
Setelah sampai di ruangan tempat Erica di rawat, lalu Rey, Rian dan juga Aira masuk ke dalam ruangan itu. Disana ada ayah dan ibunya Erica dan juga Putri yang masih menemani Erica didalam ruangan itu.
"Permisi tante, ada yang datang ingin menjenguk Erica," ucap Rey sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Siapa kalian?" tanya Ibunya Erica.
"Namaku Rian, aku teman Erica yang menelpon tadi bu," jawab Rian.
"Dan namaku Aira, aku juga temannya Erica," ucap Aira.
"Salam kenal aku ibunya Erica dan ini ayahnya, terimakasih kalian telah datang kemari untuk menjenguk Erica," ucap Ibunya Erica.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk Erica, kami berharap jika dia dapat cepat sembuh," ucap Rian.
"Kami juga mengharapkan itu," ucap Ibunya Erica.
Saat Ayahnya Erica menatap wajah Rian, dia merasa jika mengenal Rian lalu ayahnya Erica mendekati Rian dan bertanya padanya.
"Apa kau Rian anaknya Reyno pemilik perusahaan Miko grup?" tanya Ayahnya Erica.
"Iya bagaimana anda bisa mengenal mendiang ayahku?" tanya Rian heran.
"Aku Daniel teman ayahmu dan pemilik dari D&R grup, kita sudah bekerjasama lebih dari 5 tahun, sampai 2 tahun yang lalu orang tuamu mengalami kecelakaan dan sekarang sekretarismu Yogi yang mengurus semuanya dan yang sering bertemu denganku, aku bisa mengenalmu karena waktu itu aku melihatmu di pemakaman ayah dan ibumu," jawab Ayahnya Erica.
"Jadi kau anak mendiang dari Reyno dan Andin, aku sangat senang bisa bertemu denganmu," ucap Ibunya Erica.
"Aku pun tak menyangka bisa bertemu dengan anda disini, aku hanya mendengar nama anda saja selama ini dan tak pernah bertemu secara langsung karena perusahaan di kelola oleh sekretarisku dan juga Om Irfan," ucap Rian.
"Saranku lebih baik kau sendiri yang menjalankan perusahaan ayahmu, itu akan lebih baik dan pantas menurutku," ucap Ayahnya Erica.
"Jika kalian pemilik dari D&R grup berarti kalian sangat kaya raya, itu adalah perusahaan yang sangat besar dan terkenal," ucap Aira.
"Tentu saja Aira karena perusahaan dari Pak Daniel yang selalu membantu perusahaan ayah dari dulu, tentu saja Pak Daniel sangat kaya raya," ucap Rian sambil tersenyum.
"Kami hanya orang biasa saja, tak perlu melebih lebihkan seperti itu," ucap Ayahnya Erica.
"Sangat senang bisa bertemu dengan kalian," ucap Aira.
"Bagaimana kalian bisa mengenal anakku Erica?" tanya Ayahnya Erica.
"Beberapa hari yang lalu Erica mendatangi kami bersama seorang pemuda yang bernama Evan, dia bertanya pada kami mengenai Maya teman kami yang sudah lama menghilang," jawab Aira.
"Kenapa Aira mengatakan itu pada Ayah dan Ibunya Erica," ucap Rian di dalam hati.
"Maya? kami baru mendengarnya? apa Erica juga berteman dengannya?" tanya Ibunya Erica.
"Itu mungkin saja mereka saling mengenal satu sama lain sebelum teman kami yang bernama Maya tiba tiba menghilang," jawab Rian.
"Teman kalian tiba tiba menghilang itu sangat aneh, apa ini sudah di laporkan pada polisi?" tanya Ibunya Erica.
"Tentu saja ini sudah di laporkan pada polisi, tapi dia masih belum di temukan sampai sekarang, aku juga ingin menanyakan itu pada Erica, dimana dia mengenal Maya sebelumnya," jawab Rian.
"Tunggu sampai Erica sadar kalian nanti bisa bertanya langsung padanya," ucap Ayahnya Erica.
Ibunya Erica menatap anaknya yang masih terbaring di atas tempat tidur dan masih belum sadar.
"Apa Erica berusaha membantu hantu yang bernama Maya itu? jika dia menghilang dan tak di temukan ada kemungkinan jika dia telah meninggal dunia dan menjadi hantu, lalu dia bertemu dengan Erica dan meminta bantuan padanya," ucap Ibunya Erica di dalam hati.
"Maaf jika telah mengganggu dengan datang kemari," ucap Rian.
"Setelah Erica sadar nanti, aku akan langsung mengabarimu," ucap Ibunya Erica.
"Terimakasih, kami akan pulang sekarang, sampai jumpa lagi," ucap Rian.
"Sampai jumpa lagi Pak Daniel dan Bu Daniel," ucap Aira.
"Ayo Aira kita pulang sekarang," ucap Rian.
"Baiklah," ucap Aira.
Aira berjalan lebih dulu daripada Rian, saat Rian akan berjalan keluar ruangan Ayahnya Erica mendekati Rian dan berbisik padanya.
"Rian tunggu sebentar," ucap Ayahnya Erica.
"Iya Pak Daniel, ada apa?"
"Aku sarankan padamu untuk berhati hati pada adik dari ayahmu yang bernama Irfan, sepertinya dia punya niat jahat padamu," bisik Ayahnya Erica
"Terimakasih atas sarannya Pak Daniel, kebetulan aku juga memang tidak terlalu dekat dengan Om Irfan dari dulu," ucap Rian.
"Aku hanya ingin kau berhati hati dan waspada padanya," ucap Ayahnya Erica.
"Tentu Pak Daniel, saya permisi dulu," ucap Rian.
"Hati hati di jalan," ucap Ayahnya Erica.
Rey dan juga Putri mendekati Ibunya Erica dan berniat untuk pulang saat itu juga karena hari yang sudah hampir malam.
"Tante, kami ingin permisi pulang dulu, karena sudah hampir malam, kami juga belum izin dengan orang tua kami," ucap Putri.
"Iya tentu, kalian pulang saja, terimakasih karena telah menemani Erica sampai sekarang, kalian memang teman teman yang baik," ucap Ibunya Erica.
"Tante, mohon langsung kabari kami jika Erica sudah sadar, karena kami sangat khawatir dengannya," ucap Rey sambil menatap Erica
"Kalian tenang saja, tante pasti akan mengabari kalian semua jika Erica sudah sadar, kita hanya harus menunggu penawar yang dibawa Jenni dan juga Evan," ucap Ibunya Erica.
"Mereka pasti akan segera sampai kemari dan membawa penawar racunnya, tante tenang saja," ucap Rey.
"Baiklah kalian pulanglah, nanti orang tua kalian khawatir pada kalian," ucap Ibunya Erica.
"Baik tante, sampai jumpa lagi," ucap Rey dan juga Putri.
"Apa kalian akan pulang sekarang?" tanya Ayahnya Erica.
"Iya Om, besok kami akan kemari lagi untuk melihat Erica," ucap Putri.
"Apa kalian ingin Om antar pulang kerumah kalian?" tanya Ayahnya Erica.
"Tak perlu Om kami akan naik taksi saja, kami akan naik taksi bersama dan mengantarkan Putri lebih dulu kerumahnya," jawab Rey.
"Baiklah kalau begitu kalian hati hati dijalan, terimakasih untuk hari ini karena telah menemani Erica," ucap Ayahnya Erica.
"Sama sama Om, kami akan pulang sekarang," ucap Putri.
Kemudian Rey dan juga Putri keluar dari ruang tempat Erica di rawat, Rey dan Putri masih mencemaskan Erica yang saat itu masih belum sadar. Tapi mereka berdua harus segera pulang karena waktu sudah hampir malam, apalagi mereka juga pada hari itu juga ikut tidak masuk ke sekolah karena ikut mengantarkan Erica ke rumah sakit. Orang tua mereka pun juga tak mengetahui jika Rey dan juga Putri saat itu tidak masuk sekolah.