ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 99



 


 


Melihat Erica yang berbicara sendiri membuat Evan menjadi penasaran dan mendekati Erica saat itu karena merasa khawatir.


 


"Erica, kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya Evan penasaran.


 


"Aku sedang berbicara dengan Maya, dia sudah sampai disini terlebih dahulu daripada kita," jawab Erica.


 


"Jadi Maya sudah ada disini dari tadi? apa dia berhasil membuat orang itu tidak mengikuti kita?" tanya Evan.


 


"Iya Evan, dia berhasil dan sekarang orang itu tidak bisa mengikuti kita hari ini," jawab Erica.


 


"Ngomong ngomong apa yang dilakukan Maya pada orang itu sehingga dia tidak bisa mengikuti kita hari ini?" tanya Evan penasaran.


 


"Maya membuat orang itu menabrak trotoar jalan dan mobilnya menjadi rusak sehingga dia tidak bisa mengikuti kita untuk sementara waktu ini," jawab Erica.


 


"Wow, Maya memang ahli dalam mencelakai seorang penjahat," ucap Evan.


 


"Maya memang orang yang hebat dalam berbagai hal dan aku sangat mengaguminya," ucap Erica tersenyum sambil menatap Maya.


 


"Ayo kita masuk ke rumahnya Rian sekarang, mungkin dia sudah menunggu kita," ucap Evan.


 


"Baiklah," ucap Erica.


 


Lalu Erica dan Evan berjalan ke arah pintu masuk rumahnya Rian dan menekan bel.


 


"Ting tong ting tong" suara bel berbunyi.


 


"Kreek" suara membuka pintu.


 


"Selamat siang kami ingin bertemu dengan Pak Rian," ucap Erica.


 


"Tentu kalian sudah di tunggu tuan Rian di dalam ruang kerjanya saat ini, silahkan masuk aku akan mengantarkan kalian padanya," ucap Pelayan wanita itu.


 


"Terimakasih," ucap Erica.


 


Lalu Erica dan juga Evan berjalan mengikuti pelayan wanita itu menuju ke ruang kerjanya Rian.


 


"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.


 


"Masuk" teriak Rian dari dalam ruang kerjanya.


 


"Kreek" suara membuka pintu.


 


"Tuan, mereka sudah sampai," ucap Pelayan wanita itu.


 


"Persilahkan masuk," ucap Rian.


 


"Silahkan kalian masuk," ucap Pelayan wanita itu.


 


"Terimakasih," ucap Erica.


 


Tanpa sengaja tanda pengenal pelayan wanita itu terjatuh dari kantong bajunya, melihat itu terjatuh Erica lalu mengambilnya. Saat melihat nama dari tanda pengenal itu Erica sangat terkejut dan menatap pelayan wanita itu.


 


"Apa ini tanda pengenal milik anda?" tanya Erica pada pelayan wanita itu.


 


"Ah iya betul, maaf itu mungkin terjatuh dari kantong bajuku tadi," ucap Pelayan wanita itu sambil mengambil tanda pengenal itu dari tangannya Erica.


 


"Dian, apakah itu namamu?" tanya Erica sambil menatap pelayan wanita itu.


 


"Betul itu adalah namaku, kau bisa melihat dari tanda pengenal ini," jawab Pelayan wanita itu tersenyum.


 


"Apakah dia wanita yang terakhir menemui Maya saat sebelum dia di bunuh? jika itu memang dia, berarti dia adlah saudara dari bos besar itu, tapi apa mungkin jika dia wanita yang bernama Dian itu karena dia hanya seorang pelayan biasa, sedangkan bos besar itu sangat kaya dan berkuasa, mungkin aku hanya salah menduga saja," ucap Erica di dalam hati.


 


"Apa ada yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Pelayan wanita itu.


 


"Apa kau memiliki saudara?" tanya Erica.


 


"Iya aku memiliki saudara, dan dia seorang wanita, kami hanya dua bersaudara," jawab Pelayan wanita itu.


 


"Aku masih belum yakin dengan dirinya, tapi dia juga memiliki saudara wanita," ucap Erica di dalam hati.


 


Melihat Erica yang berbicara dengan pelayan wanitanya Rian merasa penasaran dan mendekati mereka.


 


"Ada apa Erica? apa kau mengenal pelayanku?" tanya Rian.


 


 


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pelayan wanita itu sambil berjalan keluar dari ruang kerja Rian.


 


"Silahkan duduk Erica," ucap Rian.


 


"Baik terimakasih Pak Rian," ucap Erica.


 


Lalu Erica duduk di samping Evan di atas sofa, Maya pun merasa mencurigai pelayan wanita yang bekerja dengan Rian, dia merasa jika pelayan wanita itu menyembunyikan sesuatu dari mereka.


 


"Erica, entah kenapa aku merasa sangat mencurigai pelayan wanita itu, dia juga ternyata bernama Dian dan dia juga mengatakan jika memiliki saudara perempuan, sama persis yang di katakan oleh Yoga, tapi hal yang janggal menurutku kenapa dia bekerja sebagai pelayan wanita di rumahnya Rian, sedangkan jika memang dia saudara dari bos besar itu seharusnya dia tidak bekerja seperti itu karena bos besar sangat kaya dengan semua bisnis yang dimilikinya," ucap Maya penasaran.


 


"Kita bahas nanti dirumah saja," bisik Erica pada Maya.


 


"Kau sedang berbicara dengan siapa Erica?" tanya Rian.


 


"Ah tidak! aku tidak berbicara dengan siapa siapa kok," jawab Erica.


 


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Rian penasaran.


 


"Apa kau benar benar mencintai Maya?" tanya Erica.


 


"Tentu saja, aku sangat mencintai Maya sampai kapanpun, dia cinta pertama dan terakhir untukku," jawab Rian.


 


"Apa kau mengetahui siapa orang yang terakhir kali bertemu dengan Maya, sebelum dia menghilang secara tiba tiba waktu itu?" tanya Erica.


 


"Aku tidak mengetahuiny, sampai sekarang aku masih berupaya untuk menemukan Maya, tapi tidak membuahkan hasil," jawab Rian.


 


"Apa tidak ada hal yang kau tutupi dari kami? aku ingin kita saling jujur agar dapat bekerjasama satu sama lain dengan baik, tujuan kita sama adalah ingiin menemukan Maya secepatnya," ucap Erica.


 


"Apa kau mencurigai diriku?" tanya Rian.


 


"Aku tak mencurigaimu karena kau adalah orang yang paling dekat dengan Maya, dan tidak mungkin kau yang mencelakainya dan itu pasti orang lain yang biasa di sebut dengan bos besar," jawab Erica.


 


"Dari mana kau tahu tentang bos besar itu? aku tidak pernah mengatakan apapun padamu, apa kau tahu dari penjahat yang berhasil kalian tangkap kemarin bersama polisi?" tanya Rian.


 


"Iya tentu sebagian informasi kami dapatkan dari sana dan sebagian lagi dari sumber yang paling bisa dipercayai," jawab Erica.


 


"Dari siapa kau mengetahuinya? apa aku juga mengenal orang itu?" tanya Rian.


 


"Tentu kau sangat mengenal oarng itu dengan sangat baik, bahkan lebih baik daripada kami," jawab Erica.


 


"Siapa dia?" tanya Rian.


 


"Sebelum aku memberitahumu, aku ingin bertanya sesuatu terlebih dahulu padamu," ucap Erica.


 


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Rian.


 


"Apa kau percaya dengan dunia lain dan hantu yang ada di sekitar kita?" tanya Erica.


 


"Kenapa kau menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti itu, apa mungkin jika di dunia ini ada hantu?" ucap Rian tidak percaya.


 


"Bagaimana jika kau bisa melihat mereka, apa kau akan percaya padaku?" tanya Erica.


 


"Tapi apa itu mungkin, aku bisa melihat hantu," ucap Rian.


 


"Tentu saja bisa dengan bantuanku, kau bisa melihat mereka dan juga bisa bertemu dengan orang yang selama ini kau cari," ucap Erica.


 


"Apa maksudmu aku tidak mengerti?" tanya Rian penasaran.


 


"Aku mengetahui semua hal yang tidak di ketahui orang lain tentang Maya, karena dia sendiri yang telah memberitahuku," jawab Erica.


 


"Bagaimana mungkin orang yang lama menghilang bisa memberitahumu," ucap Rian.


 


"Bisa saja, jika dia sudah berubah menjadi hantu dan berada di dekatku sekarang," ucap Erica.


 


"Jadi maksudmu Maya sudah tidak ada di dunia ini lagi dan sekarang dia telah menjadi hantu?" tanya Rian.


 


"Iya, itu yang terjadi saat ini, dan aku bisa membuktikan semua ucapanku padamu," ucap Erica.


 


"Maya sudah tidak ada di dunia ini lagi, itu tidak mungkin polisi saja sampai sekarang belum menemukan apapun tentang Maya bahkan jika dia mati belum di temukan jasadnya sampai sekarang, kau jangan berbohong padaku," ucap Rian tidak percaya pada ucapan Erica.


 


Erica berniat ingin membuat Rian dapat bertemu dan berbicara dengan Maya menggunakan kekuatan yang dia miliki agar bisa membuat Rian percaya pada mereka, dan tidak menyembunyikan apapun lagi informasi penting tentang Maya.