
Sebelum pergi, kami bertemu Saraya. Sebagai rekan bisnis yang "baru", tidak sopan jika aku pergi begitu saja. Ditemani olehnya, dan beberapa pengawal, kami sampai di pintu keluar kota Penengah.
Aku melihat ke arah seorang wanita muda yang berdiri di sebelah Saraya. Ini pertama kali aku melihatnya. Dia tak memiliki memiliki energi yang berarti, mungkin Saraya mengangkatnya sebagai sekretaris baru.
"Apa kau tidak ingin tinggal beberapa hari lagi, Nona Hart?" tanya Saraya.
"Ada banyak pekerjaan menumpuk di kerajaan. Sepertinya aku akan sibuk untuk sementara waktu."
"Kita berada di posisi yang sama, ya, teman." Saraya meraih tanganku, kami terlihat berjabat tangan dari sudut pandang yang lainnya.
Huhu, wanita ini memang menarik.
"Kalau begitu, aku akan pergi, Nona Saraya."
"Jaga dirimu baik-baik, Nona Hart."
Aku dan kedua maid berjalan meninggalkan kota. Sedikit tidak nyaman jika kami langsung pergi dengan teleportasi, ada hutan yang tak jauh dari kota.
Rista dan Rasta tampaknya tak masalah dengan berjalan kaki, aku sedikit lega karenanya.
[Yang Mulia, apa tangan Anda baik-baik saja?] Ard berbicara denganku melalui telepati.
Aku melihat tangan kiriku yang menjabat tangan Saraya sebelumnya. Ada beberapa luka bakar di telapak tanganku, hanya Ard yang menyadarinya karena dia berada di tangan kiriku, Ard adalah cincin mekanik.
Wanita itu sepertinya masih ingin membalas kekalahannya waktu itu. Berdasarkan laporan Rista, kekuatan Saraya sulit diukur, dia akan terus mengejutkan Rista ketika berada dalam posisi terpojok. Seperti dia belum melepaskan kekuatan maksimalnya.
Jika bukan karena Ard waktu itu, mungkin satu kota akan hancur saat kami bertarung. Beruntungnya dia tidak tahu tentang senjata mekanik.
[Ard, apa kau tahu sesuatu tentang cincin Saraya?]
[Tidak, Yang Mulia. Cincin itu memiliki fungsi unik dengan memiliki skill teleportasi.]
Waktu itu, aku tidak benar-benar menggunakan cincin Saraya. Itu hanyalah ilusi yang seolah-olah aku memakai dan menggunakan senjata dari cincin itu. Berkat itu Saraya mempertimbangkan keberadaanku.
"Hmmm ...." Kami sudah berada di dalam hutan.
Aku menggenggam tangan kedua maid dan mulai merapalkan, "Teleportation."
Kami sampai di depan istana Kerajaan Maphas. Aku langsung melihat padang rumput yang luas di sekitaran istana.
Mereka belum mengisi apa pun di tanah kosong ini. Sepertinya istana memang dibuat terpisah dari gedung-gedung lainnya.
Terdengar suara pintu istana yang terbuka. Tak lama setelah itu para maid keluar dan berdiri di pinggir jalan menuju istana sambil membungkukkan tubuh mereka.
Ini berlebihan. Daripada mengecewakan para maid, aku siap menanggung malu melakukan hal ini.
Aku berjalan melewati maid-maid menuju istana. Rista dan Rasta tak ikut denganku, aku tak tahu kenapa, mungkin ini semacam etika. Perasaanku sedikit terganggu karena hal ini, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Apa mereka tak mengucapkan sesuatu? Seperti "Selamat datang." atau sejenisnya. Aku jadi sedikit kecewa.
Di dalam istana, para bersaudari sudah menungguku di dalam.
Elina, Selene, Irene, Rhea .... di mana dua lainnya?
"Selamat datang kembali, Ibu." Keempatnya secara bersamaan menyambutku.
Ini lumayan.
"Eheem ... sepertinya aku merepotkan kalian."
"Itu tidak benar, justru kami yang seharusnya bersyukur karena bisa melakukan pekerjaan yang Ibu berikan tanpa keraguan sedikit pun," ucap Elina.
Kota juga terlihat damai, aku tak merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Mereka benar-benar melakukan yang terbaik.
"Ibu harus istirahat! Pasti sangat melelahkan mengurus para serangga itu, 'bukan?" tanya Irene dengan sangat bersemangat.
"Benar, Ibu harus istirahat. Kami akan mengurus persiapannya," sambung Selene dengan ekspresi lesu.
Justru kau yang butuh istirahat!
Selene dan Irene adalah saudari kembar, sikap mereka berlawanan. Irene terlihat paling bersemangat di antara yang lainnya, tapi, itu hanya berlaku jika bersama dengan para NPC lainnya. Sedangkan Selene yang tidak terlalu banyak berbicara, seperti assassin pada umumnya. Dia juga mirip dengan Rhea. Pada dasarnya, semua NPC selalu bersikap dingin pada orang lain.
"Aku tidak akan istirahat, ada beberapa hal yang harus kita bicarakan."
Tak ada waktu untuk bersantai-santai!
"Sesuai dengan informasi yang Rasta kirim, sepertinya kita harus melakukan pengawasan ketat di kota," ucap Elina dengan ekspresi serius.
Kami berpindah ke ruang kerjaku, secara teknis memang ruang kerjaku, namun Elina yang berada di tempat ini atau Erish.
Elina memberikan beberapa lembaran kertas, isinya adalah data dari barang yang keluar masuk ke Kerajaan Maphas, dan juga catatan keuangan yang diurus oleh Erish.
Tak ada yang salah dengan keuangan kerajaan. Erish melakukan ini dengan bagus.
Elina benar. Sudah terlambat untuk bertindak, tapi kami sudah melakukan pencegahan untuk mengurangi jumlah yang masuk. Jika kami memeriksa penduduk kota satu per satu, itu akan menimbulkan kepanikan, dan tidak efektif.
"Offerings to Nature, apa kau sudah menggunakannya?"
"Sudah, Ibu, barang sekecil itu sedikit lebih sulit ditemukan. Menurut dugaan saya, mereka tak menyimpannya seperti di rumah atau di tempat yang bisa kurasakan, melainkan di tubuh mereka."
"Tubuh mereka?"
"Mungkin mereka selalu membawanya tanpa meletakkannya di meja atau di mana pun selain di tubuh mereka."
"Jadi begitu, ya."
Sihir itu tak bisa mendeteksi barang yang tidak menyentuh bumi. Kemungkinan besar mereka menyimpannya entah itu di dalam sebuah ruang dimensi dari item atau menelannya. Kami harus memperhatikan kaki mereka.
Ini benar-benar merepotkan. Aku yakin Kerajaan Maphas sudah terpapar penyebaran caoy.
"Anda tak perlu khawatir, Ibu! Peliharaan saya sedang melakukan tugasnya sekarang! Sampel caoy yang Ibu kirim sudah sangat familiar di hidung para Heelhound." Irene berbicara dengan penuh percaya diri.
Mungkin itu cara terakhir yang kami punya. Semoga makhluk panggilan Irene bisa menemukannya.
"Ibu, silahkan diminum tehnya." Rhea menyeduhkan teh untukku.
Dia selalu menyiapkan minum untukku, Rhea tak akan menunjukkan ekspresinya secara blak-blakkan, wajahnya terlihat tenang. Mungkin aku harus menggodanya sedikit.
"Aku sangat senang melihatmu selalu menyiapkan minuman untukku." Aku memegang pundak Rhea.
"A-ah, itu ...." Sesuai perkiraanku, gadis ini akhirnya menunjukkan sisi yang imut.
*Brak
Terdengar seperti sesuatu yang dibanting. Suaranya tidak keras, tapi aku mendengarnya.
Kurasa ini sudah cukup.
"Ibu, apa yang harus kita lakukan terhadap pemuja Satan?" tanya Elina.
"Mereka membuat gerakan yang mengejutkan. Seorang penyihir ruang dari pemuja Satan bilang akan datang menjemput dua penyusup yang sedang berada di sini," sambung Selene.
"Apa proses pelepasan masih belum selesai?" Aku bertanya tentang para true vampire yang kami bawa.
Elina menggelengkan kepalanya. "Belum ada kemajuan. Spell yang mereka tanam sangat rumit, ini sangat berbeda dari sihir kutukan yang kita punya."
Pada akhirnya, kami tak bisa mengetahui siapa pemimpin sekte pemuja Satan.
"Untuk saat ini, kita harus bersiap jika dia datang untuk menjemput dua penyusup itu. Jangan menyerang sebelum dia membuat gerakan yang mencurigakan."
"Baik, Ibu." Jawab keempatnya secara serentak.
Karena tak tahu kapan wanita itu datang, kami tak bisa sembarangan mengevakuasi penduduk. Aku percaya dengan kekuatanku.
"Ngomong-ngomong, di mana Delila dan Rayna?" tanyaku.
"Mereka berdua sedang berada di dungeon."
"Apa yang mereka lakukan? Penyerangan sudah dekat, bukan?"
"Rayna bilang mereka akan kembali sebelum pasukan Gereja Suci datang."
Hal ini juga mengkhawatirkanku. Aku masih belum tahu seperti apa pasukan yang mereka bawa, jika itu bisa mendorong keenam orang itu, aku akan langsung menyatakan perang saat itu juga. Ini mungkin akan melenceng dari tujuan.
[Asmodeus, Crocell, Andromeda, Sigurd, Artemis, dan Damon. Aku memerintahkan kalian untuk menghabisi mereka semua tanpa sisa. Demi menguasai dunia ini.] Aku menghubungi keenam NPC melalui telepati.
Aku tak ingin mengambil risiko. Melihat seberapa mengancamnya pemuja Satan, aku harus meletakkan Gereja Suci pada posisi yang sama dengan mereka.
[Ini ... suara Ibunda?!] Suara ini terdengar seperti Crocell.
[Ibu? Apa ini benar-benar Anda?] Suara berat ini adalah Artemis.
[Suara yang merdu, saya sangat ingin mengiringinya dengan musik. Tapi, itu adalah perlakuan yang tidak pantas untuk saya. Ini adalah anugerah terbesar bisa mendengar suara wanita yang menciptakan kami.] Suara senandung, ini adalah Damon.
[Ibu?] Hanya satu kata dari Andromeda.
[Saya ... bersyukur ... setelah bermeditasi cukup lama ... akhirnya bisa mendengar suara ... Ibu.] Sigurd, aku tak ingin menjelaskannya.
[Kami akan melaksanakan perintah Anda, Ibunda.] Suara menawan, sudah jelas ini Asmodeus.
Ini terdengar seperti aku menelantarkan mereka. Yah, aku akan serahkan semuanya pada mereka. Aku mempertaruhkan segalanya pada hal ini, misi menambah bidak baru.
Bersambung ....