
Setelah sampai di kantor polisi, Rio langsung di periksa oleh polisi. Tak lama kemudian evan, intan, dan erica pun sampai di kantor polisi. Untuk memberikan kesaksiannya. Polisi menelpon orang tua dari rio mengatakan bahwa putra mereka berada di kantor polisi. Orang tua rio pun terkejut dan langsung menuju ke kantor polisi. Setelah sampai di kantor polisi orang tua rio langsung menemui rio yang sedang di periksa oleh polisi.
"Dimana anak saya!!" teriak ibunya rio.
"Kenapa anak kami sampai bisa di bawa kemari?" tanya ayahnya rio.
Evan, intan, dan maya yang masih ditubuhnya erica langsung terkejut mendengar teriakan ayah dan ibunya erica.
"Maaf ibu dan bapak silahkan duduk, nanti akan kami jelaskan permasalahannya" ucap pak polisi.
Lalu ibu dan ayahnya rio duduk di samping anaknya.
"Mengapa anak saya di bawa kemari, apa yang telah dia perbuat?" tanya ibunya rio.
"Iya tolong jelaskan kepada kami" ucap ayahnya rio.
Rio hanya terdiam dan duduk tanpa berkata apapun.
"Begini anak anda mendapatkan tuduhan atas kasus pembunuhan dengan korban yang bernama tasya, dan dia juga berencana ingin melecehkan korban lainnya yang bernama erica" ucap pak polisi.
"Apa kasus pembunuhan dan pelecehan!! mungkin bapak salah anak saya tidak mungkin melakukan itu semua!!" teriak ibunya rio.
"Apa sudah ada bukti jika memang anak kami yang melakukannya?" tanya ayahnya rio.
"Ada buktinya, sebuah rekaman pengakuan dari anak anda rio serta keterangan dari saksi saksi yang ada disini," ucap pak polisi menunjuk kearah erica, evan, dan intan.
Ibu dan ayahnya rio langsung menoleh ke arah erica, evan, dan intan yang sedang duduk berseberangan dengannya.
"Erica!!!" ucap ibunya rio kaget.
Ibunya rio langsung berdiri dan mendekati erica.
"Erica coba jelaskan kepada tante, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Maaf tante, yang di katakan pak polisi tadi memang semuanya benar."
"Tante tak percaya jika rio ingin melecehkanmu apalagi membunuh seorang wanita".
"Tapi memang itu semua kenyataannya tante, erica tak berbohong".
"Apa kau benar benar tidak menuduh rio sembarangan, tante paham betul rio anak yang penurut dan baik" ucap ibunya rio tak menerima kenyataan.
"Kita lihat saja proses hukumnya nanti, jika memang rio tidak bersalah dia akan di bebaskan" ucap evan mendekati erica dan ibunya rio.
"Siapa kau ikut campur pembicaraanku dan erica?"
"Aku pacarnya erica, namaku evan".
"Jadi kau sudah memiliki pacar erica, dan kau menolak anak tante dan menjebaknya agar dia di penjara," ucap ibunya rio marah.
"Bukan karena itu tante, memang rio bersalah aku tak pernah berusaha menjebaknya" ucap erica.
"Baiklah kita lihat nanti di pengadilan tante akan memastikan jika rio tidak bersalah"ucap ibunya rio pergi dan mendekati rio kembali.
"Aku sudah mulai khawatir ini akan terjadi," ucap intan.
"Tak usah kau pikirkan perkataan ibunya rio," ucap evan menatap erica.
"Aku tak memikirkannya hanya mengkhawatirkan jika rio untuk sementara akan bebas bersyarat karena pengaruh orang tuanya" ucap maya yang masih berada di tubuh erica.
"Kalian sudah boleh pulang, karena semua kesaksian kalian telah kita dapatkan semua dan kasus ini akan di tindak lanjuti" ucap pak polisi.
"Baik pak, terimakasih" ucap evan.
"Ooo iya nanti jika kalian di butuhkan untuk saksi kalian akan kami hubungi kembali" ucap pak polisi.
"Iya pak, kami permisi pulang" ucap evan.
Maya hanya menatap rio yang duduk diam tak berkata apapun, dan hantu tasya masih berada di dekat rio.Tasya ingin memastikan jika rio benar benar akan di hukum. Rio masih merasa syok karena di buat oleh maya bisa melihat tasya yang berwujud sangat mengerikan. Tetapi setelah dia di buat tak sadarkan diri oleh maya penglihatan rio kembali normal dan tak bisa melihat tasya lagi.
Pada saat evan, intan, dan erica mau keluar dari kantor polisi, orang tua erica datang karena di telpon oleh polisi. Ibu dan ayahnya erica sangat cemas dan marah setelah mendengar anaknya akan menjadi korban pelecehan oleh rio.
"Erica!!" teriak ibunya erica.
"Ibu ayah kenapa kemari" ucap erica terkejut.
"Apa kau baik baik saja? apa kau terluka?" tanya ibunya erica khawatir dan memeriksa keadaan anaknya.
"Aku baik baik saja, tidak terjadi apapun padaku" ucap erica.
"Ooo syukurlah ibu dan ayah benar benar kaget dan cemas setelah di telpon oleh polisi" ucap ibunya erica.
"Sekarang dimana rio, apa dia sudah di penjara?" tanya ayahnya erica.
"Dia masih di interogasi oleh polisi di dalam" ucap evan.
"Siapa dia erica?" tanya ibunya erica.
"Maaf bu di ralat saya bukan temannya erica tetapi pacarnya" ucap evan menatap erica.
"Evan kenapa kau bilang begitu!!".
"Kita kan memang sudah pacaran tidak apa apa jika orang tuamu sekarang mengetahuinya" ucap evan tersenyum.
"Ooo jadi kau pacarnya, kau laki laki yang sangat tampan" ucap ayahnya erica menatap evan.
"Benar, erica sangat pintar memilih pacar" ucap ibunya erica.
"Kalau wanita ini siapa?" tanya ayahnya erica menatap intan yang berdiri di sebelah erica.
"Perkenalkan namaku intan aku satu kampus dengan rio dan korban yang di bunuh rio" ucap intan.
"Apa rio membunuh orang" ucap ibunya erica terkejut.
"Iya om dan tante, rio telah membunuh seorang wanita dan menguburkannya di villa dia, dia juga hampir melakukan sesuatu yang buruk kepada erica" ucap evan menjelaskan.
"Haah, hampir saja aku menjodohkan anakku dengan seorang pembunuh! sekarang dimana dia tante ingin menemuinya!!" teriak ibunya erica marah.
"Dia ada di dalam tante" ucap evan.
"Akan kuberi anak itu pelajaran" ucap ibunya erica berjalan masuk kedalam kantor polisi mencari rio.
"Sayang!!!" teriak ayahnya erica mengejar ibunya erica.
Evan, intan, dan erica juga kembali masuk ke kantor polisi mengejar ibunya erica.
"Dimana penjahat itu!!!" teriak ibunya erica.
Ibu dan ayahnya rio terkejut melihat orang tua erica yang datang ke kantor polisi. Ibunya erica berjalan menuju rio yang sedang duduk dan menamparnya.
"Paaaaaaaak" suara ibunya erica menampar rio.
"Apa yang kau lakukan pada anakku rio" ucap ibunya rio berdiri dan memeluk anaknya.
"Apa kau bilang, kau mengkhawatirkan anakmu yang pembunuh ini!!! dia hampir melecehkan anak semata wayangku!!!" teriak ibunya erica marah.
"Itu belum terbukti jika anakku bersalah" ucap ibunya rio.
"Rasakan ini!!!!" ibunya erica menarik rambut rio.
"Aaaaah sakit" teriak rio.
"Berani kau ingin mencelakai anakku!!!" teriak ibunya erica marah.
"Hei apa yang kau lakukan pada rio!!!" teriak ibunya rio mendorong ibunya erica.
"Berani kau mendorongku!!!"
"Iya memangnya kenapa jika aku berani!!" teriak ibunya rio.
"Rasakan ini juga kau!!!" teriak ibunya erica menjambak rambut ibunya rio.
"Aaaaaaaaah sakit!!!" teriak ibunya rio.
Ibunya rio membalas menjambak rambut ibunya erica, yang membuat mereka saling menjambak rambut.
"Aaaaaaaaah!!!" teriak ibunya erica.
Polisi kemudian datang memisahkan mereka.
"Hentikan jangan buat keributan disini" ucap pak polisi.
Akhirnya mereka berhenti saling menjambak dan di pegang oleh suami masing masing.
"Kita selesaikan semua sesuai dengan proses hukum, jangan main hukum sendiri!!" teriak pak polisi.
"Kita akan bertemu lagi di pengadilan untuk melanjutkan kasus ini, aku tak akan menerima rio yang ingin mencelakai anakku!!!" teriak ibunya erica.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang di pengadilan," ucap ibunya rio.
"Ayo kita pulang sayang, nanti kita bicarakan lagi dirumah" ucap ayahnya erica membujuk ibunya erica.
"Baiklah ayo kita pulang!!" ucap ibunya erica berjalan keluar dari kantor polisi.
"Wah ibumu benar benar sangat berani erica" ucap evan tersenyum.
"Benar erica ibumu sangat keren" ucap intan.
"Ehm begitu ibuku, ayo kita pulang!! evan aku akan pulang dengan orang tuaku, kau antar intan saja pulang kerumahnya."
"Baiklah erica, sampai jumpa besok" ucap evan.
Setelah sampai di luar kantor polisi ibu dan ayahnya erica, dan erica masuk ke dalam mobil dan pulang menuju kerumahnya. Sedangkan evan mengantarkan intan pulang kerumahnya dengan mengendarai mobilnya evan. Ibunya erica tidak terima karena perlakuan rio kepada erica yang hampir melecehkan anaknya. Ibunya akan melanjutkan kasusnya sampai ke pengadilan dan menghukum rio dengan seberat beratnya.