
*Ting! Ting!
Kami berdua saling beradu pedang tanpa menggunakan skill maupun aura.
Kekuatan fisiknya lebih unggul dariku karena dia pada dasarnya adalah iblis. Aku benar-benar tidak bisa menahannya jika tidak mengeluarkan segera aura pedangku.
Ada celah di bahunya!
Aku langsung berputar dan menyerang menargetkan bahu Reno.
*Ting!
Reno menahannya dengan ujung pedangnya.
Dia masih sempat menahannya dengan ujung pedang, aku sudah bergerak secepat mungkin, tapi dia memiliki indera yang tajam.
Menahan seranganku hanya dengan ujung pedang, dan lebih parahnya lagi aku kesulitan menekannya. Tubuhnya sama sepertiku, tapi kenapa tenaganya sangat gila?!
Reno mendorongku menjauh darinya.
Ini bagus. Dia mendorongku menjauh, aku jadi memiliki kesempatan untuk bersiap menyerangnya lagi.
"Pedang itu." Reno menunjuk ke arah pedangku. "Jika kau tidak bisa menggunakannya, maka berikanlah padaku." Dia melompat dengan cepat ke arahku.
Pedangnya diselimuti oleh aura merah.
Dia memiliki atribut api, ya?
Patience Skill, aktifkan!
Aku memperpendek jarak dan langsung menyerang Reno sebelum dia mencapaiku.
*Ting!
Aku berhasil menutup serangannya, dan sekarang giliranku menyerangnya.
Berkat Patience Skill, aku berhasil mengimbanginya walau masih belum bisa menyamai kekuatannya. Level-ku jauh lebih tinggi, tapi rasanya kekuatanku seperti disegel.
Aku terus menyerangnya dari depan, Reno bisa menangkis seranganku dengan akurat.
Perlahan tapi pasti, kekuatanku semakin mengimbanginya.
*Ting
Reno menangkis pedangku ke atas, hal itu membuatku kehilangan kendali atas pedangku. Reno langsung menusuk ke arahku.
"Ini belum berakhir!" Aku kembali menarik pedang yang hendak terlepas dari genggamanku dan langsung menebasnya ke bawah.
Namun, seranganku meleset. Reno berhasil menghindar ke sisi kanan, dan pedangku tertancap di lantai arena.
Reno langsung mencoba menyerangku dari sisi kanan dengan pedang auranya. "Berakhir sudah!"
"Water Spirit : Water Blast!"
*Bush!
Seketika ombak air muncul dari pijakan kakiku dan mendorong Reno hingga ke dinding arena.
Itu adalah kekuatan dari roh air yang telah menjalin kontrak denganku.
"Piii!" Roh air berukuran kecil berdiri di atas kepalaku.
Dia adalah Sylph, roh air tingkat menengah yang membuat kontrak denganku. Wujudnya seperti peri, namun tubuhnya terbuat dari air.
Atributku adalah es dan api, terkadang aku bisa menggunakan listrik. Akan tetapi hal itu tidak akan berguna jika aku berada di posisi seperti tadi, karena perantara kekuatan atributku adalah pedang. Maka dari itu roh alam sangat membantu untuk pengguna pedang sepertiku.
"Tidak kusangka kau memiliki peliharaan roh," ucap Reno sembari berdiri.
"Dia bukan peliharaan, tapi partner-ku."
"Jadi begitu, ya? Partner yang membuatku ingin tertawa."
*Wush!
Reno berlari dengan cepat ke arahku. Kali ini aura di tubuhnya telah terlepas sepenuhnya, hal itu langsung menekanku seketika.
Aura membunuh yang sangat kuat! Aku harus lepas darinya.
Reno menebaskan bilah merah yang menyerupai api.
Sylph mencoba memadamkan bilah api itu, tapi kekuatannya masih kurang karena baru naik ke tingkat menengan.
"Serang dia dari arah lain, Sylph!"
"Piii!"
Aku berlari sambil menghindari bilah api yang ia tebaskan padaku. Tak sedikit pula bilah api yang berhasil mengenaiku.
Kami telah mencapai satu sama lain dan kembali beradu pedang. Reno semakin mencoba membakarku dengan pedangnya. Sylph terus menyerangnya dengan bilah air dan ombak untuk memadamkan api di tubuhnya, namun itu malah membuatnya menguap dan semakin panas.
"Kembalilah, Sylph!"
"Pii!" Sylph langsung pergi meninggalkanku.
Jika dia terus berada di sini ketika api ini masih berkobar, maka itu akan berbahaya untuknya.
Aku terus mencoba menahan serangannya yang semakin cepat dan kuat. Panas dari api yang menyelimuti pedangnya membakar sarung tanganku.
Dia tidak membiarkanku memperlebar jarak.
Setelah mendengar pertanyaannya, aku langsung menyadari sesuatu.
Patience Skill punya efek resistensi terhadap api sebesar 30%. Tapi aku tidak terlalu merasakan efek panas di tubuhku. Ini lebih terlihat seperti aku kebal terhadap apinya, tapi sebenarnya aku memang masih bisa merasakan panas. Aku hanya menderita luka bakar kecil.
"Kau harus mencari tahunya sendiri, bukan?" Aku mencoba memancing amarahnya.
"Baiklah kalau begitu."
Serangan pedang Reno semakin cepat, aku hampir tidak bisa mengikutinya.
*Crack!
Beberapa tebasannya mengenaiku.
"Rasakan ini!" Reno berputar dan kembali menebasku dengan kuat.
Aku mencoba menahannya, namun kekuatan Reno sangat besar sampai membuatku terhempas cukup jauh darinya.
Untuk saat ini aku masih bisa mengurangi efek pedang apinya berkat Patience Skill, tapi hal ini tidak boleh berlarut-larut, aku harus mengalahkannya.
"Ayo lanjutkan, Wither!" Reno berlari ke arahku dengan cepat.
Aku tidak akan sembat. Bagaimana dengan ini?
"Ice Sword!" Aku menebaskan pedangku ke depan, kemudian sebuah dinding es muncul.
"Tidak berguna!" Reno dengan mudah mengancurkan dinding es milikku.
Ini kesempatanku!
Aku berpindah ke belakang Reno untuk menyerangnya.
*Ting!
Reno menahannya dengan cara memindahkan pedangnya ke belakang.
Refleknya sangat bagus, aku masih tidak menemukan celah sama sekali.
Aku melompat menjauh darinya, namun dia masih terus menyerangku. Dia begitu cepat sampai aku tidak memiliki kesempatan dan hanya bisa bertahan.
"Pedangmu sangat bagus, tapi kau tidak bisa memanfaatkannya!" Reno semakin cepat menebasku sampai aku gagal membaca serangan terakhirnya.
*Bugh!
Reno menendang lurus ke arah perutku.
Seketika aku terduduk karena rasa sakit akibat tendangannya.
Aku tidak diperbolehkan menggunakan skill assassin. Sedangkan skill pedangku masih belum meningkat terlalu jauh. Berkat Patience Skill, aku tidak terlalu menerima sakit yang berarti.
Tidak, aku masih punya skill pedangku yang lain.
"Hei, jika aku mengalahkanmu, apa aku bisa mendapatkan pedang itu?" tanya Reno.
"Apa maksudmu? Ini hanyalah pedang biasa."
Pedang pemberian Lucas berada di tingkat S, aku tidak akan membiarkannya mengambil pedang ini.
"Karena aku merasakan aura iblis dari pedang itu."
Aku tidak bisa menepisnya, karena aku juga menaruh kesan yang sama saat melihat pedang ini pertama kali.
"Jika aku memilikinya, maka aku bisa menjadi Panglima Iblis," gumamnya.
Walau pelan, aku masih bisa mendengarnya dengan jelas berkat inderaku yang semakin tajam karena Patience Skill.
Dia membuka penyamarannya sendiri.
"Ah, kau mendengarnya, ya? Aku sangat menyesalinya, tapi anggap saja aku tidak sengaja membunuhmu." Reno langsung menebas ke arah kepalaku.
Sekarang!
"Light Slash!" Aku melompat maju ke depan sambil menebas perutnya.
Namun, Reno menangkis seranganku yang mengarah ke perutnya. Serangannya tadi seolah-olah ingin menebasku, ternyata itu adalah tipuan.
"Kau pikir serangan seperti ini bisa melukaiku?"
Aku tersenyum. "Kau terlalu meremehkanku, iblis."
*Crack!
Bahu, paha, serta dada Reno tergores dan mengucurkan darah.
"Ahk! Sialan! Apa yang kau lakukan?!"
Sekarang aku ingat nama pedang ini, namanya adalah Rac, hanya aku yang berhak menggunakannya. Terima kasih, Lucas.
"Dan teknik itu berasal dari Masterku yang sebelumnya, Master Alfred. Aku menamainya sebagai 'Tebasan Cahaya Yang Tidak Terlihat'."
Aku adalah seorang Swordmaster.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!