ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 45



Setelah memberitahu semua informasi tentang nadira kepada orang tuanya, Erica berangkat ke sekolah dengan pak darmin supirnya. Tak lama setelah jam pulang sekolah evan menghampiri erica untuk mengajaknya pulang bersama.


"Erica!" ucap evan sambil berjalan mendekati erica.


"Evan!" ucap erica.


"Ayo aku antar kau pulang ke rumah!" ucap evan.


"Aku akan di jemput pak darmin! mungkin sekarang dia sudah sampai di depan sekolah bersama ibuku!" ucap erica.


"Bersama ibumu? apa kalian akan pergi keluar erica?" tanya evan penasaran.


"Iya aku akan pergi dengan ibu menemui nadira di rumahnya!" ucap erica.


"Menemui nadira dirumahnya? apa kau sudah mengetahui alamat rumahnya?" tanya evan.


"Aku sudah mengetahuinya!" jawab erica.


"Wow cepat sekali kau mengetahuinya!" ucap evan.


"Aku mendapatkan sedikit bantuan dari teman mencari alamat rumahnya!" ucap erica.


"Teman! teman yang mana erica?" tanya evan penasaran.


"Teman baikku! kau belum mengenalnya!" ucap erica.


"Oo begitu! teman laki laki atau perempuan?" tanya evan cemburu.


"Teman perempuan evan!" ucap erica sambil tersenyum.


"Baguslah jika teman perempuan!" ucap evan tersenyum.


"Ternyata evan juga bisa cemburu!" ucap putri berjalan mendekati erica.


"Aku tidak cemburu kok!" ucap evan tersipu malu.


"Aku harus pergi sekarang!" ucap erica.


"Aku akan mengantarmu sampai ke mobil!" ucap evan.


"Baiklah evan! putri sampai jumpa besok!" ucap erica sambil melambaikan tangannya pada putri.


"Sampai jumpa erica!" ucap putri.


Cindy yang mendengar semua percakapan erica dan evan, dia merasa penasaran dengan nadira.


"Siapa wanita yang bernama nadira yang akan ditemui oleh erica? apa dia orang yang di temui evan dan erica kemarin?" ucap cindy penasaran.


Cindy merasa semakin penasaran dan berniat untuk mengikuti erica dan ibunya untuk mengetahui semuanya.


"Kali ini aku harus berhasil mengikuti erica dan ibunya! dan mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang bernama nadira itu!" ucap cindy sambil berlari keluar kelas dan mengikuti erica dan evan yang sedang berjalan menuju mobil.


Setelah sampai di gerbang sekolah erica melihat mobilnya dan berjalan mendekatinya bersama evan.


"Erica sayang!" ucap ibunya erica sambil melambaikan tangan dari dalam mobil.


"Ibu!" teriak erica tersenyum.


"Wah ternyata ada evan!" ucap ibunya erica sambil keluar dari mobil.


"Apa kabar tante!" ucap evan.


"Kabar tante tentu saja baik! bagaimana denganmu!" ucap ibunya erica.


"Kabar evan baik tante!" ucap evan.


"Syukurlah kalau begitu! erica ayo kita pergi sekarang!" ucap ibunya erica.


"Baik bu!" ucap erica.


"Evan! tante dan erica akan pergi dulu ada urusan yang perlu dilakukan!" ucap ibunya erica.


"Iya tante! hati hati di jalan!" ucap evan.


"Evan setelah selesai aku akan menelponmu nanti!" ucap erica.


"Baiklah erica!" ucap evan.


Erica dan ibunya pergi menuju rumahnya nadira, tanpa mereka sadari cindy kembali mengikutinya dengan taksi. Di tengah perjalanan maya menyadari jika mereka diikuti lagi oleh cindy.


"Erica sepertinya cindy kembali mengikutimu dengan taksi!" ucap maya.


Erica menoleh kearah belakang mobilnya dan melihat taksi yang mengikuti mereka.


"Benar itu cindy! kenapa lagi dia terus mengikutiku!" ucap erica di dalam hati.


"Ada apa erica?" tanya ibunya erica.


"Ah tidak apa apa bu!" jawab erica.


"Apa perlu dia ku bereskan agar tidak mengikuti kita?" tanya maya sambil menatap erica.


"Usahakan dia tak mengikuti kita lagi!" bisik erica pada maya dan tasya.


"Baiklah erica! kau disini saja tasya aku bisa mengurusnya sendiri!" ucap maya.


Maya menatap taksi yang ada di belakang mobil erica. Lalu maya berpindah menghilang ke dalam taksi yang ditumpangi oleh cindy.


"Gadis ini benar benar tidak ada jeranya mencari masalah dengan erica!" ucap maya kesal.


"Pak jangan sampai kehilangan mobil itu! ikuti terus mereka!" teriak cindy.


"Baik non!" jawab supir taksi itu.


"Kita lihat apa kau masih bisa mengikuti erica nanti!" ucap maya tersenyum.


"Kenapa aku menjadi merinding di dalam taksi ini!" ucap cindy merasa aneh.


"Wajar saja kau merinding! ada aku di sampingmu!" teriak maya.


"Akan kubuat kau tak bisa mengikuti mobilnya erica hari ini!" ucap maya.


Maya membuat taksi yang di naiki cindy ban nya meletus. Sehingga membuat taksinya berhenti mendadak.


"Duuuuuuaaaaar" suara ban meletus.


"Ciiiiiiiiiit ciiiiiiiiiiit" Supir taksi berhenti mendadak.


"Ada apa pak?" tanya cindy.


"Sepertinya ban mobilnya meletus non!" ucap pak supir.


"Apa meletus! kok bisa!" ucap cindy terkejut.


"Saya akan mengeceknya dulu non!" ucap pak supir sambil keluar dari taksi.


"Aduh gagal lagi aku mengikuti erica hari ini!" ucap cindy kesal.


"Maaf non! ban taksi saya meletus pecah sepertinya akan lama di perbaikinya!" ucap pak supir.


"Apa lama!" ucap cindy.


"Jika nona buru buru naik taksi yang lain saja!" ucap pak supir.


"Baiklah saya akan naik taksi yang lain!" ucap cindy sambil keluar dari taksi.


"Maaf non!" ucap pak supir.


"Apa lagi pak!" ucap cindy.


"Ongkos taksinya tolong di bayar!" ucap pak supir.


"Huuuh bagaimanalah bapak ini mengantar tidak sesuai! ongkosnya minta penuh lagi!" ucap cindy kesal.


"Maaf non! saya tidak bisa mengantar ini juga bukan maunya saya ban mobilnya meletus!" ucap pak supir.


"Ini uangnya!" ucap cindy sambil memberikan uang pada supir taksi.


"Terimakasih non!" ucap pak supir.


"Taksi!" teriak cindy memanggil taksi yang lewat di depannya.


Cindy pergi menaiki taksi yang lain, tapi dia tidak bisa mengikuti erica lagi karena sudah kehilangan erica. Cindy merasa sangat kesal karena selalu gagal mengikuti erica.


"Nona itu cantik cantik tapi galak sekali!" ucap pak supir.


"Maaf ya pak! aku telah membuat ban mobilnya pecah!" ucap maya.


"Aku harus mengganti ban mobilnya! aku harus mengambil ban cadangan dulu yang ada di bagasi mobil!" ucap pak supir sambil berjalan ke bagasi mobil.


"Aku harus mengembalikan ban mobil ini seperti semula!" ucap maya.


Maya membuat ban mobilnya kembali seperti semula. Dan itu membuat pak supir taksi merasa sangat terkejut melihat ban mobilnya kembali seperti semula.


"Selesai! ban mobilnya kembali seperti semula!" ucap maya.


"Haaaaah! bagaimana bisa ban mobilnya kembali lagi seperti semula!" ucap pak supir terkejut.


"Sekali lagi maaf ya pak!" ucap maya.


"Apa aku tidak salah lihat!" ucap pak supir sambil mengusap kedua matanya.


"Tadi ban mobilku benar benar pecah meletus! dan sekarang kembali seperti semula! apa ini perbuatan hantu! iiiiihhhh aku jadi merinding! lebih baik aku pergi sekarang dari sini sebelum terjadi sesuatu yang lebih aneh!" ucap pak supir memasukkan kembali ban cadangan ke dalam bagasi mobilnya.


"Memang aku hantu kali pak!" ucap maya sambil tersenyum melihat pak supir.


"Benar benar mengerikan disini!" ucap pak supir sambil menaiki taksi dan pergi.


"Sampai jumpa pak supir! hahahaha!" ucap maya tertawa.


Maya berhasil menggagalkan rencana cindy untuk mengikuti erica. Maya langsung menyusul erica dan tasya dengan langsung menuju ke rumahnya nadira dan menunggu erica disana.