ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 6



Keesokan paginya erica bersiap siap untuk pergi ke sekolah serta menyiapkan semua perlengkapan untuk pertandingan basketnya. Maya masih memikirkan tentang rian laki laki yang dia temui kemarin di restoran. Erica yang melihat maya melamun langsung menghiburnya agar maya kembali ceria seperti biasanya.


"Heem, kenapa maya apa yang sedang kau pikirkan?".


"Aku hanya tidak bisa menjauhkan dia dari pikiranku semenjak pertemuan kemarin dengannya erica!!".


"Ehm maksudmu rian laki laki yang kau ikuti kemarin?".


"Iya erica, entah mengapa aku terus memikirkannya dan membuatku gelisah!!".


"Heem, apa kau jatuh cinta padanya?? aku jadi penasaran seperti apa rian itu??" ucap erica sambil melipat kedua tangannya.


"Iya sih dia memang tampan, tetapi bukan juga aku langsung jatuh cinta padanya!! aku saja tidak tahu pasti apa dia ada hubungannya dengan masa laluku!!".


"Baiklah maya, kita fokus dulu satu persatu permasalahan setelah selesai semua nanti kita mencari tahu tentang rian".


"Iya erica maaf, aku jadi menyusahkanmu".


"Tidak perlu bilang begitu maya, aku senang jika kau pun senang" ucap erica tersenyum.


"Baiklah ayo kita berangkat erica sebentar lagi pertandingan akan di mulai".


"Ayo kita berangkat!! ingat nanti bermain yang bagus ya maya!!".


"Sip, tenang saja erica aku tidak akan membuatmu malu di pertandingan nanti!!".


Erica keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, dan langsung menuju ke mobil.


"Erica!!!" teriak ibunya erica.


"Iya bu!!".


"Hari ini adalah pertandinganmu yang pertama semoga kau menang ya".


"Apa ibu dan ayah tidak bisa datang melihatku bertanding?".


"Maafkan ibu dan ayah, hari ini ada meeting penting yang tidak bisa kita tinggalkan erica sayang" ucap ibunya erica sambil memegang tangan erica.


"Heem baiklah, jika ibu dan ayah tidak bisa datang tidak apa apa".


"Tetap yang semangat sayang, ibu dan ayah akan mendoakanmu semoga kau memenangkan pertandingan itu!!".


"Iya ibu terimakasih, erica berangkat dulu! daa ibu!!" ucap erica sambil masuk ke dalam mobil.


"Daa sayang! pak darmin hati hati mengendarai mobilnya jangan terlalu cepat!!".


"Iya nyonya" jawab pak darmin.


Erica berangkat ke sekolahnya diantar oleh supirnya pak darmin. Setelah sampai di sekolah, Evan telah menunggu erica di depan gerbang sekolah. Lalu erica turun dan menghampiri evan yang sedang menunggunya.


"Pagi evan" ucap erica tersenyum menatap evan.


"Kenapa kau lama sekali erica! kupikir kau akan terlambat datang ke pertandingan" ucap evan khawatir.


"Maaf evan aku agak telat".


"Tidak apa apa erica, yang penting sekarang kau sudah datang!!".


"Terimakasih evan!!".


"Ayo cepat segera bersiap siap sebentar lagi pertandingan dimulai!!" ucap evan sambil memegangi tangan erica dan berjalan menuju ke ruang ganti.


"Melihat kalian berdua membuatku sangat senang erica" bisik maya.


Erica tersenyum mendengar ucapan maya padanya, Evan mengantarkan erica menuju ke ruang ganti dengan berpegangan tangan dengan erica sepanjang jalan. Erica dan evan menjadi pusat perhatian semua orang, Cindy yang melihatnya menjadi kesal dan marah.


"Ayo cepat sana ganti pakaianmu erica, aku akan menunggu disini" ucap evan.


"Baiklah evan" ucap erica sambil masuk ke ruang ganti untuk bersiap siap.


Erica masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya. Maya juga mengikuti erica masuk ke dalam ruang ganti.


"Erica!! apa aku langsung saja memasuki tubuhmu disini" ucap maya.


"Iya maya!! disini saja".


"Baiklah erica aku akan masuk ke dalam tubuhmu dan menyelesaikan pertandingan ini dengan baik!".


"Iya maya, kau juga harus bermain dengan hati hati!!".


Maya kemudian masuk ke dalam tubuhnya erica untuk melakukan pertandingan basket. Maya keluar dari ruang ganti dan menuju ke lapangan.


"Erica tunggu!!" teriak evan.


"Ooo iya evan, aku akan ke lapangan untuk bertanding!!"


"Ayo kita kesana bersama" ucap evan sambil memegang tangannya erica.


"Heem, evan benar benar memang selalu mengkhawatirkan erica" ucap maya di dalam hati.


Setelah sampai di lapangan maya melihat rio, kemudian rio berjalan dan menghampirinya.


"Hai erica, ini bunga untukmu! semoga kau memenangkan pertandingan ini" ucap rio sambil memberikan bunga kepada erica.


"Iya terimakasih rio" ucap maya sambil menerima bunga dari rio.


Evan yang melihat rio memberikan bunga kepada erica di depannya menjadi cemburu.


"Apa maksudmu memberikan bunga kepada erica?" ucap evan cemburu.


"Aku tidak ada maksud apa apa hanya ingin memberikan semangat saja kepada erica supaya dia dapat memenangkan pertandingan ini" ucap rio menatap evan.


"Tak perlu kau mendekati erica, karena sekarang dia telah menjadi pacarku" ucap evan.


"Kau hanya baru pacarnya, bukan suaminya jadi tentu saja aku masih memiliki peluang untuk merebut erica darimu" ucap rio tersenyum sinis.


"Apa maksudmu!!!" teriak evan kesal.


"Sudah evan cukup jangan buat keributan ada banyak orang disini" ucap maya.


"Baiklah erica" ucap evan.


"Lebih baik sekarang kau ke kursi penonton saja rio, jangan buat keributan disini" ucap maya.


"Baiklah erica aku akan duduk di kursi penonton, sampai jumpa" ucap rio sambil mengedipkan matanya pada erica.


"Dia benar benar membuatku sangat kesal!!" ucap evan.


"Apa yang dia rencanakan kepada erica, dia tidak tahu jika aku yang ada di tubuh erica" ucap maya di dalam hati.


"Erica!!" teriak pak guru.


"Iya pak!!".


"Ayo kemari dulu kita kumpul bersama tim!!".


"Baik pak!! evan aku ke sana dulu!!".


"Iya erica, bertanding dengan semangat".


"Ok evan!!".


Maya dan tim basket berkumpul dan diberi pengarahan oleh pak guru. Setelah mereka selesai di beri pengarahan pertandingan pun di mulai. Tanpa maya sadari cindy sudah merencanakan sesuatu untuk melukai erica saat melakukan pertandingan. Cindy membayar salah satu pemain lawannya tim erica agar mencelakai erica saat bertanding basket.


"Lihat saja nanti kau erica akan kubalas kau hari ini" ucap cindy tersenyum sinis sambil melihat erica yang telah memasuki lapangan.


Pertandingan pun di mulai maya yang memasuki tubuhnya erica bermain dengan sangat baik dan membuat skor menjadi lebih tinggi dari lawan.


"Ayo erica!!! semangat!!" teriak evan di pinggir lapangan.


Rio yang melihat evan berteriak memberikan semangat kepada erica, Dia pun juga ikut berteriak untuk menyemangati erica bertanding.


"Semangat erica!! kamu pasti bisa menang!!!" teriak rio dari kursi penonton.


Evan yang melihat rio berteriak untuk menyemangati erica menjadi bertambah cemburu.


"Berani sekali dia berteriak memanggil erica" ucap evan kesal.


Melihat erica yang bermain dengan sangat baik membuat lawannya menjadi kewalahan menghadapi erica dan timnya. Kemudian salah satu orang yang di bayar cindy untuk mencelakai erica pun langsung mendorong erica dan membuatnya terjatuh.


"Aaarrrggghhh" teriak maya.


"Maaf aku tidak sengaja mendorongmu" ucap orang yang di bayar cindy.


"Rasakan itu erica!!! pasti kau tidak bisa melanjutkan pertandingan ini" ucap cindy di dalam hati.


Melihat erica yang terjatuh di tengah lapangan pak guru dan evan langsung menghampiri erica. Kemudian erica di bawa ke pinggir lapangan di periksa untuk mengetahui apa dia mengalami cedera. Cindy yang melihat erica terjatuh menjadi sangat senang, Rio pun ikut menghampiri erica untuk melihat keadaannya.