
Setelah sampai di rumah sakit Bu Sandra langsung di bawa ke IGD.
"Suster tolong bantu saya ini pasien tertabrak mobil!" ucap Pak Polisi.
"Tolong istri saya dari tadi dia mengeluarkan banyak darah," ucap Ayahnya Rio khawatir.
"Baik akan segera kami tangani anda tunggu saja di luar," ucap suster rumah sakit itu.
"Mari kita tunggu di luar pak! biarkan dokter memeriksa dan mengobati Bu Sandra," ucap Pak Polisi.
"Tolong istri saya sus!"
"Baik pak silahkan tunggu di luar."
Ayahnya Rio dan Pak Polisi menunggu diluar ruangan IGD. Dokter pun datang dan langsung memeriksa Bu Sandra yang sedang kritis.
"Apa yang terjadi pada pasien?" tanya Dokter yang memeriksanya.
"Pasien tertabrak mobil dok," jawab suster.
"Siapa yang membawanya kemari?"
"Sepertinya seorang polisi dan suaminya dok."
"Baik! siapkan semua peralatan dan bersihkan semua luka dan darahnya," ucap Dokter yang memeriksa.
"Baik dok"
Dokter lalu mencoba menghentikan pendarahan pada kepala Bu Sandra. Detak jantung Bu Sandra dan tekanan darahnya semakin menurun. Sehingga membuat panik semua suster dan dokter. Setelah mencoba menyelamatkan Bu Sandra akhirnya dokter pun menyerah karena pendarahan di kepala dan hidungnya tak mau berhenti.
"Suster panggil keluarga dari pasien untuk masuk kemari," ucap Dokter
"Baik dok" jawab suster itu sambil berjalan keluar IGD.
"Siapa keluarga dari pasien yang kecelakaan tadi?" teriak suster.
"Saya suaminya sus! ada apa dengan istri saya?" jawab Ayahnya Rio sambil berjalan mendekati suster itu.
"Anda di panggil dokter untuk masuk ke dalam."
"Baiklah sus!" ucap Ayahnya Rio sambil berjalan masuk ke ruang IGD.
"Apa yang terjadi dengan pasien itu sus?" tanya Pak Polisi.
"Sepertinya pasien itu tidak bisa di selamatkan lagi karena luka di kepalanya terlalu parah," jawab suster itu.
"Astaga bagaimana ini jika dia benar benar mati," ucap Pak Polisi itu khawatir.
Ayahnya Rio berjalan mendekati dokter yang menangani istrinya.
"Dok apa yang terjadi pada istri?"
"Apa anda keluarga dari pasien itu?"
"Saya suaminya dok."
"Sebelumnya saya benar benar sangat minta maaf pada anda! istri anda tidak bisa tertolong lagi," ucap Dokter itu.
"Apa maksud anda dok? seharusnya anda bisa menyelamatkan istri saya!"
"Istri anda luka di kepalanya sudah terlalu parah! mungkin hidupnya tidak akan lama lagi," ucap Dokter itu.
"Tidak!!! sayang!" teriak Ayahnya Rio sambil memeluk istrinya yang sedang terbaring.
Bu Sandra memegang tangan suaminya dan berbisik padanya.
"Aku akan membalas Rosa dan keluarganya," ucap Ibunya Rio dengan suara yang pelan.
"Jangan tinggalkan aku sayang! kenapa semuanya bisa menjadi seperti ini! hiks hiks hiks," ucap Ayahnya Rio sambil menangis.
Tak lama kemudian Bu Sandra menghembuskan nafasnya. Semua alat yang di pasang di tubuhnya Bu Sandra berbunyi dan tak terlihat deteksi detak jantung dan tekanan darahnya lagi.
"Sayang!! apa kau mendengarkanku," ucap Ayahnya Rio sambil menggoyang goyangkan tubuh istrinya.
"Dok! apa yang terjadi pada istri saya!"
"Maaf istri anda sudah meninggal dunia! saya turut berduka cita," ucap dokter itu sambil menatap Ayahnya Rio.
"Tidak!!!! sayang jangan pergi! jangan tinggalkan aku!!" teriak Ayahnya Rio.
"Apa yang terjadi dok?" tanya Pak Polisi.
"Pasien yang anda bawa kemari tadi sudah meninggal dunia! kami tidak bisa menyelamatkannya," jawab Dokter itu.
"Ehm, bagaimana ini tersangka malah sekarang menjadi korban tabrak lari dan meninggal dunia," ucap Pak Polisi di dalam hati.
"Kenapa semua ini bisa terjadi! kenapa semuanya pergi meninggalkanku!" teriak Ayahnya Rio sambil menangis.
"Saya turut berduka cita atas kematian istri anda," ucap Pak Polisi.
"Kalian harus menghukum orang yang telah menabrak istriku sampai dia meninggal dunia!" teriak Ayahnya Rio.
"Baik pak! semuanya akan segera kami proses secara hukum, untuk sekarang anda harus mengurus jasad dan pemakaman istri anda terlebih dahulu," ucap Pak Polisi.
"Ini semua karena Rosa dan keluarganya yang membuat keluargaku menjadi berantakan! aku kehilangan istriku dan Rio yang berada di dalam penjara," ucap Ayahnya Rio di dalam hati.
"Maaf pak! saya harus segera kembali ke kantor polisi dan mengabari yang lain tentang kematian Bu Sandra dan juga akan segera memproses supir yang telah menabrak Bu Sandra," ucap Pak Polisi.
"Baik pak," jawab Ayahnya Rio.
Karena kematiannya yang menyimpan dendam membuat arwah Bu Sandra menjadi penasaran dan menjadi hantu yang jahat. Saat dia telah menjadi hantu dia menatapi suaminya yang menangisi kematiannya.
"Sayang!! kenapa kau pergi begitu cepat meninggalkanku," ucap Ayahnya Rio masih memeluk jasad istrinya.
"Aku akan membalas semua dendamku pada Rosa dan keluarganya! yang telah menghancurkan keluarga kita yah," ucap Ibunya Rio yang telah menjadi hantu.
Hantu Bu Sandra pergi menghilang menuju rumahnya Erica. Setelah sampai di depan rumahnya Erica Hantu Bu Sandra berdiri di luar. Maya merasakan kehadiran hantu lain di sekitar rumahnya Erica.
"Kenapa aku merasakan ada hantu lain yang berada di sekitar rumah ini," ucap Maya gelisah.
"Ada apa Maya?" tanya Tasya.
"Aku merasakan jika ada hantu lain yang berada di sekitar rumah ini! dan aku merasa jika hantu sangat jahat! karena aura yang dikeluarkannya sangat buruk," ucap Maya.
"Apa mungkin dia mempunyai dendam semasa hidupnya dan dia juga dulunya adalah orang yang jahat! maka itu saat dia mati akan menjadi hantu yang jahat," ucap Tasya.
"Mungkin bisa jadi begitu! kau juga dulu hampir menjadi hantu yang jahat, untung saja kau bertemu dengan diriku dan Erica," ucap Maya.
"Ah iya benar Maya, aku hampir menjadi hantu yang jahat karena dendamku pada Rio dan keluarganya," ucap Tasya.
"Tapi aura hantu ini benar benar sangat jahat! entah mengapa aku merasa jika hantu ini mempunyai dendam pada salah satu orang dirumah ini," ucap Maya.
"Bukankah dirumah ini semua orangnya sangat baik dan tidak ada yang berbuat jahat pada orang lain," ucap Tasya.
"Kita harus mencari tahu siapa hantu itu Tasya! pasti sekarang dia masih berada di luar rumah ini," ucap Maya sambil melihat keluar jendela dari kamarnya Erica.
"Baiklah Maya," ucap Tasya.
"Kalian akan pergi kemana?" tanya Evan penasaran sambil menatap Maya dan Tasya.
"Ah iya aku lupa jika kau juga berada disini," ucap Maya.
"Evan apa kau tidak merasakan jika ada hantu jahat yang ada di sekitar rumah ini?" tanya Tasya.
"Ehm, entah kenapa aku juga merasa sangat gelisah dari tadi! dan seperti ada seseorang yang sedang mengawasi kita dari luar rumah ini dan auranya benar benar sangat tidak enak," ucap Evan.
"Itu karena ada hantu jahat yang ada di sekitar rumah ini! kita harus mencari tahu siapa hantu ini? dan mengapa dia datang kemari?" ucap Maya.
"Aku ikut dengan kalian berdua," ucap Evan.
"Baiklah ayo kita pergi," ucap Maya.
Akhirnya Maya, Tasya, dan Evan pergi keluar rumah Erica untuk mencari tahu hantu yang mendatangi rumahnya Erica. Saat itu Erica masih tertidur dengan pulas dan tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitar rumahnya. Maya, Tasya, dan Evan belum mengetahui kematian dari Bu Sandra.