The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Craftman



Aku, Daisy, dan Rhea keluar dari portal teportasi, saat ini kami berada di arena pertarungan. Aku sedikit terpukau dengan arena pertarungan ini, memiliki kesan megah karena desainnya yang terlihat seperti mahkota, bagian dindingnya dilapisi oleh cairan berwarna putih mengkilap.


Apa ini cat?


Kami berpindah ke bangku penonton, tepatnya di bagian tertinggi tempat duduk Ratu.


"Di bawah tempat duduk Ratu ada tempat para VIP, kelas menengah, dan kelas biasa," jelas Rhea.


Tempat duduk ini terlihat empuk, sepertinya sama dengan tempat duduk VIP. Tapi untuk kelas seterusnya mereka menggunakan tempat duduk batu yang mengitari arena.


"Berapa lama pembuatan arena ini?"


"Si arsitek akan menjelaskannya lebih detail, Ibu."


Portal teleportasi lain muncul, seorang pria dan wanita keluar dari portal itu. Dia adalah Glenn, dan satu lagi ....


"Erish?"


Keduanya berlutut di hadapanku. "Senang melihat Anda kembali, Yang Mulia."


"Angkat kepala kalian."


"Baik!"


Glenn ada di sini, dari mana aku harus memulainya? Tapi sebelum itu ....


"Erish, apa yang membuatmu datang ke sini?"


"Saya ingin memohon sesuatu pada Anda, Yang Mulia."


Ini tidak biasa, Erish tidak pernah meminta sesuatu padaku. Karena ini pertama kalinya, mari dengarkan dulu.


"Katakanlah."


"Saya memohon untuk menggunakan sedikit dana untuk Desa Liche."


"Bukannya kau tidak perlu izinku?"


"Maafkan Saya, Yang Mulia, namun Nona Elina berkata bahwa itu perlu izin Anda."


Kenapa jadi seperti ini? Jadi, selama lebih dari tiga tahun mereka tidak tersentuh oleh apa pun?!


"Erish, gunakan semaumu, kau tak perlu izin dariku. Kalian penduduk asli Kerajaan Penyihir Maphas, jangan ragu untuk menggunakannya."


Sejak produksi senjata, penghasilan kami meningkat jauh. Sebelumnya kami hanya mengandalkan tanaman obat yang berasal dari Desa Liche untuk dijual. Melihat lahan yang semakin menipis, mereka kehilangan mata pencaharian. Tapi, Elina menahan mereka selama ini?!


"Ini bukan salah Nona Elina, Yang Mulia. Semua digunakan untuk pembangunan kota yang jauh lebih penting. Selama mengatur keuangan, Nona Elina juga selalu memberi Desa Liche beberapa persen pendapatan. Tapi, saat ini kami memang membutuhkan sedikit lebih banyak untuk membudidayakan tanaman obat dan bahan-bahan langka lainnya untuk perkembangan ekonomi kerajaan."


Ah, aku paham. Mereka mencoba untuk tidak menganggu Elina yang fokus ke kota. Tapi Elina selalu menyisihkan dana untuk mereka atas keinginannya sendir, berbeda jika mereka yang memintanya secara langsung, karena itu sudah berada di ranah pemerintahan. Elina seharusnya tidak harus melakukan itu, karena dialah yang menangani keuangan selama Erish pergi.


"Aku akan memberinya sedikit pelajaran."


"J-jangan lakukan itu, Yang Mulia!" Erish terlihat khawatir dengan apa yang akan kulakukan pada Elina.


"Baiklah. Mulai sekarang, kau bebas menggunakan dana untuk kepentingan desa."


"Terimakasih, Yang Mulia. Saya mohon izin undur diri."


Aku mengangguk. Erish langsung kembali ke portal teleportasi dan menghilang.


Dan sekarang ....


"Glenn Aleister, laporkan semuanya padaku."


"Baik, Yang Mulia."


Kemampuan seperti apa yang bisa membuatnya membangun tempat ini dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun?


Glenn mengenakan baju hitam yang terlihat seperti kemeja, namun hanya bagian lengan kanannya yang tertutupi kemeja lengan panjang.


Tunggu.


Aku memfokuskan mataku ke tangan kanan Glenn.


Dia menahannya dengan baik.


"Sebelum itu, perlihatkan tangan kananmu."


"Ah, itu tidak perlu, Yang Mulia--"


*Swing!


Sebuah jarum menempel di leher Glenn, hampir menusuknya, jarum itu hanya dibatasi dengan sihir agar tidak menyentuh kulitnya.


"Kau ingin membuat Ibu berbicara dua kali?" Rhea menatap Glenn tajam.


"B-baik, Yang Mulia." Glenn mengangkat tangannya ke arahku, menarik kemeja lengan panjangnya.


Aku meraih tangannya dan mulai memeriksanya dengan menggunakan sihir analisaku.


Walau masih tingkat rendah karena debuff yang kuterima, tapi aku masih bisa menggunakannya hanya untuk sekedar menganalisa.


"Hmmmm ...."


Kulitnya sedikit memerah, ada simbol hitam yang memanjang dari pergelangan tangan hingga bahu. Polanya terlihat seperti api.


"Ugh." Glenn tiba-tiba bergeliat kecil.


*Scraph!


Tiba-tiba Rhea meremas wajah Glenn dengan tangan tangannya.


"Rhea, apa yang kau lakukan?"


"Ibu, orang ini memikirkan hal kotor saat Ibu mengelus tangannya!"


Eh? Dari mana dia bisa tahu?


Glenn tidak mungkin berpikiran seperti itu. Tangan kanannya sangat sensitif saat ini, itu hal wajar jika dia sangat peka ketika ada energi lain di tangannya.


"Lepaskan dia, Rhea."


"Baik, Ibu."


Dia sudah mencapai tahap akhir untuk berevolusi. Selain memperkuat, item yang kutanamkan akan bisa erevolusi tergantung inangnya.


[Rhea, berapa level Glenn saat ini?]


[Glenn, level 698.]


Setinggi itu?! Mungkin ini efek campuran ras Humanoid miliknya.


"Glenn, apa kau mengalami kesulitan saat bertarung?"


"Benar, Yang Mulia, ketika Saya bertarung melawan penyusup yang bernama Eline, kekuatan Saya seperti tertahan oleh sesuatu."


Item itu sudah menunjukkan gejalanya. Aku harus segera membantu Glenn atau dia tidak akan bisa mengalirkan Mana lagi di tubuhnya.


Aku memerikaa item di ruang penyimpananku.


Ketemu!


"Gunakan benda ini ketika berada di rumahmu nanti." Aku memberinya sebuah item yang bebentuk gelang tangan berwarna kuning.


Item itu bernama Oniks, memiliki kemampuan untuk memperlancar proses evolusi.


"Terima kasih, Yang Mulia."


Aku juga sudah memperlambat prosesnya dengan skill-ku agar dia bisa berbicara saat ini.


"Saya ingin melaporkan tentang pembangunan selama empat tahun terakhir kepada Anda, Yang Mulia."


"Lanjutkan."


"Saya sudah memberikan rancangan kota beberapa tahun lalu pada Anda, dan sekarang semuanya hampir seratus persen terealisasikan. Hanya beberapa bangunan besar yang membutuhkan sedikit waktu."


"Ged--bangunan besar itu, apa fungsinya?"


"Saya sudah mendiskusikannya dengan Nona Elina. Bangunan besar itu akan menjadi tempat pemantauan, menara sihir, dan beberapa tempat kerja yang berhubungan dengan pemerintahan."


"Ini sedikit membuatku bingung, bagaimana kau bisa mengubah tempat ini menjadi kota besar?"


"Saya ingin segera menjelaskannya pada Anda!" Glenn tiba-tiba melihat ke arahku dengan ekspresi senang.


"K-katakanlah."


"Saya mendapatkan skill unik."


"Skill unik?"


"Nama skill unik itu adalah Craftman. Memiliki fungsi menampilkan simulasi pembangunan secara langsung di tempat. Singkatnya, Saya bisa membangunnya terlebih dahulu dengan hologram yang Saya lihat. Mulai dari luas tanah, penggalian, struktur bangunan, semua bisa dilakukan secara langsung." Glenn berhenti berbicara sejenak, dia terlihat bingung. "M-maaf, hologram yang Saya maksud itu sebenarnya seperti tampilan gambar tiga dimensi menyerupai konsep bangunan."


"Aku paham maksudmu."


Ini masih membuatku penasaran. Apa sebenarnya skill unik ini? Aku tak tahu karena hal ini tidak ada di Magic Infinity. Aku juga memiliki skill unik ketika kehilangan semua statku waktu itu, lebih tepatnya aku menukar stat lucky dengan skill unik ini. Tapi, skill unik apa yang kumiliki?


Skill unik Glenn sangat berguna, itu menjawab pertanyaanku tentang bangunan yang sangat struktur rapi. Namun, ada hal yang kukhawatirkan.


[Rhea, catat semua orang di kerajaan yang memiliki skill unik.]


[Baik, Ibu.]


"Bagaimana caramu membangun ini hanya dalam waktu tiga tahun?"


"Berkat kekuatan yang Anda tanamkan di tangan kanan Saya, kini Saya bisa memanggil ribuan makhluk bayangan."


"Hmmmm ...?"


[Dia benar, Ibu. Dan juga bantuan dari ras demihuman yang bersedia membantu dengan bayaran persedian makanan.]


Apa item itu sudah benar-benar tersinkron dengan job Assassin miliknya?


"Apa kau bisa mengeluarkannya sekarang?"


"Akhir-akhir ini kondisi Saya kurang baik karena rasa sakit di tangan Saya. Tapi, setidaknya saat ini Saya bisa memanggil beberapa."


"Aku hanya perlu satu."


Glenn mulai menggunakan skill-nya. Sesuatu berwarna hitam muncul dari bawah kakinya.


Ini?


Makhluk itu memiliki bentuk seperti manusia, namun memiliki beberapa bagian tubuh abnormal.


"Apa bisa digunakan untuk bertarung?"


"Untuk saat ini mereka belum bisa melakukan itu, Yang Mulia."


Sayang sekali. Mungkin setelah tangan kanannya berevolusi, bayangan itu bisa bertarung.


"Baiklah, kau sudah melakukan tugasmu dengan baik. Beristirahatlah sembari mengenakan item itu di tangan kananmu."


"Baik, Yang Mulia."


Aku ingin membahas rencana pernikahannya dengan Putri Anna, tapi rasanya aku tak perlu mengatakannya, biar Putri Anna yang melakukannya. Jangan takut kehilangan jodohmu, Putri Anna!


Dan sekarang, hanya menghitung hari untuk acara utamanya. Pengumuman sudah disebarkan ke seluruh kerajaan yang berafiliasi dengan Kerajaan Maphas. Aku harus bersiap-siap.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN GIFT NONTON IKLAN, YA!


Next, POV Zain Aither.