The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Budak



Chapter 25 : Pelelangan Budak


"Ah, jadi ini bajingan yang menguntit kita, ya?"


"Benar,"


Raja Iblis yang mengurus para komplotan ini. Sebenarnya, dia bisa saja dengan mudah menangkap mereka, namun hal itu sedikit beresiko. Aura Raja Iblis sangat mudah dirasakan oleh siapa pun, itu bisa membuat pihak Kerajaan curiga nanti. Karena itu aku menutup celah itu dengan Mana milikku.


Dan bajingan ini merupakan anggota dari Golden Blood. Nama yang konyol, sama seperti Sekte Hitam. Aku masih tidak tahu dari mana Maryna mendapatkan informasi tentang Golden Blood, mungkin dia membeli informasi dari Guild.


"Ratu, apa Saya boleh menginterogasinya?" tanya Raja Iblis.


Interogasi? Apa dia memiliki sihir pembaca pikiran?


"Lakukanlah,"


Penguntit itu bangun. Saat membuka matanya, dia terlihat panik ketika Raja Iblis menatapnya.


"Tidak! Tidak! Di mana aku?!" Dia meronta-ronta.


*Jleb


"Agh!"


Maryna menusuk kaki dan tangan penguntit itu dengan besi yang dibuat dari sihirnya.


Penguntit itu terdiam sambil menahan rasa sakit di tubuhnya. Air matanya keluar ketika Raja Iblis mulai mengalirkan sihir di tangan kanannya.


Aku sedikit kasihan padanya. Ngomong-ngomong, apa job yang dimiliki oleh penguntit ini? Huh ... dari penampilannya saja sudah terlihat bahwa dia seorang Asassin. Sama seperti penguntit yang ada di Kerajaan Maphas.


Perhatianku kembali pada Raja Iblis.


Raja Iblis mencekik leher penguntit itu, namun tidak mencekik dengan niat membunuh.


Apa itu sihirnya?


Perlahan mulut penguntit itu terbuka.


Ah, dia menggunakan sihir ini!


Sesuatu keluar dari mulutnya. Raja Iblis menarik semua kutukan yang dipasangkan di tubuh si penguntit. Kutukan itu berbentuk gumpalan berwarna hitam.


Sudah hal yang lazim memasang sihir kutukan pada setiap anggota di organisasi-organisasi kejahatan. Tujuannya adalah untuk menjaga rahasia. Jika salah satu anggota menyebut kata-kata tertentu, maka sihir kutukan akan aktif dan membunuhnya.


"Sekarang kau bebas berbicara," ucap Raja Iblis.


Penguntit itu hanya diam ketakutan.


*Tok Tok Tok


"P-pemisi, Nona Alissa, apa kau akan makan malam di penginapan?" Suara dari wanita kelinci di luar.


Dia membuatku terkejut!


"Ah, kami akan makan malam di luar,"


"Apa ada sesuatu di dalam?"


"Tidak, dua temanku hanya sedang bersenang-senang,"


"Baiklah," Wanita kelinci itu pergi.


Huuuh ... hampir saja. Salahku juga melakukan hal ini di penginapan.


"Siapa kalian?" Penguntit itu bertanya dengan wajah datar.


Pupil matanya memerah.


"Dia dikendalikan!" Maryna langsung mengeluarkan pedangnya.


Raja Iblis menahannya. "Tunggu, Maryna,"


"Aku tanya sekali lagi, siapa kalian?" Dia berbicara dengan nada yang sedikit menekan.


Seharusnya sihir pengendali ini ikut terangkat bersama sihir kutukan.


"Kami adalah Petualang dari Kekaisaran," jawab Raja Iblis.


"Apa urusan kalian datang ke sini?"


Bajingan ini banyak bertanya!


Aku menekan wajahnya dengan tangan kananku. "Hei, aku tidak butuh omong kosongmu, datanglah ke sini jika ingin tahu siapa kami,"


"Tch! Kalian tidak tahu sudah berurusan dengan siapa?!"


Aku melacak orang yang mengendalikannya dengan skill milikku. Selama aku menyentuhnya, akan sangat mudah menemukannya.


Beberapa kilometer ke timur. Rumah besar, banyak penjagaan, di ruang bawah tanah yang luas. Aku menemukannya!


"Mana Absorption." Aku menyerap Mananya. "Selamat tidur,"


"Apa Anda menemukan sesuatu, Ratu?" tanya Raja Iblis.


"Orang yang mengendalikannya tidak jauh dari sini,"


"Kalau begitu, ayo pergi!" Maryna dengan cepat berubah ke wujud sejatinya.


*Tak!


Raja Iblis memukul kepala Maryna.


"Jangan terburu-buru,"


Sepertinya rumah itu milik Baron. Ada sesuatu di ruang bawah tanahnya yang luas itu. Ada jalan yang menuju ke ruang bawah tanah lainnya, berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya. Tidak diragukan lagi, itu tempat pelelangan budak.


"Kalian berdua, dengarkan aku,"


Aku menjelaskan semua yang kulihat pada mereka berdua.


"Jadi begitu. Maksud Anda rumah Baron merupakan tempat pelelangan budak?" tanya Raja Iblis.


"Benar. Kemungkinan acara pelelangan akan dimulai malam ini, itu terlihat dari beberapa orang yang mengenakan topeng datang membeli sesuatu di pintu masuk pelelangan,"


Aku mengangguk. "Kita akan menyamar, orang yang mengendalikan sebelumnya pasti sudah melihat wajah kita,"


Raja Iblis dan Maryma membungkuk. "Sesuai keinginan Anda,"


 ------------------------------


Malam Harinya.


"Apa kalian yakin tidak ingin makan malam di sini?"


"Kami ada urusan penting di luar, Nona Melissa,"


"Baiklah, berhati-hatilah,"


Uh ... kelinci itu benar-benar menggemaskan.


Baiklah, waktunya pindah tempat!


Aku menggunakan teleportasi menuju wilayah di sekitar rumah Baron.


"Saatnya memulai rencana,"


"Dimengerti." Maryna langsung menghilang.


Maryna menggunakan sihir tak terlihat tingkat tinggi yang sama seperti pada saat turnamen di Kekaisaran.


"Arys, mulai dari sini, jangan lakukan hal yang ceroboh,"


Raja Iblis menganggukan kepalanya.


Aku dan Raja Iblis berjalan menuju ke rumah lelang.


Saat ini aku menggunakan wujud Keres. Kebetulan Keres mengenakan gaun hitam panjang seperti Bangsawan. Kemudian, Raja Iblis ... dia kembali ke wujud normalnya. Dia juga mengenakan gaun yang biasa ia pakai. Hanya saja, tanduknya tidak bisa disembunyikan. Beruntungnya para tamu hadir dengan mengenakan topeng dan aksesoris tambahan lainnya. Ini seperti pesta kostum. Raja Iblis tak akan mudah dikenali, karena beberapa tamu juga mengenakan aksesoris tanduk di kepalanya.


Kami tepat berada di depan pintu masuk.


"Silahkan lewat." Para penjaga membukakan pintu.


Kami tidak memiliki tiket. Reaksi penjaga itu disebabkan oleh sihir yang digunakan Maryna. Saat ini Maryna sedang menelusuri tempat pelelangan.


Cahaya terang dari lampu yang diisi sihir sangat menyilaukan, para tamu berjalan menuju tempat pelelangan.


Tempat ini benar-benar mewah. Sangat mustahil seorang Baron memiliki tempat mewah seperti ini.


Aku dan Raja Iblis duduk di bagian tengah.


Tempat duduk yang sangat nyaman. Seperti di duniaku, kursi ini memiliki serat kapas di dalamnya.


Seseorang berjalan di atas panggung. Mengenakan pakaian kemeja putih dengan dasi kupu-kupu.


"Baiklah, para hadirin! Acara akan segera kita mulai." Orang itu berbicara dengan item pengeras suara.


Tunggu ... apa ini hanya tempat lelang budak? Keberadaan item yang dipegang pemandu acara itu menyadarkanku.


[Yang Mulia Arys, Ratu Keres.] Maryna menghubungi kami berdua dengan telepati.


[Apa kau menemukan sesuatu, Maryna?] tanya Raja Iblis.


[Benar, Saya menemukan penjara yang mengurung para budak. Saya juga sudah memanipulasi seluruh penjaga dengan sihir ilusi,]


[Kerja bagus, bersiaplah di tempatmu,]


[Baik, Yang Mulia,]


Maryna sangat cekatan. Aku sedikit iri pada Raja Iblis.


"Untuk barang pertama malam ini! Kami mempersembahkan pada para hadirin sekalian!" Pemandu acara mengangkat tangannya.


Tirai merah terbuka.


Seorang wanita berdiri dengan leher yang dirantai. Rambutnya pirang dengan telinga panjang.


Seorang Elf.


"Elf ini merupakan seorang Magic Caster! Dia juga berbakat dalam melakukan pekerjaan rumah!"


Para tamu berbisik-bisik.


"Baiklah! Kita buka dengan 100 koin emas!"


Harga yang cukup mahal.


"500 koin emas!" Para tamu mulai menawarkan harga mereka.


600, 700! Para Bangsawan yang mengerikan.


"700 koin emas! Apa ada yang ingin menambah lagi?" tanya pemandu acara.


Tak ada reaksi dari para tamu.


"Terjual! Mari kita lanjutkan!"


Raja Iblis menyentuh tanganku. "Ratu, rencana akan dimulai dari sini,"


Aku hanya diam mendengarnya.


"Seharusnya kami meletakan ini di bagian akhir! Akan tetapi, atas permintaan dari tuan rumah, maka kami akan mengeluarkan barang bagus ini di awal,"


Tirai terbuka.


"Waaah ...." Para tamu tercengang dengan apa yang mereka lihat.


"Barang kali ini adalah ... Iblis!"


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22