ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 65



Saat Erica yang di rasuki Maya yang menghajar banyak penjahat sendiri membuat semua yang melihat merasa sangat terkejut dan tak percaya.


"Rasakan kau berani sekali kau ingin menyakitiku!"


Yoga tergeletak di lantai setelah dipukuli oleh Maya.


"Erica! apa kau tidak apa apa?" ucap Evan sambil berjalan mendekati Erica.


"Tentu aku baik baik saja."


Saat Erica berbicara dengan Evan, ternyata Yoga masih belum menyerah dan mengeluarkan pistol yang ada di balik bajunya dan mengarahkannya pada Erica. Jenni melihat itu dan juga langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak tangannya Yoga yang memegang pistol.


"Awas Erica!" teriak Jenni sambil mengarahkan pistol ke Yoga.


"Dooor doooor" Suara tembakan.


"Arrrghhh" teriak Yoga kesakitan karena Jenni menembak tangannya dengan pistol.


"Erica kau tidak apa apa?" tanya Jenni sambil berlari ke arah Erica dan Evan.


Ternyata tangan Erica terkena peluru pistol yang di arahkan Yoga padanya tetapi hanya mengenai kulit Erica saja dan berdarah tidak terlalu banyak.


"Erica! tanganmu berdarah!" teriak Evan terkejut.


"Aku tidak apa apa ini hanya luka kecil."


"Telpon polisi dan suruh mereka semua kemari untuk menangkap orang orang ini!" teriak Jenni.


"Baik," jawab Riki.


"Ikat semua penjahat ini agar mereka tidak kabur," ucap Jenni.


Riki kemudian menelpon kantor polisi untuk melaporkan semua kejadian itu. Heru, Erica, dan Evan membantu Jenni mengikat semua penjahat itu. Tanpa mereka sadari ternyata Indri asisten dari Yoga tidak ada disana, dia melarikan diri pergi dari sana menggunakan mobilnya.


"Dasar sial, bos tertangkap oleh polisi aku harus segera melaporkannya pada bos besar," ucap Indri sambil menjalankan mobilnya dan pergi dari sana.


"Aku sudah menelpon kantor polisi dan mereka sedang dalam perjalanan kemari," ucap Riki.


"Kau bantu yang lainnya mengikat semua penjahat yang ada disini, jangan sampai ada yang kabur," ucap Jenni.


"Baik," jawab Riki.


Maya menyadari ketika mencari wanita yang bernama Indri tetapi tidak menemukannya disana.


"Sial, ternyata wanita itu melarikan diri dari sini," ucap Maya kesal.


"Ada apa Erica?" tanya Evan.


"Sepertinya kita kehilangan satu orang yang kabur dari sini," jawab Maya.


"Siapa yang kabur dari sini?" tanya Jenni.


"Wanita yang membawa kami kemari yang bernama Indri asisten dari laki laki yang bernama Yoga ini," jawab Maya yang merasuki Erica.


"Betul, wanita itu benar benar tidak ada disini," ucap Heru sambil melihat sekelilingnya.


"Kita akan tangkap dia nanti, kita urus yang ada disini dulu," ucap Jenni.


Heru dan Riki yang terus memperhatikan Erica saat itu benar benar merasa aneh dengan sikap Erica yang tiba tiba berubah dan menjadi mirip dengan Maya menurut mereka. Lalu Riki dan Heru mendekati Erica yang di rasuki Maya saat itu yang sedang berdiri sambil mengamati para penjahat yang telah mereka tangkap.


"Erica!" ucap Riki.


"Iya ada apa?"


"Kami sangat terkesan dengan melihatmu menghajar semua para penjahat ini, jika kami boleh tahu apa kau pernah belajar ini dari seseorang?" tanya Riki.


"Ehm, soal itu aku sudah terbiasa melakukannya."


"Terbiasa maksudmu apa?" tanya Heru bingung.


"Ah iya maksudku aku sudah terbiasa melakukan latihan bela diri setiap hari," jawab Maya yang masih berada di tubuh Erica.


"Dengan siapa kau belajar semua ini? kau mengingatkan kami pada teman kami yang bernama Maya yaitu orang yang juga sedang kau cari, saat kau menghajar semua penjahat itu caramu sangat mirip dengannya, kami bertugas dengannya jadi sangat paham dengan apa yang di lakukannya selama ini, apa mungkin kau belajar dari dirinya?" tanya Riki.


"Sudah kuduga pasti begitu, karena kau sangat mirip dengannya," ucap Heru.


"Untung saja mereka tidak berpikir yang aneh aneh, sepertinya mereka mulai curiga pada Erica, lebih baik aku tidak mengatakan apapun yang membuat mereka lebih curiga lagi," ucap Maya di dalam hati.


Tidak lama kemudian semua polisi datang kesana dan masuk ke dalam gedung untuk membawa semua penjahat yang telah di tangkap. Evan yang masih merasa khawatir dengan Erica dia kemudian mendekatinya.


"Erica"


"Iya Evan, ada apa?"


"Apa kau benar benar tidak apa apa tanganmu terluka dan harus segera diobati," ucap Evan khawatir.


"Kau tak perlu khawatir, selama aku berada di tubuhnya Erica dia akan baik baik saja," ucap Maya.


"Jadi kau Maya!" ucap Evan terkejut.


"Jaga bicaramu, nanti orang lain bisa mendengar ucapanmu," ucap Maya sambil menatap Evan.


"Pantas saja aku merasa aneh, karena Erica menjadi tiba tiba sangat kuat," ucap Evan.


"Bukankah kau sudah di beritahu Erica, jika dia tidak terlalu pandai dalam hal berkelahi, jika dia tiba tiba berubah sangat pandai melakukan itu berarti aku yang ada di dalam tubuhnya, lagipula aku tak ingin Erica di lukai oleh para penjahat sialan itu," ucap Maya.


"Terimakasih kau telah melindungi Erica dari para penjahat itu," ucap Evan.


"Tentu saja karena aku sudah berjanji pada Erica, apalagi dia juga telah membantuku untuk menyelidiki tentang diriku, baiklah sekarang kita tinggal mencari informasi dari bos penjahat disini," ucap Maya.


"Tentu kita akan mencari informasi tentangmu dari Yoga," ucap Evan.


"Erica, Evan! ayo kita pergi dari sini, semuanya sudah di bawa menuju ke kantor polisi, kita juga harus kesana," teriak Jenni.


"Baik Kak Jenni!" teriak Evan.


Merasa Erica yang sudah aman kemudian Maya keluar dari tubuhnya Erica. Lalu Erica terjatuh dan membuat Evan menjadi khawatir.


"Erica! kenapa kau tiba tiba terjatuh? apa yang terjadi padamu," ucap Evan khawatir.


Melihat Erica yang tiba tiba terjatuh pingsan lalu Jenni berlari mendekati Erica.


"Apa yang terjadi pada Erica?" tanya Jenni khawatir.


"Mungkin dia kelelahan kak," jawab Evan.


"Gendong dia dan bawa ke dalam mobil, kita harus segera ke kantor polisi sekarang," ucap Jenni.


"Baik kak," jawab Evan.


Kemudian Evan menggendong Erica sampai ke dalam mobil, lalu mereka berangkat menuju ke kantor polisi. Di dalam perjalanan menuju ke kantor polisi tiba tiba Erica sadar kembali.


"Aku ada dimana?" ucap Erica sambil memegangi kepalanya.


"Erica kau sudah sadar!" ucap Evan.


"Syukurlah kau sudah sadar Erica, kita ada di dalam mobil dan perjalanan menuju ke kantor polisi," jawab Jenni.


"Ke kantor polisi?" ucap Erica.


"Iya Erica kita telah berhasil menangkap semua penjahat itu," jawab Evan.


"Ooo iya aku lupa jika dirasuki oleh Maya aku tidak akan mengingat semua kejadian yang aku alami saat itu," ucap Erica di dalam hati.


"Apa kau masih Maya yang berada di tubuhnya Erica?" bisik Evan pada Erica.


"Aku Erica, Maya telah keluar dari tubuhku, makanya aku tadi jatuh pingsan," bisik Erica pada Evan.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Evan.


"Tenang saja Erica kau pasti akan selalu baik baik saja, aku akan selalu menjagamu," ucap Maya yang duduk disamping Jenni sambil menatap Erica.


Erica tersenyum saat melihat Maya yang ada di dekatnya, Erica sangat senang karena telah menangkap semua penjahat itu dan dapat menanyai mereka tentang Maya pada mereka semua. Erica berharap jika mereka mendapatkan informasi yang penting dan mendapatkan petunjuk tentang Maya.