ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 90



Mendengar Ibunya Nadira yang membicarakan tentang pemakaman Rio, membuat Ibunya Erica merasa sangat penasaran.


"Maaf sebelumnya Bu Nisa dan Pak Arya saya ingin bertanya pada anda mengenai Nadira dan Rio, apa kalian sudah mengetahui yang terjadi antara mereka berdua?" tanya Ibunya Erica penasaran.


"Maksud anda tentang kasus persidangan Rio yang berkaitan dengan Nadira?" ucap Ibunya Nadira.


"Iya betul, apa Nadira sudah menceritakan semuanya pada kalian?"


"Nadira sudah menceritakan semuanya kepada kami, setelah mendengar semuanya dari Nadira membuat kami sangat marah dan kecewa! tapi semua sudah terjadi kami juga tidak mungkin akan menghukum anak kami sendiri," ucap Ibunya Nadira.


"Nadira juga mengatakan jika itu bukan sepenuhnya keinginan pribadi dia, semua itu karena telah di jebak oleh Rio, karena merasa takut dia tak berani menceritakan tentang keadaan yang dia alami selama ini," ucap Ayahnya Nadira.


"Selama ini Nadira adalah anak yang sangat prestasi dan juga ceria, memang semenjak satu tahun terakhir ini dia agak sedikit berubah! kami sempat curiga jika telah terjadi sesuatu padanya, tapi dia tidak mengatakan apapun karena takut jika kami akan marah dan kecewa padanya," ucap Ibunya Nadira.


"Tapi sekarang Rio telah mendapatkan hukumannya, apalagi sekarang dia telah meninggal dunia! dan Nadira telah mendapatkan keadilan untuk masalah ini, dia juga telah mulai kembali seperti dulu lagi," ucap Ayahnya Nadira.


"Nadira dan Nadine mereka anak anak yang sangat hebat, mereka pasti akan berhasil dan membanggakan orang tuanya," ucap Ayahnya Erica.


"Betul itu, dibalik musibah yang datang pasti akan ada kebaikan dan hikmah yang kita dapat jika kita sabar dan ikhlas dalam menghadapinya," ucap Ibunya Erica sambil tersenyum.


"Kami juga sangat yakin kepada Nadira dan Nadine, mereka pasti akan sukses di masa depan," ucap Ibunya Nadira.


"Anda juga sangat beruntung memiliki putri yang sangat cantik dan baik hati, Nadira bercerita jika Erica yang membawa anda bertemu kami dan membantu kami, saya juga sangat berterimakasih padanya," ucap Ayahnya Nadira.


"Sama sama Pak Arya, memang seharusnya kita saling membantu," ucap Erica.


"Anda nanti bisa langsung saja pulang jika dokter telah mengizinkannya, semua biaya rumah sakit sudah saya bayarkan," ucap Ayahnya Erica.


"Terimakasih atas semua bantuannya Pak Daniel, saya tidak bisa membalas semua kebaikan anda dan keluarga anda, semoga Tuhan yang membalas semuanya," ucap Ayahnya Nadira.


"Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan Pak Arya, semoga anda akan cepat sembuh dan bisa bekerja kembali untuk menafkahi keluarga anda! untuk masalah pekerjaan saya akan memberikan anda modal usaha agar bisa bekerja tidak terlalu berat," ucap Ayahnya Erica.


"Saya tidak bisa menerimanya Pak Daniel, karena anda telah banyak membantu kami! saya merasa semua itu tidak perlu," ucap Ayahnya Nadira.


"Saya memberikannya tidak gratis Pak Arya."


"Maksud anda apa Paka Daniel, saya tidak mengerti dengan ucapan anda?"


"Saya memberikan modal usaha, dan keuntungan yang anda dapat kita akan berbagi hasilnya! jadi kita bisa sama sama untung saling dan membantu," ucap Ayahnya Erica.


"Jika memang begitu saya mau menerimanya Pak Daniel, saya sangat berterimakasih karena anda sudah sangat baik kepada kami," Ucap Ayahnya Nadira.


"Kami ingin anda bisa bekerja dan tidak akan sakit lagi agar bisa menafkahi anak dan istri anda, ucap Ibunya Erica.


"Tentu Bu Rosa saya pasti akan melakukan kewajiban saya sebagai suami dan juga ayah."


"Baiklah kalau begitu Bu Nisa dan juga Pak Arya, kami permisi dulu! karena saya masih banyak urusan yang harus saya selesaikan," ucap Ayahnya Erica.


"Baik Pak Daniel, terimakasih atas semuanya," ucap Ayahnya Nadira.


"Sama sama Pak Arya, sampai jumpa lagi," ucap Ayahnya Erica.


Lalu Erica dan orang tuanya keluar dari ruangan Ayahnya Nadira, dan menuju ke ruangan Evan di rumah sakit yang sama. Saat telah di depan ruangan Erica melihat Ayahnya Evan yang baru saja keluar dari ruangannya Evan. Ayahnya Evan terkejut melihat kedatangan Erica dan orang tuanya.


"Pak Daniel anda datang kemari untuk melihat Evan?"


"Tentu saja Pak Eric, itu memang tujuan saya datang kemari bersama Erica dan ibunya," ucap Ayahnya Erica.


"Silahkan masuk! Evan ada di dalam dia sedang makan siang bersama ibunya."


"Terimakasih Pak Eric," ucap Ayahnya Erica.


"Kreek" suara Ayahnya Evan membuka pintu.


"Evan ada yang datang untuk menemuimu," ucap Ayahnya Evan sambil masuk kedalam ruangan.


Erica dan orang tuanya masuk ke dalam ruangan tempat Evan di rawat. Evan sangat senang melihat Erica dan orang tuanya yang datang untuk menjenguknya.


"Apa kabar Evan? bagaimana keadaanmu apa sudah membaik?" tanya Ayahnya Erica.


"Kabar baik Om Daniel, keadaan saya sekarang sudah mulai membaik," jawab Evan.


"Syukurlah kau sudah sadar dari koma dan juga keadaanmu sudah mulai membaik, tante dan om sangat senang mendengarnya," ucap Ibunya Erica.


"Senang melihatmu sudah sehat kembali Evan," ucap Erica sambil menatap Evan.


"Aku juga senang melihatmu baik baik saja Erica," ucap Evan tersenyum menatap Erica.


"Ada yang mau kangen kangenan nih," ucap Maya.


"Ah Maya jangan berkata seperti itu," bisik Erica pada Maya.


"Bukankah kau juga sangat rindu padanya kenapa harus malu."


"Apa kata dokter tentang keadaanmu sekarang? apakah ada sesuatu yang bermasalah selama di rawat disini?" tanya Ibunya Erica.


"Kata dokter 3 hari lagi jika Evan tak ada keluhan sama sekali dia bisa langsung pulang kerumah dan melakukan rawat jalan saja," jawab Ayahnya Evan.


"Syukurlah jika begitu kata dokter, kami sangat senang mendengarnya," ucap Ibunya Erica.


"Masalah biaya rumah sakit Evan sudah saya bayar semua, jadi nanti Evan bisa langsung pulang saja kerumah," ucap Ayahnya Erica.


"Terimakasih Pak Daniel karena telah membiayai biaya rumah sakit Evan," ucap Ayahnya Evan.


"Justru saya yang sangat berterimakasih pada Evan karena telah menyelamatkan Erica dari kecelakaan, Evan rela berkorban untuk itu aku sangat berterimakasih padanya," ucap Ayahnya Erica.


"Kami tidak bisa membalas kebaikan Evan yang telah berkorban untuk menyelamatkan Erica dari kecelakaan maut itu," ucap Ibunya Erica.


"Itu memang sudah kewajibanku untuk menyelamatkan Erica, karena Erica adalah pacarku," ucap Evan ambil tersenyum malu malu.


"Tante sangat senang Erica memiliki pacar yang sangat baik dan juga tampan, betul kan yah," ucap Ibunya Erica.


"Iya tentu kami sangat senang," ucaap Ayahnya Erica.


"Saya juga sangat menyukai Erica, saya juga merestui jika mereka berpacaran dan sampai ke jenjang pernikahan," ucap Ibunya Evan.


"Tentu saja Bu Erlinda, bagaimana jika mereka bertunangan saja nanti," ucap Ibunya Erica.


"Ibu apa apaan sih, Erica kan masih sekolah kuliah saja belum," ucap Erica tersenyum malu.


"Nanti kita bicarakan saja nanti setelah Evan keluar dari rumah sakit dan sembuh," ucap Ayahnya Erica.


"Betul biarkan Evan beristirahat dulu, nanti kita akan berbicara lagi masalah itu setelah keluar dari rumah sakit," ucap Ayahnya Evan.


"Baiklah kalau begitu, nanti kita bicarakan lagi Bu Erlinda," ucap Ibunya Erica.


"Baik BU Rosa."


"Ehm ada yang mau dijodohkan nih, Erica sepertinya kau benar benar akan menikah dengan Evan," ucap Maya.


Erica hanya tersenyum malu mendengar ucapan Maya padanya. Evan hanya menatap Erica saja, Ibunya Erica melihat itu dan merasa jika Evan ingin berbicara dengan Erica.


"Ayah bagaimana jika kita mengobrol di luar saja, biarkan Evan berbicara berdua dengan Erica mungkin mereka ingin berbicara secara pribadi," ucap Ibunya Erica.


"Betul ayo kita berbicara di luar saja, biarkan Evan dan Erica berbicara berdua di ruangan ini," ucap Ibunya Evan.


Ibunya Erica dan Ibunya Evan mengajak suami mereka untuk keluar dari ruangan agar Evan dan Erica bisa berbicara berdua saja di dalam ruangan.