The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Bala Bantuan Musuh



Para Iblis itu terbang mengendarai beast, jumlah mereka hanya ribuan, dengan jumlah yang sangat sedikit itu, sudah dipastikan mereka hanya ingin mengacau di perperangan ini. Kemungkinan besar serangan udara.


Para Naga masih sibuk bertempur untuk menjaga martabat mereka, itu membuat para Iblis akan sangat leluasa untuk menyerang.


Blues masih belum pulih dari luka yang diterimanya, regenerasinya sangat lambat.


Pasukan Iblis itu tepat berada di atas kami. Mereka terbang lebih rendah di bawah pasukan Naga. Jika mereka terbang lebih tinggi, maka para Naga akan menyerang mereka.


Jika dilihat dengan seksama, formasi mereka membentuk busur panah. Aku tidak mengerti apa maksudnya, formasi busur panah hanya bisa digunakan dalam pertempuran darat. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?


Aku merasakan energi sihir yang besar dari barisan depan mereka.


Tunggu, jika yang di barisan depan pasukan Archer atau Magic Caster, itu semua akan masuk akal kenapa mereka menggunakan formasi busur panah.


"Iblis itu sepertinya berpihak pada musuh," ucap Blues.


*Bush!


Para Iblis menembakan sihir api yang memanjang ke arah barisan kami.


Sihir itu berada di tingkat 5, akan sangat sulit menghadangnya.


Serangan sihir itu berhasil membakar banyak prajurit kami.


Aku melihat ada beberapa Iblis yang memiliki aura yang lebih besar. Besar kemungkinan itu aura dari Panglima Iblis.


Sama seperti 12 Saint Suci, Panglima Iblis diisi oleh orang-orang terkuat yang berjumlah 12 orang. Mereka seperti kebalikan dari Saint Suci.


*Dum!


Ratu Daisy dan Malaikat kembali melanjutkan pertarungan. Gemuruh dari serangan mereka berdua sangat besar, pertempuran sesama prajurit terhenti karenanya. Para prajurit memang tak bisa bergerak sejak tadi.


Pasukan Iblis juga mengarahkan sihir ke arah mereka berdua.


Tentu saja sihir itu bukan apa-apa bagi mereka. Pertarungan terus berlanjut tanpa menghiraukan sihir dari pasukan Iblis.


"Huh?" Aku melihat ke arah pasukan Iblis.


Salah satu dari mereka melompat ke sini.


*Brak!


Seseorang dari pasukan Iblis mendarat tepat di depan kami.


Tubuhnya sangat kekar. Iblis itu memegang pedang berukuran besar.


Orang ini salah satu dari Panglima Iblis. Dia benar-benar sangat kuat.


Iblis itu melihat ke arah kami.


"Tak kusangka salah satu dari makhluk yang mengalahkan Yang Mulia Raja Iblis terbaring lemah seperti ini,"


Blues bangkit dari tempatnya. "Kau terlalu dini untuk melawanku, Iblis kecil,"


Kondisinya masih buruk. Apa dia ingin bertarung dengan kondisi seperti itu?


"Blues, aku akan membantumu,"


"Tidak, Zain. Memang benar, aku tak bisa menggunakan kekuatanku sepenuhnya jika yang lainnya masih terkurung, namun, itu bukan alasan bagiku untuk menolak tantanganmu, Iblis kecil,"


Mendengar Blues menyebutnya Iblis kecil membuatku meras aneh.


"Hahahaha! Aku suka semangatmu! Namaku Abbadon!"


"Namaku Blues!"


Tubuh Iblis itu semakin membesar. Aura yang dikeluarkan masih jauh dari aura Blues saat pertama kali melepas kekuatannya. Namun, aura Iblis itu setara dengan pria berpistol dari Kerajaan Penyihir Maphas.


Dengan kondisi yang memprihatinkan, aura yang dikeluarkan Blues sedikit lebih tinggi dari Iblis itu.


"Sangat jarang melihat seorang Warrior mencapai tahap Destroyer Mode, kau tidak hanya besar mulut saja ternyata,"


Pasukan Iblis terbang menuju barisan pasukan kami. Beberapa Iblis kuat mendarat di sana.


Sepertinya para Saint akan kerepotan lagi.


"Zain, tolong lindungi Christa,"


"Baiklah,"


Blues merubah wujudnya menjadi manusia. Dua pedang es muncul di kedua tangannya.


Luka di punggungnya terlihat jelas.


"Apa kau tidak keberatan dengan wujudku ini?"


"Tidak, aku senang! Akan sangat merepotkan melawan serigala besar,"


Mereka berdua bersiap dalam posisi menyerang.


*Wush!


Keduanya melompat secara bersamaan.


Blues menghunuskan kedua pedangnya ke arah Abbadon. Serangan itu dengan mudah ditangkis menggunakan pedang besar milik Abbadon.


Mereka seimbang. Lain cerita jika Blues dalam kondisi primanya.


Abbadon mendorong pedangnya, Blues terdorong dan menjauh dari Abbadon.


*Wush!


Beberapa saat setelah kaki Blues menyentuh tanah, Abbadon langsung melompat ke arah Blues sambil mengarahkan pedangnya lurus menusuk.


*Brak!


Tusukan pedang itu menghancurkan dataran di sekitar mereka. Blues masih bisa menghindari itu.


Guncangan tanah sampai ke sini, aku harus menjauh, Uskup Agung masih dalam mode tidurnya.


 ------------------------


Beberapa jam kemudian.


Aku tak tahu sudah berapa lama kami terjebak di tempat ini. Anehnya aku tak merasa lapar, hanya haus yang terus kurasakan. Apa ini efek sihir kuno?


*Kraak


Abbadon mencekik leher Blues, kemudian mengangkatnya.


"Apa hanya ini kemampuanmu, Blues?"


Mulut Blues terus mengeluarkan darah.


Dia sudah tidak bisa bertahan lagi, lukanya semakin parah.


*Brak!


Abbadon melempar Blues ke bawah.


Sial! Apa yang harus kulakukan?! Tidak, tidak, aku harus melawannya.


Aku meraih pedang di pinggangku.


"Hoh ...."


Area di sekitarku bercahaya.


Itu ...?


Cahaya itu berasal dari Uskup Agung. Aku merasakan energi suci yang sangat murni darinya.


Uskup Agung membuka matanya.


"Aku akan membantumu, Christa," ucap Uskup Agung.


Suaranya bergema, seperti ada sihir di setiap suara yang dikeluarkannya.


Dia bukan Uskup Agung, seseorang merasuki tubuhnya. Tunggu ... apa mungkin itu Dewi?


Uskup Agung mengangkat kedua tangannya ke atas.


Perlahan awan yang menutupi langit biru terbuka. Energi sihir berkumpul di tempat itu.


Sebuah sihir padat berwarna kuning muncul dari tempat itu. Bentuknya menyerupai tangan raksasa dan sedang meluncur ke bawah.


*Brak!


Tangan raksasa itu menimpa Ratu Daisy dan Malaikat.


Aku tidak merasakan energi dari kedua orang itu. Apa mereka sudah mati?


Tangan-tangan kecil keluar dari tangan raksasa itu. Mirip serangan monster di hari pertama perang. Tangan-tangan kecil itu menusuk tepat di dada prajurit musuh.


Pemandangan yang sangat mengerikan. Energi suci yang seharusnya memberi kehidupan, kini menjadi senjata pembunuh massal.


"Sepertinya ini sudah cukup,"


Cahaya yang menyelimuti tubuh Uskup Agung perlahan memudar. Diikuti dengan tangan raksasa yang juga mulai memudar.


"Malaikat penghukum sudah menghabisi orang-orang di dalam hutan itu,"


*Bruk!


Uskup Agung tersungkur ke tanah.


Sepertinya Dewi itu telah pergi.


Aku melihat lautan darah dari pasukan musuh.


Sangat mengerikan. Siapa yang menyangka bahwa orang-orang ini dibunuh oleh Dewi.


*Wush!


Malaikat hitam terbang melesat ke atas.


Ratu Daisy terbaring tak berdaya.


Serangan itu merupakan musuh alami undead, terlebih lagi serangan itu mengandung energi suci yang sangat murni.


Ratu Daisy perlahan berdiri dengan aura hitam yang mulai memudar. Ia mengangkat tangan kanannya ke atas.


Energi hitam berkumpul di tangan kanannya.


*Wush!


Energi hitam di tangannya langsung melesat dengan sangat cepat meninggalkan tempat ini.


Ratu Daisy benar-benar sudah sekarat.


Perlahan tubuh asli Ratu Daisy mulai terlihat.


"Eh?"


Sosoknya seperti tidak asing bagiku. Seorang wanita berambut hitam panjang, mirip dengan wanita yang selalu mendukungku sejak aku terkirim ke dunia ini.


"Yulia?"


*Bum!


Aura yang sangat mengerikan menekan tempat ini.


Malaikat hitam mendarat. Ekspresi wajahnya sangat terkejut.


Aura ini bukan berasal dari tempat ini. Ini seperti sengaja dilepas oleh seseorang.


*Bum!


Aura lainnya muncul dan semakin menekan kami.


Ini berbeda dari yang tadi, aura ini lebih kuat. Dan juga bukan berasal dari tempat ini.


*Bruk!


Malaikat jatuh terlutut sambil mengepalkan kedua tangannya.


Wajahnya terlihat senang.


"Aaah ... aura ini, sudah lama aku tak merasakannya," ucap Malaikat itu.


Siapa yang dia maksud?


"Tidak salah lagi, dua aura yang kurasakan ini berasal dari mereka berdua." Uskup Agung berdiri dari posisinya.


"Apa maksudnya?"


"Pahlawan, selain Raja Iblis, kau harus mengalahkan mereka berdua,"


"S-siapa?"


"Keres dan Satan,"


Eh?


Bersambung ....


Makin sepi, ya :(


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.