
Mendengar ucapan Erica yang mengatakan Maya telah tiada membuat Rian sangat terkejut dan tak percaya dengan ucapannya.
"Jika kau ingin buktinya akan ku tunjukkan padamu," ucap Erica.
"Bagaimana cara kau membuktikannya?" tanya Rian penasaran.
"Langsung saja katakan padanya Erica," ucap Maya.
"Aku bisa membuatmu melihat hantunya Maya yang sedang berada disini," jawab Erica.
"Hantunya Maya berada disini?" tanya Rian.
"Iya Maya selalu berada di dekatku selama ini, aku tak sengaja bertemu dengannya di danau dekat villa milik keluargaku waktu itu, semenjak itu kami berteman satu sama lain dan saling membantu, Maya membantuku dan aku membantu menyelidiki tentang Maya dan rahasia di balik kematiannya selama ini, Maya mengalami kehilangan ingatannya semasa dia hidup dulu tapi perlahan sekarang dia mulai bisa mengingatnya sedikit demi sedikit termasuk juga tentang dirimu Pak Rian, jika kau memang benar benar ingin melihat dan berbicara pada Maya aku akan membantumu dengan kekuatan yang aku miliki," ucap Erica.
"Kau membantuku dengan kekuatanmu? apa kau mempunyai indera keenam?" tanya Rian.
"Iya betul, aku memiliki indera ke enam dan juga memiliki kekuatan lainnya seperti membantu manusia berkomunikasi dengan hantu, ini adalah kekuatan turun temurun dari keluarga ayahku," jawab Erica.
"Apa ayahmu juga mempunyai kemampuan sepertimu?" tanya Rian.
"Tidak, hanya keturunan perempuan yang bisa mewarisi kemampuan ini, jika laki laki dia tidak bisa mewarisinya," jawab Erica.
"Baiklah, aku akan mencoba mempercayai ucapanmu padaku, sekarang bagaimana aku bisa berkomunikasi dengan Maya?" tanya Rian.
Erica berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Rian.
"Bisa kau berdiri dan memegang tanganku," ucap Erica.
"Tentu," ucap Rian.
Lalu Rian berdiri dari tempat duduknya dan memegang tangannya Erica.
"Lalu apa lagi yang harus aku lakukan?" tanya Rian.
"Kau tutup matamu dan bayangkan wajahnya Maya, setelah aku bilang kau boleh membuka matamu baru kau buka," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu," ucap Rian.
"Tutup matamu sekarang dan bayangkan wajahnya Maya," ucap Erica.
Lalu Rian menutup matanya dan membayangkan wajahnya Maya.
"Maya pegang tanganku sekarang," ucap Erica.
"Apa ini akan baik baik saja Erica?" tanya Maya khawatir.
"Tentu Maya, percayalah padaku," ucap Erica.
Kemudian Maya juga memegang tangannya Erica dan menatap Rian yang ada di hadapannya saat itu.
"Pak Rian kau boleh membuka matamu, tapi jangan kau lepaskan tanganku, jika kau melakukan itu kau tak akan bisa melihat dan berkomunikasi dengan Maya," ucap Erica.
"Tentu, aku akan melakukan apapun yang kau katakan," ucap Rian.
Kemudian Rian membuka matanya secara perlahan, dia melihat samar samar seorang wanita cantik yang berambut sebahu yang berpakaian serba hitam di hadapannya. Rian mengedip ngedipkan matanya agar bisa melihat jelas wanita yang ada di hadapannya itu, dia sangat terkejut setelah dapat melihat dengan jelas ternyata itu adalah Maya kekasih yang selama ini dia cari.
"Apa kau benar benar Maya?" tanya Rian.
"Benar, aku adalah Maya kekasihmu," jawab Maya.
"Jadi kau memang benar benar sudah tiada dan tidak ada di dunia ini lagi?"
"Itu tidak mungkin, kau pasti masih hidup, aku akan menemukan tubuhmu bagaimanapun caranya," ucap Rian.
"Aku tidak bisa mengingat semua yang telah terjadi padaku, aku menjadi hantu penasaran selama ini, tapi takdir mempertemukan aku dengan Erica dan dia membantuku untuk mencari orang yang telah membunuhku dan mencari jasadku," ucap Maya.
"Tapi polisi ataupun aku tak menemukan apapun petunjuk mengenai dirimu Maya, jadi pasti ada kemungkinan kau masih hidup dan tubuhmu berada di suatu tempat di luar sana," ucap Rian.
"Aku tidak mungkin masih hidup Rian, jika itu memang terjadi pasti itu adalah suatu mukjizat," ucap Maya.
"Kemungkinan itu selalu ada Maya," ucap Rian.
"Apa kau tahu mengenai ibuku?" tanya Maya.
Rian terdiam saat Maya menanyakan ibunya, lalu dia menatap Erica dan Evan yang juga ada di ruangan itu.
"Sebenarnya aku tahu dimana ibumu, karena aku yang menyembunyikannya di suatu tempat yang aman selama ini, aku melakukannya untuk melindungi ibumu dari orang orang yang jahat, karena aku menduga kau di culik oleh bos besar itu, jadi karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada ibumu, aku pun berinisiatif menyembunyikannya dari semua orang, tak ada satu orangpun yang tahu keberadaannya saat ini, dia bersama dengan pengawal pribadiku yang bernama Bu Vira," jawab Rian.
"Aku sudah menduganya jika kau pasti tahu tentang ibunya Maya," ucap Erica.
"Erica, kau mengatakan tentang seseorang yang terakhir menemui Maya, apa kalian tahu siapa dia?" tanya Rian.
"Dia seorang wanita bernama Dian, aku belum bisa mengingat jelas wajahnya, tapi aku dan Erica mendapatkan informasi itu dari Bu Clara dan juga Yoga mereka menyebutkan nama yang sama, wanita yang bernama Dian ini dia juga ternyata bersaudara dengan bos besar itu," jawab Maya.
"Benarkah, kenapa namanya sama dengan pelayan wanita dirumahku, tapi dia sudah bekerja dengan keluargaku cukup lama bahkan sebelum orang tuaku tiada, dan itu tidak mungkin," ucap Rian ragu.
"Selalu ada kemungkinan seperti katamu, kita harus menyelidiki ini secara diam diam, agar bisa memastikan dia orangnya atau bukan," ucap Maya.
"Baiklah, Maya aku akan melakukan apapun untukmu, aku sangat senang dan juga sedih dapat melihatmu seperti ini," ucap Rian sedih.
"Aku pun merasakan hal yang sama Rian," ucap Maya.
"Kenapa hal ini bisa terjadi pada kita berdua, aku tidak akan membalaskan semua perbuatan orang jahat itu Maya," ucap Rian.
Rian yang terus menatap Maya yang ada di hadapannya, dia tak dapat menahan air matanya yang mengalir karena sedih melihat Maya yang sudah berbeda dunia dengannya.
"Hiks hiks hiks" suara Rian menangis.
Melihat Rian yang menangis di hadapannya membuat Maya pun ikut sedih dan menangis.
"Hiks hiks hiks" suara Maya menangis.
"Maafkan aku Maya yang tak bisa melindungimu, dan membuat kau menjadi seperti ini, aku memang tak bisa diandalkan," ucap Rian.
"Ini sudah takdir kita Rian, jika kita tak berjodoh di kehidupan ini, kita akan berjodoh di kehidupan lainnya," ucap Maya sedih.
"Aku akan membuat mereka semua menyesal karena melakukan ini semua padamu, apapun akan kulakukan untuk membalas mereka semua," ucap Rian.
"Terimakasih Rian atas semuanya, bahkan kau juga telah melindungi ibuku selama ini, aku akan tetap selalu mencintaimu," ucap Maya.
"Aku pun sangat mencintaimu Maya, aku akan mencari orang yang membunuhmu dan menemukan tubuhmu," ucap Rian.
"Kita tidak bisa berbicara dalam waktu yang lama, selama kasus ini belum selesai aku akan selalu berada di dekat kalian semua," ucap Maya.
"Kau akan selalu di dekatku Maya?" tanya Rian.
"Tentu, sampai semuanya selesai, aku rasa kita sudah cukup berbicara sekarang," ucap Maya.
"Tunggu Maya!" teriak Rian.
Maya melepaskan tangannya dari Erica, sehingga Rian tak bisa melihatnya lagi. Maya tak sanggup menatap Rian lebih lama lagi karena rasa cinta dan sedih yang muncul saat itu membuatnya terus mengalirkan air mata. Dia tak sanggup jika melihat Rian menangisinya lebih lama lagi.