ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan yang terungkap 21



Erica tersenyum lalu menatap Maya dan Ibunya Rey yang ada di hadapannya setelah membuat keributan dengan memecahkan guci besar yang mahal dirumah itu sehingga membuat semua orang menjadi sibuk.


"Apa ini perbuatanmu Maya?" tanya Erica.


"Sebenarnya itu memang perbuatanku, tapi itu juga atas persetujuan Ibunya Rey," jawab Maya sambil menunjuk ke arah Ibunya Rey.


"Ah iya betul Erica aku memperbolehkannya melakukan itu, tidak apa apa guci itu tak terlalu berharga bagiku," ucap Ibunya Rey.


Erica berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Maya dan Ibunya Rey.


"Baiklah kalau begitu kita langsung saja pada rencana kita! dimana tante menyimpan bukti itu?" tanya Erica.


"Aku menyimpannya di balik lemari buku itu," ucap Ibunya Rey sambil menunjuk ke arah lemari buku yang ada di perpustakaan.


"Baiklah aku akan mengambilnya sekarang," ucap Erica.


Erica berjalan ke arah lemari buku yang di tunjukkan oleh Ibunya Rey.


"Erica kau harus cepat, nanti mereka akan segera kembali kemari," ucap Maya.


"Iya Maya, bagaimana menggeser lemari buku ini sepertinya cukup berat?" ucap Erica.


"Kau tak perlu menggesernya," ucap Ibunya Rey.


"Tak perlu menggesernya? lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Erica.


"Ada tombol yang tersembunyi di dekat lemari itu, kau tekan saja maka lemari itu akan bergeser sendiri," ucap Ibunya Rey sambil menunjukkan sebuah tombol tersembunyi di dekat lemari buku itu.


"Iya Erica itu ada tombolnya," ucap Maya.


Lalu Erica menekan tombol itu, kemudian lemari itu bergeser sendiri dan Erica melihat sebuah brankas yang tersembunyi di balik lemari buku itu.


"Apa itu brankas yang tante ceritakan?" tanya Erica.


"Iya itu brankasnya," jawab Ibunya Rey.


Erica mendekati brankas itu dan melihatnya dari dekat.


"Apa kode sandi untuk membuka brankas ini?" tanya Erica.


"Kodenya 6 angka 120603," jawab Ibunya Rey.


Erica lalu menekan kode sandi di brankas itu, kemudian brankas itu langsung terbuka.


"Wah akhirnya kita bisa mendapatkan bukti itu," ucap Maya.


"Ambil sebuah handphone disana, aku menyimpannya di dalam handphone itu video dan rekaman suara semuanya ada disana," ucap Ibunya Rey.


Erica lalu mengambil handphone yang dikatakan oleh Ibunya Rey. Maya yang juga melihat isi brankas itu sangat terkejut dengan simpanan rahasia dari Ibunya Rey.


"Wah, ternyata Bu Clara banyak sekali menyimpan barang berharga disini," ucap Maya.


"Aku menyimpannya hanya untuk berjaga jaga saja, apalagi semua barang yang kusimpan disini adalah yang paling berharga untukku," ucap Ibunya Rey.


"Apa Rey dan ayahnya mengetahui tentang brankas rahasia ini?" tanya Maya.


"Mereka tidak ada yang tahu karena aku merahasiakannya," jawab Ibunya Rey.


"Ehm, memang kadang kita pasti ada suatu rahasia yang tak mungkin kita ceritakan pada orang lain," ucap Maya.


"Apa cuma ini buktinya?" tanya Erica.


"Iya Erica, tapi aku rasa itu sudah cukup untuk menjebloskannya ke dalam penjara, Ah iya aku baru ingat kau ambil dokumen yang ada disana yang ada di dalam map berwarna hijau, disana ada bukti jika dia menggelapkan dana perusahaan suamiku," ucap Ibunya Rey.


"Iya baiklah aku akan mengambilnya," ucap Erica.


Erica mengambil dokumen yang ber map hijau, lalu Erica memasukkannya ke dalam tas bersama handphone yang telah dia ambil.


"Iya Erica mungkin mereka sebentar lagi akan kemari," ucap Maya.


"Baiklah," jawab Erica.


Erica menutup brankas itu dan menekan tombol yang ada di dekat lemari itu. Lalu lemari itu kembali bergeser seperti semula.


"Huuh, akhirnya kita mendapatkan semuanya," ucap Erica.


Erica kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya sambil membawa tas yang di bawanya. Tak lama kemudian Rey dan Putri masuk kembali ke ruang perpustakaan.


"Erica maaf kau telah menunggu disini sendirian," ucap Rey.


"Tidak apa apa Rey, bagaimana apa semuanya sudah dibereskan?" tanya Erica.


"Semuanya sudah di rapikan dan di bersihkan, ibuku pasti akan sangat sedih jika tahu guci kesayangannya pecah," ucap Rey sedih.


"Erica guci itu sangat bagus dan mahal mungkin bisa seharga mobil mewah, ehm sangat sayang sekali itu bisa pecah secara mendadak," ucap Putri.


"Haah, mungkin saja ibumu sedih tapi dia pasti akan mengerti," ucap Erica.


"Kau kan sangat kaya bagaimana jika kau menbelinya lagi yang persis sama," ucap Putri.


"Tidak semudah itu Putri, itu adalah guci yang cukup langka ibuku mendapatkannya dari sebuah pelelangan, tapi aku akan berusaha mencari mungkin saja akan menemukan yang sama agar dapat menggantikan yang pecah tadi," ucap Rey.


"Bu Clara, jadi yang kupecahkan tadi adalah barang yang cukup langka dan sangat mahal?" tanya Maya.


"Sudah kubilang semua yang ada disana adalah barang berharga dan mahal, bisa di bilang juga barang barang yang cukup langka," jawab Ibunya Rey.


"Heem, kalau orang kaya sepertinya tak masalah jika hanya kehilangan satu atau dua barang mahal," ucap Maya.


Setelah hari hampir malam Erica dan Putri bersiap untuk pulang.


"Hari sudah hampir malam, kami harus pulang sekarang Rey," ucap Erica.


"Ah iya betul Erica hari sebentar lagi malam, kita harus pulang," ucap Putri sambil membereskan buku bukunya.


"Baiklah kalau begitu, kita selesai belajar hari ini," ucap Rey.


Lalu Rey mengantar Putri dan Erica sampai ke pintu rumahnya. Disana telah menunggu supir Erica yang sudah datang untuk menjemputnya.


"Sampai jumpa besok di sekolah," ucap Rey.


"Terimakasih untuk hari ini Rey," ucap Putri.


"Sampai jumpa juga Rey, kami pamit pulang," ucap Erica.


"Iya Erica, hati hati di jalan," ucap Rey.


Kemudian Erica dan Putri masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumahnya Rey.


"Aku masih merasa sangat aneh, kenapa guci itu bisa tiba tiba pecah? apa ada yang mendorongnya sehingga bisa pecah," ucap Rey heran.


Erica mengantarkan Putri pulang kerumahnya, setelah itu Erica langsung pulang menuju ke rumahnya. Ibunya Rey ikut bersama dengan Maya dan Erica.


"Aku baru pertama kali keluar dari rumah semenjak 1 tahun ini menjadi hantu gentayangan," ucap Ibunya Rey.


"Benarkah? aku pikir kau pergi berkeliling kemana mana," ucap Maya.


"Entahlah aku tidak berani keluar sendirian dari rumah aku selalu berada di sekitar rumah saja selama ini," ucap Ibunya Rey.


"Tenang saja tidak lama lagi kau akan segera kembali ke tubuhmu dan bisa kembali berkumpul dengan anak dan suamimu," ucap Maya.


"Terimakasih karena telah mau membantuku," ucap Ibunya Rey.


Setelah sampai dirumahnya Erica langsung menuju kekamarnya bersama dengan Maya dan Ibunya Rey. Erica ingin segera memeriksa semua bukti yang telah dia dapat dari rumahnya Rey agar dapat segera di serahkan ke kantor polisi sebagai bukti untuk menangkap Leo adik ipar dari Ibunya Rey.