The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Penghabisan



Rayna tak punya pilihan lain sekarang, ia harus melawan Satan yang perlahan terus bertambah kuat.


Rayna mengangkat pedangnya dan langsung berlari ke arah Satan.


"Serangan dari depan, ya?"


*Bush!


Satan langsung menyemburkan api biru ke arah Rayna, namun berhasil dihindari dengan kecepatan Rayna yang luar biasa.


Rayna berada di belakang Satan dalam posisi siap menebas. Satan yang menyadari itu langsung menyemburkan api biru dari punggungnya. Rayna menahannya dengan Dark Water Wall. Sebuah sihir pertahanan tingkat 14 yang berbentuk dinding air berwarna hitam. Api biru memecah ketika berbenturan dengan tembok air itu.


Namun, itu tak bertahan lama, tingkat sihir api biru itu berada pada tingkat lanjut, Rayna langsung menjauh ketika dinding air mulai pecah.


Rayna menembakkan sihir cahaya yang berbentuk laser kecil. Sihir yang pernah digunakan saat mengalahkan Blad sebelumnya, Holy Blasted.


Satan menahannya dengan api biru yang melebar, namun Holy Blasted berhasil menembusnya dengan mudah. Sebelum Holy Blasted menyentuh tubuh Satan, ukuran laser kecil itu tiba-tiba membesar dan menelan Satan dalam cahaya.


Api biru itu lemah terhadap sihir suci, dan aku hanya bisa menggunakan sihir ini satu hari sekali. Aku tidak boleh menggunakan sihir suci secara sembrono. MP-ku hanya berkurang pada saat menggunakan Delay Magic, sebagai gantinya, maka HP-ku akan berkurang ketika menggunakan sihir suci yang terikat dengan Delay Magic.


Satan langsung lenyap ditelan cahaya suci itu. Tapi Rayna masih merasakan keberadaan Satan di sekitarnya. Ia mencoba mendeteksinya, namun keberadaan Satan tidak ditemukan. Tak ada objek yang menutupi tempat ini, karena area ini telah bersih sepenuhnya.


Bahkan itu masih kurang untuk membunuhnya. Aku masih memiliki banyk spell sihir di Delay Magic, seharusnya ini tidak masalah.


Rayna mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya.


Jika tidak ada di sini, maka di bawah!


*Crack!


Pedang Souldrake menancap ke bawah tanah. Seketika tanah di area itu mengembang, lubang kecil dari retakan memunculkan cahaya merah.


*Dum!


Ledakan dari dalam tanah terdengar sangat keras, ledakan itu merambat hampir ke seluruh tempat di bawah tanah.


Satan keluar dari dalam tanah yang posisinya cukup jauh dari Rayna. Sesaat sebelum Holy Blasted membesar, Satan masuk ke dalam tanah. Untuk mengalihkan Rayna, ia membuat api yang menyerupai dirinya.


Sihir suci itu cukup berbahaya bagiku, akan sangat merepotkan jika dia masih memiliki sihir suci tingkat tinggi seperti itu.


Satan penasaran dengan Rayna yang sama sekali tidak menggunakan rapalan untuk sihirnya.


Keres pasti melakukan sesuatu padanya.


"Waktuku sudah tidak banyak, aku harus segera menghabisinya." Satan berlari sambil melemparkan api biru dengan kecepatan tinggi.


Setiap jalur yang Satan lewati langsung terbakar, panasnya bahkan bisa melelehkan logam mithril dengan mudah.


Rayna sedang mengamati gerakan Satan untuk menyerangnya dengan sihir yang cocok, dan ia menyadari sesuatu.


Ketika dia semakin kuat, gerakannya juga semakin lambat, tubuhnya terlihat seperti akan meledak kapan pun.


Walau terlihat lambat, api biru Satan tetap bergerak merayap dengan kecepatan tinggi. Rayna menahan semua api biru itu dengan membelah tanah di sekitarnya untuk memecah jalur api biru.


Jika sihirku tidak bisa menahannya, maka akan kuserahkan pada alam!


Tak ada celah walau Satan bergerak lambat, semua tubuhnya terbakar oleh api biru, Rayna tidak mau menyia-nyiakan nyawanya. Sampai pada akhirnya ia berpikir untuk menggunakan item buff miliknya.


Rayna mengambil item dari ruang dimensinya. Item berbentuk cairan biru di dalam botol kecil. Water of Eternity, item tingkat mitos yang bisa membuat pengguna kebal dari segala jenis sihir dalam waktu lima menit. Rayna sedikit ragu untuk menggunakan item itu, karena itu adalah pemberian Keres.


Harusnya Ibu menuangkannya di mulutku.


Sebenarnya setiap NPC selalu memiliki item khusus sesuai kelemahan dan kelebihan mereka. Keres mengaturnya agar item itu bisa berguna, tapi sayangnya NPC di game tidak memiliki kontrol untuk menggunakan item jenis potion.


Hanya ada satu di ruang penyimpanan, aku harus segera menghabisinya.


Rayna meminum potion Water of Eternity dalam satu tegukan.


<>


"Persiapan selesai." Rayna langsung berlari ke arah Satan dengan pedangnya.


Satan terlihat keheranan melihat Rayna yang memilih untuk melawannya dari jarak dekat. "Kau menyadari bahwa semua sihirmu itu tidak berguna, dan memilih untuk mati secepat ini, ya?!"


Rayna berada tepat di depan Satan, tangannya berada dalam posisi siap untuk menebas, jarak mereka sangat dekat.


Sangat cepat!


Satan bereaksi dengan langsung menangkap kepala Rayna menggunakan tangan besarnya.


*Wush!


Rayna menebas tangan kiri Satan hingga putus dalam kondisi tubuh terbakar.


"Apa?!" Satan terkejut melihat Rayna yang masih bisa bergerak dalam kondisi tubuh terbakar.


Kesempatan emas terlihat, Rayna langsung menebas-nebas pedangnya ke tubuh Satan. Namun tebasannya hanya membuat luka gores, itu karena Satan memfokuskan api di tempat yang akan ditebas Rayna. Serangan itu memang sudah terbaca olehnya.


"Tch!" Rayna kesulitan menembus tubuh Satan walau dengan pedang Souldrake sekali pun. Ada larangan dalam menggunakan Water of Eternity, yaitu pengguna tidak boleh menggunakan sihir jika melanggar, efek kebal akan dibatalkan.


Rayna hanya bisa terus menebas ke seluruh sisi, sesekali dalam tebasannya skill Souldrake aktif untuk melenyapkan jiwa Satan secara perlahan.


Satan terus mencoba membakar Rayna, namun semua serangannya sia-sia, ia sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Kenapa seranganku tidak mempan?! Dia pasti melakukan sesuatu sebelumnya! Sudah pasti!


Satan berhenti menyemburkan api biru, kini fokus pada regenerasi tubuhnya, terutama tangan kiri yang sebelumnya dipotong Rayna.


"Tak akan kubiarkan!" Rayna mengambil pedang lain dari ruang penyimpanannya dan menusukkan pedang itu ke bagian tengah tangan kiri Satan yang masih dalam proses regenerasi. Pedang itu memiliki energi suci yang sangat besar, membuat Satan kehilangan sebagian kekuatannya.


"Sialan!"


*Bugh!


Satan menendang Rayna ke atas, ujung kakinya mengenai dagu Rayna, hal itu membuat darah dari kepala Rayna bercucuran kemana-mana.


Efeknya tinggal dua menit lagi.


Rayna membuat pijakan di udara yang mengarah ke bawah, dengan cepat ia melesat kembali ke tempat Satan.


Karena kekuatannya semakin menipis, Satan kesulitan mencabut pedang di tangan kirinya, hal ini memaksanya untuk bertarung dengan satu tangan.


Pertarungan tanpa sihir dimulai. Rayna menebas-nebaskan pedangnya secara membabi buta. Tebasan pedangnya menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, terutama bebatuan raksasa. Satan mencoba menepis serangannya, namun ia sangat sulit mengimbangi kecepatan Rayna hanya dengan satu tangannya.


Satan menghentakkan kakinya ke tanah, seketika tanah hancur dan membuat pijikan Rayna menjadi tidak seimbang. Satan melompat ke belakang sembari melemparkan api biru ke arah Rayna, namun hal itu percuma, karena api biru lenyap ketika menyentuh Rayna.


Dia benar-benar kebal terhadap api biruku!


Satu menit.


Rayna melompat untuk mengejar Satan, Souldrake mengeluarkan cahaya biru. Ini adalah skill utama yany bisa menebas jiwa dalam sekali serang, itu artinya jiwa Satan akan lenyap sepenuhnya. Rayna menggunakan sihir darah untuk menahan tubuh Satan yang melayang bebas di udara.


Efek Water of Eternity langsung dibatalkan.


"Matilah!" Rayna menebaskan pedang itu hingga mengeluarkan bilah biru raksasa.


Bilah biru itu melewati tubuh Satan dengan jiwa yang ikut keluar dari tubuhnya. Satan langsung terjatuh seketika.


Apa itu berhasil?


Rayna datang menghampiri Satan yang sedang tergeletak tidak berdaya.


"Ugh!" Rayna langsung terjatuh karena kehilangan MP yang sangat banyak.


Dia belum menggunakan seluru spell yang ada di dalam Delay Magic, namun MP-nya saat ini sudah menyentuh 10% akibat efek Souldrake.


Rayna kembali berdiri dengan tubuh sempoyongan, Mana di sekitar perlahan masuk ke tubuhnya. Matanya kembali tertuju pada Satan, dan di situlah kesalahan terjadi.


Tanah tempat kaki Rayna berpijak secara mengejutkan menyemburkan api biru. Seluruh tubuh Rayna terbakar dengan cepat.


Bajingan ini telah mengelabuiku!


Sebelum kematiannya, Satan menyiapkan api biru kecil di bawah tubuhnya. Api itu merayap melewati celah pada tanah, api itu mendeteksi keberadaan makhluk, dan secara otomatis aktif membakarnya.


Zirah Rayna perlahan meleleh, tubuhnya mulai hangus karena tak kuat menahan api biru tingkat lanjut itu. Namun skill pasifnya masih aktif meregenerasi luka bakar di tubuhnya. Di saat yang bersamaan spell dari Delay Magic akhirnya digunakan, beberapa sihir penyembuh tingkat 13 diaktifkan. Sekarang hanya menunggu waktu antara api biru atau Mana Rayna yang akan habis terlebih dahulu.


"Aku tidak akan kalaaah!"


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA


Rayna Bloody Armor :