ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan yang terungkap 19



Adrian menemani Maya yang sedang berada di taman, Adrian berusaha untuk menyemangati Maya agar tidak terlalu bersedih setelah mengetahui masa lalunya.


"Kenapa kau duduk di sini bersamaku?" tanya Maya yang masih menangis.


"Aku ingin menemani seorang hantu yang saat ini sedang bersedih, aku tak ingin dia berbuat sesuatu yang aneh nanti," jawab Adrian tersenyum.


"Aku tak perlu kau temani."


"Maya bukankah seharusnya kau senang bisa mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya, dengan mengetahui identitas dirimu kau bisa mulai mencari tahu semua yang terjadi padamu dulu," ucap Adrian.


"Entah kenapa aku malah menjadi sedih, aku ingin mengetahui penyebab kematianku? dan kenapa aku tak bisa mengingat sedikitpun tentang masa laluku," ucap Maya.


"Kau harus bersabar perlahan nanti kau akan mulai mengingat semuanya, Erica juga pasti akan membantumu untuk mengungkap semuanya! dengan berjalannya waktu kemampuan Erica juga akan meningkat, mungkin dia akan lebih hebat dariku," ucap Adrian.


"Aku pun merasa begitu, kemampuan Erica semakin lama semakin bertambah seiring dengan waktu bersamaku" ucap Maya.


Adrian menatap Maya yang ada di sampingnya dan tersenyum.


"Semuanya pasti akan terungkap misteri kematianmu dan juga orang yang telah membunuhmu pasti akan muncul saat itu kau akan mulai mengingat semuanya! hanya kau harus sedikit bersabar untuk itu Maya."


"Aku akan membalas semua kejahatan orang yang telah membunuhku! aku juga akan mencari tahu apa alasan dia membunuhku, siapapun orang itu aku pasti akan menemukannya," ucap Maya kesal.


"Erica akan membantu Maya, jalani saja seiring dengan waktu kau pasti akan menemukan orang itu."


"Aku juga baru mengetahui jika diriku masih mempunyai seorang ibu, tapi dari yang kuketahui ibuku telah pindah entah kemana! dia pindah dari rumah yang biasa kami tempati semenjak diriku menghilang 1 tahun yang lalu," ucap Maya.


Adrian menatap Maya dan memegang tangannya sambil menutup matanya. Adrian melihat yang akan terjadi pada Maya. Lalu Adrian membuka kembali matanya dan menatap wajah Maya.


"Aku melihat sepintas yang akan terjadi padamu Maya, tidak lama lagi kau akan bisa bertemu dengan ibumu dan juga pelaku yang telah membunuhmu! apa sekarang kau dan Erica akan menyelidiki sesuatu?"


"Iya Adrian, aku dan Erica berencana untuk menolong seseorang yang arwahnya tak bisa kembali ke dalam tubuhnya, kebetulan dia adalah ibu dari temannya Erica! dia juga bilang padaku jika sepertinya dia mengenalku tapi dia belum terlalu ingat saat ini," ucap Maya.


"Saat kau membantunya untuk mengungkap sesuatu dan dia kembali ke tubuhnya dia pasti akan mengingat semua yang terjadi padanya saat itu," ucap Adrian.


"Benarkah itu?"


"Tentu Maya hanya kau harus bersabar saja, pasti semuanya akan terungkap seiring dengan waktu, aku yakin kau dan Erica pasti akan berhasil! jika kalian membutuhkan bantuanku datang saja untuk menemuiku nanti aku akan siap membantu kalian," ucap Adrian.


"Baiklah Adrian, terimakasih untuk semuanya! sekarang aku sudah mulai tenang dan tak bersedih lagi," ucap Maya.


"Baiklah kalau begitu pulanglah Erica pasti sangat mengkhawatirkanmu," ucap Adrian.


"Aku akan pulang sekarang, sampai jumpa lagi Adrian," ucap Maya.


Lalu Maya pergi menghilang kembali kerumahnya Erica.


"Heem, perjalanan mereka benar benar cukup berat, aku sebenarnya merasa sangat kasian padamu Maya, orang yang membunuhmu memang pantas untuk dihukum," ucap Adrian.


Setelah sampai dirumahnya Erica, Maya melihat Erica berdiri di depan jendela. Lalu Maya mendekati Erica.


"Erica"


Erica membalikkan badannya dan menoleh ke belakangnya. Erica merasa senang melihat Maya kembali kerumahnya.


"Maya! dari mana saja kau? aku benar benar tak bisa tidur karena memikirkanmu," ucap Erica khawatir.


"Aku hanya keluar sebentar untuk menenangkan diri," ucap Maya.


"Mana mungkin aku pergi tanpa pamit dengan teman baikku disini," ucap Maya tersenyum.


"Kenapa kau pergi tadi? apa yang terjadi padamu Maya? apa kau merasa sedih setelah mengetahui semuanya?"


"Aku hanya terkejut saja setelah melihat fotoku yang di tunjukkan oleh Andra, entah kenapa itu membuatku sangat sedih setelah melihatnya! dan ternyata benar aku memang sering pergi kesana dan Andra adalah temanku waktu aku masih hidup dulu," ucap Maya.


"Sepertinya Andra sangat menyukaimu Maya? dia juga sering mencari tahu keberadaanmu selama ini," ucap Erica.


"Aku juga merasa begitu, saat menatap wajahnya dia memberikan foto itu padaku terlihat jelas memang aku cukup berarti baginya," ucap Maya.


"Bagaimana jika dia mengetahui jika dirimu telah tiada, pasti dia akan sangat sedih! tapi bagaimana dengan laki laki yang bernama Rian itu? apa kau masih belum mengingat siapa dia?" tanya Erica.


"Aku belum ingat apapun tentang Rian, tapi aku sepintas hanya mengingat kebersamaan diriku bersama Andra waktu di tempat latihan," jawab Maya.


"Ehm, berarti kita harus menyelidiki dimulai dari Andra dan Ibunya Rey, kita pasti akan. menemukan petunjuk lainnya," ucap Erica.


"Benar Erica kita harus menyelesaikan satu persatu permasalahan yang ada, kita pasti akan menemukan petunjuk lainnya yang akan mengarahkan kita kepada pembunuhku," ucap Maya.


"Kita pasti akan menemukannya Maya! jika nanti telah menemukannya aku akan memukulnya habis habisan dan memastikan dia dihukum dengan sangat berat karena telah membunuhmu!" teriak Erica kesal.


"Erica jangan berteriak, nanti ayah dan ibumu terbangun dan mendengar percakapan kita," ucap Maya.


"Ups, maaf Maya aku terlalu bersemangat sampai berteriak," ucap Erica.


Maya tersenyum mendengar ucapan Erica.


"Aku senang melihatmu bisa tersenyum Maya."


"Aku tak akan bersedih lagi Erica, hanya aku ingin sekali bertemu dengan ibuku! Andra bilang jika ternyata aku masih memiliki ibu, hanya dia sekarang entah kemana, kita harus mencarinya Erica," ucap Maya.


"Aku pasti akan membantumu Maya, Evan juga akan ikut membantu kita setelah dia sembuh nanti! besok Evan sudah bisa pulang dari rumah sakit," ucap Erica.


"Benarkah! syukurlah jika Evan sudah sembuh dan bisa pulang," ucap Maya.


"Besok kita akan menjalankan rencana untuk membantu Ibunya Rey mengambil bukti yang di sembunyikan di dalam rumahnya," ucap Erica.


"Aku hampir lupa jika kita akan melakukan itu besok," ucap Maya.


"Wajar saja jika kau lupa Maya, karena saat ini kau sedang sedih."


"Apa Rey curiga padamu kita akan pergi kerumahnya besok?"


"Aku rasa tidak! Rey juga sepertinya sangat senang jika aku main kerumahnya," jawab Erica.


"Wajar saja jika dia senang karena dia menyukaimu Erica."


"Aku tak mungkin akan menyukainya karena aku sudah sangat mencintai Evan! sebentar lagi mereka juga akan saling bertemu di sekolah setelah Evan kembali masuk ke sekolah," ucap Erica.


"Lebih baik kau sekarang pergi tidur Erica, hari sudah larut malam," ucap Maya.


"Baiklah selamat malam Maya."


"Selamat malam Erica."


Setelah Maya pulang kerumah, Erica merasa sangat senang. Maya tak menceritakan jika dia bertemu dengan Adrian saat masih berada di luar tadi. Maya sudah sangat bertekad akan mencari pembunuh dirinya sampai dapat dan akan membalaskan dendamnya.