The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pedang Kuat



Dua hari kemudian. Hari di mana turnamen Kerajaan Penyihir Maphas dimulai.


Ribuan orang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan turnamen pertama yang diadakan oleh Kerajaan Penyihir Maphas, mereka tidak hanya berasal dari kerajaan ini, juga berasal dari kerajaan-kerajaan sekitar, termasuk Kekaisaran. Arena pertarungan yang megah menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung luar, tak hanya itu, mereka juga terlihat menikmati fasilitas-fasilitas di kota yang Master Glenn dan aku rancang.


Ini juga termasuk dalam bisnis pariwisata, kerajaan ini akan terkenal dan menjadi buah bibir karena kemajuan teknologinya. Aku berpikir Nona Hart juga melihatnya melalui aspek ini.


Saat ini, kami para peserta berada di arena turnamen. Jumlah perserta kali ini sekitar tiga puluhan orang, aku pikir jumlahnya lebih dari seratus orang. Jika dilihat lagi, peserta-peserta ini memang terlihat menjanjikan, ada rumor mengatakan ada beberapa petualang kelas S dari beberapa kerajaan termasuk Kekaisaran yang ikut.


Namun, aku tidak mengenali mereka karena kebanyakan menggunakan samaran seperti merubah warna rambut atau mengenakan topeng. Pada kasusku, aku mengubah warna rambutku menjadi putih, dan menggunakan beberapa potion untuk membuat kulitku menjadi sedikit gelap. Ini juga berhubungan dengan identitasku yang asli, akan bahaya jika pihak gereja mengenaliku.


Nona Hart berkata bahwa para peserta banyak yang memilih menyembunyikan identitas mereka, namun saat mendaftar mereka tetap menyerahkan identitas asli. Saat ini namaku Wither.


Berdiri sambil disaksikan oleh ribuan penonton, ini membuatku gugup.


"Ratu Daisy akan memberikan kata sambutannya!" Pembawa acara telah membuka turnamen.


*Bum!


Aura membunuh yang sangat kuat menekan tubuhku, tidak, seluruh peserta yang ada di arena.


Aku tidak bisa bergerak, kami semua bahkan kesulitan untuk mengangkat satu jari. Sepertinya hanya kami yang terkena aura ini, penonton di atas terlihat kebingungan dengan apa yang kami lakukan.


Seorang wanita terlihat muncul dari sebuah balkon tempat duduk teratas.


Tempat duduk Ratu.


Wanita itu adalah Ratu Daisy, tubuhnya dipenuhi aura hitam yang mengerikan. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan Ratu Daisy, suram. Wajahnya terlihat tidak asing, amarah dalam diriku langsung membara ketika melihat wajahnya. Dia masih menggunakan tubuh Yulia sebagai perantara, dan akan selamanya seperti itu.


Aku sama sekali tidak bisa berbuat banyak. Tolong maafkan aku, Yulia.


Ratu Daisy hanya diam melihat kami tanpa melepaskan aura membunuhnya.


Apa maksudnya ini?! Kami semua benar-benar tidak bisa bergerak. Perbandingan kekuatan yang sangat jauh antara kami dan Ratu Daisy.


Seseorang melompat dari atas tempat Ratu Daisy berada dan mendarat di arena, orang itu adalah Nona Hart.


Nona Hart?


Nona Hart sedang menegang pedang di tangan kanannya. Walau melihatnya dari kejauhan, aku merasakan aura kuat dari pedang itu, bahkan melebihi pedangku yang merupakan pemberian dari Lucas.


Peserta lainnya juga merasa demikian, pedang itu benar-benar sangat kuat.


Nona Hart mengangangkat pedang itu ke atas dan ....


*Crack!


Menusukkan pedang itu ke lantai arena.


Seketika lingkaran sihir muncul seukuran arena, lingkaran sihir berwana hijau yang belum pernah kulihat sebelumnya. Di saat yang bersamaan pedang itu juga memancarkan cahaya hijau muda melalui pola garis yang terukir di atasnya.


Tekanan yang menahan kami hilang sepenuhnya ketika pedang itu tertancap di lantai arena.


Pedang itu memiliki energi positif yang bisa mencegah atribut gelap seperti aura Ratu Daisy dan pedang milikku.


Nona Hart melihat ke arah peserta, sesekali aku merasa dia melirik ke arahku.


"Jadi dia Alissa Hart? Sungguh kecantikan yang luar biasa," ucap salah satu peserta.


"Dia benar-benar tipeku, mungkin aku tidak akan melepaskannya jika kami berdua dalam satu kamar."


Orang-orang bar-bar ini sangat tidak beradab.


"Dengarkan aku semua! Ini hanya pengumuman singkat!" teriak Nona Hart.


Ini pertama kalinya aku mendengar Nona Hart berteriak. Dia terlihat berbeda, terutama suaranya, sebelumnya sedikit berat, kini benar-benar tinggi dan lepas.


"Ini adalah salah satu hadiah yang akan kalian dapatkan jika memenangkan turnamen ini, aku yakin kalian sudah tahu apa hadiah yang paling penting."


"Yeaah!" Seluruh peserta berteriak kegirangan.


Nona Hart mengangkat tangannya sebagai tanda diam untuk peserta.


"Kita akan mulai sekarang."


Apa?


"Karena peserta terlalu banyak, kami berencana ingin memangkas sebagian besar jumlah dari kalian." Nona Hart menunjuk ke arah pedang. "Bagi kalian yang bisa mencabut pedang ini, kalian akan langsung lolos ke fase berikutnya. Menggunakan kekuatan penuh sangat diperbolehkan. Bagi kalian yang gagal, kami tetap akan memberikan hadiah sebagai kenang-kenangan karena sudah mengikuti turnamen ini."


Kenapa dia tiba-tiba menambahkan bagian ini? Aku tak yakin bisa mencabut pedang itu, mungkin aku bisa menggunakan kekuatan penuh--


Nona Hart lagi-lagi melirikku, kali ini dia tersenyum kecil.


"Majulah!"


"Seorang barbarian, ya," ucap Nona Hart.


"Tak kusangka kau tahu bangsaku, Nona." Pria itu melihat Nona Hart dengan penuh nafsu.


"Yah, kalian merupakan ras raksasa yang kuat, aku berharap banyak padamu."


"Jangan khawatir, Nona, kita akan segera menghabiskan waktu bersama." Pria itu merangkul pundak Nona Hart.


Nona Hart tersenyum dan berkata, "Keberuntungan menyertaimu."


Mungkin ini hanya perasaanku, sepertinya ada aura mengerikan yang hendak menekan pria itu. Namun terhalang oleh sesuatu yang sepertinya sebuah pelindung.


"Namaku adalah Edgar Ghorias! Aku pasti akan memenangkan turnamen ini!" teriak pria itu sambil mengangkat pedangnya ke atas.


Dia terlihat kuat.


Nama : Edgar Ghorias


Ras : Raksasa


Job : Warrior


Level : 702


Level 702?! Dia bukan omong kosong!


Edgar mulai mengambil posisi untuk menarik pedang itu dengan kedua tangannya.


Aku kira dia hanya besar otot saja, ternyata dia tidak meremehkan tantangan ini. Biasanya orang sepertinya akan terkesan menganggap remeh hal seperti ini, mereka akan memulainya dengan menarik dengan satu tangan.


*Bum!


Aura yang sangat besar memancar dari tubuh Edgar, dia langsung memulainya dengan intens.


Edgar mulai menariknya, aura dari tubuhnya senakin besar dan kuat. Retakan mulai muncul dari tempat pedang itu tertancap, tapi pedang itu tak bergerak sedikit pun.


"Khuk!" Aku mencoba bertahan dari aura besar yang dikeluarkan oleh Edgar.


Semua orang benar-benar fokus memperhatikan Edgar yang berusaha keras menarik pedang itu.


Kekuatan yang mengerikan. Apa jadinya jika aku bertarung dengannya saat ini?


"Huwaaaaaaaaa!" Tubuh Edger membesar berkali-kali lipat, namun pedang itu tak bergerak sedikit pun.


Ini transformasi raksasanya? Terlihat menyeramkan.


Rambutnya memanjang, taring menjulang dari bawah ke atas, matanya semakin melebar.


Aura yang dipancarkan semakin tidak terkendali, bahkan aku sampai terdorong karena tidak bisa menahan hempasan auranya.


Secara perlahan aura dari tubuhnya menipis, ukurannya kembali seperti semula.


*Bruk!


Edgar terbaring karena kehabisan tenaga.


"Sial, apa-apaan pedang itu!" teriak Edgar dengan napas terengah-engah.


Tiga puluh menit kemudian.


Sudah lebih dari sepuluh orang gagal menarik pedang itu, mereka memiliki level yang cukup tinggi, namun itu masih belum cukup untuk menariknya.


Aku masih belum yakin, sepertinya aku harus menunggu sedikit lagi.


"Aku akan menariknya." Seorang pria berjalan menuju pedang itu. Pria itu memiliki postur tubuh yang tegap, kulitnya kecoklatan, panjang rambut hitam seleher, dan dua pedang pendek menyilang di punggungnya.


Pria ini terlihat percaya diri.


Nama : Chandra Murya


Ras : Manusia


Job : Warrior


Level : 586


Menarik.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!