
Tidak salah lagi, ini wujud sejati Beliau. Tapi, ada yang aneh.
"Yang Mulia!" teriakku keras.
Beliau menghiraukan panggilanku. Wajah Beliau sangat datar.
Apa Beliau sedang dikendalikan? Itu mungkin saja, mengingat wanita berambut pirang itu sangatlah kuat.
Aku mengeluarkan pedang aura.
Berbeda dengan pedangku sebelumnya, pedang ini berada di atasnya. Pedang ini item tingkat tinggi, dan merupakan senjata alami seorang Swordmaster.
Pandanganku tertuju pada senjata logam yang Beliau genggam.
Tidak salah lagi, itu Zerack. Tongkat itu sangat kuat, bekas pertarungan 7 tahun lalu sangat parah, penyebabnya adalah karena Zerack. Tongkat itu sangat fleksibel, bisa memanjang bahkan membengkok. Beliau selama ini menyimpannya dalam wujud aksesoris kecil. Aku harus berhati-hati agar tidak menyentuhnya, Zerack bisa menghisap Mana.
Kemudian, armor itu. Armor yang hanya menutupi bagian dada sampai perutnya. Dibuat dengan sihirnya, armor itu sangat misterius.
Aku melihat ke arah Panglima Iblis.
"Huh?"
Abbadon bangkit walau tubuhnya masih gemetaran.
Sepertinya hanya dia yang bisa bertahan. Aku harus bekerja sama dengan Abbadon.
"Heal." Aku merapalkan Heal untuk Abbadon sambil berlari menuju ke tempatnya.
"Abbadon, apa kau bisa bertarung?"
"Tch! Jangan remehkan aku!"
Melihat dia masih bermulut besar seperti biasanya, aku rasa dia bisa bertarung. Abbadon, dia seorang Warrior sejati, dan yang terkuat di Wilayah Iblis. Kekuatan fisiknya sangat luar biasa. Sejujurnya aku ingin sekali bertarung melawannya. Ah, tidak, tidak! Sekarang bukan waktunya untuk hal itu!
"Abbadon, berhati-hatilah, jangan sampai menyentuh senjatanya,"
"Aku mengerti,"
Aku merapalkan sihir pendukung pada Abbadon.
*Brak!
Abbadon langsung menghilang dan meninggalkan bekas pijakan tanah yang hancur.
Tunggu ... di mana pedang besarnya? Apa dia ingin melawannya dengan tangan kosong?
Abbadon berada tepat di hadapan Yang Mulia dengan posisi tangan kanan yang bersiap-siap untuk meninju.
*Bugh!
Yang Mulia menahannya dengan Zerack yang sedikit melebar dan Beliau terdorong.
Aku langsung berlari menuju sisi kanannya.
"Hell Fire!" Aku menyerangnya dengan menebaskan pedangku yang membentuk tebaran api yang melengkung.
Beliau menahannya dengan membesarkan telapak tangannya.
Aku melupakan ini. Tubuh Beliau yang unik.
Abbadon tak mau ketinggalan. Dia melayangkan tinjuan bertubi-tubi dari depan.
Yang Mulia terus menahannya dengan memutar-mutarkan Zerack.
Zerack memang luar biasa.
Tangannya masih dalam keadaan terbakar akibat menahan seranganku.
Aku menyelimuti pedangku dengan Mana dan menjadikannya sebagai lapisan luar. Pedangku menjadi semakin panjang.
Beliau masih belum mengeluarkan serangannya.
Aku melompat ke arah tangan yang masih terbakar itu dan mengarahkan pedangku tepat di tengah telapak tangannya.
*Crack!
Pedangku menembus telapak tangannya.
Aku langsung memiringkan pedangku dan melebarkan Mana agar memberikannya luka fatal.
"Agh!"
Berhas-
Beliau langsung mengepalkan tangannya dan pedangku berada dalam genggamannya.
Sial!
*Ting!
Zerack menepis serangan Abbadon dengan serangan yang mengarah ke pergelangan tangan Abbadon.
*Bugh!
Abbadon terpental karena serangan kedua Zerack yang menghantam perutnya.
Aku tidak bisa mengeluarkan pedang ini!
*Brak!
"Agh!"
Beliau mengangkatku ke atas dan membantingku ke tanah.
*Plang!
Pedangku terlepas dari genggamannya.
"Maryna."
Eh?
Beliau mengangkat Zerack dan bermaksud menghabisiku.
*Wush!
Apa yang terjadi?
"Aku masih belum kalah, sialan!"
Abbadon menyerangnya dengan pedang besar miliknya, namun Yang Mulia menghindar, dan menjauh dari kami.
"Hei! Mau sampai kapan kau tidur?!"
Dasar brengsek! Tapi aku suka semangatnya.
Aku bangkit dan menggenggam pedangku.
"Apa rencanamu?" Abbadon berbisik padaku.
Aku tarik ucapanku sebelumnya, dia hanyalah Warrior dengan otak kosong!
Aku memperhatikan Yang Mulia Arys.
Luka di tangannya beregenerasi dengan cepat. Wujud sejatinya benar-benar menakjubkan. Situasi saat ini masih belum kupahami. Beliau belum menggunakan kekuatan sejatinya.
"Maryna, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Abbadon.
"Abbadon, Beliau tadi menyebut namaku, aku yakin Beliau tidak bisa mengendalikan tubuhnya. Namun sepertinya kesadaran Beliau belum menghilang,"
"Apa kau yakin?"
"Aku belum tahu pasti. Abbadon, apa kau menemukan sesuatu saat bertarung bersama Panglima lainnya?"
"Kami tidak melawannya bersama-sama,"
"Apa maksudmu?"
"Aku dan Azazel lah yang melawan Beliau, Panglima lainnya melawan pria berpakaian butler itu,"
Tunggu. Azazel bilang Yang Mulia mengalahkan seluruh Panglima Iblis dengan kekuatan sejatinya. Ada yang tidak beres.
"Jadi, apa kau sudah tahu pola serangan Yang Mulia?"
"Sama seperti tadi,"
Azazel berbohong.
"Apa kau yakin? Huhu, kau belum melihat kekuatan sejati dari Abbadon ini,"
"Abbadon, jangan bilang ...."
Tubuh Abbadon membesar dan diselimuti aura berwarna merah terang.
Wujud sejati dari seorang Warrior. Pada umumnya, tingkat kekuatan seorang Warrior ada pada tahap Berserk. Namun, tingkat paling ekstrem yang dicapai seorang Warrior ialah Destroyer Mode. Abbadon telah mencapai tingkatan tertinggi dari seorang Warrior. Dia sangat ingin mengalahkan Raja dari Kerajaan Karibian.
"HUAAAAAAAAAAAA!"
*Wush!
Semua terhempas, dan aura yang dipancarkannya semakin tebal.
Celaka!
"Mana Shield!" Aku memasang pelindung ke semua Prajurit.
Aura Abbadon yang ini bisa membuat para Prajurit pingsan.
Dia mengangkat tangannya ke atas.
Aura merah berkumpul di tangannya dan membentuk sebuah pedang besar.
"AKU AKAN MENJADI RAJA IBLIS SELANJUTNYAAA!"
Dasar bajingan!
*Wush!
Abbadon bergerak menuju Yang Mulia.
*Dum!
Dia memberikan serangan pertama, namun Yang Mulia menahannya.
Abbadon mengangkat pedang besarnya dan kembali mengayunkannya ke segala arah.
*Ting Ting Ting
Suara benturan dari kedua senjata mereka terdengar nyaring.
Yang Mulia terus bertahan.
Abbadon semakin menggila. Dia terus mengarahkan serangannya ke atas, dia diuntungkan karena postur tubuhnya semakin tinggi akibat perubahan.
"Kena kau!" seru Abbadon.
*Dum!
Dia menendang perut Yang Mulia dengan ujung kakinya.
Yang Mulia terhempas cukup jauh.
*Bum!
Aura membunuh yang sangat kuat. Apa Yang Mulia mulai serius sekarang?
*Crack
Pelindung yang kupasang pada Prajurit mulai retak.
Bahkan pelindungku tak mampu menahan auranya.
"WAH, WAH, AKHIRNYA ANDA SERIUS."
Dari kejauhan, Zerack memanjang, dan menuju ke arah Abbadon.
Abbadon menghindari Zerack.
Itu percuma.
Zerack dengan cepat berbalik menyerang dari belakang.
Abbadon terus menghindarinya.
"Dasar bodoh! Itu jebakan!"
Semua serangan Zerack membentuk sebuah pola, Abbadon berada di tengah pola tersebut.
"Lompat ke atas!" teriakku.
"BANTU AKU!"
"Fire Ball : Brust!"
Aku menembakan bola api bertubi-tubi ke arah Yang Mulia Arys.
*Duar Duar
Namun Zerack menghalangi dengan membengkokan bagian tengah.
"AGH! TONGKAT SIALAN!"
Zerack menarik diri, dengan cepat tarikan itu mengikat Abbadon dengan sangat kuat.
Dengan cepat Zerack menarik Yang Mulia Arys dengan memendekan bagian belakangnya.
Beliau menuju ke sini dengan tangan yang mengepal, bersiap meninju Abbadon.
Tidak akan kubiarkan.
Aku langsung melompat ke depan sambil bersiap-siap mengayunkan pedangku.
"Rasakan ini!"
Aku mengarahkan seranganku tepat ke lehernya.
*Ting!
Beliau melepas Zerack dan membiarkannya menahan seranganku.
Celaka.
Beliau berputar dan berada di belakangku.
*Bugh!
"Agh!"
Aku terkena pukulannya dan terhempas.
Tulang punggungku ... sepertinya patah.
Ah, apa aku harus menggunakan kekuatan sejatiku juga?
"Agh!"
Punggungku benar-benar remuk! Kondisi ini tidak memungkinkan.
Aku hanya bisa terbaring sambil memperhatikan Yang Mulia yang berjalan menuju Abbadon.
Eh? Abbadon tetap dalam wujud sejatinya. Harusnya Zerack menyerap Mana. Abbadon sudah pasti mati jika Zerack menyerap Mananya. Tapi, sepertinya Yang Mulia tidak mengaktifkan Zerack dalam mode menyerap Mana. Serangan Zerack juga terbilang cukup biasa.
"Huuuh ...."
Kami kalah hanya dengan secuil kekuatan dari Yang Mulia.
Ini belum berakhir.
Yang Mulia menyentuh kening Abbadon.
Tubuh Abbadon perlahan menyusut dan kembali menjadi normal.
"Ternyata bukan Abbadon." Yang Mulia mengucapkan sesuatu.
Apa maksudnya itu?
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Selamat Tahun Baru 2022! Semoga di tahun ini semuanya akan berjalan dengan lancar. Sukses selalu buat para Author dan Reader! ✨✨✨