
Setelah beberapa saat, akhirnya pertempuran pecah. Hela hanya bisa melihat semua itu dari atas bukit batu.
Di sisi lain, portal komunikasi perlahan redup. Ker yang berada di dalamnya pun hanya diam sembari tersenyum. Ia sudah menebak langkah apa yang akan diambil muridnya.
Ker pun menghilang dari tempat itu, meninggalkan Hela yang masih memandangi lautan api membentang di hadapannya.
Hela mengamati setiap pertarungan dengan penglihatan jauhnya.
"Apa yang terjadi?"
Tak ada manusia satu pun, hanya Beastman yang sedang berperang melawan Iblis.
Hela berbalik untuk bertanya pada Masternya. Namun terlambat, Ker telah pergi.
Apa yang sebenarnya terjadi? Di mana keturunan Liche?!
Hela turun untuk mencari para manusia. Orang-orang tak melihatnya dalam penyamaran.
Tujuannya saat ini, rumah keluarga Liche.
Di sepanjang jalan desa, tak terlihat manusia satu pun. Para Beastman menghalau mereka di luar desa. Hela menggunakan sihir pelacak untuk mencari para manusia.
Tidak ketemu. Di mana mereka sebenarnya?
Hela memfokuskan sihir pelacak masuk dalam tanah. Karena ia tak merasakan kehadiran manusia dari seluruh hutan, hanya bawah tanah yang ia pikirkan saat ini.
Hela menggelengkan kepalanya. "Tidak ketemu."
Ia lanjut pergi ke rumah Liche.
"Huh?"
Ada energi sihir di rumah Liche. Hela bahkan tidak merasakan energi sihir itu sebelumnya, ia hanya bisa melihat energi itu mengelilingi rumah Liche.
"Tidak bisa dirasakan, tapi bisa dilihat, ya?"
Kemungkinan besar, para manusia ada di dalam sana. Tapi, siapa yang melakukan ini semua?
Hela teringat dengan seseorang.
"Master?"
Tidak mungkin. Master sedang terkurung, kecuali ada rekan yang membantu ....
"Benar, rekan!"
Hela ingat bahwa Ker memiliki beberapa rekan di luar sana, ia menyimpulkan bahwa salah satu dari mereka pasti datang atas permintaan Ker.
"Master, Beliau sudah memperkirakan ini."
*Brugh!
Hela meninju pohon di sebelahnya hingga hancur.
Aku benar-benar bodoh! Bahkan Master harus turun tangan menyelamatkan keturunan Liche.
*Duaar!
Ledakan besar terjadi tepat di luar desa.
Hela bergegas bersembunyi untuk melihat siapa yang akan masuk ke desa.
Jika itu Iblis, ia akan langsung membunuhnya. Perintah Masternya telah dikalahkan oleh balas dendam itu sendiri.
Rombongan Iblis masuk ke desa. Hela yang melihat hal itu pun hendak keluar untuk membunuh para Iblis. Namun, ia menghentikan langkahnya ketika mengetahui sosok yang memimpin pasukan itu.
Sosok yang sangat tidak asing, sosok yang menyebabkan kemalangan datang menimpanya, sosok yang telah membunuh orang kesayangannya.
"Panglima Iblis, Coros."
Di sisi lain.
Coros dan pasukannya telah memasuki desa. Senyum kebanggaan memenuhi wajahnya.
Dengan ini, aku bisa masuk 3 besar Panglima Iblis.
Ini kedua kalinya Coros datang ke tempat ini. Selama bertahun-tahun, Coros akhirnya menemukan tempat persembunyian Joah dan melakukan serangan pertamanya.
Sudah 5 tahun dia mempersiapkan serangan ke dua, dan ingin segera menyelesaikannya. Tujuan utama Coros hanyalah menunjukan kerja kerasnya pada Raja Iblis.
"Hancurkan semuanya," perintah Coros pada bawahannya.
Ribuan Iblis berlari menuju rumah-rumah penduduk.
*Crack!
Secara bersamaan, tubuh Iblis-iblis itu terpotong menjadi beberapa bagian. Para Iblis yang tersisa menjauh, namun kecepatan serangan itu tak mampu menyelamatkan mereka.
Coros menyaksikan pembantaian di depan matanya.
"Apa yang terjadi?!"
Dalam 1 menit, pasukan Iblis telah terbantai.
Coros tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tak ada tanda serangan musuh, bawahannya langsung mati begitu saja. Ia langsung mengeluarkan cakar besinya.
"Siapa kau?! Tunjukkan dirimu!"
Seorang wanita berjalan melewati mayat para Iblis. Wanita itu adalah Hela, ia membunuh pasukan Iblis seorang diri.
Coros bersiap-siap dalam posisi menyerang.
"Siapa kau?"
Coros merasakan aura mengerikan dari wanita itu. Kemudian, ia beranggapan.
Aura ini, bahkan lebih mengerikan dari Raja Iblis.
Hela berjalan menuju Coros dengan dua dagger yang terbuat dari taring monster di tangannya.
Coros menganggap Hela adalah sebuah ancaman besar, ia langsung mengambil wujud tempurnya. Kedua tangannya perlahan ditutupi oleh logam dan membentuk mirip seperti bor raksasa, namun, bagian ujungnya masih menyisahkan tiga cakar logam.
"Wah, aku tak mengira kau akan langsung serius menghadapiku." Hela melihat Coros dengan senyum yang menakutkan.
"Jawab aku! Siapa kau?!"
*Bush!
Hela melompat dengan cepat ke arah Coros. Tangannya menyilang, bersiap menyerang dengan dua dagger di tangannya.
Coros mengibaskan senjata logam di tangannya pada Hela.
Hela menepisnya. Namun, perbedaan ukuran senjata dan dorongan dari Coros menghempaskannya melewati pohon-pohon.
Melihat Hela yang terbaring, Coros tak mau ambil resiko. Ia langsung melompat sambil mengarahkan kedua senjata logam itu ke Hela.
*Ting!
Hela menepis serangan Coros dengan mudahnya.
Coros mundur menjauh dari Hela. Pikirannya kacau, serangannya bisa ditepis hanya menggunakan dagger tulang.
"Di mana kebiadabanmu waktu itu, Coros!" Hela dengan cepat berlari menuju Coros.
Coros tak punya waktu untuk memperlebar jarak, ia bersiap menutup serangan Hela dengan merapatkan kedua tangannya.
*Ting! Ting!
Hela menebaskan dagger-nya dengan sangat cepat. Namun Coros telah sepenuhnya bertahan, tak ada celah. Akan tetapi Coros benar-benar terpojok oleh tenaga Hela yang sangat besar.
"Di mana kebiadabanmu waktu itu! Waktu di mana kau membunuh wanita hamil dengan keji!"
Teriakkan Hela mengandung sihir serangan. Setiap gelombang yang keluar langsung merobek kulit Coros secara perlahan.
"W-wanita hamil?!"
Coros berusaha mengingat apa yang dikatakan Hela.
Hela terus menyerangnya dengan bringas hingga dagger-nya retak.
Wanita hamil, wanita hamil. Tunggu, wanita hamil yang bersama Beastman waktu itu!
*Bugh!
Hela menendang Coros dengan sekuat tenaga.
Coros terhempas cukup jauh. Kedua senjata di tangannya hancur, hampir seluruh tulangnya patah akibat terhempas menghantam batu, dan menerima tendangan mematikan dari Hela.
Hela langsung bertelerpotasi di depan Coros.
Coros hanya terbaring tak berdaya dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Ia melihat wajah Hela yang terlihat tak asing.
"Ah ... ternyata ... kau ... si gadis kecil itu, ya ...."
"Apa-apaan sikapmu itu? Kau terlihat seperti orang yang menyesali perbuatanmu di saat kematian akan datang,"
"Kugh!" Darah terus keluar dari mulut Coros. "Kau ... benar. Tak kusangka ... gadis kecil itu ... telah menjadi ... monster mengerikan."
"Tch!" Hela langsung mengarahkan dagger-nya pada Coros.
"Setelah membunuhku ... apa yang kau dapat?" tanya Coros yang mulai kehilangan kesadarannya.
"Setelah membunuhmu, aku ...." Hela terlihat kebingungan menjawab pertanyaan Coros. "Aku ...."
"Huh ... kau telah bertumbuh kuat ... namun, hatimu masihlah lemah." Coros tersenyum kecil.
"Kaulah yang menyebabkan hal ini, bajingan!" Hela benar-benar ingin segera menusuk dada Iblis itu.
Namun, keraguan mulai menyelimuti hatinya. Untuk apa dia membunuh Iblis? Balas dendam? Atau hasrat pribadi? Dan masih banyak pertanyaan yang membuatnya semakin meragukan dirinya.
Semakin Hela berpikir, semakin Hela terjatuh dalam jurang yang sangat gelap.
*Crack!
Sebuah pedang menusuk dada Coros.
Hal itu mengalihkan perhatian Hela.
"Hei, kau membuatku muak." Seorang wanita berdiri tepat di sebelah kiri Hela. "Aku sangat iri karena orang sepertimu bisa diajarkan sihir secara langsung oleh Beliau. Dan kau hanya berdiri seperti orang bodoh meratapi nasibmu?"
Hela melihat ke arah wanita itu. Ia sangat terkejut melihat penampilan wanita itu.
Mengenakan pakaian hitam. Namun, wanita itu memiliki sepasang sayap hitam di belakangnya.
Orang ini ... apa dia rekan Master?
"Sadarlah, bodoh!" Wanita itu menepuk pipi Hela.
Hela langsung tersadar dari lamunannya.
"K-kau?"
"Namaku Abigail. Yang Mulia menyuruhku untuk membantumu jika terjadi sesuatu seperti tadi,"
"T-terima kasih,"
"Lihatlah di belakangmu." Abigail menunjuk ke arah belakang Hela.
Hela melihat ke belakang. Para manusia yang merupakan keturunan Liche mulai keluar dari tempat perlindungan. Hela sangat lega melihatnya.
"Sekarang, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Aku akan menyusun tatanan dunia baru. Keseimbangan antar ras. Pertama-tama, aku harus memusnahkan para Iblis." Dengan tatapan tajam, Hela menjawab pertanyaan Abigail dengan penuh keyakinan.
Abigail menyipitkan matanya, melihat dengan seksama seberapa kuat Hela. Setelah melihatnya, Abigail sedikit terkejut, dan berkata, "Seperti pinang dibelah dua."
Keturunan Liche mulai hidup normal setelah kejadian itu. Ras Beastman sudah tidak ada lagi di sana, oleh karena itu, mereka sepakat untuk memperdalam pelatihan mereka agar bisa menguasa dua keterampilan.
Dan itulah awal mula terbentuknya Desa Liche.
------------------------
150 tahun kemudian.
Hela berhasil menguasai Wilayah Menara dan merubahnya menjadi sebuah kerajaan, dan para Iblis berhasil dipukul mundur ke wilayah mereka. Lebih tepatnya, Hela berhasil mengalahkan dua Raja Iblis dalam waktu 150 tahun perperangan panjang. Dan mereka melakukan gencatan senjata sampai waktu yang belum ditentukan.
Kerajaan Mystick. Itulah nama yang Hela berikan untuk kerajaannya, sesuai impian dari kedua temannya. Dan Hela telah menambahkan namanya. Orang-orang mengenalnya dengan nama Hela Naura Legarde, sang Penyihir Kehancuran.
Namun, kejayaan itu berjalan dengan sangat cepat.
Sebuah tulisan aneh muncul. Tulisan yang melayang mengikuti pandangan. Tak ada yang paham apa yang tertulis di sana.
Hela pergi menemui Ker di wilayahnya.
"Master." Hela tak melihat Masternya di dalam gua.
Bahkan dengan sihir pelacaknya pun ia tak menemui Ker di seluruh batas wilayah.
Jangan bilang, Master ....
Sebuah lingkaran sihir muncul. Ker datang dengan teleportasi.
"Master!" Hela langsung pergi menuju Masternya.
"Hela, kau juga melihat 'itu'?"
"Iya, Master."
Raut wajah Ker terlihat kesal.
Hela terkejut melihat ekspresi Ker yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Hela, untuk sementara waktu, kembalilah ke kerajaanmu dan buatlah pelindung,"
"A-apa maksud Anda, Master?! Siapa yang akan Anda lawan?! Biarkan Saya membantu!"
Ker mengelus pipi Hela dengan lembut. "Hela, tolong turuti permintaan Mastermu ini untuk yang terakhir kalinya."
Hela tak bisa berkata apa-apa. Ia selalu melakukan apa yang dilarang oleh Ker, termasuk memukul mundur para Iblis. Melihat wajah Ker yang terlihat lesu, Hela merasa bersalah.
"Baik, Master."
Ker berjalan menuju pintu keluar gua.
"Hela, apa yang muncul di hadapanmu itu, mereka menyebutnya sistem. Mulai saat ini, seluruh makhluk yang akan lahir harus berjuang lebih keras, dan akan merasakan bagaimana rasanya memiliki keterbatasan walau sudah berusaha keras. Aku berharap hal itu tidak terjadi,"
"Master ...."
Ker melemparkan sebuah buku tebal pada Hela.
"Aku sudah menulis penjelasan tentang sistem di buku itu. Dan juga ... kebenaran tentangmu."
Ker menghilang.
Hela melihat buku itu dengan rasa penasaran.
-----------------------------
Berpuluh-puluh tahun telah terlewati. Hela menjalankan perintah dari Masternya tanpa keraguan sedikit pun.
Penghalang sihir masih menyelimuti Kerajaan Mystick. Para petinggi menara mulai mempertanyakan tindakan Hela. Namun, Hela tidak terlalu menanggapinya. Di dalam Kerajaan Mystick dan 3 menara, Hela telah memiliki beberapa bawahan terpercaya yang bertugas sebagai mata-mata.
Walau berhasil menguasai kerajaan dengan kekuatan, namun Hela masih kalah jika mereka melawan dengan cara politik. Hela tak ingin menyebarkan ketakutan untuk warga kerajaan, karena itu ia tak menggunakan cara kejam.
Selama mengurung diri dari dunia luar, Hela telah melihat apa yang terjadi pada dunia luar. Benar saja, kekacauan terjadi di mana-mana. Sebelum membangun Kerajaan Mystick, Hela mempersilahkan bagi para manusia untuk membangun negaranya kembali. Dan itu membuat Hela menyesali keputusannya. Kerajaan-kerajaan kecil itu sedang mengalami dampak serupa. Bahkan ia khawatir setengah mati dengan Desa Liche.
Siapa yang sebenarnya Master lawan?
Tahun terus berganti. Muncul sebuah ajaran baru yang disebut Gereja Suci. Mereka menyembah sesuatu yang disebut Dewi.
Hela sudah mengetahui hal ini berkat buku yang diberikan oleh Masternya. Namun, ia tetap tidak bisa berbuat banyak.
Tepat 300 tahun sebelum masa depan yang akan datang.
Pahlawan. Seseorang yang bertugas mengalahkan Raja Iblis. Justru berkerja sama mengalahkan satu orang, yaitu Ker. Hela mendapatkan informasi dari Abigail, bahwa Ker telah merubah namanya menjadi Keres Vasilissa, tidak ada yang tahu alasan di balik perubahan nama itu.
Pahlawan dan Raja Iblis berhasil menyegel Ker. Hal itu berdampak pada Hela yang secara mendadak kehilangan sebagian besar kekuatannya. Itu semua karena sihir ikatan yang dibuat Ker.
Sebelum kehilangan sebagian besar kekuatannya, Hela memanggil Ghad. Dan selama 300 tahun ke depan, Ghad diam-diam melindungi Hela dari serangan para pemberontak yang menginginkan takhtanya.
A. Pahlawan Baru
"Uskup Agung, bagaimana tanggapan Anda?"
Semua menjadi semakin rumit. Gereja Suci mulai kehilangan tempat di Kerajaan Rexist. Ini semua karena ulah Pangeran Mahkota. Itu tidak terlalu menggangguku, saat ini kami telah memiliki kartu as kuat.
Dan para Pendeta ini, mereka sangat berisik. Aku terpaksa harus menjaga wibawaku di hadapan mereka.
"Kalian tidak usah resah. Kerajaan Rexist masih membutuhkan kita,"
"Tapi ... bagaimaa dengan Pangeran terkutuk itu, Uskup Agung?"
"Apa kalian lupa dengan adik Pangeran?"
"M-maksud Anda, Putri yang terlihat bodoh itu?"
"Dewi tidak akan membiarkan mereka tersesat. Putri secara resmi ingin meminta dukungan Gereja Suci."
Seperti dugaanku, para Pendeta senang dengan berita ini.
Aku keluar dan pindah ke ruangan pribadiku untuk mendinginkan pikiran.
Kerajaan Penyihir Maphas. Walau kami berhasil menang, namun rasanya seperti kalah. Kerajaan itu masih berdiri tanpa kehadiran undead itu. Siapa yang memimpin kerajaan itu sekarang?
"Ah, petualang itu. Aku melupakannya."
"Apa ada yang mengganggumu, Christa?"
"Blues."
Bahkan Blues belum pulih sepenuhnya akibat pertarungannya dengan Abigail.
"Aku ingat dengan petualang wanita yang berasal dari Keluarga Hart. Sepertinya dia menjadi penguasa sementara Kerajaan Penyihir Maphas,"
"Terus, apa yang membuatmu resah?"
"Kau benar-benar mengerti kondisiku, Blues. Wanita itu, dia bahkan tidak terlihat sejak awal perang waktu itu. Dia cukup kuat karena bisa mengalahkan naga hitam,"
"Bagaimana dengan mata-mata yang kau kirim?"
"Mereka semua mati,"
Sepertinya mereka meningkatkan keamanan sejak serangan boneka malaikat waktu itu.
"Itu bukan hal terpenting sekarang," lanjutku.
"Apa maksudmu?"
"Jangan pura-pura bodoh. Batu Mana, lima ribu penyihir, kita telah membuang itu demi memanggil siapa?"
"Hahaha, kau benar-benar licik, semoga Dewi tidak menghukummu,"
"Target kita untuk langkah pertama adalah ... Raja Iblis."
Kita harus memperkuat orang itu. Pahlawan terkuat dari seluruh Pahlawan yang ada.
*Bum!
Sebuah ledakan aura menekan kami.
Aura ini ... Keres? Bukan, ini memang sangat mirip, namun sedikit berbeda.
"Christa, aura siapa ini?!"
"Aku tidak tahu!"
Bahkan lebih mengerikan dari aura 12 Penjaga Dunia 7 tahun yang lalu.
[Christa!]
Dewi menghubungiku.
[D-dewi?]
[Hela Naura Legarde, penyihir itu telah mendapatkan kekuatannya kembali!]
Hela? Siapa dia?
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!