan terus bertambah besar.
Transformasi naga?
"AKAN KUBUNUH KAU!"
Ghad telah bertransformasi menjadi naga. Ukurannya benar-benar mengejutkanku, ini pertama kalinya aku melihat naga sebesar ini.
Orang-orang di dalam istana lari berhamburan keluar.
Ukurannya setidaknya 3 kali lipat dari Ray.
Delila menyimpan Vampir di dalam ruang dimensi, dia bertindak cepat.
Ghad membuka mulutnya. Tidak lama kemudian, energi sihir berkumpul di mulutnya.
Bajingan ini! Apa dia ingin menyapu kota ini dengan sihirnya?!
"Gate. Dimensional Pressure." Delila merapalkan double magic.
Sebuah portal muncul dan langsung melahap energi di mulut Ghad.
"APA YANG TERJADI?" Ghad terlihat kebingungan karena energi di mulutnya menghilang begitu saja.
Portal raksasa muncul tepat di atas kepala Ghad.
*Dum!
Tubuh raksasa Ghad langsung terbaring, tekanan membuat tubuhnya menembus hingga ke dalam tanah.
Dimensional Pressure. Sihir tingkat 13 menambah gravitasi melalui portal yang diarahkan pada target.
"Ibu!" Seseorang berteriak.
Seorang wanita, dan dia adalah Elina.
Delila bilang Elina akan datang ke sini, aku tak tahu apa tujuannya, tapi berkat itu aku tertolong.
"Instant Healing." Elina merapalkan sihir penyembuh padaku.
Tunggu, apa tadi dia merapal Instant Healing?!
Itu sihir penyembuh yang dikhususkan untuk party, segala kerusakan akan langsung pulih karena efeknya yang sangat kuat. Menggunakan sihir ini hanya untuk satu orang merupakan tindakan bodoh, karena setiap orang memiliki limit bar yang berbeda-beda. Terlebih lagi, aku sekarang melemah, otomatis limit bar milikku setara player newbie. Dari total Instant Healing, kemungkinan aku hanya menerima 1% karena stat rendahku. Dia membuang 99% dengan percuma.
Yah, mungkin dia sangat khawatir dengan kondisiku. Seharusnya Ruler's Gift sudah cukup untuk menyembuhkanku. Aku harus memberinya Mana Potion setelah ini.
Aku melambaikan tanganku menyuruh Elina mendekat.
*Tuk
Aku memukul keningnya.
"I-ibu ... apa Saya membuat kesalahan?"
"Bantu aku bangun."
Walau sudah pulih sepenuhnya, aku masih sulit untuk menggerakkan tubuhku. Ini akan normal perlahan.
Elina datang bersama Erish dan ....
"Theresia?" tanyaku spontan.
"Ya-- Alissia, dia bertarung bersamaku sebelumnya," jawab Erish.
Erish, kenapa penampilannya berubah?
Aku melihat sekujur tubuhku untuk memastikan.
Ternyata tidak berubah.
Sekarang, kembali pada Delila. Ghad masih terjebak oleh sihir Delila. Jika dibiarkan, tubuhnya akan menipis. Jika dia melawan tekanan itu, maka HP-nya akan terus berkurang banyak.
Aku harus menghentikan Delila, menjaga hubungan dengan Kepala Akademi bukanlah sesuatu yang buruk.
"Delila, hentikan!" teriakku dengan suara serak.
Dia tidak mendengarku.
"Serahkan pada Saya, Ibu." Elina berjalan menuju Delila dengan energi sihir di kedua tangannya.
Apa yang dia lakukan?
Elina menutup kedua mata Delila, dia memeluknya dari belakang.
Sihir Delila perlahan melemah, hingga akhirnya menghilang.
Apa ini skill khusus dari seorang Kakak? Dia seperti memiliki skill untuk menenangkan Adik-adiknya. Aku bahkan tidak tahu hal itu.
Elina menahan tubuh Delila yang lemas. Dia merangkul Delila dan membawanya ke sini.
Bahkan Delila bisa lemas seperti itu, skill penenang Kakak memang luar biasa.
"Ibu, Saya membawa Delila."
Delila melihatku dengan raut wajah sedih. Ini pertama kalinya aku melihat Delila menunjukkan ekspresi seperti itu.
Air matanya keluar dari mata birunya yang cantik itu. Hanya isak tangis yang kudenger, tak ada sepatah kata pun dari Delila.
Dia benar-benar terpukul dengan kondisiku tadi, sampai tidak bisa mengendalikan emosinya. Mau bagaimanapun, dia memang memiliki sikap seperti gadis pada umumnya. Memiliki kekhawatiran tinggi. Yah, hampir semua NPC juga sama, sih.
"Jangan menangis, Putriku." Aku mengusap air matanya dan mencium keningnya.
Kondisinya mulai membaik. Delila memelukku seperti anak kecil. Sepertinya dia mengantuk.
Aku melihat Elina yang cemberut.
Kenapa dia?
"Erish, melihat kondisimu, sepertinya kau melawan orang yang tangguh,"
"Tidak, Ya-- Alissia, aku hanya sedikit lengah dan terpaksa serius melawannya."
Haah ... kau benar-benar yang terburuk dalam berbohong.
"Kami melawan seorang Vampir," lanjut Erish.
"Vampir?"
"Benar. Lebih tepatnya, dia melawan orang yang menggunakan darah Vampir," jelas Elina.
Darah Vampir, ya? Salah satu cara agar level up dengan cepat adalah dengan menggunakan darah Vampir yang kuat. Namun, itu lebih beresiko karena kau akan dijadikan budak oleh orang yang memberimu darah. Di Magic Infinity, banyak player ras Vampir yang memaksa player lain menjadi tameng saat melawan bos. Jika mereka melawan, maka stat mereka akan berkurang, bahkan ada kasus player kehilangan item dan statnya akibat melawan Vampir yang memberinya darah. Seingatku, ada guild besar yang dipimpin oleh Vampir.
Kemungkinan darah itu berasal dari Vampir tadi.
"Ngomong-ngomong, Ibu, siapa sebenarnya naga yang Delila lawan?"
"Dia penjaga Kerajaan Mystick, Ghad."
"T-tunggu sebentar! Kenapa Nona Elina menyebutmu Ibu?!" tanya Theresia yang kebingungan.
Ah ... aku melupakan putrinya Sharah. Sepertinya dia sudah mencurigai kami sekarang. Apa aku hapus saja ingatannya? Tidak, tidak. Aku tidak sejahat itu pada putrinya Sharah.
"Tenanglah, Theresia. Aku aku menceritakannya nanti," jawab Erish.
Yah, akhirnya dia juga akan mengetahuinya nanti.
"Baiklah, Nona Guerra."
Nah, sekarang ... bagaimana cara kami membersihkan kekacauan ini?
"Elina, apa kau bisa menyembuhkan naga itu?"
Elina terlihat enggan meng-iyakan permintaanku.
Aku tak tahu bagaimana cara agar anak-anak ini langsung meng-iyakan permintaanku seperti ini.
"Huh?" Aku merasa udara semakin dingin.
Bahkan yang lainnya juga merasakan hal sama, termasuk Elina dan Delila yang memeluk diri mereka sendiri.
Bahkan mereka berdua pun kedinginan?
Langit semakin gelap, harusnya hujan tadi adalah yang terakhir karena sangat deras.
Muncul sebuah portal tepat di depan kami.
Itu bukan milik Delila, dia bahkan terlihat kebingungan.
Seorang wanita keluar dari portal itu. Rambut putih, energi sihir yang sangat kuat menyelimuti tubuhnya, seperti ....
"Auranya mirip seperti Ibu," ucap Elina.
Akhirnya dia muncul ... Hela Naura Legarde.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA! :(