The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Semangat Membara



Chapter 59 : Semangat Membara


Malam hari pun tiba. Suasana di arena stadion semakin padat dan riuh. Berebeda dengan sebelumnya, para penonton kali ini didominasi oleh para petualang. Hal yang semakin memeriahkan pertarungan malam ini adalah adanya ajang taruhan.


Mereka bertaruh untuk kami. Tak pandang statusmu, petualang, bangsawan, bahkan orang biasa pun ikut bertaruh untuk pertandingan kali ini.


Chandra dan Nona Eline lebih diunggulkan dalam vote pemenang untuk pertarungan masing-masing. Itu hal wajar, karena mereka yang paling menonjol di antara kami.


Ada sebuah kertas pengumuman yang ditempel di lorong arena. Isinya adalah daftar jumlah taruhan untuk setiap pertandingannya.


Tak ada larangan berjudi untuk turnamen ini, bahkan perantaranya berasal dari kerajaan.


Sekarang, berapa orang yang memberikan suaranya padaku?


Aku memeriksa daftar nama di papan.


Tak ada larangan peserta tidak boleh mengikuti judi ini, jadi aku mendaftar dengan nama lain.


Chandra melawan Usolo merupakan pertandingan dengan nilai taruhan terbesar, dengan total sepuluh ribu emas. Sedangkan pertandinganku melawan Nona Eline hanya berjumlah lima ribu emas dengan tambahan beberapa silver.


Itu sudah bisa membuatmu menjadi orang kaya di kota ini. Sepertinya mereka yang ikut taruhan didominasi oleh bangsawan. Tentu saja pihak yang kalah akan kehilangan seluruh hartanya jika kalah dalam taruhan ini.


Masalah terbesarnya adalah jumlah orang yang memasang taruhan di namaku. Hanya beberapa orang termasuk aku. Berbanding jauh dengan Nona Eline, ada puluhan orang yang memasang taruhan padanya.


Aku tidak akan mengecewakan mereka yang memilihku.


Sekarang sudah waktunya pertarungan antara Chandra melawan Usolo, aku harus segera kembali ke ruang tunggu agar tidak ketinggalan pertarungan mereka.


Aku segera kembali ke ruang tunggu dengan menggunakan "lift" teleportasi.


Ada dua pilihan untuk mencapai ruang tunggu atau menuju ke arena dari ruang tunggu. Menggunakan lift atau tangga, aku cenderung lebih suka menggunakan tangga, tapi dalam kasus ini aku sangat tidak ingin ketinggalan pertarungan itu.


Tak ada seorang pun di sini, Nona Eline sepertinya menonton dari tempat lain. Aku lebih suka seperti ini, tak ada perasaan aneh seperti dilirik oleh peserta lain jika di dalam satu ruangan.


[Zain.] Master Glenn tiba-tiba menghubungiku melalui telepati.


[Apa ada sesuatu, Master?]


[Aku mengizinkanmu menggunakan teknik assassin yang telah kuajarkan padamu.]


[Benarkah?]


[Lawanmu adalah Eline. Mustahil rasanya jika melawannya dengan teknik pedangmu yang sekarang, tapi kau pasti bisa mengimbanginya dengan teknik assassin yang sudah kau pelajari.]


Master benar. Aku juga ragu jika hanya mengandalkan Light Slash sebagai teknik pamungkasku.


[Baik, akan kulawan dia dengan sekuat tenaga.]


Master Glenn menyuruhku untuk menggunakan teknik assassin bukan tanpa alasan. Memang benar bahwa Nona Eline akan sulit dikalahkan jika hanya mengandalkan teknik pedang, tapi aku punya cara tersendiri untuk bisa mengimbanginya.


Berbicara soal assassin, Master Glenn dan Nona Eline adalah mantan rekan di organisasi pembunuh bayaran. Pasti banyak assassin kuat di organisasi itu yang setara dengan Master Glenn. Tapi ... rasanya mustahil jika ada assassin yang sekuat wanita itu di sana.


"Hmmm ...." Perhatianku tertuju pada suara riuh penonton yang semakin terdengar keras.


Aku berjalan menuju balkon untuk melihat pertarungan Chandra melawan Usolo.


Ada sesuatu yang berbeda dari mereka, terutama Usolo. Jika sebelumnya dia menutupi kepalanya dengan tudung, kini dia melepas seluruh pakaiannya, hampir sepenuhnya telanjang, hanya mengenakan ****** ***** yang terbuat dari kulit hewan.


Apa seperti ini para beastman bertarung?


Sepasang sarung tangan besi menutupi tangannya. Sarung tangan besi itu terlihat kuat, dan kokoh.


Berbeda dengan Chandra. Bukan penampilan, tapi aura yang dia pancarkan sangat berbeda dari sebelumnya, kali ini jauh lebih kuat.


Aku mengerti. Mereka berencana untuk mengerahkan kekuatan penuh dari awal. Keduanya saling mengakui kekuatan masing-masing, dan hubungan mereka sangat baik sehingga tak ada kebencian di dalam pertarungan kali ini, sehingga mereka bisa bertarung dengan kekuatan murni.


Pertarungan pun dimulai.


Keduanya sama-sama mendekat dalam sekejap, saling beradu serangan. Suara kedua pedang pendek Chandra yang berbenturan dengan sarung tangan besi terdengar jelas.


Tak ada satu pun serangan yang sia-sia. Chandra dan Usolo terus beradu serangan dengan kecepatan yang luar biasa.


Sangat luar biasa. Aku benar-benar iri dengan orang yang memiliki kekuatan fisik seperti itu.


Usolo meninju ke arah dada Chandra, namun Chandra berhasil menangkisnya dengan cara menyilangkan kedua pedang pendeknya. Tubuh terhempas menjauh dari Usolo.


Pedang itu tidak patah walau dihantam dengan pukulan mematikan milik Usolo. Perbedaan kekuatan tetap akan terlihat karena Usolo diunggulkan karena merupakan ras beastman.


"Huwaa!" Usolo memukul lantai arena dengan tangan kanannya.


*Brak!


Seketika lantai arena retak, menyebabkan getaran yang sangat kuat, bahkan hingga ke tribun penonton.


Chandra melompat di antara lantai arena yang hancur, tak ada tempat yang mulus saat ini. Chandra mungkin akan kesulitan karena Usolo menghancurkan lantai arena.


Tapi ini tempat yang bagus untuk para assassin. Jika mereka membiarkan kondisi arena seperti ini, mungkin aku bisa bertarung seimbang melawan Nona Eline. Sayangnya mereka akan langsung memperbaikinya dengan sihir.


Chandra melompat ke atas, dia sedang memperhatikan kondisi arena yang telah rusak parah. Usolo berada di dalam reruntuhan lantai arena, bahkan aku tidak merasakan keberadaannya.


Apa mungkin seorang warrior bisa melakukan itu?


*Brak!


Usolo keluar dari reruntuhan dan langsung melompat ke arah Chandra dengan kecepatan tinggi.


Chandra terlihat terlambat menyadari Usolo yang sudah berada di dekatnya. Tangannya reflek menyilangkan kedua pedangnya. Namun Usolo melewatinya begitu saja dan ....


*Bugh!


Usolo menendang Chandra dari belakang hingga melesat menghancurkan tanah di arena.


Apa yang dia lamunkan? Jika dia terlambat mengambil sikap bertahan, mungkin saja tubuhnya akan hancur karena tendangan itu.


Sikap bertahan yang kumaksud adalah dengan cara memfokuskan kekuatan otot tubuh untuk menahan benturan yang akan diterima. Para warrior memiliki cara bertahan yang unik, otot mereka akan menjadi kuat dalam waktu tertentu agar bisa digunakan untuk bertahan.


Usolo menjatuhkan dirinya ke tempat Chandra. posisi tubuhnya mirip seperti gulat profesional di duniaku, mengambil posisi tidur memiring dengan sikut yang mengarah ke bawah.


*Dum!


Suara dentuman keras terjadi ketika Usolo menabrakkan dirinya ke tanah.


Apa itu mengenainya?


Kepulan asap nenghilang, tak ada tanda bahwa Usolo berhasil mendarat di atas Chandra.


Dia berhasil menghindarinya.


Sesuai dugaanku, Chandra berada tidak jauh dari tempat itu, darah mengalir dari keningnya. Serangan Usolo sebelumnya berhasil melukainya, tapi tidak terlalu parah karena dia berhasil mengantisipasinya.


"Sungguh pertarungan yang sangat luar biasa, saudaraku! Teknik bertarungmu melebihi ekspetasiku!" teriak Chandra.


Usolo keluar dari reruntuhan dan melompat ke atas bongkahan lantai arena.


"Aku tidak bermaksud membuatmu terkejut. Apa kita bisa memulai pertarungan yang sesungguhnya?" tanya Usolo dengan aura yang semakin kuat di tubuhnya.


Chandra tersenyum kecil dan menjawab, "Jadi tadi hanya pemanasan, ya?" Dia menghela napasnya secara perlahan.


Atmosfir di arena mendadak berubah, kali ini jauh lebih panas dari yang sebelumnya.


"Jangan buat aku kecewa," lanjut Chandra.


Sialan, berarti yang tadi hanya peregangan saja?


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!


MAAF UDAH GAK UPDATE BEBERAPA HARI, TANGAN SAYA SAKIT BEBERAPA HARI TERAKHIR, JADI GAK BISA NGETIK.