
Aku tidak bisa bergerak sedikit pun, perbedaan statistikku dan statistiknya sangat jauh.
"Singkirkan tanganmu dari Ibuku!" Rayna bergegas berlari ke arahku.
"Rayna, awas!" Aku melihat Blad yang sedang mengarahkan tinjunya ke arah Rayna.
*Bum!
Pukulan itu mengenai wajah Rayna, efek suara dari pukulan itu menggema keseluruh ruangan. Meninggalkan bekas kerusakan lurus sampai ke luar kota. Rayna menghilang tanpa jejak, dia juga ikut terhempas karena pukulan itu. Bangunan gereja ini juga hilang tak berbekas.
"Walau kau cepat, ternyata kau mudah teralihkan, ya. Jika aku memukulmu dengan kekuatan normal, pasti itu tidak akan memberimu luka yang berarti, karena itu aku memukulmu dengan kekuatan penuh! Khuahahahahaja! Aku berbicara pada orang mati! Hei, Lord! Kita bisa menjadikan wanita itu sebagai pemuas nafsu." Blad menunjuk ke arahku.
*Bum!
Sesuatu menekan tubuh Vlad dan Blad.
Ini ...?
"Gravity Control : Maximum Rise." Sihir itu berasal dari Delila. Dia menaikkan gravitas yang terfokus pada Vlad dan Blad.
Namun, aku masih tidak bisa melepaskan diri karena Vlad sepenuhnya telah mendekap tubuhku.
"A-apa yang terjadi?!" Vlad kesulitan bergerak, perlahan tubuhnya turun karena tekanan, begitu juga dengan Blad.
Masalahnya dia malah menimpaku!
Delila memotong kedua tangan Vlad.
"Bajingan kecil! Apa yang sudah kau lakukan padaku?!" Vlad berteriak kesakitan.
Keributan terjadi tak jauh dari lokasi kami. Ribuan prajurit True Vampire dan vampir menuju ke sini. Jumlah mereka lebih dari 20 ribu, bagaiman aku bisa tahu? Karena aku menggunakan skill deteksi dalam radius tertentu. Mereka semua mengepung tempat ini.
Delila menarikku keluar dari dekapan Vlad. Dia masih menekan kedua orang itu dengan sihirnya.
Aku melihat Delila dengan perasaan cemas. Wajahnya semakin pucat, hidungnya mengeluarkan darah.
"Delila! Kenapa kau tidak meminum Mana Potion?!"
"Maaf, Ibu, Mana Potion sama sekali tidak berpengaruh."
Apa maksudnya itu? Mana Potion tidak akan berguna jika--
Aku teringat sesuatu ... sesuatu yang fatal.
"D-delila, berapa MP milikmu yang tersisa?"
"Tersisa 10%, Ibu."
Pantas saja, NPC hanya bisa menggunakan Mana Potion jika stat mereka tidak di bawah 15%. Aku tidak tahu kenapa, namun ini kelemahan fatal NPC! Kembali ke dungeon atau Kerajaan Maphas bisa memulihkan kondisinya.
Delila masih melakukan hal yang bisa dia lakukan, salah satunya membelah tanah dan mengubur pasuka vampir hidup-hidup, menyemburkan lava dari dalam tanah, dan bencana kecil lainnya. Yah, itu akan memperburuk kondisinya.
Jumlah pasukan musuh berkurang drastis.
"G-gadis kecil, siapa sebenarnya dirimu?" tanya Vlad.
Tekanan gravitasi yang menimpa Vlad dan Glad mulai melemah.
"Kukuk, tapi sepertinya gadis itu akan segera berakhir," lanjut Vlad.
Ini tidak bisa dibiarkan.
Aku langsung menarik pedang Durandal dari penyimpanan dimensi.
"Akan kubunuh kalian."
Delila menahan tanganku, menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ibu, jangan sia-siakan kekuatan Ibu untuk hal remeh seperti ini."
Delila melihatku dengan tatapan memohon, berat rasanya jika aku menolak permintaannya.
"Bajingan!" Aku menendang Vlad ke tengah arena bersama Blad.
Efek gravitasi telah menghilang, keduanya bisa bergerak bebas sekarang, hanya saja Vlad kehilangan kedua tangannya. Delila sepertinya memblokir jalur regenerasi sel milik Vlad.
"Pertama-tama, bunuh gadis kecil itu dulu."
Target mereka adalah Delila yang sedang lemah. Tak ada cara lain, aku harus menggunakan Durandal.
Blad melompat ke arah kami, tangannya bersiap untuk memukul kami.
Sialan.
Di saat yang bersamaan, Rayna muncul dengan posisi cakar yang sudah menancap di lengan kiri Blad.
*Bugh!
Rayna menendang Blad kembali ke posisinya.
"Aku sudah bilang, 'kan? Jangan sentuh Ibuku dengan tangan kotor kalian." Aura Rayna menyebar ke seluruh area, menyebabkan vampir lainnya terdiam saat merasakan auranya.
Blad memperbaiki zirahnya yang rusak, lebih tepatnya meregenerasinya. Karena zirah vampir terbuat dari dara mereka sendiri.
Vlad kesulitan berdiri karena kehilangan kedua tangannya.
"Sangat mengejutkan, bahkan serangan terkuatku tidak memberi luka yang berarti," ucap Blad.
Serangan Blad sebelumnya memang sangat kuat, seharusnya Rayna menerima damage yang cukup besar. Mungkin dia sudah mengantisipasi sebelumnya agar tidak menerima damage besar, tapi bagaimana caranya? Dia berada di mode Bloody Armor, itu tak cukup untuk menetralkan damage dari Blad.
"Ayo kita lanjutkan pertarungan tadi, Nona True Vampire." Blad tersenyum menikmati atmosfir pertarungan.
Rayna menarik kembali cakar hitam di tangannya. Dia berniat meladeni Blad dengan pertarungan tangan kosong.
Kenapa kau bertarung dengan tangan kosong?! Kau bukanlah seorang warrior!
Rayna dan Blad saling memperpendek jarak mereka.
Rayna melancarkan pukulan pertamanya dengan tangan kanan, gerakan tangannya sangat cepat hingga memecah udara. Tujuannya adalah kepala Blad, namun Blad menghindarinya dengan mudah, dia langsung menunduk dan melayangkan pukulan dari bawah mengenai dagu Rayna.
Rayna tidak terhempas, kepalanya langsung mengarah ke atas setelah menerima pukulan itu. Tubuhnya hanya terdorong ke belakang.
Rayna langsung memperbaiki posisi kepalanya, bersiap memberi serangan lain pada Blad. Namun beberapa detik setelah Rayna melihat ke depan, kepalan tangan Blad sudah berada tepat di depan wajahnya.
*Bugh!
Suara dentuman dari pukulan ke wajah Rayna terdengar sangat keras. Rayna tidak terhempas, hanya saja dia kehilangan keseimbangannya karena pukulan keras di wajahnya.
Blad langsung menarik tangan kanan Rayna yang hendak terjatuh, kemudian memberi pukulan lain ke dada hingga wajah Rayna. Siklus itu terus berulang-ulang, karena Blad tidak melepas genggamannya dari tangan kecil Rayna.
Rayna bukanlah ahli bela diri seperti Crocell. Dia hanya memiliki dasar-dasar bela diri saja.
"Hmmm ...?" Aku merasakan hal ganjal.
Pukulan Blad tiba-tiba meleset. Rayna mengambil kesembatan ini dengan menarik baju zirah Blad, kemudian mendekat, dan ....
*Bugh!
Rayna menendang dada Blad dengan lutut sebelah kirinya. Cengkraman tangannya terlepas, Blad terlempar ke atas dan jatuh tak jauh dari posisi Rayna.
Keduanya bertarung tanpa mengandalkan sihir, murni dengan kekuatan fisik. Rayna juga terlihat menikmatinya, ini pertama kalinya aku melihat dia seperti itu.
Hidung Rayna sedikit bergeser, mulut dan hidungnya nya mengeluarkan darah. Ini yang terjadi jika tidak menggunakan regenerasi.
Secara teknik, Blad lebih unggul dari Rayna, namun Rayna unggul di kekuatan fisik.
"Kukh. Kau sangat mengesankan, Nona." Blad bangkit dengan dadanya yang berlubang.
Tendangan lutut Rayna langsung menembus dadanya, hal itu tidak akan membunuh seorang True Vampire, bahkan para guardian yang Rayna lawan sebelumnya tidak ada yang mati, termasuk Eliza yang kepalanya terpotong sekali pun.
Kemampuan spesial True Vampire ialah mereka bisa memindahkan kesadaran mereka ke bagian tubuh lainnya, asalkan tubuh mereka masih utuh setidaknya 75%. Namun mereka tetap akan menerima sakit yang sama.
Sebuah knuckle muncul di tangan Blad, sama seperti zirah, knuckle itu terbuat dari darah. Namun, karena knuckle adalah senjata, tentu damage yang diberikan akan sangat besar.
Crocell juga memiliki knuckle, jauh lebih tinggi dari Blad. Jika Blad melawan Crocell yang seorang ahli bela diri murni, tentu saja Blad akan kalah telak.
Zirah lain mulai menutupi seluruh tangan Rayna, dan ada besi runcing di ujung tangannya. Mereka berdua sekarang bertarung menggunakan senjata yang menyelimuti tangan mereka.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!