The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Orc King



Chapter 5 : Ujian Untuk Dua Bawahan


Aku percaya, bahwa kejayaan desa kami akan segera kembali. Yang Mulia Ratu Keres Vasilissa, Beliau adalah sosok Dewi bagi kami. Pertama kali aku melihatnya, sekujur tubuhku seketika mati rasa. Hanya dengan auranya saja, aku tak bisa bergerak. Bahkan aku sedikit takut jika berbicara dengannya.


Untuk membantu Yang Mulia Ratu mencari 12 Penjaga Dunia, kami berpetualang dan menjadi petualang rank A. Dan tujuan kami kali ini adalah Desa Sige, berada di wilayah timur Kekaisaran. Kami sedang memburu Ogre yang menyerang daerah tersebut. Aku tidak tahu apa yang beliau rencanakan dengan quest ini, beliau pasti menyadari sesuatu.


"Erish, Hawk." Yang Mulia menghentikan langkahnya.


"Iya, Yang Mulia," jawabku.


"Erish, aku sudah bilang untuk memanggilku Alissa mulai sekarang,"


"Ba-baik,"


Aku masih tak paham, beliau sangat berbeda semenjak menjadi petualang bernama Alissa. Jika disuruh memilih, aku lebih memilih beliau yang menjadi Alissa daripada Yang Mulia Ratu.


Saat keributan yang terjadi di penginapan, Beliau dengan mudah mengalahkan Warrior dari Party Pahlawan itu. Aku berani bertaruh jika Warrior itu mampu bertarung seimbang dengan Hawk. Namun, Yang Mulia bisa mengalahkannya dengan mudah menggunakan sihir yang tidak aku ketahui. Beliau berkata bahwa sihir itu mampu mengurangi Mana seseorang hingga ke titik di mana kondisi Mana tersebut hampir habis. Itu sangat mengerikan, terutama bagi para Magic Caster. Mana adalah kehidupan kami, jika itu diambil dari kami, mungkin kami akan langsung mati. Warrior itu mampu bertahan karena fisiknya yang kuat.


"Apa kalian bisa mengatasi Ogre ini?" tanya Yang Mulia.


"Kami akan berusaha sebaik mungkin." Hawk menjawabnya dengan percaya diri.


"Aku hanya ingin melihat kemampuan kalian bertarung. Perlengkapan yang kalian pakai itu dapat meningkatkan kemampuan fisik dan daya serang,"


Sungguh luar biasa, bahkan Beliau memberikan kami perlengkapan ini. Benar saja, aku memang merasa sedikit kuat saat memakai ini. Terutama saat aku menggunakan Shield Wall, aku hanya menggunakan sedikit Mana untuk melakukannya. Walaupun begitu, Warrior dari Party Pahlawan itu bisa menghancurkannya.


Kami sampai di Desa Sige.


"Ap-apa yang terjadi dengan desa ini?" Mataku seketika melotot saat melihat kondisi desa tujuan kami.


Desa itu hancur. Sepertinya Ogre itu sudah menyerang desa ini.


"Erish, kalian cari sarang Ogre itu, aku akan mencari penduduk desa yang masih hidup,"


"Baiklah."


Aku dan Hawk bergegas menuju hutan, mengikuti jejak mereka.


"Hawk, aku akan merapalkan sihir penguat tubuh padamu,"


"Lakukan, Erish,"


"Physical boost."


Kami menemukan sekumpulan Ogre di depan sebuah gua. Dengan mengamati mereka dari jauh, kemungkinan mereka berjumlah 15 ekor.


Eh, kenapa ada Orc di sana?


"Hawk, ada Orc di sana, ini pasti merepotkan,"


"Sepertinya Orc itu yang memimpin para Ogre. Tetap waspada, Erish,"


"Hawk, apa kau bisa menggiring mereka keluar gua dan mengumpulkan mereka menjadi satu?"


"Akan kucoba,"


Hawk keluar dan berlari menuju sekumpulan Ogre itu.


"GWAAAA!"


Para Ogre mulai agresif setelah melihat Hawk. Mereka berlari dan menyerang Hawk.


*Sring!


Dengan sekali tebas, seekor Ogre terbelah menjadi dua. Hawk terus berlari menuju ke tanah lapang untuk memancing mereka.


"Erish, sekarang!" teriak Hawk


"Fragile Soil!" Aku menggunakan sihir bumi untuk membuat lubang besar.


Para Ogre itu terjebak di dalam lubang.


Aku berlari dan merapalkan sihir lagi. "Fire Storm!" Aku membakar mereka di dalam lubang menggunakan sihir tingkat menengah.


"GWAAAAA!"


Itu berhasil. Tapi, Orc yang kami lihat sebelumnya tidak ikut bersama mereka. Aku yakin mereka di dalam gua.


"Hawk, para Orc sepertinya ada di dalam gua itu,"


"Benar, apa kita harus kembali dan melaporkannya pada Alissa?"


"Tidak, ini adalah tugas yang diberikan untuk kita. Gunakan seluruh kemampuanmu,"


Kami memasuki gua itu. Hawa yang sangat mengancam mulai terasa. Semakin dalam kami menyusuri gua, semakin menyengat bau di dalam gua. Tulang belulang makhluk seperti manusia berserakan di mana-mana.


Ini menandakan bahwa ada petualang lain sebelum kami yang mencoba menyelesaikan quest ini.


"GRRRR."


Terdengar suara dari bagian dalam gua, kami mendekati asal suara itu secara perlahan.


Sesuai dugaan, ini memang sarang dari para Orc itu.


Kami masih diam dan mengamati mereka.


Akan sedikit sulit melawan Orc, karena mereka memiliki senjata dan skill bertarung seperti Warrior. Mereka monster rank C.


*Dump Dump Dump


"Eh." Kami berdua terkejut saat melihat sosok yang tiba-tiba datang ke kerumunan Orc itu.


Itu adalah Orc King! Apa yang dilakukan monster itu di sini?! Ini sangat berbahaya! Karena tidak ada kabar dari para petualang sebelumnya yang mati di sini, maka quest ini tidak diperbaharui karena tidak ada informasi tentang Orc. Apalagi ada Orc King di sini, jelas monster itu rank A, dan itu sangat berbahaya!


"Hawk, apa kau ingin menyerang mereka?"


"Ini adalah tujuan hidupku, Erish, pendahulu kita pernah mengalahkan beast rank A, mungkin Orc King ini tidak jauh beda,"


"Hawk." Aku melihat wajah Hawk yang sangat bersemangat ingin mengalahkan monster itu. Namun, aku memiliki sedikit kekhawatiran tentangnya.


"Aku maju! Bantu lindungi aku, Erish!"


"Baik! Shaking Earth Magic!" Aku merapal sihir bumi yang menyebabkan guncangan pada tanah.


Perhatian Orc teralihkan karena guncangan tanah yang aku buat. Hawk menyerang mereka.


*Sring!


Satu serangan tak cukup untuk membunuh Orc itu. Aku mencoba sihir Fire Storm untuk membakar mereka. Tapi, itu hanya sedikit melukai mereka. Aku ingin membuat lubang seperti sebelumnya, namun itu bisa meruntuhkan gua ini, terlalu beresiko. Orc King masih terdiam melihat pertarungan ini, aku harus mewaspadainya.


Hawk berhasil membunuh beberapa dari mereka, itu karena mereka melemah setelah kubakar. Hawk menjadi liar, aku juga men-support dia dengan sihir dan seranganku.


"Sial! Orc itu masih tersisa banyak!" Hawk mengangkat pedangnya dan mulai dalam posisi bersiap untuk bertarung lagi.


"Hawk, apa kau masih sanggup?"


"Berkat perlengkapan yang diberikan Alissa, kita masih bisa bergerak sekarang." Pedang besar Hawk bersinar kebiruan.


"Hawk! Jangan bilang, k-kau?!"


"Thunder Attack!"


Ini adalah skill terkuat milik Hawk. Memusatkan semua energi Mana ke pedang dan menyerang dalam sekali serang. Hawk bertujuan untuk menghabisi mereka sekaligus.


*Swing! Duar!


"L-luar biasa!"


Aku tidak pernah melihat Hawk dalam kondisi seperti ini. Para Orc itu sudah mati sebagian dan sisanya terluka parah.


"HEBAT SEKALI, MANUSIA." Orc King yang dari tadi memperhatikan akhirnya mulai bergerak.


Jika Orc King itu bisa berbicara, sudah pasti dia berada di rank A atas. Ini situasi yang buruk.


"Matilah kau! Hyaaakkk!" Hawk menyerang Orc King itu dengan sisa kekuatannya.


*Ting!


Orc King dengan mudah menangkisnya.


*Dum!


"Huaaakkk!!" Hawk menerima pukulan dan terpental.


Ini bukan waktunya menonton.


"Wind Cutter!" "Fire Strom!" "Magic Explosion!" Aku menyerangnya dengan 3 sihir sekaligus.


*Duar!


"Apa itu berhasil?"


"KUKUKU ... SERANGAN KECIL BUKANLAH ANCAMAN BAGIKU, MANUSIA."


Sudah pasti sihir itu tidaklah cukup. Ini gawat, apa harus menggunakan sihir itu? Baiklah!


"Abyss Magic : Black Cannon!" Ini adalah sihir tingkat tinggi yang kumiliki. Memunculkan 4 lingkaran sihir di sekitarku, dan menembakannya dengan kecepatan suara.


*Dum! Dm! Dum! Dum!


"DASAR MANUSIA RENDAH! INFINITE BARRIER!"


*Duar!


Karena ledakan sihirku yang besar, gua ini mulai rusak dan mulai hancur.


"Huh ... Huh ... Apa itu berhasil membunuhnya?"


Kepulan asap ledakan yang kubuat mulai menghilang, sebuah siluet besar terlihat dari balik asap itu.


"Ti-tidak mungkin!" Aku terkejut dengan apa yang terjadi.


Orc King itu berhasil menahan sihir Abyss milikku dengan barrier miliknya. Tapi, sepertinya barrier itu hancur sebagian dan melukainya.


*Slurp Slurp


"KUKUKU ... MANUSIA, KAU PUNYA SIHIR YANG KUAT. APA KAU YAKIN ITU BISA MEMBUNUHKU?"


"A-apa-apaan itu!"


Dia beregenerasi! Apa Orc bisa melakukan itu?! Hanya Troll yang bisa melakukan Regenerasi, tapi, Orc King ini? Apa-apaan dia?!


"BAIKLAH, MANUSIA, AKU AKAN AKHIRI PENDERITAANMU." Dia berjalan menuju ke arahku yang sedang terduduk lemah.


Memegang pedang besar yang akan dia gunakan untuk membunuhku. "SELAMAT TINGGAL!"


Ini berakhi-


*Ting!


"HMMM?"


Kenapa aku tidak mati?


Aku membuka mataku dan melihat sosok di depanku.


"Apa kau sedang bersenang-senang babi jelek?"


"SIAPA KAU?"


"Ya-ya-yang Mulia Ratu." Aku terdiam dan terpesona melihat sosok yang ada di depanku. Air mataku langsung menetes.


"Kau tak apa-apa, Erish? Kau bisa istirahat sekarang, biar aku yang akan membunuh babi jelek ini,"


"B-baik."


"BERANI SEKALI KAU MENGABAIKANKU! MATILAH!" Orc King menyerang dengan kekuatan penuh karena kesal.


*Crang!


Pedang milik Orc King hancur karena pukulan yang diberikan tepat saat pedang itu diarahkan ke Yang Mulia Ratu.


"APA YANG-"


"Freezing,"


Tubuh Orc King seketika membeku tidak bisa digerakan. Terlihat seperti patung.


Aku juga bisa menggunakan Freezing yang tergolong sihir tingkat menengah, tapi, menggunakan Freezing untuk mengalahkan Orc King? Itu sudah diluar kemampuan manusia normal.


"Fire Ball Brust,"


*Duar!


Monster itu hancur berkeping-keping.


"Huh ... Dasar babi jelek. Erish, di mana Hawk?"


Aku menunjuk ke arah Hawk yang dalam kondisi memperihatinkan.


"I-itu,"


"Hei, Hawk, apa kau masih hidup?"


"A-a-alissa, ak-aku mwasih bwertahwan." Walau dia sedang terluka, Hawk masih bisa berbicara walau dengan suara tak jelas.


"Magic Transfer. Bertahanlah, aku akan memberimu Mana milik Warrior bajingan dari penginapan itu. Erish, apa kau masih bisa berjalan ke sini?"


"Ma-masih,"


Yang Mulia memberi Mana padaku dan menyembuhkan kami berdua.


Aku masih tidak mengerti, apa job yang dimilikinya sekarang? Dia bisa melakukan segalanya.


"A-alissa, apa job yang ka-ka-kamu miliki?"


"Semua job,"


"Tidak mungkin,"


Apa dia bercanda?!


"Baiklah, kita kembali ke desa sekarang. Pegang tanganku,"


*Clap


"Teleportation,"


Eh? Teleport?


"Kita sampai,"


Aku melihat Desa Sige yang sebelumnya hancur, kini kembali seperti semula. Seperti tidak ada kejadian apa pun. Dan banyak warga yang berkumpul di tengah desa.


"Dewi kita kembali!" "Hidup Dewi!" "Hidup Dewi!"


Para warga berteriak.


Eh? Apa yang sudah terjadi selama aku bertarung?


Bersambung ....