ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 52



Sementara itu Rian pergi menemui seseorang di sebuah rumah yang juga miliknya malam itu. Rian pergi ke sana seorang diri tanpa satu orang pun yang tahu. Setelah sampai di sana Rian langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu rumah itu.


"Tok tok tok" Suara Rian mengetuk pintu.


"Siapa!" Teriak suara dari dalam rumah.


"Ini aku Rian."


"Kreek" Suara membuka pintu.


"Pak Rian anda baru datang sekarang."


"Maaf aku baru datang sekarang, bagaimana keadaannya? apa terjadi sesuatu?" tanya Rian.


"Dia menunggu anda dari tadi, semuanya baik baik saja," jawab Pelayan wanita itu.


"Baiklah aku akan segera menemuinya sekarang, dimana dia?" tanya Rian.


"Dia sedang berada di kamarnya."


Pelayan wanita itu menutup pintu dan Rian berjalan menuju ke kamar untuk menemui orang itu.


"Kreek" Suara membuka pintu.


"Apa anda sudah ingin tidur?" tanya Rian.


"Rian! sudah lama kau tidak kemari."


"Maaf bu, beberapa hari ini aku sangat sibuk jadi tidak bisa sering kemari," jawab Rian.


Rian berjalan masuk ke dalam kamar, dan duduk di samping ibu itu. Ternyata selama ini Rian menyembunyikan Ibunya Maya di rumah miliknya yang lain. Rian merasa khawatir dengan Ibunya Maya selama ini karena yang terjadi pada Maya yang menghilang tiba tiba. Rian merasa jika orang jahat yang mencelakai Maya berada di dekat mereka, maka Rian langsung menyembunyikan Ibunya Maya tanpa ada satu orang pun yang mengetahuinya. Nama dari Ibunya Maya adalah Widia.


"Bagaimana kabarmu Rian? apa kesehatanmu sudah membaik?" tanya Ibunya Maya.


"Aku baik baik saja, kesehatanku juga sudah membaik, bagaimana dengan ibu sendiri? apa selama berada disini mengalami suatu kesulitan atau yang lainnya?" tanya Rian.


"Aku baik baik saja dan sangat sehat semua berkat dirimu Rian, kau telah melakukan semuanya dengan baik dalam merawatku selama satu tahun ini, ibu benar benar berterimakasih padamu," jawab Ibunya Maya.


"Syukurlah jika ibu baik baik saja dan suka tinggal disini," ucap Rian.


"Rian, apa kau telah berhasil menemukan petunjuk dimana keberadaan Maya saat ini?"


"Maaf bu, aku belum mendapatkan petunjuk apapun tentang Maya sampai saat ini, tapi kemarin ada dua orang yang menemuiku mereka bernama Erica dan Evan, mereka bilang jika mereka adalah temannya Maya, mereka menanyaiku semua tentang Maya dan juga mereka berniat ingin mencari Maya, apa ibu pernah mendengar jika dari Maya tentang mereka berdua?" tanya Rian.


"Erica dan Evan, seperti apa penampilan mereka berdua?"


"Sepertinya mereka masih seorang siswa sekolah SMA, mereka juga menanyakan keberadaan ibu padaku," ucap Rian.


"Apa kau memberitahu tentang keberadaanku?"


"Tentu saja tidak bu, aku belum percaya kepada mereka berdua, apalagi itu baru pertama kali kita bertemu, kita saja sampai sekarang belum menemukan orang yang telah mencelakai Maya, aku merasa jika orang itu selalu mengawasi kita," ucap Rian.


"Sepertinya Maya tidak mempunyai teman yang masih bersekolah, cuma ibu juga tidak begitu tahu, bisa saja mungkin memang temannya Maya, dengan sifatnya Maya yang selalu ramah pada orang lain mungkin saja bisa mereka secara tidak sengaja berteman," jawab Ibunya Maya.


"Aku akan melihat dan memperhatikan mereka terlebih dahulu, jika memang mereka benar benar ada di pihak kita, aku akan memberitahu semua yang kutahu tentang Maya," ucap Rian.


"Baiklah kalau begitu, ibu sangat berharap jika Maya dapat segera di temukan, ibu sangat khawatir dengannya."


"Tentu bu, aku akan terus berusaha untuk menemukan Maya bagaimanapun caranya," ucap Rian.


"Terimakasih Rian, kau telah banyak membantu untuk mencari Maya dan melindungi ibu selama ini," ucap Ibunya Maya.


"Tak perlu berterimakasih bu, ini memang sudah tugasku untuk melindungi ibu dan mencari Maya, karena aku sangat mencintai Maya lebih dari apapun," ucap Rian.


Rian lalu memeluk Ibunya Maya untuk menenangkannya.


"Ibu tenang saja, kita pasti akan segera menemukan Maya dan menghukum orang yang telah mencelakainya," ucap Rian.


"Apa ada orang yang tahu tentang penyakitmu Rian?" tanya Ibunya Maya sambil mengusap air matanya.


"Tidak ada yang tahu jika aku berbohong tentang penyakit yang aku derita," jawab Rian.


"Kenapa kau berbohong dengan semua orang tentang penyakitmu?"


"Karena aku ingin jika orang yang berbuat jahat pada Maya tidak mencurigaiku, karena aku merasa jika orang itu ada di sekitar kita, aku juga menyuruh beberapa orang untuk mencari Maya, jika mereka tahu aku sehat dan tidak sakit aku pasti akan terus di awasi oleh orang itu," jawab Rian.


"Jadi termasuk semua orang yang ada di dekatmu juga tak mengetahui jika kau berbohong tentang penyakit kanker otak itu?" tanya Ibunya Maya.


"Iya bu, semua orang tak mengetahui kebohonganku, hanya ibu dan aku yang tahu dan juga Bu Vira yang ada dirumah ini," jawab Rian.


"Apa Vira bisa kita percaya untuk merahasiakan semua ini?"


"Ibu tenang saja, Bu Vira adalah orang kepercayaanku dia juga dulu adalah orang kepercayaan ayah dan ibuku sebelum mereka meninggal dunia, Bu Vira dia orang yang tidak bisa kita remehkan kemampuannya," ucap Rian.


"Apa maksudmu Rian?"


"Bu Vira dia mantan tentara wanita, dia menjadi pengawal pribadi ayah dan ibuku setelah dia keluar dari satuan tempat dia bekerja, dia orang yang sangat hebat, aku juga sengaja membuat dia di pecat satu tahun lalu agar bisa menemani ibu disini tanpa ada yang mencurigainya," jawab Rian.


"Aku tidak tahu jika Vira adalah mantan tentara wanita, berarti dia orang yang sangat hebat seperti Maya," ucap Ibunya Maya.


"Kira kira seperti itu, dia hampir mirip dengan Maya," ucap Rian tersenyum.


"Maya orang yang sangat keras dengan kemauannya, dia juga tidak tahan jika melihat orang lain yang berbuat jahat, pasti dia akan langsung menghajar mereka, dia dari kecil sudah seperti itu sangat berani dan tak memiliki rasa takut sedikitpun," ucap Ibunya Maya.


"Maya dia orang yang sangat kuat dan hebat pasti tidak akan terjadi apa apa padanya, kita harus percaya padanya bu," ucap Rian.


"Iya Rian, ibu akan selalu berdoa jika Maya selalu di lindungi dimanapun dia berada saat ini," ucap Ibunya Maya.


"Aku harus segera pergi sekarang, jika aku terlalu lama pergi nanti orang lain akan curiga padaku," ucap Rian.


"Baiklah Rian, hati hati di jalan," ucap Ibunya Maya.


"Tentu bu, pergilah tidur dan istirahat yang cukup, aku akan pulang sekarang," ucap Rian.


Kemudian Rian berjalan keluar dari kamar dan menemui Bu Vira yang sedang menunggunya di depan pintu kamar.


"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" tanya Bu Vira.


"Aku akan tetap berusaha mencari orang yang telah mencelakai Maya dan mencari tahu keberadaan Maya saat ini," jawab Rian.


"Apa anda telah mendapatkan petunjuk?"


"Aku belum mendapatkan petunjuk apapun sampai saat ini, hanya aku merasa jika orang itu berada di sekitar kita, jadi kita harus tetap berhati hati jangan sampai ada orang yang curiga pada kita, kau lindungi saja Ibunya Maya disini" ucap Rian.


"Baik Pak Rian," ucap Bu Vira.


"Aku akan pulang kerumah, sampai jumpa lagi Bu Vira," ucap Rian.


"Hati hati di jalan Pak Rian," ucap Bu Vira.


"Tentu saja," ucap Rian tersenyum.


Lalu Rian pergi dari rumah itu dan langsung masuk ke dalam mobil dan menuju pulang kerumahnya.