ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 23



Saat Leo memberikan minuman yang beralkohol pada gadis muda yang di bawanya itu, Maya berencana akan merasuki gadis itu dan memberikan pelajaran pada Leo.


 


 


"Ini minumanmu silahkan di minum," ucap Leo sambil menaruh minuman itu di atas meja.


 


"Terimakasih Pak Leo," jawab Gadis itu.


 


"Kau tak perlu khawatir setelah ini kau pasti akan menjadi artis yang terkenal aku akan membantumu, asal kau mau menuruti semua yang kumau," ucap Leo sambil menatap gadis itu.


 


 


"Baik Pak Leo."


 


Maya sangat kesa mendengar ucapan Leo pada gadis muda itu yang menjanjikan sesuatu dan mengharapkan balasan sebagai gantinya.


 


"Haah, dasar hidung belang! berani sekali dia merayu gadis muda itu, ingin kupukul wajahnya jika dia begini terus!" teriak Maya kesal.


 


"Apa kau ingin merasuki gadis itu Maya?" tanya Ibunya Rey.


 


"Tepat sekali, jika aku merasuki gadis itu aku bisa memukul wajah laki laki brengsek itu dengan mudah," ucap Maya.


 


"Apa itu tifak akan membahayakan gadis itu jika kau merasukinya dan memukul Leo?" 


 


"Tentu tidak akan bahaya malah aku akan menyelamatkan gadis itu dari laki laki hidung belang ini," ucap Maya.


 


"Ooo begitu, aku juga memang ingin kau menghajar Leo dia memang sudah sangat keterlaluan," ucap Ibunya Rey.


 


Gadis muda itu lalu meminum minuman yang di berikan oleh Leo.


 


"Habiskan saja minuman itu, kau harus terbiasa meminum minuman itu mulai sekarang jika ingin menjadi artis yang terkenal," ucap Leo.


 


"Baik Pak Leo," ucap Gadis itu.


 


Gadis itu menghabiskan minuman yang di berikan oleh Leo, minuman itu perlahan membuat mabuk gadis itu. Leo yang melihat gadis itu mulai mabuk lalu duduk di dekat gadis itu dan menggerayangi tubuhnya.


 


"Kau gadis muda yang cukup cantik, malam ini kau aka menemaniku," ucap Leo.


 


Gadis itu lalu pingsan dan tak sadarkan diri karena pengaruh minuman yang di berikan oleh Leo. Lalu Leo mencium gadis itu.


 


"Maya sepertinya sekarang waktunya kau masuk kedalam tubuhnya," ucap Ibunya Rey.


 


"Baiklah saatnya memberikan pelajaran pada si brengsek ini," ucap Maya.


 


Lalu Maya merasuki tubuh gadis muda itu, saat Leo akan membuka pakaiannya dia sangat terkejut melihat gadis muda itu tersadar kembali dan membuka matanya.


 


"Apa yang akan kau lakukan padaku?" ucap Maya yang merasuki gadis itu.


 


"Kenapa kau bisa tiba tiba terbangun dan sadar?" ucap Leo terkejut.


 


 


Maya kemudian berdiri dan menatap Leo yang ada di hadapannya.


 


"Kau ingin melakukan sesuatu yang tak pantas padaku?"


 


"Apa maksudmu tak pantas? ini sudah menjadi persetujuan kita, kau akan menuruti semua keinginanku jika ingin menjadi artis terkenal," ucap Leo.


 


"Apa ini hanya caranya jika ingin menjadi artis terkenal, bukankah kau hanya menipu dan memperdaya mereka semua yang seharusnya tak boleh kau lakukan ini, Ehm menurutku kau hanya laki laki yang brengsek dan juga licik yang hanya menjual nama kakaknya untuk mendapatkan apa yang kau mau!" teriak Maya.


 


"Apa maksudmu? siapa sebenarnya dirimu?" tanya Leo sambil menunjuk muka Maya dengan ketakutan.


 


"Hahahahahaha" Maya tertawa dan berjalan mendekati Leo.


 


"Jangan mendekat kau pasti sedang kerasukan hantu! kau bukan gadis itu!" teriak Leo.


 


 


"Heem,ternyata kau lebih pintar daripada dugaanku Leo, bukankah seharusnya kau takut padaku," ucap Maya sambil menatap Leo.


 


"Siapa sebenarnya kau kenapa merasuki gadis itu?"


 


"Aku hanya kebetulan saja kemari dan melihat kau akan melakukan kejahatan pada gadis malang ini, ia mungkin telah termakan rayuanmu tapi aku akan menyelamatkannya darimu," ucap Maya.


 


"Jangan ikut campur urusanku hantu sialan pergi kau dari sini!" teriak Leo.


 


Maya menjadi sangat kesal dengan ucapan Leo.


 


 


Leo sangat terkejut mendengar semua ucapan Maya padanya.


 


"Dari mana kau tahu semua itu?"


 


"Tentu saja aku tahu semuanya karena aku adalah seorang hantu," ucap Maya tersenyum.


 


"Aku akan melenyapkanmu hantu sialan!"


 


"Hahahahahaha, apa kau bisa melakukan itu, menurutku malah kau yang akan ku lenyapkan malam ini," ucap Maya.


 


Leo melemparkan semua barang yang ada di dekatnya pada Maya, tapi Maya dengan sangat mudah menghindarinya dan berjalan mendekati Leo.


 


"Kau tak akan bisa menyakiti gadis ini maupun diriku!" teriak Maya.


 


"Kita lihat saja," ucap Leo.


 


 


Leo mengambil sebuah pisau yang ada di atas meja dan berlari mendekati Maya yang merasuki gadis itu.


 


"Mati kau!" teriak Leo sambil berlari menuju Maya.


 


Maya lalu menendang pisau yang ada di tangan Leo sampai terjatuh, lalu Maya menendang wajahnya Leo dan dia jatuh tersungkur ke lantai. 


 


 


"Berani sekali kau ingin menyakiti gadis ini dan berusaha untuk membunuhnya!" teriak Maya.


 


Maya menarik rambut Leo dan memukul wajahnya berkali kali sampai dia berdarah. Leo membalas melayangkan pukulan di wajahnya Maya, tetapi Maya tak merasakan sakit sedikitpun. Karena Leo yang membalas pukulannya membuat Maya semakin marah.


 


"Kau berharap jika aku merasakan sakit karena telah di pukul olehmu," ucap Maya.


 


"Kenapa kau tak merasakan sakit sedikitpun?" tanya Leo terkejut.


 


"Heem, bukankah sudah kubilang jika aku ini adalah hantu," ucap Maya.


 


Lalu Maya melayangkan pukulan yang sangat keras di wajahnya Leo sehingga membuatnya pingsan dan tak sadarkan diri. Melihat Leo yang tak sadarakan diri lalu Maya berdiri dan membersihkan tangannya yang ada darah karena memukul wajahnya Leo.


 


"Haah dasar laki laki brengsek! begitu saja dia sudah kalah dariku, dengan kemampuan seperti itu malah selalu ingin berbuat jahat pada orang lain," ucap Maya.


 


 


"Maya apa kau tidak terlalu keras memukulnya?" tanya Ibunya Rey.


 


"Tentu saja tidak, jika aku memukulnya dengan keras dia pasti sudah mati," ucap Maya sambil menendang tubuh Leo yang ada di dekatnya.


 


 


"Lalu apa kita akan membiarkan dia seperti ini saja?"


 


"Tentu biarkan dia disini saja sampai besok pagi, aku rasanya memang ingin membunuhnya saja tapi Erica melarang aku untuk melakukan itu, karena jika aku melakukannya aku akan berubah menjadi hantu yang jahat," ucap Maya.


 


"Lalu bagaimana dengan gadis ini? apa yang akan kita lakukan padanya?" tanya Ibunya Rey.


 


 


"Ehm, jika kita membiarkannya disini akan sangat berbahaya baginya, ingin mengantarkanya pulang kita tidak tahu alamatnya ataupun namanya, bagaimana jika kita ke kantor polisi saja," ucap Maya.


 


"Kenapa ke kantor polisi?"


 


"Jika aku keluar dari tubuh ini psti dia akan pingsan dan tak sadarkan diri, jika dia berada di kantor polisi itu akan aman baginya," ucap Maya.


 


 


"Iya betul juga katamu Maya sebaiknya kita memang kesana saja," uca Ibunya Rey.


 


 


"Baik ayo kita pergi ke kantor polisi," ucap Maya.


 


"Ada apa Maya kenapa kau diam saja disini?"


 


"Aku lupa jika tidak bisa menghilang karena sedang merasuki seseorang, ayo kita naik taksi saja," ucap Maya sambil berjalan keluar dari rumahnya Leo.


 


 


Lalu Maya dan Ibunya Rey pergi mengantarkan gadis itu ke kantor polisi dengan mengendarai taksi.