ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 29



Melihat kedua orang tuanya yang bertengkar rio merasa sangat tertekan. Dia benar benar merasa bersalah dengan semua perbuatan yang telah dia lakukan.


"Hentikan!!!!!!" teriak rio.


"Ayah ibu! rio mohon jangan bertengkar semua ini memang sudah kesalahan rio! jangan saling menyalahkan!" ucap rio sedih.


"Betul kata anak kalian! untuk apa kalian bertengkar semuanya sudah terjadi! sekarang tinggal memperbaikinya agar tidak menjadi terlalu rumit!" ucap adrian dukun yang akan membantu rio.


"Maafkan rio! rio telah mengecewakan ayah dan ibu! memang rio bukan anak yang baik!"


"Tidak sayang! bagi ibu kau anak yang baik! jangan berkata seperti itu!" ucap ibunya rio sambil memeluk anaknya.


"Kau selalu memanjakan anakmu!" teriak ayahnya rio kesal.


"Dia anak kita satu satunya jadi wajar saja aku memanjakannya!" ucap ibunya rio.


"Terserah padamu!" ucap ayahnya rio.


"Sudahlah sayang tenangkan dirimu! ibu tidak ingin kau terlalu banyak pikiran nanti kau bisa sakit!" ucap ibunya rio sambil menatap anaknya.


"Maafkan rio jika mengecewakan ibu dan ayah!" ucap rio sambil memegang tangan ibunya.


"Tentu ibu dan ayah memaafkanmu sayang! ibu akan selalu mendukungmu sayang! jangan bersedih lagi!" ucap ibunya rio.


"Nanti saja kita bahas masalah ini! hari sudah malam! kita fokus dengan hantu yang selalu mengganggu kita!" ucap ayahnya rio.


"Menurutku sebentar lagi dia akan datang kemari untuk mengunjungi kalian!" ucap adrian.


"Maksudmu hantu itu?" tanya ayahnya rio.


"Tentu siapa lagi yang akan mengunjungi kalian malam malam begini!" ucap adrian sambil menatap jendela.


"Apa kau akan tahu jika dia datang kemari?" tanya ibunya rio penasaran.


"Aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kalian lihat makhluk dunia lain yaitu hantu!" ucap adrian.


"Ooo begitu!" ucap ibunya rio.


"Apa hantu itu akan berbahaya bagi kami?" tanya ayahnya rio.


"Aku belum bisa memastikannya jika belum bertemu dengannya!" ucap adrian.


"Kalau begitu kita harus menunggunya malam ini!" ucap ayahnya rio.


"Betul kita akan menunggunya datang kemari!" ucap adrian sambil duduk di sofa.


"Baiklah kalau begitu!" ucap ayahnya rio.


Sementara itu maya masih berada di kamarnya erica, tasya pun juga berada disana dan hanya berdiri memperhatikan maya yang duduk diam di atas tempat tidur erica.


"Kreek" Suara membuka pintu.


"Erica kau sudah pulang!" ucap tasya.


"Iya evan baru saja mengantarku!" ucap erica.


"Erica sebenarnya ada apa dengan maya? dari tadi dia hanya duduk dan diam saja?" tanya tasya bingung.


"Aku juga tidak tahu!" ucap erica sambil menaruh tasnya di atas meja.


"Maya ada apa? sepertinya hari ini kau berubah! apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya erica.


"Heeem aku tidak memikirkan apa apa erica! hanya saja entah mengapa hari ini aku sangat gelisah! sepertinya akan terjadi sesuatu pada diriku!" ucap maya risau.


"Tak perlu khawatir maya! ada kami yang selalu bersamamu! tidak akan terjadi apa apa padamu!" ucap erica.


"Seharusnya aku yang merasa risau karena besok adalah hari dimana aku akan mendapatkan keadilan!" ucap tasya.


"Bukankah katanya kalian akan pergi untuk mengunjungi rio! katamu orang tua rio mencoba memanggil dukun untuk mengusir kalian!" ucap erica.


"Iya betul maya! mungkin sekarang dukun itu sudah ada disana!" ucap tasya.


"Aku lupa jika mereka akan menantang kita malam ini dengan memanggil dukun untuk mengusir kita!" ucap maya sambil berdiri dari tempat tidurnya erica.


"Iya maya kita harus datang kesana malam ini!" ucap tasya.


"Baiklah kita akan berkunjung kesana malam ini!" ucap maya.


"Aku senang melihatmu bersemangat lagi maya!" ucap erica tersenyum senang.


"Ayo kita pergi sekarang tasya!" ucap maya.


"Tentu erica kami akan berhati hati! kami pergi dulu!" ucap maya.


"Sampai jumpa erica!" ucap tasya.


"Sampai jumpa tasya!" ucap erica.


"Semoga saja tidak terjadi apa apa pada mereka!" ucap erica khawatir.


Maya dan tasya pergi menghilang menuju ke rumah sakit tempat rio dirawat. Erica sangat mengkhawatirkan maya yang tiba tiba sikapnya berubah.


"Maya aku merasakan jika ada seseorang yang sangat kuat berada dirumah sakit ini!" ucap tasya.


"Ini pasti aura dari dukun yang datang kemari!" ucap maya.


"Sepertinya dia bukan orang biasa maya! apa kita akan tetap masuk ke dalam!" ucap tasya khawatir.


"Tentu saja kita akan lihat seberapa kuat dia melawan kita!" ucap maya.


"Kita harus tetap berhati hati padanya maya!" ucap tasya.


"Ayo kita masuk ke dalam!" ucap maya.


Adrian merasakan kehadiran maya dan tasya di rumah sakit. Lalu dia berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Ternyata ada 2 hantu yang datang kemari mengunjungi kalian!" ucap adrian sambil berdiri di depan pintu.


"Apa hantu itu sudah datang?" tanya ayahnya rio.


"Tunggu dulu kenapa kau bilang ada 2 hantu yang datang kemari?" tanya ibunya rio penasaran.


"Sepertinya selama ini ada 2 hantu yang mengganggu kalian!" ucap adrian.


"Ada 2 tapi yang sering muncul hanya hantunya tasya!" ucap ibunya rio.


"Sepertinya hantu yang satunya yang membantu tasya membalaskan dendam pada kalian! dan dia lebih kuat daripada dugaanku!" ucap adrian.


"Siapa dia kenapa dia juga ikut mengganggu kami?" ucap ayahnya rio penasaran.


"Entahlah akan kucari tahu siapa dia!" ucap adrian.


Andrian membuka pintu dan melihat maya dan tasya yang sedang berdiri di depan pintu yang ingin masuk ke dalam ruangan rio. Maya dan tasya terkejut melihat adrian yang tiba tiba membuka pintu dan berjalan keluar menghampiri mereka.


"Apa kalian yang sering datang kemari?" tanya adrian.


"Sepertinya dia bisa melihat kita maya!" ucap tasya.


"Iya benar dia bisa melihat kita!" ucap maya.


"Ternyata hantu yang bernama maya dia cukup kuat dan dari auranya dia hantu yang tidak jahat!" ucap adrian di dalam hati.


"Apa kau dukun yang di panggil mereka untuj mengusir kami?" tanya maya.


"Betul aku orangnya!" ucap adrian.


"Kau terlalu tampan jika menjadi seorang dukun!" ucap maya menggoda adrian.


"Terimakasih atas pujiannya!" ucap adrian.


"Tapi jangan coba coba kau mengusir kami dari sini! dan melindungi mereka para penjahat itu!" ucap maya.


"Laki laki disana dia telah membunuhku dengan kejam!" teriak tasya marah.


"Aku tidak membela mereka! kuakui memang mereka semua penjahat! tapi kalian sangat salah jika mengganggu mereka! bukankah besok dia akan di sidang di pengadilan!" ucap adrian.


"Itu jika dia dihukum bagaimana jika dia lolos dari hukuman!" teriak tasya.


"Aku tidak terlalu paham masalah tentang hukum! tapi menurutku kalian salah jika mengganggu orang yang masih hidup! bukankah seharusnya kalian pergi ke alam yang seharusnya!" ucap adrian.


"Kami tak akan pergi dari sini!" teriak maya.


"Jika kalian tak pergi dari sini aku akan mengusir kalian secara paksa!" ucap adrian.


"Silahkan saja kau coba usir kami dari sini!" teriak tasya.


"Aku ingin melihat kemampuanmu!" ucap maya tersenyum menatap adrian.


"Jangan memaksaku untuk menyakiti kalian!" ucap adrian.


Maya menantang adrian untuk unjuk kemampuan dia dalam mengusir mereka disana. Adrian merasakan kekuatan maya yang cukup kuat. Maya tak mengetahui jika adrian bila menyentuh seseorang akan bisa melihat masa lalu dari dirinya.