The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Vampir



Chapter 47 : Menemukan Jejak


Sudah satu bulan sejak kejadian penyerangan oleh pemberontak. Aktivitas telah kembali berjalan dengan lancar, bangunan-bangunan telah sepenuhnya diperbaiki. Sekarang aku telah kembali ke rutinitasku, menjadi seorang murid.


Saat ini Akademi Sihir sedang libur 3 hari, tidak diketahui apa sebabnya. Dan aku tidak ada kerjaan hari ini. Sosok Alissa Hart telah kembali ke kerajaannya, dan kerja sama telah dilakukan. Aku menggunakan permintaan khususku untuk menjadikan Hela sebagai sales di bisnis tongkat sihir. Aku sudah tidak memerlukan item mereka, karena kekuatanku telah kembali, walau kurang dari setengahnya, sih.


Saat ini, aku berada di kamar asrama, berbaring seperti seorang pemalas. Delila juga ikut berbaring di sebelahku, sepertinya dia juga tertular. Tidak ada Elina di sini, aku memaksanya pulang dan kembali mengurus kerajaan. Aku tahu pasti itu sangat merepotkannya, tapi ini demi kebaikannya juga, aku tak ingin mereka berkeliaran di luar.


"Ibu, apa Ibu tidak melupakan sesuatu?"


"Hmmm ...?"


"Soal vampir yang kutangkap. Mereka hampir mati karena kekurangan darah di dalam ruang dimensi."


Ah ... aku melupakannya. Urusan kerja sama benar-benar mengalihkan perhatianku.


"Keluarkan dia, Delila."


Delila mengeluarkan seseorang dari ruang dimensinya. Dia adalah orang yang dilawan naga hitam peliharaan Hela.


Dia tergeletak lemas tak berdaya, karena tidak menerima darah selama sebulan. Itu merupakan siksaan bagi vampir, bahkan di game aku selalu membeli banyak potion darah untuk makanan Rayna.


Delila tidak membawa potion darah, karena itu berada di penyimpanan dimensi pribadiku. Apa aku bisa membuka penyimpananku?


Tanganku mulai meraba-raba udara, aku berusaha memusatkan energi sihirku di telapak tanganku.


Ayo, bekerjalah!


"Huh?" Tanganku tertelan oleh sesuatu.


Berhasil! Aku berhasil menggunakan penyimpanan dimensiku!


"Selamat, Ibu!" Delila tampak senang dengan pencapaianku.


Heh? Kenapa aku jadi terlihat menyedihkan seperti ini?


"Eheem ... ini tidak sulit."


Aku mengambil sebuah botol kecil berbentuk bulat berisikan darah segar.


Ini adalah potion darah. Menurut deskripsinya, ini merupakan darah milik naga emas yang berusia 5000 tahun. Yah, itu hanya sebuah deskripsi, kebradaan naga emas tidak pernah terekspos. Namun, ada guild penjelah yang mengaku pernah dibantai oleh naga emas. Guild penjelajah itu memiliki kekuatan setara denganku, mereka terkenal di Magic Infinity. Naga emas itu pasti jauh lebih kuat dariku, dia dengan mudah membantai mereka.


Untuk berjaga-jaga, Delila mengikat tangan dan kakinya dengan sihir pengekang tingkat 15 yang berbentuk tali tambang.


Sebuah tali tambang, tapi berada di tingkat 15, sungguh aneh.


"Biar Saya yang menuangkan potion itu, Ibu," pinta Delila dengan sedikit kerutan di dahinya.


"Y-ya."


Kenapa anak ini?!


Delila menuangkan potion darah ke mulut vampir itu.


Tubuh vampir itu perlahan mulai kembali terisi, dia sangat kurus sebelumnya.


Matanya terbuka.


"Huwaaa!" Vampir itu langsung berteriak dan meronta.


Dia menggeliat seperti cacing karena kedua tangan dan kakinya diikat.


*Bugh!


Delila menginjak perut vampir itu sampai meninggalkan bekas di perutnya.


Vampir itu diam.


Yah, level-nya hampir 900, kekerasan akan sangat diperlukan.


"Hei, apa kau sudah tenang?" tanyaku


"S-siapa kalian?" Vampir itu terlihat belum sadar sepenuhnya.


Kami mendiamkan vampir itu, karena dia masih belum sadar sepenuhnya. Kami menunggunya sampai dia tenang.


Vampir itu mencoba melepas ikatan di tangan dan kakinya. Namun, itu semua hanya akan membuatnya semakin lemah, karena tali itu akan menghisap energinya setiap kali dia memberontak.


Dia mulai tenang, tapi dia ketakutan karena aku dan Delila terus menatapnya.


"Apa kau sudah tenang?"


Vampir itu mengangguk.


Delila kembali memberinya potion darah.


Wajah vampir itu terlihat terkejut. "S-sensasi apa ini?"


"Apa kau baru pertama kali mencoba ini?"


"I-iya. Darah itu luar biasa, bahkan kendali atas tubuhku telah kembali,"


"Kendali?"


Vampir itu terlihat panik.


Wah, wah, tanpa harus bersusah payah, dia malah memberi kami informasi dengan suka rela.


"Delila, periksa tubuhnya, dan pastikan tidak ada sihir atau kutukan di tubuhnya,"


"Baik."


Orang ini tidak sepenuhnya vampir, lebih tepatnya setengah vampir. Level-nya juga tidak normal untuk seukuran manusia. Tubuhnya sudah lama beradaptasi dengan darah vampir, dengan begitu dia secara perlahan menjadi vampir.


Permasalahannya adalah siapa vampir yang memberinya darah? Pasti dia sudah memiliki banyak boneka di tangannya, akan sangat mudah untuk melakukan pekerjaan apa pun tanpa harus mengotori tangannya.


"Ibu, pemeriksaan telah seselai. Tidak ada tanda kutukan maupun pengendali di tubuhnya."


Dia terlalu ceroboh dengan hanya meninggalkan pengendali darah padanya. Padahal aku yakin orang ini pasti salah satu kaki tangannya, itu karena level-nya tinggi, tidak mungkin dia hanya anggota biasa.


"B-baiklah. Tapi, apa aku bisa mendapatkan darah itu lagi?"


Lihatlah ini, hanya karena potion darah, dia rela membuang kesetiannya.


"Tentu saja."


Sebelum itu ...


[Delila, bawa Rayna ke sini.]


[Baik.]


"Pertama, siapa kau dan dari mana asalmu?"


"Namaku Cura, aku berasal dari Kerajaan Nagad,"


"Nagad?"


"Benar. Nagad berada di selatan."


Aku belum pernah mendengar namanya. Aku bisa tanya Erish nanti.


"Apa tujuan kalian di tempat ini?"


"Kami hanya ingin mencari korban wanita untuk upacara kebangkitan,"


"Kebangkitan? Untuk siapa?"


"Satan."


Heh?


Delila langsung mencekik Cura hingga ia susah untuk bernapas. "Katakan, di mana Satan berada?"


Delila masih marah karena kejadian yang menimpa Rayna waktu itu.


Aku memegang pundak Delila dari belakang. "Delila, tenanglah."


"Jadi, kalian penyembah Satan?"


"B-benar, Nona."


Sial, jadi ternyata benar. Jubah merah yang dikenakan oleh para pemberontak memang jubah penyembah Satan.


"Katakan semua informasi tentang penyembah Satan,"


"Baik, Nona."


 ----------------------------------------


Cura bercerita hampir sejam. Banyak informasi tentang penyembah Satan yang kudapatkan. Terutama tempat persembunyian mereka.


Pertama, markas utama mereka berada di Kerajaan Nagad. Sang Raja adalah vampir yang sedang menyamar menjadi Raja di kerajaan itu, dialah pemimpin sekte Satan tersebut.


Kedua, mereka memiliki banyak cabang hampir di seluruh dunia. Bahkan Kekaisaran dan Kerajaan Elf juga tak luput menjadi salah satu dari cabang mereka.


Ketiga, mereka memiliki banyak metode untuk membangkitkan Satan. Saat kejadian di Kerajaan Karibian, mereka menggunakan Mana satu penduduk kota untuk membangkitkan Satan menggunakan item yang disebut pecahan dari tubuhnya. Dan para vampir di sini menggunakan tubuh wanita muda untuk membangkitkannya. Metode utama mereka adalah menggunakan para wanita muda sebagai tumbal. Aku tak tahu kenapa, mungkin Satan adalah orang mesum.


Masih banyak lagi, aku harus waspada.


"Hanya itu yang bisa kukatakan, Nona. Aku akan memberitahumu lagi jika telah mengingat sesuatu,"


"Tidak masalah."


Aku tidak ingin memaksanya. Bahkan aku bisa menggunakan pembaca pikiran padanya. Yah, membuat seseorang nyaman adalah cara paling ampuh untuk menjinakkannya.


Sebuah portal sihir muncul. Seorang wanita muncul dari portal itu.


Rambut putih yang cerah, mata merah seperti darah.


"Rayna, akhirnya kau datang."


"Ibu!"


Rayna langsung melompat dan memelukku.


"Apa kau baik-baik saja di sana?"


"Iya, Ibu." Rayna masih memelukku.


Sepertinya dia benar-benar kesepian tanpaku. Aku masih tidak bisa memahami bagaimana perasaannya terhadapku sebenarnya.


Sesuatu terasa seperti sedang menusuk leherku.


Ini, 'kan ...?


"Rayna! Dasar gila!" Delila langsung menarik tubuh Rayna dari belakang.


"Apa yang kau lakukan, Delila?!"


"Akan kupatahkan gigimu itu!"


Rayna cemberut memalingkan wajahnya dari kami.


"Huh ... Ibu, siapa setengah vampir ini?" Pandangan Rayna kebetulan mengarah pada Cura.


"Kau juga menyadarinya, ya?"


Rayna mengangguk.


"T-rue Vampire," ucap Cura dengan wajah penuh kekaguman.


Ini alasanku membawa Rayna.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE!