
"Itu Nona Theresia!"
"Wah! Aku tak percaya bisa melihatnya langsung!"
"Benar!"
Para murid-murid menjadi berisik karena gadis Elf itu.
Apa maksudnya ini? Aku harus bertanya.
"Hei, apa kau tahu siapa dia?" tanyaku pada laki-laki di sebelahku.
"Kau tidak tahu Nona Theresia?! Nona Theresia merupakan murid terkuat di sini! Dia murid tingkat Diamond, anak dari penyihir hebat Kerajaan Elf Tharasia, Sharah Tilian Arakano,"
Heh?
"T-terima kasih informasinya."
Putri Sharah punya anak?! Ah, itu wajar, usianya sudah lebih dari 100 tahun, pasti berat menahan godaan itu. Tidak, tidak, kenapa dia masih memegang jabatan sebagai Putri? Siapa suaminya? Dia tidak mengatakan apa pun tentang anaknya yang belajar di Akademi Sihir. Aku harus menginterogasinya nanti.
Aku menyadari sesuatu setelah melihat hal ini. Reputasi kerajaan tak berpengaruh di tempat ini. Seharusnya Theresia dibenci karena Kerajaan Elf merupakan bawahan Kerajaan Maphas yang menjadi musuh manusia.
Theresia mengangkat tangan kanannya.
Semua murid yang melihat itu terdiam.
"Terima kasih atas pengertiannya. Saya, Ketua Murid, akan memberikan beberapa kata untuk murid-murid baru yang akan menjalankan pendidikan di Akademi Sihir."
Ini aneh, seharusnya Kepala Akademi yang pertama memberi kata sambutan.
"Kalian akan menerima pelajaran keras di sini, tidak ada yang dimanja di sini, jika kalian tidak tahan, pintu akademi akan terbuka lebar untuk kalian!"
Gadis ini cukup keras, jauh berbeda dengan Putri Sharah.
"Kami, Dewan Murid akan selalu mengawasi tindakan kalian, jangan menggunakan kekuasaan Bangsawan atau posisi keluarga kalian untuk tindakan semena-mena."
Ada kesalahan di sini.
"Terakhir, kami memastikan tidak akan ada tindakan perundungan yang seperti dirumorkan, kami akan tindak tegas menindak siapa pun pelakunya!"
Theresia perlahan mundur dari podium.
Tidak ada perundungan katanya, tapi waktu itu terjadi tepat di depan mataku.
"Kata sambutan yang luar biasa dari Ketua Murid kita!" Pembawa acara kembali mengambil alih.
Semua orang bertepuk tangan.
"Untuk mempersingkat waktu, kita akan segera memulai tes kemampuan untuk menentukan tingkat kalian. Karena jumlah murid baru mencapai 600 orang, maka kami akan membagi kalian menjadi empat kelompok dan akan menguji kalian di empat tempat yang berbda."
Hanya Theresia yang memberi kata sambutan, lalu apa yang dilakukan guru-guru di belakang sana?!
Kami semua bergegas berjalan menuju tempat yang disediakan.
Sangat sempit, kami saling dorong-mendorong, aku terpisah dengan Erish dan Delila.
Aku hanya mengikuti arus kerumunan yang mengarah ke aula. Beberapa orang telah menunggu di sana.
Mereka mengenakan pakaian hitam panjang seperti jubah. Memiliki beberapa motif di bagian belakang dan lengan. Di dada mereka ada sebuah pin berwarna emas.
Mereka ... guru yang mengajar murid tingkat Gold.
"Selamat datang para murid-murid hebat kami, perkenalkan, kami adalah calon guru kalian." Salah satu dari mereka membuka percakapan.
Muncul sebuah penghalang sihir yang memiliki lebar sekitar 10 meter lebih. Terlihat seseorang telah menunggu di dalam penghalang itu.
Mereka langsung menyuruh kami melawan orang yang ada di dalam. Aku yakin di antara murid-murid ini banyak yang belum memiliki pengalaman bertarung. Itu terlihat dari wajah mereka yang tegang.
Niat mereka sudah terlihat.
"Kalian harus memiliki kemampuan yang mencerminkan bahwa kalian adalah murid Akademi Sihir. Di dalam sana ada seorang senior yang akan menjadi lawan kalian. Jangan cemas, dia tidak akan serius melawan kalian."
Firasatku tidak baik.
Aku perlahan mundur ke barisan belakang.
Delila dan Erish tidak ada di sini, aku harus lebih berhati-hati.
"Bagi berisan antara pengguna tongkat dan penyihir normal!"
Sial!
Para murid mulai terbagi menjadi dua barisan.
Dari 150 murid, setidaknya pasti ada penyihir bertongkat selain aku, 'kan? Aku memang belum melihatnya sejauh ini.
Semua murid di sekitarku meninggalkanku sendiri menuju barisan satu.
Satu, dua, huh?
Hanya ada tiga penyihir pengguna tongkat termasuk aku.
Ini lebih sedikit dari yang kukira.
"Hooh ... kita memiliki tiga pengguna tongkat di sini." Salah satu guru mendekati kami.
Dia berada tepat di depan kami, mendekat, dan berbisik. "Aku tidak bisa menerima penyihir rendahan seperti kalian, aku harap kalian pergi dari tempat ini."
Dua orang yang bersamaku terlihat takut, tubuh mereka gemetaran.
"Hei, apa kalian tidak mendengarku? Pulanglah."
Ini tidak bisa dibiarkan.
"Bagaimana cara agar kami bisa diterima di sini?" tanyaku.
Dia menunjuk ke arah pelindung sihir. "Kalian bertiga harus mengalahkan dia,"
"Baiklah."
Jika kami bekerja sama, mengalahkannya bukan hal yang tidak mungkin. Orang itu juga akan menahan diri.
"Hei, kalian berdua, apa kalian mau bekerja sama denganku?"
Mereka berdua menganggukan kepala.
"Baiklah, ayo pergi."
Kami berjalan menuju penghalang sihir.
"Haha, lihatlah itu, penyihir bertongkat payah." Murid lainnya langsung mengolok-olok kami.
"Sama nama kalian?"
"A-aku Liz, dan dia Ezekiel,"
Mereka berdua mengangguk.
Sedikit menyedihkan melihat sepasang saudara seperti ini. Mereka harus saling melindungi untuk ke depannya.
Kami masuk ke penghalang sihir.
"Jenis sihir apa yang kalian punya?"
"A-aku bisa menggunakan sihir api,"
"Aku bisa menggunakan api dan air."
Liz hanya bisa menggunakan satu elemen, Ezekiel bisa melengkapi kekurangannya.
"Liz, berjagalah di belakang, aku dan Ezekiel akan bertarung di depan,"
"B-baik!"
Lawan kami sepertinya juga seorang murid. Dia tingkat Gold, terlihat dari pin di dadanya. Tapi, penampilannya sangat suram, orang ini sepertinya murid bermasalah.
Ezekiel berlari sambil mengarahkan tongkatnya ke orang itu.
"Water Cutter!" Sebuah bilah air melesat dengan cepat.
"Shield Wall." Orang itu menahannya dengan pelindung sihir.
"Fire Ball!" Liz menembakkan bola api dari kejauhan.
Pelindung sihir itu menahan semua serangan mereka.
Cara menghancurkan pelindung sihir hanya bisa dilakukan jika memiliki tingkat sihir lebih tinggi dari orang itu. Liz dan Ezekiel berada di tingkat 1. Namun tidak denganku, aku berada di tingkat 3 sekarang. Aku masih punya kesempatan.
"Twin Lightning!" Aku menembakan dua kilatan listrik.
*Crack!
Pelindung sihir itu mulai rusak.
"Wah, wah, aku tak menyangka ada sihir tingkat menengah di sini," ucap orang itu.
Sihirku tadi tingkat menengah?
"Aku tidak akan menahan diri lagi."
Ini tidak baik.
"Ezekial, menjauh da--"
"Wind Blow!"
*Brak!
Ezekiel terhempas menabrakku.
Orang itu melepaskan angin ke seluruh arah, tekanan anginnya begitu kuat sehingga bisa menghempaskan Ezekiel. Itu merupakan sihir tingkat 3.
Aku terbaring karena hantaman dari tubuh Ezekiel.
Kepalaku pusing, dia menghantam tepat di wajahku.
"Ini belum berakhir, berdirilah!"
Sesuatu keluar dari hidungku.
Aku mimisan? Sial! Aku harus mengakhiri ini. Akan kuakhiri dengan sihir tingkat 5, akan kugunakan seluruh Mana milikku.
"Mega Ligh--"
Huh?
Sebuah bola cahaya muncul di depan kami.
Jangan bilang ....
"Liz, Ezekiel! Tutup mata kalian!"
Bola cahaya itu langsung bersinar terang.
"Agh! Mataku!" Lawan di depanku terkena efek bola cahaya itu.
Dia tidak tahu tentang sihir itu? Betapa bodohnya dia! Sepertinya ada orang yang sengaja menganggu pertarunganku.
Cahaya itu perlahan meredup.
Lawan di depanku merintih kesakitan sambil memegang kedua matanya.
"Tiffany, apa yang kau lakukan?!"
Terdengar keributan dari luar.
"Jika kalian sudah melihat mereka bertiga menggunakan tongkat, seharusnya kalian segera memasukan mereka ke tingkat Bronze,"
Para guru sepertinya sedang mendebatkan sesuatu. Dan wanita itu, sepertinya dia menggunakan sihir tingkat 5 barusan.
"Keluarkan mereka," ucap wanita itu.
"Kalian bertiga, keluarlah! Ikuti dia!" ucapnya dengan nada kesal.
Kami bertiga keluar mengikuti wanita itu.
Wanita itu mengenakan pin berwarna coklat perunggu, dia pengajar murid tingkat Bronze. Tapi, aku merasa wanita ini jauh lebih kuat dari guru-guru di tempat tadi.
Aku berjalan cepat melewati wanita itu untuk melihat wajahnya.
Huh? Sepertinya aku pernah melihat wanita ini di suatu tempat.
Bersambung ....
Sekarang kalian bisa bergabung di grup chat novel ini. Kalian bisa memberi masukan untuk novel ini agar lebih baik ke depannya. Caranya, buka halaman novel ini, dan klik tombol "Ayo Chat" seperti gambar di bawah.
Terima kasih!
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.