
Beberapa jam sebelumnya.
"Master! Kenapa wanita jahat itu ada di sini?!"
Waah ... sepertinya si Iblis Kecil jadi membenciku sekarang. Hei! Suka atau tidak suka kau harus tetap ikut!
"Lia, kami bertiga sedang dalam perjalanan menuju Dungeon rank SS. Untuk memperlancar jalan yang akan kami lalui nanti, ada beberapa hal kecil yang harus dilakukan," ucap Maryna.
Ini sebenarnya rencana Raja Iblis dan Maryna. Aku hanya mengimprovisasi beberapa bagian. Karena itu kami kekurangan orang, dan Iblis kecil ini orang tambahan yang akan membantu kami.
"B-baiklah! Jika itu permintaan Master." Dia menatapku sinis. "Aku akan mengawasimu!"
Akan kumaafkan karena wajah imutmu itu!
"Eheem ... baiklah, kita akan kembali ke Penginapan Dua Kelinci,"
"Eh, penginapan ap-"
"Teleportation,"
-----------------------------------
*Srak
Aku membentangkan sebuah kertas seukuran buku gambar. Isinya denah rumah Baron yang kugambar. Maaf jika gambarku sangat jelek!
"Beberapa ratus meter di sisi bagian kiri dari rumah Baron terdapat rumah kecil yang terhubung dengan rumah lelang di bawah tanah," jelasku.
Mulai dari sini, Raja Iblis yang akan mengambil alih.
"Karena Edelia baru bergabung, maka akan aku ulangi. Pertama-tama, aku dan Alissa akan menyamar sebagai tamu di rumah lelang itu. Diikuti oleh Maryna yang melumpuhkan para penjaga," jelas Raja Iblis.
"Lalu, Yang Mulia ... apa tugasku?" tanya Iblis kecil.
"Dengarkan aku dulu ...." Raja Iblis mengerutkan keningnya.
Iblis kecil itu ketakutan seperti anak anjing, hahaha! Aku menyukainya.
Raja Iblis melanjutkan penjelasannya.
"Edelia, kau bagian terpenting dalam misi ini,"
Iblis kecil terdiam membeku sambil menelan ludahnya.
"Sebelum malam tiba- tidak, sekarang! Pergi ke tempat para bawahan Baron yang sedang membawa budak, kau harus menjadi salah satu di antara mereka,"
"Dimengerti!" Iblis kecil langsung berlutut dan pergi.
Tunggu ... apa Iblis kecil tahu lokasi para budak?
"Kemudian, Maryna ...."
"Ya, Yang Mulia!"
"Kirim pesan ke Istana Kerajaan Karibian tentang rumah lelang ini. Apa kau bisa melakukannya dengan cepat?"
"Yang Mulia, Saya akan mengirimnya melalui Guild Informasi. Mereka memiliki item Gate yang terhubung ke Ibukota. Dan, siapa nama pengirimnya?"
Ah ....
Aku menyela pembicaraan mereka. "Sebelum itu ... Maryna, aku ingin kau membuat pelindung tingkat tinggi di sekitar rumah Baron dan pelelangan. Untuk nama pengirim, akan lebih baik jika dikosongkan atau mengaliri surat itu dengan energi yang kuat,"
"Baiklah,"
---------------------------
Saat ini, di rumah lelang.
"Ini adalah barang langka yang sangat luar biasa! Pasti kalian akan berebut untuk mendapatkannya! Ini dia ... Iblis muda yang cantik!"
Iblis kecil menyamar menjadi budak.
Para Bangsawan mulai menunjukan ketertarikan mereka. Kerajaan Karibian berada di pihak netral, mereka tidak mempermasalahkan ras mana pun. Dan ras Iblis sangat jarang di Kerajaan Karibian, itulah yang membuat orang-orang di sini sangat antusias.
Tapi, ada yang aneh. Apa seluruh Bangsawan di sini dari ras Manusia? Aku tak melihat ras lainnya dari para Bangsawan.
"Kami akan membuka haraga mulai dari 700 koin emas!" seru pemandu acara.
Para tamu Bangsawan sedikit ricuh setelah mendengar hal itu. Mereka sedikit enggan untuk menawar.
"5000!" Seseorang menawarkan harga lebih tinggi.
Perhatian semua orang tertuju pada orang itu.
Seorang pria mengenakan pakaian seperti butler, rambut berwarna putih, dia mengenakan topeng hitam tanpa motif. Aku tak bisa melihat rupanya. Apa dia pelayan dari keluarga Bangsawan? Dilihat dari orang di sekitarnya yang sepertinya ikut terkejut, maka pria ini datang sendiri ke tempat ini.
"Ratu, pria itu memiliki aura yang cukup kuat," bisik Raja Iblis.
Tapi aku tak merasakan apa pun darinya, apa hanya Iblis yang bisa merasakannya?
"Awasi dia," ucapku.
Raja Iblis terus memperhatikan pria itu.
Tiba-tiba pria itu menoleh ke belakang, tepatnya ke arah kami.
Apa dia menyadarinya? Orang ini terlihat kuat. Tunggu ... dia tak melhatku, melainkan Raja Iblis. Pria itu sengaja mengarahkan auranya pada ras Iblis.
"Tahan, Arys, jangan terpancing." Aku memegang pundaknya.
Raja Iblis mulai tenang.
Pria itu kembali melihat ke panggung.
"Jika tidak ada tawaran lagi, maka Iblis muda ini terjual dengan harga 500-"
*Duaar!
Terdengar suara ledakan dari luar.
Apa yang terjadi? Apa Maryna melakukan sesuatu? Kami berencana untuk mengurung mereka sampai pihak Kerajaan datang. Tak ada rencana untuk melakukan penyerangan.
"Huwaaa!' Para tamu Bangsawan panik.
"Ratu, Saya merasakan sesuatu mendekat dengan kecepatan tinggi,"
Aku juga merasakannya. Sepertinya "sesuatu" ini tidak bersahabat.
"Arys, persiapkan dirimu,"
*Wush!
Seseorang dengan cepat berada di depan kami.
*Bugh!
Orang itu menendang Raja Iblis hingga terhempas ke panggung.
Dia pria yang sebelumnya menawar dengan harga tinggi. Dia benar-benar mencari Iblis.
Pria itu berjalan melewatiku.
Aku memang menekan penuh auraku hampir di titik nol.
*Bugh!
Eh?
Pria itu berbalik dan langsung mendaratkan pukulannya tepat di wajahku.
Tubuhku tak bergerak sedikit pun.
"Kau jauh lebih berbahaya dari Iblis itu." Pria itu langsung memasang kuda-kuda.
Dia sepertinya seorang ahli bela diri.
"Oho ... nalurimu memang sangat tajam, ya,"
"Siapa kau?"
"Jangan terlalu fokus padaku, lihatlah di belakangmu,"
*Brak!
Area tempat duduk para tamu hancur karena serangan mendadak dari Raja Iblis.
Huh ... dia menahan serangan Raja Iblis. Raja Iblis menyerangnya dengan tongkat logamnya.
Pria itu tertekan dan tak memiliki cukup ruang untuk menghindar.
Mari kita lihat, seberapa kuat pria ini.
Raja Iblis terus menekannya ke bawah, sehingga pakaian pria itu robek karena ototnya yang semakin membesar.
Topeng yang dikenakannya perlahan pecah. Wajahnya perlahan terlihat.
Perhatianku tertuju pada bagian atas kepalanya. Terlihat sepasang telinga seperti kucing muncul dari sela-sela topeng yang mulai hancur.
Ras Beastman. Ras ini merupakan ras dari binatang superior seperti singa, serigala, dan sejenisnya. Dan orang ini terlihat berasal dari ras singa atau kucing besar lainnya.
"Arys, hati-hati dengan mode Berserk-nya,"
Raja Iblis mengangkat tongkatnya dan kemudian kembali mengayunkannya ke bawah.
*Duar!
Beastman itu terkena serangannya.
Raja Iblis tak memberi dia kesempatan untuk berubah.
"T-tolong tunggu s-sebentar." Beastman itu merintih kesakitan.
"Hentikan, Arys,"
Raja Iblis melepasnya.
Aku kembali menanyainya. "Siapa kau? Kenapa kau mencari Iblis?"
Beastman itu bangkit dari posisinya dengan kondisi tubuh yang penuh luka.
"A-aku pelayan dari keluarga Orion, diperintahkan untuk menyelidiki rumor tentang perbudakan di kediaman Baron. Dan suara ledakan di luar merupakan serangan dari para prajurit kami,"
"Kenapa kau menyerangku?" tanya Raja Iblis.
"I-itu karena- uhuk-uhuk!" Beastman itu memuntahkan darah.
Raja Iblis terlalu keras menyerangnya.
*Duaar!
Ledakan terdengar dari luar. Kali ini cukup besar.
*Bum!
Aura yang sangat gelap terasa dari luar.
Sepertinya "sesuatu" itu telah sampai.
"Batalkan misi kita," perintahku.
Maryna dan Iblis kecil kembali.
"Lia, selamatkan para budak yang ditangkap," perintah Maryna kepada Iblis kecil.
"Baik." Iblis kecil pergi.
*Bruaak!
Sebuah serangan menghancurkan langit-langit di ruang bawah tanah. Serangan itu meninggalkan lubang besar.
Tampak seseorang melayang di tengah lubang.
Debu asap yang menghalangi penglihatan kami tak bisa memastikan siapa orang itu.
"Apa dia salah satu dari prajuritmu?" tanyaku pada Beastman.
"Uhuk! B-bukan ... namun, aura ini, mirip seperti dengan yang ada di Dungeon," jelasnya.
Apa?
Raja Iblis memutar-mutar tongkatnya untuk menghilangkan debu tebal yang menghalangi pandangan.
Terlihat jelas sosok tersebut. Tubuh yang sedikit kekar, ekor berwarna hitam mengkilap dengan ujung yang runcing, sepasang sayap berwarna merah. Terlihat sangat tidak asing.
T-tidak mungkin ... dia ....
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini :
https://saweria.co/hzran22