ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 137



Maya yang melihat Erica tiba tiba terjatuh pingsan dia kemudiaan langsung memegangi tubuhnya Erica, bos besar itu pun menjadi tak sadarkan diri setelah hantu jahat itu keluar dari dalam tubuhnya saat itu. Adrian melepaskan tangannya dari bos besar itu dan mengangkatnya ke atas kursi. Melihat Erica yang juga tak sadarkan diri adrian pun membantu Maya memindahkan Erica ke sebuah kursi.


"Apa Erica akan baik baik saja Adrian?" tanya Maya khawatir.


"Kau tenang saja, dia tidak apa apa, hanya dia mengeluarkan banyak tenaganya untuk melawan hantu jahat itu sehingga membuatnya menjadi pingsan, sebentar lagi dia pasti akan sadar," jawab Adrian.


"Bagaimana dengan kakakku? apa dia juga baik baik saja? apa hantu itu sudah tidak ada lagi di dalam tubuhnya?" tanya Dian khawatir.


"Iya dia juga baik baik saja, hantu jahat itu sudah terkurung di dalam kalung yang di pegang oleh Erica, dia juga akan segera sadar," jawab Adrian.


"Syukurlah kalau begitu, akhirnya kakakku telah terbebas dari hantu jahat itu," ucap Dian senang.


Setelah mengalahkan Monica dan anak buah dari bos besar itu, Jenni, Riki dan juga Heru masuk ke dalam rumah itu untuk melihat apa yang terjadi di sana.


"Bagaimana apa Erica berhasil mengalahkan hantu jahat itu?" tanya Jenni penasaran.


"Apa yang terjadi pada Erica dan bos besar itu?" tanya Heru.


"Erica berhasil mengeluarkan hantu jahat itu pada tubuh bos besar, dia hanya terlalu banyak mengeluarkan tenaga tadi makanya dia menjadi pingsan," jawab Maya.


"Syukurlah jika Erica telah berhasil, apa hantu jahat itu benar benar telah menghilang selamanya?" tanya Jenni.


"Dia tidak lenyap, hanya Erica berhasil mengurungnya di kalung miliknya untuk saat ini," jawab Adrian.


"Jadi maksudmu dia bisa keluar kapan saja dari kalung itu?" tanya Riki.


"Tentu tidak semudah itu dia keluar dari dalam kalung itu, dia hanya bisa keluar jika ada manusia jahat yang membantunya keluar dari sana," jawab Adrian.


"Kalung ini harus di buang jauh ke tempat yang tidak ada orang bisa menemukannya," ucap Maya.


"Benar Maya, kita harus segera menyingkirkannya secepat mungkin," ucap Adrian.


Jenni melihat Irfan yang kaki tangannya di ikat dengan tali di dekat dinding ruangan itu, lalu Jenni berjalan mendekatinya.


"Apa dia yang bernama Irfan itu?" tanya Jenni.


"Iya betul, dia Irfan yang telah membunuh orang tuanya Rian," jawab Maya.


"Kalian tidak akan bisa menangkapku!" teriak Irfan.


"Benarkah itu, asal kau tahu saja kami telah memasang kamera tersembunyi dan juga alat penyadap di semua ruangan ini, sehingga pembicaraan kalian tadi sudah terekam dengan sangat rapi dan akan menjadi barang bukti di kantor polisi nanti,"ucap Jenni sambil tersenyum menatap Irfan.


"Kalian telah menjebakku aku pun akan menuntut balik atas perbuatan kalian padaku," ucap Irfan.


"Silahkan saja jika kau bisa melakukannya," ucap Maya.


Rian, Evan dan Bu Vira juga datang ke rumahnya Dian untuk melihat keadaan di sana.


"Maya!" ucap Rian.


"Erica! bagaimana dengan keadaannya?" ucap Evan khawatir.


"Erica baik baik saja," jawab Maya.


"Bagaimana denganmu Maya? apa kau juga baik baik saja?" tanya Rian.


"Aku baik baik saja," jawab Maya.


"Syukurlah kalian telah berhasil mengalahkannya, dan sekarang kita bisa menangkap mereka semua," ucap Rian.


"Rian! tolong Om, mereka telah menjebakku, aku tidak terlibat dengan kecelakaan yang menimpa orang tuamu," ucap Irfan.


Rian berjalan mendekati Irfan dan menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.


"sekarang pun kau masih tidak mau mengakuinya, aku sangat kecewa dengan Om Irfan, padahal kau adalah satu satunya keluargaku saat ini, tapi demi harta kau sangat tega membunuh orang tuaku bahkan juga ingin membunuhku," ucap Rian.


"Itu semua tidak benar Rian, percayalah pada Om," ucap Irfan.


"Aku tak akan percaya lagi dengan semua ucapan Om, bahkan Om pun juga berniat untuk membunuh Maya pacarku, maaf jika mengecewakan Om tapi selama ini aku hanya berpura pura sakit agar bisa mengetahui semua kenyataan yang belum terungkap, sekarang semuanya sudah sangat jelas, dan Om tak perlu menjelaskan apapun lagi padaku, selamat menikmati hidup di dalam penjara mulai saat ini," ucap Rian.


"Rian, aku mohon maafkan aku kali ini saja, bagaimana dengan nasib anak dan istriku jika aku di dalam penjara dalam waktu yang lama, tolong kasihanilah aku," ucap Irfan memohon pada Rian.


"Om tak perlu mengkhawatirkan mereka, aku akan menanggung semua biaya kehidupan mereka dengan baik sepenuhnya, aku tidak akan membiarkan mereka hidup terlantar, jalani saja hukuman di dalam penjara dan renungkan kesalahan yang telah Om perbuat selama ini," ucap Rian.


Mendengar ucapan Rian membuat Irfan menjadi menangis sedih karena menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Rian tetap akan melaporkan semua kejahatan yang telah di lakukan oleh Irfan ke kantor polisi. 


"Bu Vira, kumpulkan semua penjahat ini menjadi satu tempat agar polisi bisa langsung membawa mereka semua," ucap Rian.


"Baik Tuan," jawab Bu Vira.


"Aku akan membantumu," ucap Riki dan Heru.


"Aku telah menghubungi kantor polisi mereka akan segera datang kemari untuk membawa semuanya," ucap Jenni.


"Baguslah kalau begitu," ucap Maya.


"Setelah menangkap bos besar dan Irfan kita juga bisa menangkap semua orang yang berkaitan dengan bisnis mereka dan kita bisa mendapatkan surat penggeledahan di rumah mereka semua," ucap Jenni.


"Kau pasti bisa menyelesaikan semua ini," ucap Maya.


"Tentu saja Maya," jawab Jenni.


Beberapa saat kemudian bos besar itu tersadar dan melihat di sekelilingnya, dia merasa sangat bingung dengan apa yang telah terjadi padanya saat itu.


"Apa yangtelah terjadi padaku?" ucap Bos besar itu sambil memegangi kepalanya.


"Kakak, akhirnya kau sadar juga," ucap Dian.


"Dian, kenapa kepalaku sangat merasa pusing? aku ingin jika datang kemari bersama dengan Irfan setelah itu aku tidak ingat apa apa lagi," ucap Bos besar itu.


"Erica telah berhasil mengeluarkan hantu jahat itu pada tubuh kakak, dan sekarang kakak bisa hidup dengan normal lagi seperti dulu walaupun harus mendekam di penjara terlebih dahulu," ucap Dian.


"Apa katamu! hantu besar itu kalian keluarkan dari tubuhku! kenapa melakukan itu padaku? hantu itu telah membantu kakak selama ini untuk bisa berhasil dalam hidup kita juga bisa menjadi kaya dengan sangat cepat, kembalikan lagi dia ke dalam tubuhku," ucap Bos besar itu.


Mendengar ucapan dari bos besar itu, Adrian kemudian mendekatinya dan berbicara dengannya.


"Kau telah di manfaatkan oleh hantu jahat itu, dia selama ini mengumpulkan kekuatannya melalui dirimu, setelah dia menjadi sangat kuat dia berencana akan pindah ke tubuhnya Erica agar bisa bertambah kuat, dan kau bisa saja di bunuh oleh hantu jahat itu, dia tidak mengenal rasa kasihan pada siapapun jika sudah tak membutuhkan manusia yang dia rasuki dia akan membunuhnya, apa kau masih ingin jika dia merasukimu lagi," ucap Adrian.


Mendengar ucapan Adrian kemudian bos besar itu menjadi terdiam, Dian berusaha untuk menenangkan kakaknya dan memberinya penjelasan agar kakaknya bisa mengerti jika itu sangat berbahaya bagi dia maupun orang lain di sekitarnya.