
"Pemenangnya adalah ... Wither!" teriak pembawa acara.
Penonton pun mulai berbisik-bisik karena bingung dengan hasil pertandingan ini.
Aku bersyukur karena masih bisa selamat kali ini, tubuhku sudah hampir kehabisan Mana. Jika Nona Hart terlambat, mungkin aku sudah mati tadi. Namun, di lain sisi aku berpikir tentang keadilan. Reno seharusnya menang, 'kan?
"Dia telah menggunakan kekuatan asing, oleh karena itu dia telah didiskualifikasi," sambung Nona Hart.
Kekuatan asing?
Aku melihat ke arah Reno. Tubuhnya jauh berbeda dari transformasi iblisnya, beberapa tonjolan aneh muncul di tubuhnya. Raut wajahnya seperti binatang buas yang telah kehilangan kendali.
"Huwaaaa!" Aura merah di tubuh Reno semakin membesar.
Pedang yang tertancap di telapak tangan kiri Nona Hart tidak bergerak sama sekali.
Nona Hart benar-benar terlihat kesal.
"Aku tidak ingin membuang-buang waktu," ucap Nona Hart.
*Crack!
Nona Hart menendang pedang itu dari bawah hingga hancur. Dia melepas sisa pedang yang tertancap di telapak tangan kirinya dan langsung bergegas ke arah Reno.
Reno malayangkan pukulannya ke arah Nona Hart.
*Bush!
Kobaran api muncul dari tangannya ketika melayangkan pukulan.
Nona Hart menghindari pukulannya dengan mudah dan sudah sampai di hadapannya.
Apa yang akan dia lakukan?
"Mana Absorption." Nona Hart menyentuh dada Reno dengan tangan kanannya.
Aura yang menyelimuti tubuh Reno menghilang seketika. Bentuk tubuhnya kembali seperti semula.
Sihir itu, 'kan ...? Benar, itu sihir yang pernah dia gunakan ada Lucas. Karena sihir itu, Lucas hampir kehilangan seluruh kekuatan hidupnya. Aku melupakan hal yang penting, Nona Hart ... dia juga bisa menggunakan sihir.
"Heal." Nona Hart menyembuhkan tangan kirinya yang terluka.
Para petugas datang dan langsung membawa tubuh Reno ke tempat lain.
Jika dia memang menggunakan kekuatan yang bukan miliknya, aku tak perlu merasa bersalah, ini adalah kemenanganku.
Ekspresi wajah Nona Hart kembali ke sedia kala, ekspresi yang memang cocok untuknya.
"Zain." Nona Hart memanggilku, tapi nadanya sangat pelan sampai pembawa acara pun tidak bisa mendengarnya.
Aku sedikit mendekat ke Nona Hart.
Nona Hart melihat ke arah pedangku. Aku merasakan sesuatu ketika dia melihat pedangku.
"Semoga beruntung." Nona Hart berteleportasi ke tempat Ratu Daisy.
Aku menyentuh gagang pedangku.
Ada sesuatu yang berubah, Nona Hart sepertinya melakukan sesuatu pada pedang Rac.
Tak ada yang bisa kulakukan sekarang, sebaiknya aku kembali.
-----------------------
Suasana di ruang tunggu memanas. Tiga orang peserta menatap satu sama lain, bahkan aku yang baru sampai di tempat ini langsung merasa tertekan.
"Wah! Kami lupa memberitahu, untuk pertandingan selanjutnya akan diadakan malam hari. Penonton tidak perlu membayar lagi untuk menyaksikan pertandingan selanjutnya!" teriak pembawa acara.
Ini sangat membantu, aku bisa memulihkan tubuhku. Nona Sylvia tidak terlihat di mana pun, aku ingin memintanya memulihkanku.
"Sudah kuputuskan." Chandra telah memutuskan lawannya. "Ayo kita bertarung, saudaraku!" Dia menunjuk ke arah Usolo.
"Haha! Kau benar-benar tidak sabaran, saudaraku, aku akan melawanmu!" Usolo terlihat sangat antusias dengan Chandra yang merupakan lawannya.
Chandra akan melawan Usolo, maka lawanku adalah ....
"Aku akan menunggumu, assassin." Nona Eline tiba-tiba sudah berada di sebelahku dan menghilang setelahnya.
Ternyata benar, dia menyadari teknik assassin tadi. Sudah sewajarnya dia tahu, walau aku sudah meminimalisir dampaknya, itu tetap tidak akan berguna bagi elit sepertinya.
"Huh?"
Chandra melihat ke arahku. "Kuserahkan wanita itu padamu, teman." Dia tersenyum padaku.
"Serahkan padaku."
Dia memang menyebalkan, tapi aku suka orang yang energic sepertinya.
"H-hei, itu tidak masalah. Banyak orang yang sering salah paham karena fisikku biasa-biasa saja."
"Tidak, bukan itu."
"Maksudmu?"
Usolo berjalan ke luar ruangan. "Aku akan pergi untuk memulihkan diri, sampai jumpa nanti malan."
Dia tidak terluka sama sekali, pembohong yang buruk.
"Mereka datang mengirimmu untuk memeriksaku. Seperti yang kau lihat, aku melakukan tugasku dengan baik."
Apa yang dia katakan?
"Tujuanku mengikuti turnamen hanya untuk melepas semua penat selama mencari informasi di sini. Pesan yang kukirim semuanya sesuai dengan situasi di kerajaan ini, 'kan?"
Aku masih tidak tahu apa yang dia katakan. Sepertinya ada sesuatu pada orang ini.
"I-iya, kau melakukan tugasmu dengan baik. Aku akan menyampaikannya pada mereka," jawabku.
"Kalau begitu, aku akan menulis sedikit informasi tambahan untuk mereka, nanti aku akan memberitahumu."
"Baiklah."
Chandra pergi meninggalkan ruang tunggu.
Dia seorang mata-mata, aku harus segera melaporkannya.
[Master Glenn.] Aku menghubunginya melalui item telepati.
[Ada apa, Zain?]
[Sebelumnya, aku minta maaf karena sudah menggunakan teknik assassin pada saat pertarungan tadi.]
Aku mendengar suara Master Glenn yang menghela napas. [Tidak masalah, lawanmu seorang iblis yang menggunakan kekuatan dari organisasi penyembah Satan.]
[Tunggu ... Satan? Apa itu ada hubungannya dengan diadakannya turnamen ini?]
[Benar. Untuk informasi selengkapnya, Perdana Menteri Alissa Hart akan memberitahunya pada jajaran lainnya.]
Jadi begitu, aku paham kenapa dia tiba-tiba mengadakan turnamen ini. Tapi itu masih samar-samar, aku akan menunggu Nona Hart yang akan menjelaskannya nanti.
[Jadi, kenapa kau menghubungiku?] tanya Master Glenn.
[Ah, aku punya informasi. Apa Master tahu peserta bernama Chandra?]
[Orang dari selatan itu, ya?]
[Benar, dia adalah mata-mata. Hanya saja aku belum tahu siapa yang mengirimnya.]
[Kau tidak perlu khawatir tentang itu.]
[Maaf?]
[Nona Hart sudah mengurusnya.]
[Jadi, siapa yang mengirimnya?]
[Gereja Suci. Aku akan pergi mengurus sesuatu.]
[Baik, Master.]
Aku berjalan menuju arah arena.
Sekarang semuanya jadi terhubung jika melibatkan Gereja Suci. Tak kusangka Chandra adalah mata-mata mereka. Dan itu juga menjawab kenapa dia bisa bertanya padaku tanpa ragu tentang tugasnya.
Itu karena dia merasakan energi suci yang berasal dari serangan Light Slash. Karena skill itu sendiri berasal dari Gereja Suci, dan hanya mereka yang memiliki atribut suci yang bisa menggunakannya. Chandra tidak memiliki atribut suci, tapi dia melihat energi suci milikku melalui seranganku.
Jawabannya ada pada artefak yang dibawanya. Aku tak tahu jenis artefak apa yang dia bawa, artefak itulah yang membuatnya bisa merasakan energi suci milikku.
Artefak yang berasal dari Gereja Suci akan merespon energi suci lain. Seharusnya Chandra tidak akan menyadari jika artefak itu berada di dalam saku atau di luar pandangannya. Karena aku mantan pahlawan, aku masih memiliki energi suci yang murni, itulah penyebabnya.
Aku pernah melihat salah satu pendeta yang mendemonstrasikan artefak miliknya di hadapanku. Jika artefak itu melihat energi suci yang murni, maka pengguna bisa merasakannya melalui artefak dan bisa melihatnya secara langsung bentuk energi suci murni yang dipancarkan.
Sepertinya Chandra tidak bisa membedakan energi suci murni dengan yang biasa. Biasanya orang dari Gereja Suci akan menghormati siapa pun yang memiliki energi suci murni.
Chandra berasal dari benua selatan, Gereja Suci tidak terlalu memiliki penyebaran yang signifikan di benua selatan, itu artinya ....
"Gereja Suci dan Chandra membuat kesepakatan."
Aku harus mencari informasi lebih jauh lagi.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!