
Setelah mendengar kabar dari suaminya ibunya erica sangat senang, kemudian dia langsung menelpon erica untuk memberi kabar tentang persidangan kasus rio.
"Aku harus segera mengabari erica dan yang lainnya! Sekarang sudah jam berapa ya apa erica sudah selesai belajar!" Ibunya erica sambil melihat jam tangannya.
"Sekarang sudah jam 1 siang mungkin erica sudah selesai semua pelajarannya! Aku akan menelponnya sekarang!" Ibunya erica mengambil handphone dan menelpon erica.
"Kring kring kring" Suara handphone erica berbunyi.
"Ada apa ibu menelpon?" ucap erica sambil melihat handphonenya.
"Iya halo bu!" Erica menjawab telponnya.
"Halo erica apa semua pelajaranmu sudah selesai?"
"Iya bu baru saja selesai semua! setelah ini erica ada latihan basket!"
"Lebih baik kau izin dulu dan langsung pulang kerumah!"
"Ada apa bu? kenapa menyuruh erica pulang cepat?" tanya erica penasaran.
"Ini mengenai kasusnya rio! jika disana ada evan ajak juga kerumah dan jangan lupa juga hubungi intan dan ibunya tasya ajak juga kerumah!" ucap ibunya erica.
"Baik bu!" jawab erica.
"Sampai jumpa dirumah sayang!" ucap ibunya erica sambil menutup telponnya.
"Ada apa erica?" tanya maya penasaran.
"Ibu menyuruhku pulang cepat dan mengajak semua saksi di kasus rio untuk datang kerumah!" jawab erica sambil membereskan semua bukunya.
"Apa sidang akan segera dilaksanakan?" ucap maya.
"Mungkin saja!" ucap erica.
"Akhirnya kasusnya rio akan segera di sidang di pengadilan!" ucap maya senang.
"Dimana tasya?" tanya erica pada maya.
"Mungkin sekarang dia ada di dekat ibunya! Karena jika kasusnya selesai dia pasti akan menghilang pergi ke alam yang seharusnya, dia memanfaatkan sisa waktunya untuk selalu di dekat ibunya!" ucap maya.
"Ooo begitu!" ucap erica.
Evan datang menghampiri erica di dalam kelasnya.
"Erica! kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya evan.
"Tidak aku tidak berbicara dengan siapa siapa!" ucap erica.
"Kupikir kau tadi sedang berbicara dengan seseorang!" ucap evan heran.
"Mungkin kau hanya salah melihat saja evan!"
"Ayo kita pergi ke lapangan untuk latihan basket!" ucap evan.
"Oo iya evan tadi ibuku menelpon dia menyuruh kita intan dan ibunya tasya untuk datang kerumahku!" ucap erica.
"Memangnya ada apa erica ibumu menyuruh kita datang kerumahmu?" tanya evan penasaran.
"Ini berkaitan dengan sidang kasus rio!"
"Apa kasusnya akan segera di sidang?" tanya evan.
"Kemungkinan begitu!" ucap erica.
"Baiklah ayo kita menjemput ibunya tasya dan intan!" ucap evan.
"Kita harus izin dulu bahwa tidak bisa latihan basket hari ini!" ucap erica.
Silvi tanpa sengaja berjalan melewati kelasnya erica, evan melihatnya dan menghampiri silvi.
"Itu kak silvi!" ucap erica menunjuk kearah luar kelas.
"Silvi!!" teriak evan sambil berlari mendekati silvi.
"Iya evan ada apa?" tanya silvi.
"Tolong izinkan aku dan erica kepada pelatih bahwa hari ini tidak bisa ikut latihan bersama!"
"Kenapa kau dan erica tidak bisa ikut latihan hari ini?" tanya silvi.
"Aku dan erica sedang ada keperluan mendadak! tolong ya silvi!" ucap evan.
"Ok baiklah!" ucap silvi.
"Terimakasih untuk bantuannya!" ucap evan.
"Sama sama evan!" ucap silvi.
"Ayo erica kita berangkat!" ucap evan sambil menggandeng tangannya erica.
"Dasar evan kalau sedang kasmaran saja selalu begitu!" ucap silvi.
"Kita akan menjemput intan dulu di kampusnya setelah itu baru menjemput ibunya tasya!" ucap erica.
"Baik erica sayang!" ucap evan.
"Heem mulai lagi gombalnya!" ucap maya.
Erica dan evan langsung menuju ke kampus intan dengan mengendarai mobilnya evan.
"Coba sekarang kau telpon intan! dan suruh dia untuk menunggu di depan kampus!" ucap evan sambil menyetir mobil.
"Oo iya hampir saja aku lupa untuk menelponnya!" Erica mengambil handphonenya di dalam tas dan menelpon intan.
"Kring kring kring" Suara handphone intan berbunyi.
"Iya halo erica!" Intan menjawab telponnya.
"Ada apa erica?" tanya intan.
"Aku dan evan akan menjemput kak silvi sekarang! untuk kerumahku!"
"Memangnya ada apa erica? apa sesuatu terjadi?" tanya intan.
"Ini mengenai sidang kasusnya rio!" jawab erica.
"Ok baiklah aku akan langsung ke depan kampus! kebetulan kuliahku hari ini telah selesai!" ucap intan sambil menutup telponnya.
"Bagaimana apa intan bisa ikut dengan kita?" tanya evan.
"Iya dia bisa dan sekarang dia akan menunggu kita di depan kampus!" jawab erica.
"Baiklah kita akan kesana dengan kecepatan penuh!" Evan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
"Kenapa tidak pelan pelan saja! aku yang hantu saja sekarang merasa sangat pusing!" ucap maya sambil memegangi kepalanya.
"Ternyata hantu juga bisa merasa mabuk darat!" ucap erica di dalam hati.
Tak lama kemudian evan dan erica sampai di kampusnya intan.
"Dimana intan? bukannya katamu dia akan menunggu di depan kampus!" ucap evan.
"Itu kak intan dia disana! Kak intan!" teriak erica dari dalam mobil.
"Hai erica!" Intan berjalan mendekati mobilnya evan.
"Apa kak intan sudah lama menunggu?" tanya erica.
"Tidak aku baru saja sampai disini!" ucap intan.
"Ayo kak intan masuklah kedalam mobil!" ucap erica.
Intan membuka pintu dan masuk ke dalam mobilnya evan.
"Hai evan apa kabar?" ucap intan.
"Kabarku baik!" ucap evan.
"Ayo kita berangkat sekarang menjemput ibunya tasya!" ucap erica.
"Ok baiklah!" ucap evan menjalankan mobilnya menuju rumah ibunya tasya.
"Apa sudah tahu tanggal persidangannya erica?" tanya intan.
"Belum tahu kak intan! ibuku belum memberi tahu kapan cuma kita disuruh kumpul di rumahku hari ini!" jawab erica.
Evan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah ibunya tasya. Dan mereka tidak lama sudah sampai di tujuan.
"Ayo kita turun!" ucap evan sambil menghentikan mobilnya di depan rumah ibunya tasya.
"Iya baiklah!" ucap erica dan intan.
Mereka semua turun dari mobil dan maya oun juga ikut turun dari mobil.
"Anak ini menyetir mobil seperti orang kerasukan hantu!" ucap maya sambil bersandar di mobil.
"Maaf maya jika dia membuatmu mabuk darat!" bisik erica sambil tersenyum.
"Aku bukannya mabuk naik mobil tetapi hanya pusing saja!" teriak maya kesal.
"Bukannya kau tadi bisa menghilang saja dan muncul di rumahnya tasya! kau kan hantu bisa menghilang kapan saja!" ucap erica.
"Betul juga kenapa aku bisa lupa jika aku adalah hantu!" ucap maya.
"Ayo kita masuk ke dalam!" ucap erica.
"Tok tok tok" Evan mengetuk pintu rumahnya tasya.
"Iya tunggu sebentar!" ucap ibunya tasya dari dalam rumah.
"Kreeek" Suara ibunya tasya membuka pintu.
"Selamat siang bu!" ucap erica dan intan.
"Siang! ada apa kalian kemari?" tanya ibunya tasya.
"Kami kemari ingin menjemput ibu untuk kerumah saya!" ucap erica.
"Ada apa dirumahmu erica?"
"Ibuku menyuruh kita berkumpul untuk membicarakan tentang persidangan kasusnya rio!" ucap erica.
"Baiklah tunggu sebentar ibu mengambil tas dulu di dalam!"
"Baik bu kami akan menunggu disini saja!" ucap erica.
Tasya yang sedang berada dirumahnya menghampiri maya dan bertanya padanya.
"Ada apa maya?" tanya tasya penasaran.
"Sepertinya kasusmu dan rio sebentar lagi akan di sidang di pengadilan!" jawab maya.
"Benarkah itu!" ucap tasya senang.
"Tentu! makanya ibunya erica menyuruh kita berkumpul sekarang!" ucap maya.
"Syukurlah akhirnya tidak lama lagi semuanya akan selesai!" ucap tasya.
"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap ibunya tasya sambil mengunci pintu rumahnya.
Mereka semua masuk ke dalam mobilnya evan dan berangkat menuju rumahnya erica. Sedangkan tasya dan maya mereka menghilang pergi menuju rumahnya erica.