ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 61



Keesokan paginya Erica menemui ayah dan ibunya di kamar mereka.


"Tok tok tok" Erica mengetuk pintu kamar ayah dan ibunya.


"Iya sebentar" teriak Ibunya Erica dari dalam kamar.


"Kreek" Suara Ibunya Erica membuka pintu.


"Erica! ada apa sayang kemari?"


"Ada yang ingin Erica bicarakan pada ayah dan ibu!"


"Ayo masuk sayang kita bicarakan di dalam," ucap Ibunya Erica sambil menutup pintu.


"Kenapa Erica pagi pagi udah ke kamar ayah dan ibu?" tanya Ayahnya Erica.


"Erica bilang dia mau membicarakan sesuatu pada kita berdua yah!" jawab Ibunya Erica sambil duduk di samping Erica.


"Ooo begitu! apa ada sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan pada ayah dan ibu?" tanya Ayahnya Erica.


"Ayah ibu tadi malam Nadira ke kamar Erica dan membicarakan tentang sidang nanti!"


"Terus apa yang dia bicarakan padamu?" tanya Ibunya Erica.


"Dia mengatakan bersedia membantu kita dengan menjadi saksi di pengadilan nanti!" jawab Erica.


"Itu kabar bagus sayang akhirnya dia mau membantu kita!" ucap Ibunya Erica senang.


"Tapi sepertinya ada yang sedikit membuatmu sedih sayang? apa ada sesuatu yang kau pikirkan?" tanya Ayahnya Erica sambil menatap anaknya.


"Apa terjadi sesuatu sayang? ceritakan pada ayah dan ibu!" ucap Ibunya Erica.


"Korban yang lainnya menolak membantu kita!"


"Maksudmu korban wanita Rio yang lainnya?" tanya Ibunya Erica.


"Apa kau mengenal mereka semua Erica?" tanya Ayahnya Erica.


"Aku tak mengenal mereka! tapi Nadira mengenal mereka semua! tadi malam Nadira menghubungi mereka semua, tapi mereka semua menolak menjadi saksi karena takut dengan Bu Sandra!" jawab Erica.


"Apa mereka semua takut dengan wanita itu!" ucap Ibunya Erica kesal.


"Iya bu! sepertinya Bu Sandra telah menyuap mereka semua dengan uang untuk tutup mulut dan mengancam mereka jika berkhianat!" ucap Erica.


"Ehm, wanita itu semakin menjadi jadi saja jahatnya pada orang lain!" ucap Ibunya Erica marah.


"Sepertinya Sandra telah merencanakan semua itu! dia pasti paham siapa saja wanita yang pernah menjadi korban anaknya!" ucap Ayahnya Erica.


"Dia juga sekarang sedang mencari Nadira!" ucap Erica.


"Apa! dia juga sedang mencari Nadira!" teriak Ibunya Erica.


"Iya bu! dia menyuruh orang untuk mencari Nadira! karena tidak menemukan Nadira dia menjadi sangat kesal!" ucap Erica.


"Heem, Erica sayang kalau boleh ibu tahu kau dapat semua informasi ini dari siapa?" tanya Ibunya Erica penasaran.


"Kalau soal itu Erica mendapatkan sedikit bantuan dari teman bu!" jawab Erica.


"Ooo begitu! apa temanmu mengikuti dan menyelidiki Sandra?" tanya Ayahnya Erica.


"Sepertinya begitu yah!" jawab Erica.


"Untung saja ada temanmu yang mau membantu kita!" ucap ibunya Erica.


"Yang penting sekarang Nadira sudah setuju untuk menjadi saksi di pengadilan nanti! untuk korban yang lainnya kita berdoa saja semoga mereka berubah pikiran dan mau membantu kita," ucap Ayahnya Erica.


"Semoga saja yah!" ucap Erica.


"Nanti siang Pak Andre akan kemari untuk membicarakan persiapan sidang besok! Ibunya Tasya, Intan, dan Evan juga akan kemari! kita bicarakan lagi nanti setelah berkumpul!" ucap Ibunya Erica.


"Baik bu," ucap Erica.


"Ayo kita sarapan dulu sayang!" ucap Ibunya Erica.


Erica dan orang tuanya menuju ke meja makan untuk sarapan bersama. Tak lama kemudian Nadira dan Nadine juga menuju ke meja makan dan sarapan bersama.


"Nadira! itu keputusan yang tepat kau mau menjadi saksi dan melawan Rio di pengadilan nanti!" ucap Ibunya Erica.


"Iya bu Rosa! saya juga harus membantu untuk melawan mereka semua!" ucap Nadira.


"Kau jangan takut kami pasti akan melindungimu dari wanita jahat itu!" ucap Ibunya Erica.


"Terimakasih Bu Rosa!" ucap Nadira.


"Nanti siang kita akan berkumpul untuk membicarakan persiapan sidang besok! pengacara kita Pak Andre juga akan datang kemari bersama saksi yang lainnya!" ucap Ayahnya Erica.


"Iya Pak Daniel!" jawab Nadira.


"Andai saja saksi yang lainnya mau bekerjasama juga pasti kita akan menang dengan cepat!" ucap Ibunya Erica sambil memakan sarapannya.


"Tidak usah dipikirkan lagi bu! bukankah kita sekarang ada Nadira!" ucap Erica.


"Iya sih! cuma ibu masih kesal saja Si Sandra jahat itu beraninya mengancam orang yang lebih lemah dari dia! coba saja jika dia berani melakukan anakku dan diriku seperti itu! akan kucincang habis dia!" ucap Ibunya Erica kesal.


"Ibu kok berbicara seperti itu di depan anak anak!" ucap Ayahnya Erica.


"Bagaimana lagi yah! ibu sangat kesal jika mendengar hal yang berkaitan dengan Sandra yang jahat itu!" ucap Ibunya Erica.


"Kalau Ibunya Erica dam Ibunya Rio berkelahi kira kira siapa yang menang ya?" ucap Maya sambil tersenyum.


"Pasti Ibunya Erica lah Maya! dia sangat kuat dan hebat apalagi dia selalu membela yang benar!" ucap Tasya tersenyum.


"Betul katamu Tasya!" ucap Maya.


"Ooo iya Nadira aku lupa memberitahumu! sekarang keadaan ayahmu dirumah sakit sudah mulai membaik!" ucap Ibunya Erica.


"Syukurlah kalau begitu! terimakasih Bu Rosa atas bantuannya!" ucap Nadira senang.


"Ayah akhirnya bisa sembuh kak!" ucap Nadine senang.


"Benar Nadine! ayah akan sehat kembali seperti dulu!" ucap Nadira sambil memegang tangan adiknya.


"Kalian tenang saja walaupun tidak bisa membesuknya sekarang! yang penting keadaan ayah kalian sudah mulai membaik, disana dokter yang menanganinya adalah dokter yang paling terbaik di rumah sakit itu!" ucap Ibunya Erica.


"Iya Bu Rosa! kami percaya dan yakin pada semua yang anda katakan!" ucap Nadira.


"Kalian tak perlu mengkhawatirkannya! yang penting ayah kalian cepat sembuh dan bisa berkumpul bersama kalian lagi!" ucap Ayahnya Erica.


"Iya Pak Daniel!" ucap Nadira.


"Erica apa kau sudah menelpon Evan dan menyuruhnya kerumah nanti siang?" tanya Ibunya Erica.


"Ooo iya bu! Erica lupa nanti sebentar lagi ku telpon!" jawab Erica.


"Ehm, bagaimana sih dengan pacar sendiri kok bisa lupa!" ucap Ibunya Erica tersenyum menatap Erica.


"Kalau yang lainnya apa ibu sudah menelponnya?" tanya Ayahnya Erica.


"Tentu saja sudah yah! Ibunya Tasya dan Intan tadi malam sudah ibu telpon semua, hanya Evan saja yang belum! kalau itu tugas Erica dong!" ucap Ibunya Erica.


"Baiklah kalau begitu! kita harus fokus untuk sidang besok! jangan sampai ada hambatan dan sidang besok dapat berjalan dengan lancar!" ucap Ayahnya Erica.


"Pasti sekarang wanita jahat itu sedang menyusun rencana untuk menggagalkan semua rencana Erica dan ibunya!" ucap Maya.


"Tapi dia tidak mengetahui jika Nadira berada di rumahnya Erica!" ucap Tasya.


"Jika dia sampai tahu! pasti akan sangat berbahaya untuk Nadira!" ucap Maya.


"Maya Bu Sandra pasti akan berbuat sesuatu yang curang dan licik untuk memenangkan sidang besok!" ucap Tasya khawatir.


"Ehm, kita akan mengunjunginya malam nanti dan melihat apa yang di lakukan oleh wanita jahat itu!" ucap Maya.


"Baik Maya!" ucap Tasya.


Maya dan Tasya berencana untuk mengunjungi rumahnya Rio agar dapat mengetahui apa yang direncanakan oleh Bu Sandra. Maya dan Tasya khawatir jika Bu Sandra akan berbuat curang dan licik saat sidang besok.