
Erica menelpon Evan untuk memberitahu bahwa akan berkumpul dirumahnya siang nanti.
"Aku sampai lupa menelpon Evan tadi malam!" ucap Erica sambil mengeluarkan handphonenya.
"Tadi malam kan dirimu sibuk berbicara dengan Nadira makanya lupa!" ucap Maya.
"Ooo iya betul juga! aku harus menelponnya sekarang!" ucap Erica.
"Kring kring kring" Suara handphone Evan berbunyi.
"Halo Erica" ucap Evan menjawab telpon dari Erica.
"Halo Evan! maaf mengganggumu, apa siang ini kau bisa kerumahku?" tanya Erica.
"Apa hari ini semuanya berkumpul untuk membicarakan sidang besok?"
"Iya Evan! Nadira juga sudah setuju untuk membantu kita," ucap Erica.
"Syukurlah kalau begitu! baiklah siang nanti aku akan kerumahmu, apalagi aku juga sudah rindu ingin bertemu pacarku," ucap Evan menggoda Erica.
"Baru juga 1 hari kita tidak bertemu," ucap Erica malu.
"Walaupun 1 hari tapi jika rindu bagaimana coba? setiap waktu kau selalu berada di pikiranku!" ucap Evan.
"Ah Evan kau bisa saja berbicara begitu," ucap Erica tersipu malu.
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti siang Erica," ucap Evan.
"Iya Evan," ucap Erica sambil menutup telponnya.
"Ehm, mulai lagi deh yang menggombal pagi pagi," ucap Maya tersenyum melihat Erica.
"Apaan sih, Maya," ucap Erica malu.
"Evan orangnya sangat baik loh! tampan lagi siapa saja pasti akan menyukai Evan," ucap Tasya.
"Mungkin jika dia menjadi artis pasti akan sangat terkenal dengan wajah setampan itu," ucap Maya.
"Apa aku tidak cocok menjadi pacarnya Evan?" ucap Erica.
"Tentu saja cocok dong! temanku satu juga sangat cantik dan baik hati!" ucap Maya.
"Betul itu, kalian pasangan yang sangat serasi! aku penasaran bagaimana setelah kalian menikah dan memiliki anak! pasti mereka akan sangat tampan dan cantik," ucap Tasya menggoda Erica.
"Kenapa kalian sampai berbicara kearah sana! tentu masih lama sampai kesitu, apalagi sekarang kita masih sama sama sekolah!" ucap Erica malu.
"Tidak apa dong, jika berandai andai!" ucap Maya tersenyum.
Sementara itu dirumahnya Evan saat sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah Erica, ibunya Evan mendekati anaknya yang sedang berada di dalam kamar.
"Tok tok tok" Suara ibunya Evan mengetuk pintu kamar.
"Boleh ibu masuk ke kamarmu Evan?"
"Masuk saja bu!" teriak evan dari dalam kamar.
"Kreek" Ibunya Evan membuka pintu kamar.
"Kau akan bersiap siap pergi kemana Evan?"
"Aku akan pergi kerumah Erica bu."
"Apa Erica itu pacarmu sekarang?" tanya Ibunya Evan penasaran.
"Iya bu," jawab Evan.
"Kenapa kau belum mengenalkannya pada ayah dan ibu?"
"Ehm, maaf bu! aku belum sempat mengenalkan kalian pada Erica," ucap Evan.
"Kalau boleh tahu siapa nama ayah dan ibunya?" tanya Ibunya Evan.
"Nama ayahnya Pak Daniel dan ibunya Bu Rosa," jawab Evan.
"Apa pekerjaan orang tuanya?"
"Ayahnya Pak Daniel mempunyai perusahaan sendiri dan ibunya mengelola yayasan," jawab Evan.
"Apa nama perusahaannya Evan?" tanya Ibunya Evan penasaran.
"Ibu pasti tahu D&R grup itu perusahaan milik ayahnya Erica!" jawab Evan.
"Iya bu! apa ibu mengenal Pak Daniel?"
"Siapa yang tak mengenal dia Evan! dia orang yang terkenal di kota ini! perusahaan dia juga bekerjasama dengan perusahaan tempat ayahmu bekerja!" ucap Ibunya Evan.
"Ada apa ini sudah berkumpul kenapa tidak mengajak ayah?" ucap Ayahnya Evan juga masuk ke dalam kamarnya Evan.
"Ayah tahu tidak siapa pacar Evan sekarang!" ucap Ibunya Evan senang.
"Memangnya siapa sampai membuat ibu sangat senang begitu?" tanya Ayahnya Evan penasaran.
"Ayah pasti mengenal Pak Daniel yang bekerjasama dengan perusahaan tempat ayah bekerja," ucap Ibunya Evan.
"Tentu saja ayah mengenal Pak Daniel, ayah sering bertemu dengannya saat rapat bersama pak direktur! memangnya kenapa ibu bertanya?"
"Evan berpacaran dengan anaknya Pak Daniel!" ucap Ibunya Evan.
"Apa! benarkah itu Evan?" tanya Ayahnya Evan.
"Iya betul yah! tapi kenapa ayah dan ibu sangat senang aku berpacaran dengan Erica?" tanya Evan heran.
"Tentu saja ayah dan ibu sangat senang mendengar itu! masa depan akan sangat cerah jika bersama anaknya Pak Daniel! ibu dan ayah sangat merestui kalian sampai ke jenjang pernikahan," ucap Ibunya Evan.
"Betul kata ibumu Evan, mereka keluarga yang sangat terpandang akan sangat beruntung jika bisa berbesan dengannya!" ucap Ayahnya Evan.
"Ayah dan ibu bicara apa sih? Evan masih berpacaran dengannya, malah berkhayal sampai pernikahan itu masih lama," ucap Evan.
"Tidak apa apa masih lama yang penting itu pasti! betul tidak yah?" ucap Ibunya Evan.
"Tentu sangat betul sekali bu! ayah dan ibu mendukung 100% hubunganmu dengan anaknya Pak Daniel," ucap Ayahnya Evan.
"Kapan kau akan mengajak dia kerumah dan memperkenalkannya pada ayah dan ibu?" tanya Ibunya Evan.
"Nanti Evan akan bertanya dulu padanya kapan dia bisa kemari," jawab Evan.
"Lebih cepat lebih baik kau mengajaknya kemari! ibu dan ayah sangat penasaran dan ingin bertemu dengannya," ucap Ibunya Evan.
"Baiklah! Ooo iya kapan kak jenni pulang dari london?" tanya Evan.
"Mungkin lusa dia pulang! pasti dia pulang juga jarang berada dirumah karena tugasnya!" ucap Ibunya Evan.
"Namanya juga punya anak yang bekerja sebagai polisi wanita! kak jenni juga sangat hebat bisa terpilih ikut untuk pelatihan di luar negeri!" ucap Evan.
"Kau ajak pacarmu kemari setelah kakakmu pulang saja, sekalian biar kakakmu bisa mengenal calon adik iparnya," ucap Ibunya Evan.
"Baiklah kalau begitu, Evan akan bertanya pada Erica apa dia mau kemari lusa nanti," ucap Evan.
"Jangan lupa memberitahu ayah dan ibu jika dia bisa kemari! kita harus mempersiapkan semua terlebih dahulu betul tidak yah?"
"Betul bu, kita harus membuat kesan pertama yang baik pada pacarnya Evan," ucap Ayahnya Evan.
"Apa apaan sih ayah dan ibu! Erica orangnya sangat baik dan tidak menilai orang lain dari materi walaupun dia sangat kaya!" ucap Evan.
"Itu malah lebih bagus lagi! berarti dia memang benar benar menantu idaman," ucap Ibunya Evan.
"Evan mau pergi kerumahnya Erica hari sudah siang," ucap Evan sambil merapikan pakaiannya.
"Dandan yang rapi dan bagus! pasti kau akan bertemu dengan orang tuanya juga kan?" tanya Ibunya Evan.
"Iya semuanya berkumpul hari ini," jawab Evan.
"Bagus itu, jangan berbuat sesuatu yang bisa membuat malu dirimu Evan," ucap Ayahnya Evan.
"Haah, iya ayah! iya ibu Evan akan sangat berhati hati dan sangat sopan di depan orang tuanya Erica," ucap Evan.
"Good itu baru anak ayah dan ibu," ucap Ibunya Evan sambil tersenyum.
"Evan mau pergi dulu kerumah erica," ucap Evan.
"Baik sayang hati hati di jalan," teriak Ibunya Evan.
"Iya bu," ucap Evan sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Ayah kita sangat beruntung Evan bisa berpacaran dengan anaknya Pak Daniel," ucap Ibunya Evan senang.
"Benar bu, ayah berharap Evan bisa berjodoh dengan anaknya Pak Daniel," ucap Ayahnya Evan.
Setelah berbicara dengan orang tuanya Evan langsung pergi menuju rumahnya Erica. Orang tuanya Evan sangat senang mendengar Evan yang berpacaran dengan Erica anaknya Pak Daniel. Evan mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama jenni yang bekerja sebagai polisi wanita.