
Setelah berada di kelas erica merasa tidak nyaman, karena semua orang yang menatap dan membicarakannya dengan evan. Evan laki laki paling populer di sekolah berpacaran dengan erica. Menjadi pembicaraan hangat di sekolahnya. Putri yang mendengarnya sangat senang melihat erica dan evan bisa bersama.
"Erica!!" ucap putri sambil duduk di samping erica.
"Iya put!! ada apa?" tanya putri.
"Kabar baik kenapa tidak cerita padaku sih!".
"Maksudmu apa put?? kabar baik apa??" ucap erica bingung.
"Ehm pura pura nih!! kapan kau mulai pacaran dengan evan?".
"Ooo soal itu!!".
"Iya coba ceritakan padaku erica!! kalian membuatku sangat penasaran!!".
"Aku malu mengatakannya putri!!".
"Kenapa harus malu erica!! kau seharusnya senang bisa menjadi pacar dari evan laki laki paling populer di sekolah!! berita kau dan evan pacaran sudah tersebar dan menjadi trending topik di sekolah kita erica!!!" ucap putri.
"Karena itulah aku tak ingin jika orang tahu kalau aku dan evan telah berpacaran!! aku merasa semua orang menatap ku dengan tidak senang!! apalagi para gadis!! haah seakan mereka ingin menelanku karena cemburu!" ucap erica sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak usah kau hiraukan mereka erica!! yang penting kau dan evan bahagia!!" ucap putri tersenyum.
Cindy masuk ke dalam kelas dengan wajahnya yang sangat kesal dan marah karena dia cemburu dengan erica yang telah menjadi pacar evan.
"Lihat saja erica aku akan merebut evan kembali!!!" ucap cindy di dalam hati sambil menatap erica.
"Erica!! sepertinya orang yang paling cemburu dan marah adalah cindy!! lihat saja dia menatapmu dengan wajahnya yang sangat kesal!!!" ucap putri.
"Iya putri!! dia memang sepertinya tambah benci kepadaku karena evan!!".
"Sudahlah tak usah kau pikirkan erica!! bawa enjoy saja ok!!" ucap putri tersenyum.
"Terima kasih putri!! kau memang teman terbaikku!!".
"Ehm jadi aku bukan yang terbaik yah!!!" ucap maya sambil menatap erica.
"Kau bukan temanku maya tapi kau adalah saudaraku!!!" bisik erica dengan suara pelan.
"Aku sangat senang mendengarnya erica!!" ucap maya tersenyum.
Erica tersenyum melihat maya yang bahagia mendengar ucapannya. Erica yang tidak memiliki saudara dia sangat kesepian, tetapi semenjak hadir maya yang selalu di dekatnya membuat erica sangat bahagia, erica sudah menganggap maya sebagai saudaranya sendiri. Setelah semua pelajaran selesai erica bersiap siap untuk pergi ke lapangan basket. Evan datang ke kelas erica untuk mengajaknya pergi bersama ke lapangan basket.
"Erica!! kau sudah siap ayo kita ke lapangan!!" ucap evan.
"Iya aku sudah siap evan!!" ucap erica sambil mengambil tasnya.
"Ayo erica!!" ucap evan sambil menggandeng tangan erica.
"Evan malu jika di lihat orang!!!".
"Kau sekarang sudah resmi menjadi pacarku jadi kenapa harus malu!!".
"Iya evan tapi!!".
"husssttt!!" jari telunjuk evan menyentuh bibir erica.
"Tak usah berbicara yang tidak penting!! ayo kita pergi!!" ucap evan tersenyum.
"Kalau aku masih hidup!! aku pun mau menjadi pacarnya evan!!" ucap maya tersenyum.
"Evan milikku!!" bisik erica pada maya.
"Aku kan bilang seandainya erica!! jangan marah heeeheee!!".
Erica dan evan pergi ke lapangan basket dengan bergandengan tangan. Membuat semua siswi menjadi iri dengan erica.
"Ayo erica bersiap untuk pemanasan kita lanjut latihan!! lusa kalian sudah harus bertanding jadi latihanlah dengan serius!!" ucap evan.
"Iya evan!!" ucap erica sambil menaruh tasnya di pinggir lapangan.
"Erica apa aku harus masuk sekarang ke dalam tubuhmu?" tanya maya.
"Iya maya ini sudah mau di mulai latihannya!!".
"Ok siap!!" ucap maya.
Maya memasuki tubuhnya erica untuk melakukan latihan basket bersama dengan tim. Maya memang termasuk pemain yang baik dan membuat tim basket perempuan di sekolah menjadi bertambah kuat.
"Erica hari ini kau latihan sangat baik sekali!!" ucap evan.
"Iya evan terima kasih!!".
"Bagaimana selesai latihan kita akan pergi kan ??" tanya evan.
"Iya evan! kita akan mengunjungi suatu tempat yang berhubungan dengan tasya!!".
"Ok baiklah bergantilah pakaian!! aku akan menunggu di mobil!!" ucap evan.
"Baiklah evan!!".
"Anak anak ayo berkumpul sebentar!!" teriak pak guru.
"Iya pak!!!" teriak semua tim.
"Lusa kita sudah akan bertanding, jadi bapak minta besok kalian beristirahat yaitu tidak latihan basket agar tidak kelelahan saat pertandingan nanti! bapak harap kita dapat memenangkannya seperti tahun tahun sebelumnya!!".
"Baik pak!!" teriak semua tim.
"Baiklah latihan sudah selesai kalian boleh pulang!!" ucap pak guru.
"Iya pak!! ucap semua tim.
Setelah selesai latihan maya langsung keluar dari tubuhnya erica.
"Apa latihan sudah selesai maya?" tanya erica tersadar.
"Iya erica ayo cepat kau berganti pakaian, evan sudah menunggumu di mobil!!".
"Ooo iya maya!!" ucap erica yang langsung menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Setelah selesai berganti pakaian erica langsung menuju mobilnya evan.
"Tok tok tok" suara erica mengetuk kaca mobil evan.
"Kau sudah siap erica!!" ucap evan sambil membukakan pintu mobil.
"Iya evan!!".
"Ayo cepat masuk nanti takutnya kita pulang kemalaman!!".
Evan langsung menghidupkan mobilnya dan mereka pergi dari sekolahan menuju tempat yang ingin di kunjungi oleh erica.
"Ini alamatnya evan!!" ucap erica sambil memberikan selembar kertas.
"Iya erica!!" ucap evan mengambil kertas yang di berikan erica.
"Ehm erica!! bukannya ini seperti alamat sebuah klinik bersalin?" tanya evan heran.
"Iya evan itu alamat sebuah klinik bersalin atau biasa di sebut tempat orang melahirkan!!".
"Untuk apa kita kesini!!".
"Untuk mencari informasi tentang tasya!!".
"Maksudmu kemungkinan tasya pernah datang ke klinik ini?".
"Iya evan!!".
"Darimana kau dapat alamat ini erica?".
"Dari seorang teman!!".
"Siapa dia erica? apa aku mengenalnya?".
"Kau tidak mengenalnya evan!!".
"Heeem baiklah!! ayo kita selidiki disana?" ucap evan sambil menambah kecepatan mobilnya.
Setelah sampai di klinik tersebut erica dan evan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam klinik.
"Selamat sore! permisi apa ada orang!" teriak evan.
"Iya!!" teriak orang dari dalam klinik.
Keluar seorang ibu separuh bawa sekitar umur 40 tahun keatas.
"Siapa kalian? ingin bertemu dengan siapa?" tanya ibu itu.
"Kita ingin bertemu dengan pemilik klinik ini?".
"Ada perlu apa kalian mencariku?" ucap ibu itu.
"Jadi ibu pemilik tempat ini?" ucap erica.
"Iya betul!".
"Perkenalkan ibu saya erica dan ini teman saya evan!".
"Maksudnya pacarnya bu bukan teman!!" ucap evan sambil menatap erica.
"Ooo jadi kalian sepasang kekasih!!!".
"Iya betul bu!!!" ucap evan tersenyum.
"Apa kalian ingin menggugurkan kandungan?" tanya ibu itu sambil menatap erica.
"Apa!! maksud ibu saya!!" ucap erica kaget.
"Iya kamu!! apa kau hamil dan ingin menggugurkan kandunganmu?".
"Bagaimana bisa hamil bu kita tidak melakukan apa apa!!" ucap evan.
"Saya tidak hamil bu!!" ucap erica.
"Lalu keperluan kalian kemari apa?".
"Saya hanya ingin menanyakan sesuatu bu!!" ucap erica.
"Ooo hanya ingin bertanya padaku?" ucap ibu itu.
"Iya bu!!".
"Baiklah ayo silahkan duduk!!" ucap ibu itu menyuruh evan dan erica duduk.
"Apa yang ingin kalian tanyakan padaku?".
"Apa ibu mengenal sepasang kekasih yang bernama rio dan tasya? apa mereka pernah berkunjung kemari?" tanya erica.
"Ehm apa hubungan kalian dengan mereka?" tanya ibu itu penasaran.
"Tasya adalah teman saya bu!! dia sudah hampir satu bulan menghilang!!" ucap erica.
"Apa katamu dia menghilang?" ucap ibu itu terkejut.
"Iya bu!!".
"Heem!! iya mereka pernah kemari!! mereka ingin menggugurkan kandungan!!".
"Terus apa yang terjadi dengan tasya bu?".
"Aku tak tahu kabarnya lagi semenjak mereka kemari!! aku hanya memberikan mereka obat untuk merangsang keluarnya kandungan!!".
"Kenapa ibu membantu mereka menggugurkan kandungan!!" ucap evan.
"Karena ibunya rio pernah membantuku jadi tidak mungkin aku menolak permintaan anaknya!!".
"Apa ibu tahu apa yang terjadi setelahnya?" tanya erica.
"Setelah aku memberikan obatnya pacarnya rio langsung meminumnya dan setelah itu mereka pergi!!".
"Benarkah ibu tak tahu apa apa lagi tentang mereka?" tanya evan curiga.
"Betul aku tidak tahu apa apa lagi setelah itu!!".
"Baiklah bu!! terimakasih atas informasinya!!" ucap erica.
"Iya sama sama!! aku hanya tahu sebanyak itu selebihnya aku tak tahu lagi tentang mereka!!".
"Baiklah kami permisi pulang bu!!" ucap erica sambil berdiri dari tempat duduk.
"Iya!!".
"Ayo evan kita pulang!".
"Iya erica!!" ucap evan berdiri dan langsung berjalan menuju mobil.
Erica dan evan pergi meninggalkan klinik itu, tetapi erica dan evan sangat mencurigai ibu itu. Sepertinya dia sudah terbiasa menerima pelayanan untuk menggugurkan kandungan. Erica berpikir untuk menyelidiki lebih lanjut tentang klinik dan ibu itu. Karena erica melihat banyak hantu bayi yang berkeliaran di rumah itu yang membuatnya semakin yakin jika ibu itu terlibat atas kematiannya tasya.