
Keesokan paginya erica bangun dengan cepat dan semangat karena di hari ini akan dilakukan sidang pertama kasusnya tasya dan rio. Erica optimis bisa memenangkan sidang hanya dengan satu kali sidang saja. Maya dan tasya yang berada di kamarnya erica mereka merasa sangat tidak sabar untuk melihat hasil dari sidang hari ini.
"Aku akan pergi mandi dan langsung bersiap siap nanti takut terlambat datang ke pengadilan!" ucap erica sambil berlari menuju ke kamar mandi.
"Maya dan tasya kalian juga harus bersiap ya!" teriak erica dari kamar mandi.
"Kita kan hantu kenapa juga harus bersiap siap!" ucap tasya bingung.
"Mungkin erica lupa kalau kita adalah hantu!" ucap maya sambil tersenyum.
"Aku sangat tidak sabar untuk melihat hasil dari sidang ini!" ucap tasya.
"Aku sangat berharap jika semua wanita yang pernah di sakiti rio datang ke pengadilan dan mau menjadi saksi saksi tambahan!" ucap maya.
"Semoga saja itu terjadi maya! aku sangat mengharapkannya! aku ingin melihat keluarganya dan rio hancur seperti mereka telah menghancurkan keluargaku!" ucap tasya geram.
"Apa kau tidak melihat ibumu tasya?" tanya maya.
"Tidak maya! aku akan pergi bersamamu ke pengadilan hari ini!" ucap tasya.
"Ehm baiklah! tapi sepertinya ibunya erica akan menyuruh supirnya menjemput ibumu dan intan ke pengadilan hari ini!" ucap maya.
"Ooo iya aku baru ingat! ibunya erica memang sangat baik kepada orang lain walaupun baru fi kenalnya!" ucap tasya.
"Samalah seperti anaknya yang selalu membantu orang lain!" ucap maya.
"Apa kalian sedang membicarakanku?" tanya erica sambil berjalan keluar dari kamar mandi.
"Ah tidak perasaan kamu saja kali erica!" ucap maya sambil tersenyum.
"Ooo begitu! maya kau dan tasya nanti akan langsung ke pengadilan kan?" tanya erica.
"Iya tentu! emangnya ada apa erica?" tanya maya.
"Tidak aku hanya bertanya saja! evan juga mungkin akan langsung ke pengadilan hari ini! ibu juga sudah menelpon ke sekolah untuk meminta izin aku dan evan bahwa hari ini tidak bisa sekolah mengikuti pelajaran!" ucap erica sambil memakai pakaiannya.
"Ibumu benar benar telah merencanakan semua dengan sempurna hari ini! dia juga telah menyuruh supirmu untuk menjemput ibunya tasya dan intan dan mengantarkannya ke pengadilan hari ini!" ucap maya.
"Siapa dulu dong! ibuku memang paling is the best!" ucap erica.
"Kami akan pergi bersamamu erica!" ucap maya.
"Apa kita akan naik mobil dengan erica?" tanya tasya.
"Iya tasya! aku sedang ingin naik mobil!" ucap maya tersenyum.
"Baiklah kalau begitu ayo kita turun ke bawah mungkin ibu dan ayah sudah siap!" ucap erica sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Erica, maya, dan tasya mereka menuju ke ruang makan dan menemui ayah dan ibunya erica yang sedang sarapan.
"Pagi ibu ayah!" ucap erica sambil duduk di kursi makan.
"Pagi sayang! ayo cepat sarapan nanti kita terlambat datang ke pengadilan!" ucap ibunya erica.
"Tidak perlu terburu buru bu! sidang kan dimulai pukul 9 pagi ini saja belum pukul 8!" ucap ayahnya erica.
"Ibu tidak mau terlambat datang kesana! ibu ingin melihat muka sedihnya orang tua rio dan rio jika mereka kalah di sidang nanti!" ucap ibunya erica.
"Tentu bu! kita pasti akan memenangkan sidang ini!" ucap erica.
"Jelas sayang! ibu juga sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna! dan juga ibu sudah menyuruh pak darmin menjemput ibunya tasya dan intan untuk mengantarkan mereka ke pengadilan agar tidak terlambat!" ucap ibunya erica.
"Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang dapat merugikan kita nanti di persidangan!" ucap ayahnya erica.
"Jangan berkata seperti itu deh yah! kita harus optimis menang hari ini!" ucap ibunya erica.
"Wah ternyata yang paling bersemangat hari ini ternyata ibunya erica!" ucap maya.
"Betul maya! memang ibunya erica paling the best!" ucap tasya sambil tersenyum.
Erica tersenyum mendengar ucapan maya dan tasya yang membicarakan ibunya.
"Ayo cepat kita harus berangkat sekarang!" ucap ibunya erica.
"Baik bu" ucap erica.
"Ayo ayah cepat ini sudah pukul 8 pagi!" ucap ibunya erica sambil berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil.
Erica, maya, dan tasya berjalan menuju ke mobil dan masuk ke dalamnya. Lalu ayahnya erica menyetir mobilnya berjalan menuju ke pengadilan. Sementara itu ibunya rio dia berencana untuk menelpon temannya yang berada di kantor polisi dan dia ingin berbicara langsung dengan bu serly sebelum sidang di mulai.
"Aku harus membuat serly tidak mengakui jika rio terlibat dengannya!" ucap ibunya rio.
"Apa yang akan ibu lakukan? bukankah sekarang serly sudah berapa di kantor polisi dan hari ini dia akan di bawa ke pengadilan!" ucap ayahnya rio.
"Ibu akan menelpon seseorang di kantor polisi dan berbicara dengan serly melalui handphonenya!" ucap ibunya rio sambil mengeluarkan handphonenya dari dalam tas.
"Kring kring kring" suara handphone berbunyi.
"Iya halo bu sandra!"
"Halo pak danu! apa kabar lama kita tidak bertemu!" ucap ibunya rio.
"Baik bu sandra! bagaimana dengan kabar anda!" ucap pak danu.
"Saya baik pak danu! maaf sebelumnya saya ingin meminta sedikit bantuan anda hari ini!" ucap ibunya rio.
"Tentu bu sandra! apa yang bisa saya bantu!" ucap pak danu.
"Saya ingin berbicara dengan bu serly yang sekarang berada di kantor polisi tersangka kasus aborsi ilegal!"
"Ooo anda ingin berbicara dengannya! apa anda mengenalnya bu sandra?"
"Iya saya memang mengenalnya! tapi saya ada perlu dengannya pak danu!"
"Baiklah kalau begitu saya akan memberikan handphone saya padanya agar bu sandra bisa berbicara padanya!" ucap pak danu.
"Terimakasih sebelumnya pak danu atas bantuannya!" ucap ibunya rio.
"Tentu sama sama bu sandra! tunggu sebentar ya saya akan menghampirinya!" ucap pak danu sambil berjalan menuju ke penjara tempat serly di kurung.
"Serly!!!" teriak pak danu.
"Iya!"
"Ada yang ingin berbicara padamu di handphone saya!" ucap pak danu sambil memberikan handphonenya pada bu serly.
"Halo!"
"Serly! ini bu sandra ibunya rio!"
"Bu sandra tolong saya! mereka memasukkan saya di dalam penjara! tolong keluarkan saya dari sini!" ucap bu serly ketakutan.
"Kau tenang saja aku akan berusaha menolongmu dan mengeluarkanmu dari penjara asalkan kau menuruti semua perkataanku!" ucap ibunya rio.
"I...iya tentu aku akan menuruti semuanya bu sandra! apa yang harus saya lakukan sekarang!" ucap bu serly.
"Hari ini kau pasti akan ke sidangnya rio bukan!"
"Iya bu sandra! saya memang hari ini akan ke pengadilan untuk memberikan kesaksian di sidangnya rio!"
"Kau harus bilang nanti kepada hakim jika rio tak terlibat dengan kasusmu dan kau tidak mengenal rio! hanya itu yang harus kau lakukan!" ucap ibunya rio.
"Baiklah bu sandra saya akan melakukannya!" ucap bu serly.
"Baiklah sampai jumpa nanti di pengadilan!" ucap ibunya rio.
"Iya bu sandra!" ucap bu serly sambil menutup telpon dari ibunya rio.
"Pak ini handphonenya!" ucap bu serly.
"Kau mengenal bu sandra?" tanya pak danu.
"Saya tidak begitu mengenalnya pak!"
"Tidak perlu khawatir saya juga teman dekatnya bu sandra! lakukan saja semua yang di suruhnya agar kau bisa di tolong olehnya!" ucap pak danu.
"Baik pak!" ucap bu serly.
"Bersiaplah sebentar lagi kita akan berangkat ke pengadilan!" ucap pak danu.
"Iya pak!"
Ibunya rio berusaha untuk membuat rio hanya mendapatkan sedikit hukuman atas semua perbuatannya. Ibunya rio berencana menutup mulut semua saksi yang bisa dia dekati dan dibujuk olehnya. Agar dapat menyelamatkan rio anaknya.