ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 57



Setelah selesai semua pelajaran di sekolah erica langsung pulang kerumahnya. Untuk menemani nadira dan nadine yang berada dirumahnya. Setelah sampai dirumah erica melihat nadira yang sedang duduk di taman samping rumahnya. Melihat nadira yang sedang duduk sendiri erica berjalan menghampirinya.


"Kenapa kau disini sendirian?" tanya erica sambil duduk di samping nadira.


"Ah erica kau sudah pulang? aku hanya sedang ingin menyendiri saja" jawab nadira.


"Apa kau sedang memikirkan sesuatu? sepertinya kau sangat gelisah? apa kau memikirkan ayahmu di rumah sakit?" tanya erica sambil menatap nadira.


"Heem, iya memang aku memikirkan ayahku yang sedang sakit!" jawab nadira.


"Kau tenang saja! ayahmu akan baik baik saja, dia akan mendapatkan perawatan dari dokter yang terbaik disana!" ucap erica.


"Iya erica, hanya saja aku tidak bisa menemuinya untuk sementara waktu ini! ibumu mencemaskan jika diriku berkeliaran diluar nanti bu sandra akan menemukanku dan mencelakaiku!" ucap nadira.


"Iya nadira! untuk saat ini lebih baik kau bersembunyi saja dulu! kami sangat mencemaskan dirimu!" ucap erica sambil memegangi tangan nadira.


"Iya erica! aku akan menuruti perintah ibumu untuk bersembunyi sampai sidang rio selesai!".


"Ayo masuk ke dalam sepertinya akan turun hujan!" ucap erica sambil berdiri dari kursi.


"Baik erica" ucap nadira.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, erica langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Di dalam kamar erica melihat maya dan tasya yang sedang duduk sambil berbincang.


"Kalian sedang membicarakan apa? sepertinya serius sekali?" tanya erica sambil berjalan mendekati maya dan tasya.


"Kau pulangnya cepat sekali erica? biasanya akan pergi dulu bersama evan!" ucap maya tersenyum.


"Aku hanya ingin bisa menemani nadira dan nadine dirumah agar mereka tidak merasa kesepian!" ucap erica.


"Ooo begitu!" ucap maya.


"Ehm kalian sedang membicarakan apa?" tanya erica sambil menatap maya dan tasya.


"Masalah nadira tentunya" ucap maya.


"Kenapa dengan nadira?" tanya erica.


"Kami berencana untuk pergi kerumahnya rio!" ucap tasya.


"Kenapa kalian ingin kesana?" tanya erica.


"Kita harus mengetahui apa yang dilakukan oleh nenek sihir itu!" ucap maya.


"Betul erica apalagi 2 hari yang akan datang sidang kedua akan dilakukan!" ucap tasya.


"Kita harus mengetahui rencana mereka tentunya! agar kita bisa siap menghadapi mereka nanti!" ucap maya.


"Tapi apa tidak berbahaya jika kalian kesana? nanti dia akan mencelakai kalian!" ucap erica khawatir.


"Kau lupa erica kami ini hantu! nenek sihir itu tak bisa menyakiti kami!" ucap maya.


"Bukankah waktu itu kalian yang hantu pun telah dicelakai oleh dirinya walaupun melalui orang lain!" ucap erica.


"Heem kalau soal itu sih memang iya! kemarin karena ada dukun yang membantu dirinya! tapi kali ini mungkin dukun itu tidak ada disana!" ucap maya sambil menatap erica.


"Ehm apa kalian yakin akan pergi kesana sekarang?" tanya erica.


"Kami yakin erica! lebih baik kita mencari tahu apa yang direncanakan oleh bu sandra dan suaminya!" ucap tasya.


"Baiklah kalau memang kalian semua yakin! pergilah kesana dan cari tahu informasi tentang rencana mereka!" ucap erica.


"Siap bos!" ucap maya sambil berdiri.


"Apaan sih maya" ucap erica tersenyum.


"Kami akan pergi kesana dan segera kembali lagi kemari!" ucap tasya.


"Baiklah tapi kalian harus tetap berhati hati! jika kalian merasa terancam langsung saja pergi menghilang dari sana!" ucap erica khawatir.


"Ok, pergilah dan cepat kembali!" ucap erica.


Akhirnya maya dan tasya pergi kerumahnya rio untuk mencari tahu rencana dari ibunya rio. Setelah sampai disana maya dan tasya langsung masuk ke dalam rumah rio dan mencari ibunya rio, mereka menemukan ibunya rio sedang berbicara dengan seseorang di dalam ruangan.


"Maya itu ibunya rio sedang berbicara dengan seseorang di dalam ruangan!" ucap tasya sambil menunjuk ke dalam ruangan.


"Iya kau benar tasya! ayo kita masuk ke dalam dan mendengarkan percakapan mereka!" ucap maya sambil masuk ke dalam ruangan.


"Baik maya" ucap tasya mengikuti maya masuk ke dalam ruangan.


"Cari dia sampai ketemu! aku tak ingin ada alasan lagi!" teriak ibunya rio.


"Tapi bu sandra dia benar benar menghilang! semua orang yang di dekatnya sudah kuselidiki mereka tak ada yang tahu dimana nadira sekarang!" ucap orang itu.


"Bagaimana dengan adiknya? apa kau juga tak bisa menemukannya?" tanya ibunya rio.


"Dia juga menghilang bersama nadira! kami juga tak dapat menemukannya!" ucap orang itu.


"Kemana mereka pergi dan bersembunyi? apa dia berada di rumahnya rosa! tapi tidak mungkin dia menyembunyikannya disana!" ucap ibunya rio ragu.


"Bukankah bu sandra sudah mendapatkan yang lainnya? kenapa kita masih harus menemukan nadira?".


"Kita tidak boleh melewatkan saksi walaupun itu hanya 1 orang! tapi kita sudah beruntung bisa lebih dulu menemukan reyna, risa, dan melinda dan menutup mulut mereka dengan uang!" ucap ibunya rio.


"Bagaimana jika mereka mengkhianati anda?".


"Lenyapkan mereka! kau tetap awasi mereka semua sampai sidang ini selesai!" ucap ibunya rio.


"Baik bu sandra!".


"Kau tetap harus mencari nadira sampai ketemu! jangan sampai dia muncul di pengadilan nanti! sidang tinggal 2 hari lagi kita tidak boleh melakukan suatu kesalahan!" ucap ibunya rio.


"Baik bu sandra!".


"Kau boleh pergi sekarang!" ucap ibunya rio.


"Baik bu sandra!" ucap orang itu sambil keluar dari ruangan.


"Hari ini benar benar sangat melelahkan!" ucap ibunya rio sambil bersandar di kursi.


"Dia benar benar jahat maya! kita harus berhati hati!" ucap tasya.


"Tetapi kita harus mencari tahu tentang wanita yang bernama reyna, risa, dan melinda! kita harus memberitahu pada erica tentang mereka!" ucap maya.


"Betul maya! apalagi sekarang dia sedang mencari nadira! jika dia mengetahui dimana keberadaan nadira itu akan sangat berbahaya!" ucap tasya.


"Kita juga harus menemukan wanita yang dia sebut tadi! benar ucapan ibunya erica wanita ini pasti akan mencari nadira dan mencelakainya!" ucap maya.


"Iya maya! untung saja kita yang lebih dulu menemukan nadira! kalau terlambat tak tahu lagi apa yang akan di perbuat oleh wanita jahat itu pada nadira!" ucap tasya.


"Tunggu saja aku juga akan memberikan pelajaran kepada nenek sihir itu setelah sidang ini selesai!" ucap maya geram.


"Aku pun tak sabar ingin melihat mukanya yang kalah dalam persidangan nanti!" ucap tasya.


"Pasti akan sangat menyenangkan jika melihat dia menangisi hukuman anaknya!" ucap maya tersenyum.


"Tapi sebelum itu kita harus berusaha keras untuk mengalahkannya maya!" ucap tasya.


"Kita pasti bisa mengalahkan nenek sihir itu! apalagi lawannya ibunya erica yang sangat hebat!" ucap maya tersenyum.


"Betul maya! ibunya erica tak mungkin akan menyerah melawan wanita jahat ini!" ucap tasya.


"Baiklah ayo kita pergi dari sini sekarang dan memberitahu erica secepatnya!" ucap maya.


"Baik maya" ucap tasya.


Akhirnya maya dan tasya pergi dari rumahnya rio, setelah mengetahui informasi tentang wanita mantan rio yang telah di temui oleh ibunya rio. Maya dan tasya langsung berencana akan memberitahu semuanya pada erica dan mencari informasi tentang mereka.