
Ayah dan ibunya rio menunggu sambil duduk di dalam rumah dukun itu. Tak lama kemudian muncul seorang laki laki sekitar berumur 30 tahun memakai pakaian serba hitam. Dia berjalan mendekati ayah dan ibunya rio.
"Apa kalian mencariku?" tanya laki laki itu.
"Apa kau dukun yang terkenal itu?" tanya ayahnya rio.
"Perkenalkan namaku adrian! betul aku dukun dirumah ini, sebenarnya aku sudah memiliki kemampuan ini semenjak aku masih kecil!" jawab laki laki itu.
"Apa anda memiliki kekuatan ini secara turun temurun?" tanya ayahnya rio.
"Betul! ayahku juga seorang pengusir hantu, sebelum dia meninggal dunia! setiap anggota keluarga pasti salah satu keturunan akan menuruni kekuatan itu!" ucap dukun itu.
"Wanita yang tadi membukakan pintu apa dia dukun juga?" tanya ibunya rio penasaran.
"Dia kakak perempuan saya! kami hanya tinggal berdua disini semenjak orang tua kami meninggal dunia! dan dia bukan dukun!"
"Yah ternyata dukunnya masih muda dan tampan juga!" bisik ibunya rio.
"Hussst jangan asal bicara kamu nanti dia bisa marah pada kita!" bisik ayahnya rio.
"Maksud kami datang kemari ingin meminta bantuan anda!" ucap ayahnya rio.
"Bantuan apa yang kalian inginkan?" tanya dukun itu.
"Kami diganggu oleh hantu!" ucap ibunya rio.
"Ehm ternyata persoalan hantu! apa kalian pernah berbuat kesalahan pada hantu di semasa hidupnya?" tanya dukun itu.
"Soal itu sebenarnya anak kami tak sengaja telah membunuhnya!" ucap ayahnya rio.
"Apa dia seorang hantu wanita?" tanya dukun itu.
"Iya betul dia hantu wanita!" ucap ayahnya rio.
"Baiklah aku akan mencoba membantu kalian!"
"Terimakasih banyak!" ucap ayahnya rio.
"Tapi aku tak menjamin bisa mengusir dia sepenuhnya! sepertinya dia sangat dendam pada kalian! sehingga sulit untuk mengendalikan arwahnya!"
"Besok adalah hari persidangan anak kami! kami ingin dia tak mengganggu untuk beberapa saat ini! jika memungkinkan apa bisa hantu itu di lenyapkan saja!" ucap ibunya rio.
"Kenapa kau ingin melenyapkannya? bukankah memang kalian yang bersalah padanya!"
"Tetapi kami sudah meminta maaf dan ingin berdamai dengan keluarganya!" ucap ibunya rio.
"Menurutku kau hanya mementingkan dirimu sendiri nyonya tanpa menghiraukan orang lain di sekitarmu! auramu benar benar sangat buruk!" ucap dukun itu.
"Kenapa kau bilang begitu tentangku?" tanya ibunya rio penasaran.
"Aku hanya mengatakan apa yang kulihat saja!" ucap dukun itu sambil tersenyum.
Ayah dan ibunya rio hanya terdiam dengan semua ucapan dukun itu.
"Ayo kita pergi sekarang! sepertinya kalian akan mendapatkan kunjungan lagi malam ini!" ucap dukun itu.
"I...iya mari silahkan masuk ke dalam mobil kami!" ucap ayahnya rio.
"Kata kata dia benar benar sangat tajam sekali!" ucap ibunya rio kesal.
"Jangan asal bicara nanti malah dia tak mau membantu kita!" ucap ayahnya rio.
"Iya" jawab ibunya rio.
"Mari silahkan masuk kedalam mobil!" ucap ayahnya rio.
"Terimakasih" ucap dukun itu.
"Ayo bu cepat masuk ke dalam mobil sebentar lagi sudah mau malam!" teriak ayahnya rio.
"Iya baiklah!" ucap ibunya rio.
"Dukunnya benar benar menyebalkan untung saja dia tampan!" ucap ibunya rio di dalam hati.
"Tidak! dia tidak suka keramaian!" ucap dukun itu.
"Ah iya baiklah! ayo kita berangkat sekarang kerumah sakit!" ucap ayahnya rio sambil menjalankan mobilnya.
"Mereka berdua kakak dan adik juga sama sama aneh!" ucap ibunya rio di dalam hati.
Setelah sampai dirumah sakit orang tua rio dan dukun itu langsung masuk dan menuju ke ruangan tempat rio di rawat.
"Ini ruangan tempat anak saya dirawat! silahkan masuk!" ucap ayahnya rio.
"Kreeek" Suara pintu terbuka.
Dukun itu berjalan masuk ke dalam ruangan dan melihat sekelilingnya. Dia menatap rio yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Lalu berjalan mendekati rio dan memegang tangannya rio. Dukun itu memejamkan mata dan melihat semua kejadian yang di alami rio. Dia melihat semua perbuatan yang di lakukan rio. Dukun itu merasa marah dengan semua perbuatan yang telah di lakukan oleh rio.
"Anak kalian memang benar benar seorang penjahat!" ucap dukun itu sambil melepaskan tangannya dari tangan rio.
Rio terbangun dari tidurnya, dan dia terkejut melihat seorang laki laki yang berpakaian serba hitam berada di sampingnya.
"Siapa kau? kenapa ada disini?" tanya rio heran.
"Dia dukun yang akan menolong kita rio!" ucap ibunya rio sambil berjalan mendekati anaknya.
"Jadi dia orangnya bu?" tanya rio.
"Iya sayang!" jawab ibunya rio.
"Kau benar benar seorang laki laki yang sangat jahat kepada wanita menurutku!" ucap dukun itu.
"Kenapa kau berbicara seperti itu pada anakku!" ucap ibunya rio kesal.
"Heem anakmu sudah sangat sering menyakiti hati wanita menghamili dan menyuruh mereka menggugurkan kandungan! dan sepertinya yang terakhir ini malah terjadi pembunuhan yang tak di sengaja olehnya!" ucap dukun itu.
"Jangan asal menuduh anakku sembarangan!" ucap ibunya rio.
"Darimana kau tahu semua itu?" tanya ayahnya rio penasaran.
"Aku hanya menyentuh tangannya dan bisa melihat semua apa yang telah anak kalian lakukan! apa ingin kuceritakan apa yang kulihat setelah kontak dengan anak kalian!"
"Tidak perlu!" ucap ayahnya rio.
"Mana mungkin anakku melakukan semua kejahatan itu!" teriak ibunya rio.
"Aku tahu kalian sangat menyayangi anak kalian! tapi malah kasih sayang kalian yang terlalu memanjakannya sehingga membuat dia melakukan semua kejahatan ini!"
"Apa kau benar melihat semuanya?" tanya rio penasaran.
"Betul semuanya! aku bisa melihatnya hanya dengan menyentuhmu tadi!" ucap dukun itu.
"Tak perlu terlalu mempercayainya rio! ibu akan selalu percaya dengan semua kata katamu!"
"Tanyakan saja pada anakmu! apakah benar dia telah menyakiti wanita bukan hanya satu tetapi cukup banyak menurutku sekitar ada 4 orang yang menurutku terlalu parah sampai harus menggugurkan kandungan dan salah satu dari mereka yang baru baru ini tewas karena dibunuh olehnya dan sekarang menjadi hantu penasaran yang sering mengganggu kalian!"
"Rio! apa yang dikatakan olehnya itu semuanya benar?" tanya ayahnya rio penasaran.
"Kenapa ayah percaya kepada dukun itu daripada anak kita!" ucap ibunya rio kesal.
"Rio jawab semua pertanyaan ayah! apa benar yang dikatakan olehnya!" teriak ayahnya rio.
"Iya ayah! semua itu benar!" ucap rio gemetar ketakutan.
"Haaah ayah benar benar kecewa padamu rio! kenapa kau harus melakukan semua ini! kau ingin menghancurkan keluarga kita!" ucap ayahnya rio kesal.
"Ma....maaf yah! rio khilaf melakukan semua itu!"
"Tidak apa apa sayang! ibu memaafkan semua kesalahanmu!" ucap ibunya rio sambil memeluk anaknya.
"Jangan memanjakan anakmu lagi! kali ini dia sudah benar benar keterlaluan bukan satu wanita tetapi banyak!" ucap ayahnya rio marah.
"Kita harus bagaimana lagi! semuanya sudah terjadi! kita tetap harus melindungi rio! dia anak kita satu satu yah!" ucap ibunya rio.
Ayah dan ibunya rio bertengkar karena rio, dukun itu memberitahu semua kebenaran yang dia ketahui tentang rio. Ayahnya rio benar benar marah dan kecewa pada anaknya. Ibunya rio tetap membela anaknya walaupun dia tahu jika anaknya telah bersalah melakukan semua kejahatan.