
Istana Kerajaan Mystick, ruang kerja Hela.
Lilith datang dengan jawaban tentang kerja sama melawan Gereja Suci. Masih terlalu dini untuk senang, karena jawaban Lilith akan menentukan masa depan mereka dan juga kami.
"Kalian akhir sampai." Hela dan Lilth telah menunggu kami.
"Maaf, karena sudah membuat Anda menunggu, Yang Mulia." Aku menundukkan kepala sembari mencuri pandang pada Lilith.
Dia mengenakan jubah hitam, aku bisa melihat zirah dari balik jubah itu. Mode tempur yang sama dengan Rayna.
"Aku di sini bukan untuk menjawab tawaran kalian. True Vampire Lord ingin mengundang kalian datang ke tempat kami sekaligus menjawab tawaran kalian," ucap Lilith.
"Bagaimana dengan itemnya?" tanyaku.
"Semua akan dijawab oleh Lord." Lilith membuka sebuah portal teleportasi. "Masuklah, aku akan mengantar kalian."
Aku sedikit ragu masuk ke sarang harimau dengan persiapan kecil. Walau ada Hela, Delila, dan Rayna sekali pun aku masih tetap ragu. Para True Vampire ini pasti menyiapkan sesuatu di sana.
"Aku tidak ikut," ucap Hela yang masih duduk di kursinya.
Heeeeh?! Hela! Apa yang ada di kepalamu saat ini?! Kau itu bodyguard-ku yang paling kuat!
"Ada beberapa urusan yang tidak bisa kutinggalkan di sini, semua berhubungan dengan kerajaanku," lanjut Hela.
"Jika itu keinginan Anda, Saya tidak bisa menghalanginya."
Tidak ada cara lain, kami bertiga harus masuk ke sana tanpa Hela.
Singkatnya, kami masuk ke portal teleportasi dan sampai di suatu tempat. Cahaya terang menerangi tempat yang kami datangi. Aku menyadari bahwa kami berada di atas bukit besar.
Namun ada yang aneh. Seharusnya ini malam hari, 'kan?
Aku tidak melihat langit-langit di atas sana, cahaya terik menghalangi penglihatanku. Delila membuat sebuah penghalang hitam yang menutupi kami. Sinar terik perlahan meredup dan aku bisa melihat apa yang ada di atas sana.
Itu bukanlah langit, melainkan struktur bebatuan yang membentang luas. Hanya ada satu hal yang terlintas di pikiranku.
Aku melihat ke bawah dari atas bukit. Ada lembah, padang rumput, padang gurun, danau, dan kota yang berada di tengah-tengahnya. Dataran itu mengitari kota.
Tidak salah lagi, kami berada jauh di bawah tanah.
"Selamat datang di Valashia."
Mirip dengan setiap lantai yang dijaga oleh NPC, namun tempat ini berkali-kali lipat lebih luas. Untuk cahaya di atas sana, bentuknya mirip seperti kristal raksasa yang tergantung di langit-langit.
Butuh berapa lama bagi mereka membuat tempat ini?
"Ayo kita turun ke kota." Lilith terbang menuruni bukit, jubah hitam yang ia kenakan lepas. Armor miliknya terlihat dengan jelas.
Armor berwarna merah kegelapan, zirah yang menutupi kaki, dada, kedua tangan yang tertutup penuh, bagian perut terbuka. Ada lingkaran menutupi pusarnya yang disanggah dengan sambungan bagian zirah dari belakang tubuhnya.
Aku menaruh curiga pada Lilith. Untuk apa dia menggunakan mode tempur?
Kami mengikuti Lilith dari belakang. Lilith terlihat dengan sengaja terbang cepat, hal itu menyulitkanku. Untungnya Delila membantuku membuka jalur udara di depanku, sehingga aku bisa terbang tanpa hambatan. Kami melewati lembah dan danau, objek lainnya berada di arah yang berbeda dari jalur kami.
Gerbang kota telah terlewati. Sepertinya Lilith langsung membawa kami ke tempat penguasa berada. Itu terlihat dari bangunan besar yang sepertinya merupakan tujuan kami.
Orang-orang di kota semuanya melihat ke arah kami. Aku menggunakan penglihatan jarak jauh.
[Ibu, mereka adalah vampir murni.]
Dugaanku juga demikian, tapi jika Rayna sudah mengatakannya, berarti itu memang kebenarannya. Mereka semua vampir murni, lebih tepatnya lahir dengan ras utamanya sebagai vampir. Vampir murni berpeluang besar untuk bisa berevolusi menjadi True Vampire, berbeda dengan vampir yang dulunya seorang manusia, vampir murni adalah ras unggul. Mereka memiliki ribuan vampir murni di sini, dan mungkin lebih banyak lagi.
Kami mendarat di depan sebuah bangunan besar. Tidak terlihat seperti istana, justru terlihat seperti gereja. Mereka benar-benar mendalami karakter sebagai sisi gelap geraja. Ah, keduanya memang berada di sisi gelap!
Ada dua pengawal yang menjaga pintu rumah, mereka membukakan pintu untuk kami. Mereka mengenakan jubah hitam, namun terlihat jelas zirah di balik jubah hitam itu.
Mereka True Vampire.
Kami mengikuti Lilith melewati lorong yang panjang. Jika dilihat dari luar, bangunan ini terlihat seperti gereja besar pada umumnya, namun tidak panjang seperti lorong yang kami lalui ini.
Sebuah teknik memanipulasi ruang, sangat menarik.
Ada banyak pintu di kedua sisiku, sekilas aku melihat tatapan dari balik pintu-pintu itu, meraka cukup kuat, sepertinya mereka juga True Vampire. Namun mereka tidak mengeluarkan aura permusuhan, mungkin itu karena ada Delila dan Rayna di tempat ini, mereka sangat mewaspadi keduanya.
Kami sampai di ujung ruangan. Ada sebuah pintu besar yang terbuat dari logam. Pintu itu memiliki motif aneh, namun aku memahami beberapa motif yang terukir di sana. Beberapa motif menunjukkan simbol True Vampire dan lingkaran sihir.
"Di balik pintu ini ada True Vampire Lord, aku menyarankan untuk menjaga sikap kalian," pinta Lilith dengan nada menekan.
Dia mirip dengan para NPC.
Para penjaga mendorong pintu besar itu ke dalam, tak ada suara berisik dari logam yang bergesekan dengan lantai.
Kami disuguhi oleh ruangan yang luas dan harum. Ada banyak pilar-pilar raksasa yang menyangga ruangan. Semuanya bernuansa gelap, cahaya terlihat redup, hal itu menambahkan kesan horor pada ruangan ini.
Terlihat seseorang duduk di singgahsana, seorang pria dengan tubuh besar. Mengenakan jubah longgar yang memperlihatkan dadanya, ada banyak cincin di jari tangannya. Pria itu memancarkan aura yang sangat besar, jika tanpa Delila dan Rayna, aku pasti akan pingsan terkena aura miliknya.
"Lord, Saya datang membawa pihak terkait." Lilith berlutut di hadapan pria itu.
Jadi dia si True Vampire Lord.
"Kerja bagus, Lilith, kembalilah ke tempatmu," ucap pria itu dengan nada berat yang bergema.
Lilith berjalan menaiki tangga yang merupalan tempat singgahsana itu berada. Dia berdiri tidak jauh di sebelah Lord. Diikuti oleh bayangan hitam yang muncul dari kedua sisi, beberapa orang muncul dari bayangan hitam itu. Tiga orang di sisi kiri Lord, dua orang di sisi kanan Lord, jika memasukkan Lilith, mereka semua ada enam orang.
Para True Vampire, ya? Sepertinya mereka bawahan terkuat yang Lord miliki.
"Terima kasih sudah datang ke tempatku, akan kuperkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku adalah Vlad Danovan Blair, kalian boleh memanggilku Vlad."
"Lord! Makhluk rendahan seperti mereka tidak pantas untuk menyebut nama Anda!" Salah satu dari enam guardian memotong perkataan Vlad. Seorang True Vampire yang memiliki banyak luka di wajahnya, badan berotot, terlihat seperti seorang warrior.
Aura besar mencoba menekanku. Napasku langsung terengah-engah, namun itu hanya sebentar karena Delila menghapus aura yang menekanku.
"Blad, hentikan itu. Kau tidak sopan pada tamu. Lihatlah, Nona True Vampire sangat marah padamu," ucap Vlad.
Aku tidak memperhatikan kondisi sekitar karena rasa sakit di leherku akibat tekanan dari pria itu. Namun, aku terkejut setelah melihat kondisi saat ini.
Rayna telah bersiap dengan mode full armor di depanku, dengan pedang di tangan kanannya, dan tombak di tangan kirinya.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!