
Aku dan keempat wanita lainnya masuk ke aula pesta. Kilauan emas di mana-mana, bahkan meja makan khusus bangsawan dilapisi emas. Tempat yang sangat megah, membuat orang-orang di dalam ruangan ini saling adu gengsi, terutama para bangsawan dan rakyat biasa yang kaya raya.
Aku melihat Hela yang duduk di kursi besar di atas balkon. Dia ditemani oleh tiga orang yang terlihat sudah tua. Ketiga orang itu menggunakan jubah dengan warna yang berbeda. Menandakan mereka bertiga dari Tiga Menara.
Tidak hanya Tiga Menara, sepertinya Akademi Sihir juga diundang. Sebagian besar dari mereka berada di halaman istana, hanya beberapa saja yang diizinkan masuk. Aku juga melihat Livia di antara mereka.
Mataku dan Hela saling bertemu, dia tersenyum kecil padaku.
Aku menganggukkan kepala untuk menyapa Hela.
Mereka belum memperhatikanku. Ayo kita mulai acaranya.
"Delila, Elina ... lakukan tugas kalian,"
"...." Keduanya mengangguk.
"Perhatian! Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas, Alissa Hart telah tiba!" Butler ciptaan Hela mengumumkan kedatanganku.
Aku berjalan melewati para tamu.
"Kerajaan Penyihir Maphas? Hei, bukankah itu ...." Orang-orang di dalam ruangan semuanya berbisik menceritakanku.
Delila dan Elina berada di kanan dan kiriku. Mereka berjalan dengan tegak dan elegan.
Ngomong-ngomong, Delila mengubah penampilannya menjadi dewasa, sedangkan Erish kembali ke wujud remaja.
Hoh ....
Terlihat wajah ketiga orangtua itu terganggu dengan keberadaanku.
-------------------------------------------
Beberapa saat sebelumnya.
Surat itu berisi, "Alissa Hart. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menguasai Tiga Menara. Aku tidak bisa menguasainya sendiri hanya dengan kekuatan. Sejak kekuatanku menghilang, kedudukanku semakin melemah, akan muncul penghianat nanti jika aku memaksa mereka tunduk. Oleh karena itu, aku butuh pihak luar yang bisa membantuku untuk menekan mereka. Seperti yang kau ketahui, mereka belum mengetahui bahwa kau ada di istana saat Gereja Suci datang. Aku memintamu datang sebagai tamu kerajaan. Lalu, lakukan sesukamu, cara yang bisa menurunkan semangat mereka."
Wah, wah, dia berada di posisi yang sulit, ya.
Hela berpikir cepat, para anjing itu akan menjilatnya karena Hela telah mendapatkan hak mutlaknya. Mereka akan mempengaruhi Hela, dan itu akan sangat buruk nantinya.
Karena mereka gerombolan anjing, gonggongan mereka akan membentuk satu suara. Dan Hela terpaksa harus memberinya makan sesuai apa yang diinginkan para anjing. Jadi ini alasan kenapa dia tidak bisa membuat mereka tunduk dengan kekuatan, dia tak ingin di-cap sebagai pemimpin tirani. Terlebih lagi ....
"Dia tidak mempercayai siapa pun di dalam Kerajaannya sendiri."
Kenapa dia percaya denganku yang merupakan orang luar?
Yaaaah ....
Aku menarik jubahku.
Huh, aku gagal menggunakan jubah keren ini.
---------------------------------------
Sekarang.
Para Bangsawan yang gaduh membuat suasana semakin menekan.
Permulaan yang bagus, dan sekarang ....
"Saya, Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas, memberi salam pada Yang Mulia Ratu Hela Naura Legarde." Aku membungkukkan badanku.
Hela berada di atas balkon yang setidaknya memiliki tinggi sekitar 6 meter.
"Aku menerima salammu, Perdana Menteri, dan terima kasih telah bersedia hadir ke Kerajaan Mystick,"
"Sudah seharusnya bagi kerajaan kita untuk mulai berhubungan baik, Yang Mulia,"
"Kau benar."
Tiga orangtua di sisinya terlihat tidak senang denganku.
Bagus, makan umpannya.
"Yang Mulia ...." Salah satu dari mereka angkat bicara.
Berhasil!
"Ada apa, Tetua Merah?"
"Kenapa Anda mengundang mereka?! Kerajaan Penyihir Maphas dan sekutunya adalah kumpulan orang jahat, Yang Mulia!"
"Pelankan suaramu, Tetua Merah." Hela melihat orangtua itu dengan tatapan dinginnya.
Mereka bertiga langsung ketakutan.
Aku harus melanjutkannya!
"Maaf, Yang Mulia, mungkin kehadiran Saya menimbulkan konflik di internal kerajaan. Saya merasa bersalah karena hal ini." Aku memasang wajah kecewa.
"Tidak, Nona Alissa, Anda diterima dengan baik di sini." Hela menjulurkan tangannya. "Mari bergabung bersamaku di sini."
Dia mengajakku duduk di sana? Sepertinya akan terjadi momen besar.
Aku pergi menuju balkon, menaiki anak tangga di sebelah kiri. Ada satu kursi kosong di sebelah Tetua Biru. Hanya dia yang berada di sisi kanan Hela, kedua Tetua lainnya berada di sisi kiri Hela.
Dia mencuri pandang ketika aku melihatnya, wajah orangtua itu terlihat kesal.
Sebelum aku duduk, Hela berdiri dan berjalan menunu tepi balkon. Aku membatalkan niatku untuk duduk.
"Sekali lagi aku akan memperkenalkan pada kalian, tamu terhormat dari Kerajaan Penyihir Maphas! Perdana Menteri, Alissa Hart! Tidak ada yang lebih berjasa daripada tindakannya!"
Hoh?
"Yang Mulia ...?!" Para Tetua semakin kesal.
"Berkat bantuannya, aku kembali mendapatkan kekuatanku yang telah tersegel selama ratusan tahun!"
Orang-orang di tempat itu terdiam sambil menundukkan kepala. Rasa malu menyelimuti mereka. Namun, hal itu tak berlaku bagi ketiga orangtua di dekatku. Mereka begitu kesal, kerutan di kening mereka semakin jelas, mereka berusaha menahan emosi yang dengan susah payah dipendam.
Mereka mungkin berpikir aku menggunakan semacam tipuan. Sudah kutebak tindakan seperti apa yang akan mereka lakukan padaku nanti.
"Pesta ini akan kupersembahkan untuk Alissa Hart!"
*Prok Prok Prok
Para tamu bertepuk tangan.
Hela benar-benar bersemangat saat memperkenalkanku. Seperti membuang semua beban yang menumpuk.
[Aku serahkan sisanya padamu, Alissa Hart.]
Huh?! Apa baru saja Hela mengirim transmisi suara padaku?
Aku melihat Hela yang tersenyum padaku.
Hela pergi dengan teleportasi.
Tidak salah lagi, dia memang melakukan itu tadi. Tapi, bagaimana caranya? Harusnya aku tidak bisa menggunakan transmisi suara, mau itu mengirim atau menerima. Apa yang Hela lakukan padaku?
Masih ada yang tidak terima dengan keberadaanku.
Oh, kau mencuci tanganmu dan meninggalkanku di sini, ya?!
Nah, apa yang harus kulakukan pada ketiga orangtua ini?
"Hei, kau ... aku tak tahu caramu membujuk Ratu Hela, namun, kami tidak akan melepasmu," ucap Tetua Biru.
"Hoh ... kau yakin bisa melawanku, orangtua biru?"
"Beraninya kau!"
Ketiga orangtua itu terdiam setelah melihat sesuatu di belakangku.
"Cih! Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini!"
Yah, untuk beberapa hari ke depan, sepertinya aku akan sering mengunjungi menara.
A. Panutan
"Livia, kita telah sampai." Kak Theo mengetuk-ngetuk pipiku.
Aku terbangun dari tidurku. Membuka mataku secara perlahan, terlihat cahaya menyilaukan dari jendela kereta kuda yang kami tunggangi. Cahaya itu melayang-layang seperti seekor capung, dan ada sinar yang mengelilingi sebuah bangunan megah.
Itu istana kerajaan.
Kami pergi ke istana untuk menghadiri acara yang diadakan oleh Kepala Akademi sekaligus Ratu Kerajaan Mystick. Kudengar pesta ini sebagai perayaan atas kembalinya kekuatan Ratu yang tersegel ratusan tahun lamanya. Itu pasti sangat luar biasa rasanya, perasaan akan kebebasan, Ratu mirip sepertiku.
Aroma harum tercium dari luar. Sangat harum sampai membuatku betah ingin berdiam di sini.
Aku dan Kakak masuk ke dalam istana, tepatnya di ruang aula. Aku beruntung bisa masuk karena Kakak yang membawaku, hanya Guru dan para murid Diamond yang bisa masuk ke dalam, murid lainnya berada di halaman istana.
Banyak makanan enak, tidak, aku harus menjaga berat badanku!
Huh?
Aku melihat seseorang yang sangat cantik di balkon ruangan.
Itu, Kepala Akademi? Aku tidak menyangka Beliau secantik itu.
"Perhatian! Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas, Alissa Hart telah tiba!" Seorang penjaga memgumumkan kedatangan seseorang.
Perhatianku langsung teralihkan ke sumber suara tersebut.
Alissa Hart?
"Livia, apa aku tidak salah dengar? Dia bilang Alissa Hart, 'kan?"
"Benar, Kakak."
Aku dan Kakak langsung bergegas berjalan cepat melewati kerumunan untuk melihat orang yang kami maksud.
Seorang wanita berjalan menggunakan pakaian militer kerajaan. Rambut kuning cerah yang mirip denganku, mata merah, tatapannya begitu tajam hingga membuat tubuhku merinding, serta sikap tubuh yang proposional, sangat luar biasa.
Wanita itu ... Alissa Hart? Orang yang sedang diminati oleh Kepala Keluarga Hart.
Kakak juga melihatnya dengan tatapan kagum serta pipinya yang sedikit memerah.
Kami berdua ... jatuh cinta pada Alissa Hart.
B. Kegagalan
Seorang pria berbadan besar berjalan terpontang-panting menuju ke sebuah ruangan. Dia terlihat lemas karena telah berlari dari Kerajaan Mystick ke tempat tujuannya.
Dia adalah Rayden.
Rayden berhasil selamat setelah membelah dirinya beberapa saat sebelum kematiannya.
Dia berada di ruangan yang sedikit gelap dan memiliki dekorasi tulang manusia, serta bercak darah.
Rayden terus merangkak menuju ruangan seseorang.
"Hei, apa kau Rayden? Apa-apaan kondisimu itu?!" Seseorang terkejut melihat kondisi Rayden yang memprihatinkan.
"Jangan pedulikan aku, bawa aku ke tempat Tuan,"
"Baiklah."
Singkat cerita, orang itu membawa Rayden ke sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang taktha.
"Tuan, Saya Rayden datang untuk memberi laporan."
Seorang pria duduk di kursi takhta. Ruangan sedikit gelap, sinar cahaya merah hanya menyinari bagian kakinya.
"Tidak perlu kau laporkan, aku sudah tahu semuanya,"
Rayden terlihat tenang mendengar suara Tuannya. "A-anda luar biasa, Tuan!"
"Rayden, menurutmu, siapa yang akan menang jika aku dan Elf itu bertarung?"
"Sudah pasti Anda yang menang, Tuan!"
Beberapa saat sebelum dia kabur, Rayden sempat melihat kekuatan Elf yang menolong para manusia itu. Dia terlihat tidak yakin dengan jawabannya, namun dia percaya Tuannya lebih kuat.
"Begitu, ya?"
"Eh?"
*Crack!
Sesuatu melahap tubuh Rayden dengan cepat tanpa meninggalkan bekas sedikit pun.
"Aku sudah menghabiskan 5% kekuatanku untuk menolong mereka berdua."
Seorang wanita berjalan menuju ke tempat Rayden sebelumnya.
"Darna, apa aku bisa mengalahkan dia?"
"Tentu saja, Tuanku, kekuatan dari Sang Agung Satan akan selalu bersama kita,"
"Kau benar. Aku bisa dengan mudah mengalahkan Elf itu."
Nama : Drac
Umur : 329
Ras : Vampire
Title : King of Vampire
Level : 992
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!