The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Bau Yang Mulai Tercium



Chapter 27 : Guardian Mother Ruler


Aku, Duo Iblis, dan wanita kelinci sedang berada di Ibukota. Ini karena Orion menghubungi kami sehari sebelumnya. Ini tentang pembasmian Golden Blood empat hari lalu. Sangat lama, bukan?! Orion membuatku bosan karena menunggu!


Kami pergi ke kediaman Orion di Ibukota untuk menerima hadiah. Kenapa bukan Raja yang memberikannya? Itu karena pihak Kerajaan sedang disibukan dengan masalah Dungeon.


Sepertinya Crocell tidak bisa menahan mereka terlalu lama. Aku masih tidak tahu masing-masing sifat dari 12 NPC milikku.


Kami sampai di kediaman Orion.


"Nona Alissa, apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya wanita kelinci sambil menatapku bingung.


Ah, benar, aku belum memberitahu tentang identitas asliku padanya. Aku tak tahu dia menganggapku sebagai apa, selama dia tidak menyebabkan masalah, kurasa itu tak masalah.


"Tujuan dari pertemuan ini akan menentukan apa yang akan kita lakukan selanjutnya," jawabku.


Wanita kelinci semakin bingung dengan jawabanku.


Para penjaga menghalangi jalan kami tepat di depan gerbang.


Huh? Ada apa ini?


"Siapa kalian?!" tanya salah satu penjaga.


"Kalian!" Wanita kelinci mendekati para penjaga dengan wajah kesal.


Aku memegang pundak wanita kelinci dari belakang.


"Tunggu, Nona Melissa,"


Apa Orion belum memberitahu tentang kedatangan kami kepada para penjaga ini?


*Tak Tak Tak


Seorang wanita datang dari arah kediaman Orion dan menuju ke sini.


"Ada apa ini?" Wanita itu menutup wajahnya dengan kipas.


Wanita itu mengenakan dress mewah. Apa dia salah satu keluarga Orion?


"Nyonya Duchess, ada beberapa orang tak dikenal datang," ucap salah satu penjaga.


Duchess? Ah, apa dia istri Orion?


Duchess melirik kami dengan tajam. "Apa kalian memiliki urusan di sini?"


Ternyata benar, Orion! Bajingan itu tidak memberitahu tentang kami.


"Kami datang atas undangan dari Duke Orion," jawabku.


Wanita Bangsawan seperti ini memang sangat menyebalkan. Aku berani bertaruh, dia pasti akan mengusir kami.


"Biarkan mereka masuk,"


Eh?


Para penjaga membuka jalan untuk kami.


"Suamiku akan tiba sebentar lagi dari wilayahnya,"


Kami masuk ke kediaman Orion.


Beberapa barang mewah seperti guci terletak di setiap sudut-sudut rumah.


Ini hanya kediamannya di Ibukota, tapi Orion benar-benar merawatnya dengan baik. Huh?


Aku melirik ke arah Duchess dari belakang.


Ah, ini mungkin karena Duchess. Dia terlihat cantik, terutama tubuhnya yang ramping. Orion sangat beruntung.


"Kalian bisa menunggu di ruangan ini sampai suamiku datang,"


Kami masuk ke ruangan yang ditunjuk Duchess.


Ruang tunggunya juga sangat mewah. Berapa pendapatan wilayah Duke sebenarnya?!


Kami duduk di sofa yang sangat nyaman. Duo Iblis berada di seberang kami dengan sofa yang sama. Wanita kelinci duduk di sebelahku. Sebenarnya tak masalah jika kami duduk di sofa yang sama, aku tidak mengerti kenapa mereka memilih duduk di seberangku.


"Ratu, apa hal ini penting?" tanya Raja Iblis.


Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja, sih.


"Kita akan mendapatkan banyak keuntungan tergantung dari pertemuan ini,"


*Tok Tok Tok


Seseorang masuk ke ruangan.


"Maaf membuat kalian menunggu,"


Orion akhirnya datang!


*Brak


Wanita kelinci memukul meja. "Orion, apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa para penjagamu menghadang kami?"


"Maaf, maaf ...."


Wanita kelinci menggembungkan pipinya.


Huuwaaaaah! Dia sangat lucu!


"Eheem ... Duke Orion, sebenarnya kami tidak begitu mengharapkan hadiah koin darimu,"


Aku hanya ingin itu.


"Apa maksudmu, Nona Alissa?" Orion menatapku bingung.


"Duduklah terlebih dahulu, obrolan ini mungkin akan sedikit rumit,"


Orion duduk di sofa tempat Duo Iblis berada.


Mereka berdua terlihat tidak terganggu sama sekali.


"Baik, apa yang ingin kau katakan, Nona Alissa?"


"Huh, kami sangat kerepotan. Namun, akhir-akhir ini mereka tidak keluar dari Dungeon,"


Yah, itu karena perintah yang kuberikan pada Crocell.


Aku mendekatkan wajahku ke hadapan Orion. "Sebenarnya aku tidak tertarik dengan hadiah yang kau tawarkan sebelumnya,"


"Apa maksudmu?"


"Kami ingin menawarkan bantuan untuk mengatasi Dungeon,"


Orion menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak, aku paham apa maksudmu. Kau berencana ingin mengambil seluruh isi Dungeon itu, 'kan?"


Dia menyadarinya.


"Hoh, sepertinya kau tahu kami bisa mengatasinya,"


Orion terdiam sejenak.


Aku melanjutkan pekataanku. "Ah, apa kalian sengaja memperlama kondisi ini?"


*Brak!


Wanita kelinci kembali memukul meja. Kali ini dengan sedikit kekuatan sehingga meja itu hancur.


"Orion! Seharusnya kalian tahu bahaya seperti apa yang ada di dalam sana! Apa yang dipikirkan pihak Kerajaan sebenarnya?!"


Aku terkejut dengan hal ini. Jika dibiarkan seperti ini, Kerajaan bisa saja hancur kalau aku mencabut perintahku.


"Tenanglah, Melissa,"


"Bagaimana aku bisa tenang?! Kalian mempermainkan nyawa jutaan orang di Kerajaan ini!"


Orion menundukan kepalanya. "Aku juga tak ingin hal seperti ini. Hanya saja, para Bangsawan di sana sangat rakus,"


Oh, jadi begitu. Mereka memanfaatkan kejadian ini untuk bisnis semata. Bahkan jika itu mengancam nyawa mereka sekali pun.


"Entah tipuan apa yang digunakan para Bangsawan itu, Raja selalu menyetujui semua permintaan mereka," lanjut Orion.


Bahkan kekuatan Duke seperti Orion tidak berguna jika Raja sudah bertindak seperti itu.


"Apa kau tidak merasakan hal yang aneh di Istana?" Raja Iblis bertanya sambil melipat kedua tangannya.


Orion mengangkat kepalanya. "Dia!"


Semua orang terkejut karena Orion tiba-tiba berteriak.


"Dia ... Perdana Menteri,"


Perdana Menteri?


*Bum!


Raja Iblis mengeluarkan aura membunuhnya.


"Ya- Arys ... sadarlah." Maryna menepuk pundak Raja Iblis.


Sepertinya dia teringat dengan Perdana Menterinya yang berkhianat.


"Akhir-akhir ini, semakin banyak Bangsawan dari ras Manusia semenjak Perdana Menteri Aguso menjabat," jelas Orion.


Huh, ini jadi semakin jelas, ternyata para Bangsawan ini sudah diatur.


"Lalu, di mana para Bangsawan dari ras lainnya?" tanyaku.


"Mereka mati dalam sebuah insiden kebakaran,"


Jadi begitu, sepertinya aku harus mencabut perintahku.


Aku berdiri dari sofa.


"Kau ingin ke mana, Nona Alissa?"


"Duke Orion, terima kasih atas penjelasannya. Aku teringat ingin mengunjungi suatu tempat." Aku menempelkan jari telunjukku ke mulutku. "Duke Orion, aku sarankan agar kau tetap berada di mansion ini,"


Orion menatapku bingung.


Kami berempat keluar dari kediaman Orion.


"Ratu, apa Anda teringat suatu hal?" tanya Raja Iblis.


"Aku berubah pikiran." Aku menatap wanita kelinci. "Nona Melissa, apa kau tahu letak Dungeon itu?"


"Aku tahu,"


"Bagus, ayo kita segera berangkat,"


Wanita kelinci menahanku. "A-apa aku tidak salah dengar? Apa yang akan kita lakukan di tempat berbahaya itu?"


"Tenanglah, aku punya rencana yang bagus,"


Wanita kelinci terdiam menatapku.


Aku langsung menggendong tubuhnya yang sangat ringan dan terbang menuju Dungeon.


"Raja Iblis, Maryna, Melissa ... gunakan transformasi terkuat kalian," perintahku.


"Baik!" Mereka bertiga menjawab secara serentak.


Sepertinya akan ada pertarungan nanti.


Ini waktunya. Aku harus membuat mereka tunduk!


Bersambung ....


Maaf kalau akhir-akhir ini update-nya lama. Kondisi kesehatan Saya kurang baik. Lagi mengalami gejala-gejala covid. Semoga aja hanya demam biasa. Jadi, untuk ke depannya update-nya akan sedikit lebih lama, tergantung kesehatan Saya.


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22!