ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 89



Sementara Erica yang masih berada di rumah sakit, dia bersiap siap untuk segera pulang dari sana. Ibu dan ayahnya mempersiapkan semua sebelum Erica pulang, dokter juga telah memeriksa keadaan Erica saat itu.


"Bagaimana dok? Erica hari ini sudah benar benar bisa pulang?" tanya Ibunya Erica.


"Jika Erica belum sehat tidak masalah jika dia dirawat lagi disini," ucap Ayahnya Erica.


"Bapak dan ibu tak perlu khawatir, Erica dia baik baik saja dan sudah bisa pulang sekarang, paling dia istirahat satu hari di rumah dan lusa dia sudah bisa bersekolah lagi seperti biasa," ucap Dokter itu.


"Terimakasih dok, syukurlah jika Erica baik baik saja," ucap Ayahnya Erica.


"Tentu Pak Daniel, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter itu.


"Baik dok," ucap Ayahnya Erica.


Dokter itu kemudian berjalan keluar dari ruangannya Erica.


"Yah, pembayaran rumah sakit semua sudah selesai atau belum?" tanya Ibunya Erica.


"Sudah ayah selesaikan semua, kita tinggal pulang saja sekarang," jawab Ayahnya Erica.


"Erica, ayo kita pulang sekarang, nanti siang Evan dan teman temanmu akan datang kerumah kita, ibu mengajak mereka makan bersama dirumah kita sebagai ungkapan ucapan terimakasih kepada mereka karena telah menolong kita," ucap Ibunya Erica.


"Baiklah kalau begitu ayah akan memesan makanan dari restoran terbaik untuk kita makan bersama di rumah nanti," ucap Ayahnya Erica.


"Ide bagus ayah, ayo kita pulang sekarang," ucap Ibunya Erica.


"Baik bu, Erica juga juga sudah tidak betah terus berada dirumah sakit," ucap Erica sambil berdiri dari tempat tidur.


"Akhirnya kau bisa pulang juga Erica, aku sangat senang kau telah sembuh," ucap Maya tersenyum senang.


Erica tersenyum melihat Maya yang sangat senang saat itu.


"Ayo sayang, ibu bantu kamu berjalan."


"Tidak apa apa bu, Erica bisa kok berjalan sendiri," ucap Erica.


"Baiklah kalau begitu," ucap Ibunya Erica.


Tak lama kemudian Pak Darmin datang ke ruangannya Erica bersama dengan pegawai kantor ayahnya Erica.


"Pagi pak, barang mana saja yang akan di bawa ke dalam mobil," ucap Pak Darmin.


"Ooo iya Pak Darmin akan di bantu pegawai saya membawa semua barang miliknya Erica dan bawa saja masuk ke dalam mobil, saya biar naik mobil satunya saja bersama istri saya dan Erica," ucap Ayahnya Erica.


"Baik Pak," ucap Pak Darmin dan pegawai itu.


Mereka kemudian membawa semua barang milik Erica ke dalam mobil, Ayah dan Ibunya Erica serta dirinya juga berjalan menuju ke mobil untuk pulang dari rumah sakit. Saat berjalan menuju ke mobilnya Erica merasakan jika ada aura hantu jahat yang ada disekitarnya, dia menghentikan langkahnya dan melihat sekelilingnya.


"Ada apa Erica?" tanya Maya penasaran.


"Ada aura hantu jahat di sekitar sini, aura itu sama dengan waktu itu, pasti wanita itu berada di sekitar sini," ucap Erica sambil melihat sekelilingnya.


"Maksudmu hantu jahat itu berada di sekitar sini?" tanya Maya.


"Iya betul Maya, aku yakin dia juga pasti merasakan kehadiranmu saat ini," jawab Erica.


"Erica! ayo cepat, kenapa kau berhenti disana, ayahmu sudah berjalan kearah mobil," ucap Ibunya Erica.


"Baik bu," ucap Erica sambil berjalan dan masih melihat sekelilingnya.


Ternyata bos besar itu juga berada di rumah sakit itu, untuk menemui seseorang yang berbisnis dengannya. Dia pun juga merasakan kehadiran Erica dan Maya saat itu dan melihat sekelilingnya.


"Aura ini, apa anak yang bernama Erica itu berada di sekitar sini bersama hantu itu," ucap Bos besar itu.


"Ada apa bos?"


"Anak itu berada disini, aku harus melihatnya sendiri, siapa hantu yang selalu membantunya itu," ucap Bos besar itu di dalam hati.


"Baiklah kita akan menemui orang itu sekarang," ucap Bos besar itu.


"Aku akan menemuimu di lain waktu," ucap Bos besar itu di dalam hati sambil melihat sekelilingnya.


Lalu Erica dan orang tuanya pulang dari rumah sakit dengan mengendarai mobil dan langsung menuju kerumahnya. Setelah sampai dirumah Erica dan orang tuanya langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang non Erica," ucap Bik Mina.


"Iya bik," ucap Erica sambil tersenyum.


"Sayang apa kau ingin langsung beristirahat?" tanya Ibunya Erica.


"Iya bu, aku ingin langsung beristirahat saja di dalam kamar, jika Evan dan teman temanku datang nanti panggil saja aku," ucap Erica.


"Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat sayang," ucap Ibunya Erica.


"Erica mau kemana bu?" tanya Ayahnya Erica.


"Dia ingin beristirahat, apa ayah sudah memesan semua makanannya? sebentar lagi sudah siang nanti anak anak itu datang kemari kita belum menyiapkan semuanya," ucap Ibunya Erica.


"Sekretaris ayah sudah memesankan semua, nanti koki restoran sendiri yang akan mengantarkannya kemari," jawab Ayahnya Erica.


"Baguslah kalau begitu, pesankan makanan dan minuman semuanya yang paling enak dan istimewa, karena hari ini kita akan sekalian merayakan kesembuhannya Erica," ucap Ibunya Erica.


"Tentu, ayah sudah bilang jika semuanya harus yang istimewa," ucap Ayahnya Erica.


"Bik, siap meja makan dan perlengkapan makan dan minum, kita akan makan bersama dengan teman temannya Erica," ucap Ibunya Erica.


"Baik nyonya," ucap Bik mina.


Lalu Bik Mina pergi ke dapur untuk menyiapkan semuanya.


"Ibu harus mengganti pakaian dan bersiap siap, ayah juga perlu mengganti pakaian dan bersiap siap, ibu tidak ingin kita terlihat jelek dimata teman temannya Erica," ucap Ibunya Erica.


"Baiklah ayah akan segera bersiap siap juga," ucap Ayahnya Erica.


Zio yang di perintahkan bos besar untuk tetap mengikuti Evan hari itu, lalu dia kembali ke sekolah Erica dan Evan untuk mengintai mereka. Tak lama kemudian Evan, Rey, Putri yang saat itu pulang bersama dan menuju ke rumahnya Erica dengan mengendarai mobilnya Evan, Zio pun mengikuti mereka sampai kerumahnya Erica.


"Apa ini rumahnya Erica?" ucap Zio sambil melihat sekelilingnya.


Zio turun dari mobilnya dan bertanya kepada orang yang kebetulan lewat di depannya.


"Maaf nyonya, saya ingin bertanya," ucap Zio.


"Iya, kau ingin menanyakan apa?"


"Apa rumah besar ini rumahnya Pak Daniel yang putrinya bernama Erica?" tanya Zio.


"Iya betul ini rumah mereka, apa kau juga mengenal mereka?"


"Tentu saja nyonya, aku mengenal mereka, terimakasih atas informasinya," ucap Zio.


"Sama sama" ucap orang itu sambil berjalan pergi.


"Ternyata benar dugaanku ini rumahnya Erica, dia memang benar benar berasal dari keluarga yang sangat kaya, lebih baik aku menunggu mereka di dalam mobil saja," ucap Zio.


Lalu Zio masuk kembali ke dalam mobilnya dan menunggu pergerakan Evan dan yang lainnya. Evan, Rey, dan juga Putri yang sudah sampai kerumahnya Erica mereka langsung masuk ke dalam rumahnya Erica.


"Kalian sudah sampai! ayo cepat masuk ke dalam, Erica sudah pulang dari tadi pagi," ucap Ibunya Erica.


"Baik tante, terimakasih," ucap Evan, Rey, dan juga Putri.


Lalu mereka semua masuk ke dalam rumahnya Erica dan duduk di ruang tamu.