
Perasaan apa ini? Kenapa dadaku begitu sesak?
"Ker, kau harus menjalankan tugasmu; mengambil jiwa orang yang sekarat,"
Suara siapa itu? Telingaku sakit ketika mendengar suara itu.
"Jika kau menolak ... maka kau harus memilih di antara Adikmu, atau kewajibanmu,"
Aku semakin cemas. Apa yang sebenarnya terjadi?
*Deg Deg
Jantungku berdegup cepat.
Keningku terasa hangat. Aku merasakan banyak orang di sekitarku.
"Elina, apa yang kau lakukan?!"
"Aku hanya ingin menyentuh kening Ibu,"
Ah, aku sudah sadar, ya?
Ternyata mereka sangat mengkhawatirkanku. Jadi seperti ini rasanya memiliki sebuah keluarga.
Aku membuka mataku secara perlahan.
Terlihat samar-samar bayangan wajah Elina di hadapanku.
"E ... lina." Mulutku terasa sangat berat.
"Ibu!"
Elina memelukku.
"Ugh!"
Tubuh terasa sangat sakit.
"Elina! Ibu sedang terluka,"
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 ... di mana satu orang lagi?
"Apa Ibu sedang mencari Rayna?"
Aku mengangguk pelan.
"Dia sedang dikurung di Penjara Abadi. Itu hukuman karena tidak bisa menjaga Ibu,"
Penjara Abadi?!
Mulutku sangat sulit untuk digerakan. Aku akan berbicara melalui telepati.
Huh? Aku tidak merasakan sihir di tubuhku.
Aku kembali memejamkan mataku dan fokus mengaktifkan sihir.
Tidak berhasil. Apa yang terjadi sebenarnya?
Informasi status.
Nama : Keres Vasilissa
Umur : ??
Ras : Humanoid
Job : ??
Tittle : ??
Level : -
HP : 9976
MP : -
Strength : -
Agility : -
Ability : -
Defence : -
Magic Power : -
Intelligence : -
Lucky : Telah ditukar dengan skill unik.
Aku terkejut melihat jendela statusku.
Kosong?! Apa maksudnya ini!
"Apa Ibu tidak apa-apa?" tanya Elina cemas.
Apa mereka sudah menyadari ini?
"Kami sudah melihat statistik Ibu. Kami semua juga sangat terkejut, mungkin ini sebuah debuff dari orang yang Ibu lawan sebelumnya," jelas Asmodeus.
Mungkin itu benar, akan masuk akal jika Satan memberiku debuff sebelum dia lenyap. Namun, stat Lucky membuatku penasaran. Apa yang dimaksud dengan skill unik?
"Ibu jangan khawatir, kami akan selalu berada di samping Ibu." Elina menggenggam tanganku.
Aku melihat para NPC yang lainnya.
"A ... ku. Percaya."
Tubuhku masih lemah, aku kesulitan untuk meminta mereka melepaskan Rayna.
Elina merapalkan sihir penyembuh padaku.
Sihirnya begitu hangat sampai-sampai aku ingin kembali tidur.
Ini sihir penyembuh tingkat lanjut, dia menyia-nyiakan Mana-nya, aku tak merasakan stat-ku naik.
Aku ingin melepaskan Rayna. Penjara Abadi itu tempat yang sangat menyiksa. Penjara Abadi akan memberi hukuman dengan sihir untuk siapa pun yang berada di dalamnya. Hanya saja, Penjara Abadi bisa menyesuaikan serangan apa pun, termasuk kelemahan orang yang berada di dalam. Jika Rayna lemah terhadap sihir suci, maka Penjara Abadi akan memberikan serangan sihir suci yang kuat, itu tergantung berapa stat orang tersebut. Itu lebih cocok menjadi tempat interogasi daripada penjara.
"Kalian semua, kecuali Delila, tolong keluar dari kamar Ibu. Ini demi penyembuhan agar berjalan dengan lancar," perintah Elina pada Adik-adiknya.
Mereka menuruti perkataan Elina dan pergi meninggalkan kami.
Apa yang ingin dia lakukan?
"Delila, duduklah di seberangku,"
"B-baik, Kak!"
Delila, NPC level 1000, High Human. Seorang Time Mage. Delila sangat ahli menggunakan sihir waktu, dia bisa melihat masa depan, namun aku belum pernah melihat Delila menggunakan sihir itu, aku tidak tahu kenapa. Sihir waktu yang bisa melihat masa depan, pasti keren!
Dan kemampuan terbaiknya, sihir ruang. Aku hanya bisa menggunakan sihir ruang untuk penyimpananku. Sihir ruang milik Delila jauh lebih hebat daripada milikku.
Delila berjalan dengan hati-hati ke sisi kananku.
Penampilannya seperti gadis remaja berusia 17 tahun. Berambut hitam dengan poni yang menutupi mata kanannya, Delila terlihat sangat imut. Matanya sama seperti Erish, sebiru lautan. Tidak ada yang menyangka bahwa gadis ini sangatlah kuat.
"Delila, gunakan sihir waktumu pada Ibu, aku akan melanjutkan sihir penyembuhku,"
"T-tapi, Kak ... Ibu melarangku menggunakan sihir waktu,"
Aku pernah berkata seperti itu? Justru aku penasaran dengan sihir waktumu!
Elina menatapku. "Apa Ibu mengizinkannya?"
Aku mengangguk pelan.
"Baiklah,"
Aku merasakan hembusan angin yang menerpaku.
"chrónos." Delila merapalkan sihirnya.
Itu bahasa asing. Aku tak tahu ada bahasa lain untuk merapal sihir. Apa ini khusus untuk sihir waktu?
Delila menyentuh dadaku dan menekannya.
Jantungku berdegup kencang. Rasanya begitu menyesakkan.
Tangan Delila diselimuti aura biru.
"Ugh!"
Mulutku mengeluarkan darah.
Sial, aku sangat lemah!
"Bertahanlah, Ibu." Wajah Delila sangat serius.
"Ibu, Delila akan mengembalikan kondisi fisik Ibu seperti sebelumnya, dia akan menjelajah ke waktu di mana Ibu masih sehat,"
Mangambil esensi dari tubuhku di masa lalu? Apa itu tidak masalah?
"Hanya saja, sepertinya ini tidak akan bisa memulihkan sihir Ibu,"
Begitu, ya? Sihir waktu tak bekerja pada debuff yang diberikan Satan, walau itu masih kemungkinan.
"Agh!"
Rasa sakit di tubuhku semakin menjadi-jadi.
Pandanganku kembali memudar.
Apa aku akan pingsan lagi?
"Sleep." Elina merapalkan sihir tidur padaku.
Aku akan tertidur lagi.
"Ugh!"
Kepalaku pusing.
Sudah berapa lama aku tidur.
Tidak ada seorang pun di kamarku.
Tubuhku ... rasanya lebih baik dari sebelumnya.
Aku membuka mulutku. "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ...."
Akhirnya aku sudah bisa berbicara. Sepertinya sihir waktu Delila berhasil. Tetap saja, aku tidak bisa menggunakan sihirku. Stat-ku tidak berubah sama sekali.
Aku bangkit dari tempat tidurku.
Kamarku. Aku hanya membuatnya sebagai hiasan saja, itu karena aku jarang menggunaan kamar ini saat di game.
Aku membuka pintu kamarku secara perlahan.
Seorang pria berdiri tepat di depanku, hal itu membuatku sangat terkejut.
Tubuhnya sangat besar. Jika tubuh itu menghantamku sekarang, aku pasti akan mati.
"Bagaimana kondisi Ibu?"
"Arte, kau menjagaku?"
"Itu sudah pasti, Ibu, kami semua akan selalu menjaga Ibu,"
"Aku senang mendengarnya,"
Pertama-tama, aku ingin membebaskan Rayna. Aku tidak terima dengan cara mereka yang main hakim sendiri seperti ini, terlebih lagi dia adalah saudari mereka.
"Arte, bebaskan Rayna saat ini juga,"
"Itu tidak bisa dilakulan, Ibu,"
"Apa?"
"Rayna telah gagal melindungi Ibu,"
"Omong kosong macam apa itu?!"
Aku berjalan menuju Penjara Abadi.
Artemis menahan tanganku. Genggamannya sangat kuat, aku tidak bisa lepas darinya.
"Sebaiknya Ibu istirahat agar Ibu bisa menggunakan sihir lagi,"
Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Hanya saja, aku merasa seperti sedang dipermainkan.
Artemis menarikku masuk ke kamar.
"Arte! Apa yang kau lakukan?!"
"Maafkan Saya, Ibu, ini demi kebaikan Ibu,"
Artemis meninggalkanku.
Aku duduk di kasurku.
Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa Artemis bersikap seperti itu padaku? Aku punya firasat yang kurang baik. Apa mereka memberontak padaku? Tidak, tidak, aku seharusnya tidak berpikir seperti itu.
Aku benar-benar tak berdaya saat ini. Bahkan jika aku bertarung dengan orang biasa, aku akan kalah atau mati. Ini debuff yang mengerikan.
Tunggu ....
Benar, aku melupakan sesuatu. Siapa yang mengendalikan tubuhku waktu itu? Aku tak ingat memiliki sihir-sihir itu sebelumnya. Terlebih lagi, itu sihir tanpa rapalan. Siapa sebenarnya dia?
Bepikir-berpikir ....
"Huwaaaa ...."
Kepalaku sakit!
Tok Tok Tok
Seseorang masuk ke kamarku.
Itu Elina.
Kali ini apa yang kalian inginkan?
Aku memalingkan wajahku darinya.
"Ibu ...."
Aku tidak dengar!
"Apa Ibu marah?"
Iya! Aku sangat marah!
Huh?
Elina memelukku dari belakang. "Maaf, Ibu, Saya tidak tahu jika itu membuat Anda marah. Saya sudah menghukum Artemis,"
Aku hanya diam mendengar perkataan Elina.
"Apa Ibu tahu, kami sudah menurunkan bendera Kerajaan Karibian,"
Apa?
"Kami ingin membuat Ibu semakin aman dengan memperluas wilayah kita,"
"Elina, aku tidak pernah meminta itu,"
"Bukannya Ibu ingin menguasai Kerajaan itu?"
"Jika aku mau, aku bisa menguasainya sejak lama. Aku kecewa padamu, Elina,"
Elina memelukku dengan erat. Pelukan itu membuatku sesak napas.
"Elina, apa yang kau lakukan?!"
Elina langsung melepas pelukannya dariku.
"M-maafkan Saya, Ibu!"
Ada yang aneh.
"Elina, bebaskan Rayna sekarang,"
Elina menundukan kepalanya. "Ibu ... soal Rayna,"
"Apa yang terjadi?"
Firasatku sepertinya benar.
"Rayna tidak bisa mengendalikan dirinya, karena itu kami memasukannya ke dalam Penjara Abadi,"
"Tidak bisa mengendalikan diri? Sebelum aku tak sadarkan diri, kondisi Rayna baik-baik saja, 'kan?"
"Ibu benar. Namun, saat di dalam Dungeon, Rayna tiba-tiba menyerang kami dengan kekuatan penuh. Kami kesulitan melawannya, beruntung Asmodeus datang menenangkan Rayna,"
Ribuan pertanyaan terlintas di pikiranku. Semua kejadian ini membuatku sakit kepala.
"Saya merasakan sebuah serpihan Mana asing di tubuh Rayna,"
Itu?! Tenang, tenang. Sebelumnya Satan membakar Rayna dengan api merahnya.
"Elina, ini hanya dugaanku saja. Satan sedang mencoba mengambil alih tubuh Rayna,"
Wajah Elina terlihat bingung dengan perkataanku. "Apa itu nama orang yang Ibu lawan sebelumnya?"
"Benar. Aku tidak tahu siapa dia, namun, kekuatannya sungguh mengerikan,"
"Jika Ibu yang kuat seperti ini mengatakan itu, maka Saya tidak bisa berbuat apa pun lagi,"
Sial, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Para NPC benar-benar mengambil alih Kerajaan Karibian.
Huh? Mendengar tentang Kerajaan, aku jadi teringat dengan para bawahanku di Kerajaan Maphas. Kondisiku saat ini tidak memungkinkan untuk pergi ke sana. Jika aku tidak salah, perang akan segera dimulai, 'kan? Itu semua tergantung surat balasan dari Daisy.
"Apa Ibu memikirkan sesuatu?"
"Elina, apa kau tahu tentang Summon Undead milikku yang bernama Daisy Maphas?"
Elina mengerutkan keningnya. "Dia ... apa yang terjadi, Ibu?"
"Sebelumnya, aku sudah mendirikan sebuah Kerajaan sendiri. Namanya Kerajaan Penyihir Maphas, Daisy menjadi Ratunya,"
"Dia, menjadi Ratu?!" Elina meninggikan suaranya.
"Tenang, Elina, Daisy hanyalah Ratu pajangan saja,"
"Saya mengerti, Ibu, jadi apa yang ingin Ibu katakan tentang Kerajaan itu?"
Sudah saatnya aku menceritakan perjalananku selama di dunia ini.
"Dengarkan baik-baik, ini cerita yang sangat panjang. Gunakan item komunikasi agar yang lainnya juga bisa mendengar cerita ini,"
"Baik, Ibu,"
Bersambung ...
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.