
Chapter 10 : Glenn Aleister
Di mana aku? Hmmmm ... Tangan ini? Sangat kecil! Apa yang terjadi? Aku melihat wanita tepat di atasku. Dia sangat cantik. Siapa wanita ini? Apa aku di tubuh seorang bayi? Aku telah bereinkarnasi? Aku sedikit ingat tentang keadaan terakhirku. Benar! Aku mati saat dikejar Polisi! Aku dulu adalah seorang Pembunuh Bayaran. Polisi mengejarku karena aku membunuh Politisi, dan klienku ternyata menjebakku! Sialan!
Hah ... Saat ini aku telah bereinkarnasi, apa ini dunia yang sama? Desain rumah ini terlalu kuno, tapi terlihat mewah, apa ini rumah Bangsawan?
"Sayang, Glenn sudah bangun," ucap wanita yang menggendongku.
Glenn? Jadi namaku Glenn, ya.
"Hooo ... Calon Petualang hebat keluarga Aleister! Glenn Aleister!"
Petualang? Apa yang dia maksud?
"Benar sekali, Sayang, Glenn adalah kebanggaan Keluarga Aleister,"
--------------------------
Ternyata ini dunia fantasi. Dunia sihir dan pedang. Aku tidak percaya sebelumnya, tapi, saat melihat seorang pelayan yang menggunakan sihir untuk mencuci baju, aku jadi percaya dengan dunia fantasi ini. Ini dunia yang sangat sempurna untuk orang sepertiku! Aku adalah seorang Pembunuh Bayaran. Keahlianku mungkin akan sangat cocok di dunia ini. Aku ingin belajar sihir dan pedang secepatnya. Tapi, dengan tubuh bayi ini? Aku harus menunggu.
15 tahun kemudian.
*Ting! Ting!
"Hah ... Kak Glenn memang sangat hebat seperti biasanya,"
"Kau sudah berusaha keras, Clara,"
Clara adalah Adik perempuanku. Dia seorang Magic Caster yang lumayan kuat. Tapi, aku tidak habis pikir kenapa dia ingin aku melatihnya berpedang. Sebentar lagi aku akan masuk ke Akademi Sihir. Aku jago berpedang, tapi, sebenarnya aku memiliki Double Job, Swordmaster dan Magic Caster. Itulah kenapa aku disarankan untuk masuk Akademi Sihir. Orangtuaku sangat menginginkan aku menjadi seorang Petualang hebat. Walau rasanya sedikit aneh karena keluargaku adalah Bangsawan yang memiliki kedudukan sebagai Marquess. Kedudukan yang cukup tinggi di kalangan Bangsawan. Keluargaku terlalu terobsesi dengan Keluarga Hart. Mereka keluarga dengan kedudukan Duke. Posisi tertinggi kaum Bangsawan setelah Kaisar dan Keluarga Kaisar.
"Kak, apa kau yakin ingin masuk Akademi Sihir?" tanya Clara.
"Tentu saja, Ayah dan Ibu sangat ingin aku jadi Petualang yang kuat,"
"Kakak sepertinya akan masuk Akademi bersamaan dengan Putri Annatasya,"
"Putri Annatasya?"
Aku tidak terlalu peduli sebelumnya. Tapi, jika ada seorang Putri seangkatan denganku, sepertinya menarik.
------------------------
Aku sudah mengucapkan salam perpisahan dengan keluargaku. Saat ini aku berada di Akademi Sihir Ibukota Kekaisaran. Tempatnya sangat besar, tidak heran Akademi Sihir ini menjadi pusat pelatihan bagi seluruh Magic Caster. Untuk yang memiliki job seperti Warrior, di Akademi ini juga ada tempat khusus untuk pengguna pedang. Aku memilih sihir karena aku sudah ahli dalam menggunakan pedang. Di kehidupanku sebelumnya, aku adalah seorang atlit kendo, sebelum terjun menjadi Pembunuh Bayaran. Gaya berpedang di dunia ini malah sangat terlihat kaku dan kasar. Itu kenapa aku tak perlu berlatih lebih jauh tentang berpedang di dunia ini.
Semua murid sudah duduk di aula untuk upacara penyambutan.
Jadi teringat masa sekolah dulu.
"Baiklah, kami akan memanggil Putri Annatasya sebagai perwakilan murid baru di Akademi Sihir." Kepala Sekolah mempersilahkan Putri untuk naik.
*Prok Prok Prok
Suara tepuk tangan bergemuruh menyambut Putri Annatasya.
Dia berjalan dengan sangat elegan, ditambah pedang yang berada di pinggangnya menambah kesan hormat bagi siapa pun yang melihatnya. Rambut kuning yang berkilau, serta tatapan yang sangat tajam dari mata Putri Annatasya.
Cantik sekali. Sial! Aku tertarik dengan anak kecil?!
"Saya Annatasya El-Zalbary mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah, Guru, dan juga Senior di Akademi Sihir ini. Terima kasih sudah menerima Saya dan para murid baru semuanya, kami akan tunjukan kepada kalian semua bahwa kami pantas untuk belajar di Akademi Sihir,"
Dia sangat sopan dan tegas. Katanya Putri akan ikut kelas sihir, tapi jobnya seorang Warrior. Apa dia pengguna pedang sihir?
"Terima kasih, Tuan Putri atas kata sambutannya,"
Kata sambutan? Itu lebih ke arah menantang kalian semua! Huh ... Begitulah hidup-hidupku di Akademi Sihir selama 3 tahun.
3 tahun kemudian.
Sangat membosankan.
"Glenn Aleister." Putri Annatasya mendatangiku.
Apa yang diinginkannya? Aku tidak pernah berbicara dengannya selama 3 tahun. Ini terlalu mendadak.
"Iya, Tuan Putri,"
"Ayo bertanding denganku setelah upacara perpisahan,"
Waah ... Ini merepotkan. Dia sangat kuat. Dia selalu menduduki peringkat pertama dalam semua kelas. Aku berada di peringkat ke dua. Mungkin itu alasan dia menantangku.
"Sesuai permintaan Anda, Tuan Putri." Aku membungkukan tubuhku.
-----------------------------
Aku kembali ke asramaku. Sebentar lagi upacara perpisahan Akademi Sihir.
Nama : Glenn Aleister
Umur : 18
Ras : Manusia (Humanoid)
Job : Magic Caster/Swordmaster
Tittle : -
Level : 179
HP : 12324
MP : 3283
Strength : 382
Agility : 768
Ability : 876
Defence : 1200
Magic Power : 2133
Intelligence : 203
Lucky : 76
Aku masih bingung dengan ras Humanoid milikku. Tapi, saat Kepala Sekolah menggunakan mata penilaian padaku, rasku hanya Manusia. Dia tak bisa melihat ras Humanoidku. Lagipula, apa keunggulan ras ini? Ras Humanoid tak ada informasinya di buku mana pun. Sudah pasti bukan berasal dari dunia ini. Aku sebenarnya punya skill Appraisal Eye tingkat tinggi, dan sebuah buff exp yang sangat gila. Jika aku berburu monster sejak kecil, mungkin aku sudah level 500 ke atas saat ini. Orang bilang hanya Pahlawan yang mempunyai skill ini, tapi, aku bukan Pahlawan.
"Baiklah, waktunya pergi ke upacara,"
----------------------------
Tidak ada yang menarik. Aku bahkan tidak memiliki teman dekat selama 3 tahun.
Saat ini aku sedang menuju arena pertarungan. Putri sudah menunggu di sana. Jangan biarkan dia kecewa.
Ini? Arena turnamen? Menggunakan tempat ini secara pribadi, Bangsawan memang luar biasa.
"Maaf sudah membuatmu menunggu, Putri,"
"Tidak masalah, Glenn Aleister,"
"Panggil saja Glenn,"
"Baiklah, ayo kita mulai, Glenn,"
*Swush!
Dia bergerak ke arahku dengan cepat, dan mengayunkan pedangnya.
*Ting!
"Jangan melamun, Glenn,"
"Luar biasa, Tuan Putri,"
Gerakan ini, dia sangat mahir.
"Ayo kita beradu pedang, Glenn,"
"Baiklah,"
Ini menarik!
Putri maju sambil mengarahkan pedangnya secara horizontal.
Sangat cepat!
*Ting!
Aku membelokan serangannya ke atas.
Posisinya mulai terbuka! Waktunya menyerang!
*Bugh!
Dia menendang tanganku.
Sialan!
Dia kembali mengayunkan pedangnya ke bawah.
"Hyaaaak!"
*Ting!
Aku menggunakan dagger yang selalu kubawa untuk menahan serangannya.
Sangat berat!
"Luar biasa, Glenn,"
"Hmmm ...."
*Bugh!
Dia menendangku.
"Tch."
"Apa hanya itu kemampuanmu?"
"Wah, wah, maaf karena mengecewakan Anda,"
Aku hanya menggunakan teknik berpedang biasa dari duniaku, dia bisa mengimbanginya. Akan beda ceritanya jika aku menggunakan teknik kendo.
"Apa kita bisa sudahi pertarungan ini, Putri?"
"Belum, Glenn, kau belum menggunakan teknik bertarungmu yang sebenarnya,"
Sial! Dia tahu!
"Ti-tidak, Putri, it-"
*Bum!
Putri mengarahkan auranya padaku.
Hawa mengancam ini?! Putri!
"Baiklah, Putri, aku akan menggunakan seluruh kekuatanku,"
"Hmmm ... Majulah,"
*Swush!
Aku bergerak ke arahnya dan menyikut perutnya.
"Agh!"
"Maafkan aku, Putri,"
Aku menggunakan skill Mind Acceleration. Seranganku akan terus terasa hingga berkali-kali lipat. Dia akan terus kesakitan.
*Wush!
Eh, apa yan-
Tiba-tiba Putri melompat ke arahku.
*Dum!
"Ugh!" Aku berhasil menghindari sedikit serangannya. Namun, lengan kiriku terluka.
Apa-apaan itu?! Gerakannya sangat gila! Apa itu penguatan fisik?
"Glenn, akhirnya aku bisa bertarung secara serius,"
Dia menjadi psikopat!
Bajingan, di mana penjaganya?! Putri mereka sedang kerasukan setan!
"Baiklah, Putri,"
"Aku maj-"
*Dummm
Tanah bergetar.
Gempa? Ini skill Putri? Aku melihat Putri yang juga kebingungan. Bukan, ini gempa dari alam.
*Dummm!
Gempanya semakin kuat! Apa yang terjadi?!
"Putri!" teriakku.
"Aku tahu, tolong bantu aku meng-evakuasi para penduduk, Glenn,"
"Baik!"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Bersambung ....