ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 60



Nadira mencoba menghubungi Reyna, Risa, dan Melinda. Nadira menelpon mereka masing masing satu persatu dan mengatakan semua yang dia tahu tentang Erica dan keluarganya yang akan menolong mereka semua dari Rio dan keluarganya. Sayangnya mereka semua merasa lebih takut pada bu Sandra dan menolak untuk membantu dengan menjadi saksi di pengadilan nanti.


"Haah, ternyata mereka semua juga merasa sangat takut dengan bu Sandra," ucap Nadira sambil menutup telponnya.


"Ada apa kak?"


"Sepertinya mereka semua tidak mau membantu dengan menjadi saksi di pengadilan nanti Nadine!"


"Kenapa mereka tidak mau membantu kak?" tanya Nadine penasaran.


"Karena mereka semua merasa takut dengan bu Sandra! sepertinya mereka juga telah diancam dan diawasi oleh bu Sandra, makanya mereka sangat takut jika berkhianat dan membantu kita!" jawab Nadira.


"Memang bu Sandra sangat menakutkan! wanita itu sangat kejam!" ucap Nadine.


"Kita tidak bisa memaksa mereka untuk menjadi saksi di pengadilan nanti! sepertinya hanya kakak yang akan menjadi saksi nanti di pengadilan untuk membantu Erica!"


"Berarti kakak setuju untuk membantu Erica?"


"Iya Nadine, kakak akan menjadi saksi di pengadilan nanti! Erica telah membantu kita kakak merasa harus membalas semua kebaikan mereka!"


"Betul kak! kita harus membantunya Erica dan keluarganya telah banyak membantu kita!"


"Kakak akan berbicara dengan Erica dan memberitahunya."


"Iya kak! sepertinya Erica ada di kamarnya!" ucap Nadine.


"Kakak akan ke kamar Erica sebentar untuk berbicara dengannya!" ucap Nadira sambil berjalan keluar kamarnya.


"Baik kak!"


"Syukurlah kak Nadira sudah yakin akan membantu Erica!" ucap Nadine senang.


Nadira berjalan menuju ke kamarnya Erica.


"Tok tok tok" suara Nadira mengetuk pintu kamar Erica.


"Iya sebentar!" ucap Erica sambil berjalan menuju pintu kamar.


"Kreek" suara Erica membuka pintu kamar.


"Malam Erica! apa aku mengganggumu?" tanya Nadira.


"Ah tidak Nadira! ada apa kau kemari?"


"Ada yang ingin kubicarakan denganmu!" ucap Nadira.


"Ayo silahkan masuk ke dalam!" ucap Erica mempersilahkan masuk.


"Terimakasih Erica." ucap Nadira sambil masuk ke kamarnya Erica.


"Silahkan duduk Nadira."


"Iya Erica! kamarmu sangat rapi sekali dan sangat harum!" ucap Nadira sambil melihat sekeliling kamar Erica.


"Aku memang suka kamar yang rapi dan harum Nadira! menurutku sangat nyaman jika terlihat begitu!" ucap Erica.


"Terlihat memang dirimu orang yang sangat rapi dan cantik! wajar saja jika semuanya sangat tersusun rapi disini!" ucap Nadira.


"Terimakasih atas pujiannya Nadira! Ooo iya apa yang ingin kau bicarakan padaku Nadira?" tanya Erica penasaran.


"Maya kira kira kenapa dia kemari?" tanya Tasya heran.


"Mungkin ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan pada Erica!" jawab Maya.


"Apa tentang persidangan nanti ya?" ucap Tasya.


"Kita dengar saja nanti apa yang akan dia katakan pada Erica!" ucap Maya sambil menatap Nadira.


"Erica aku akan bersaksi di pengadilan nanti untuk melawan Rio!" ucap Nadira.


"Benarkah! jadi kau mau menjadi saksi nanti di pengadilan!" ucap Erica senang.


"Iya Erica! aku akan membantumu menjadi saksi di pengadilan nanti!"


"Syukurlah akhirnya Nadira mau juga membantu Erica!" ucap Tasya senang.


"Akhirnya dia mau juga membantu kita!" ucap Maya.


"Aku akan memberitahu ibuku nanti jika kau sudah setuju membantu nanti!" ucap Erica.


"Apa itu Nadira?" tanya Erica penasaran.


"Ini tentang Reyna, Risa, dan Melinda! tadi aku sudah menghubungi mereka!"


"Lalu apa yang mereka katakan padamu?" tanya Erica penasaran.


"Mereka menolak membantu kita dengan menjadi saksi di pengadilan nanti!"


"Kenapa mereka menolak Nadira? bukankah mereka juga adalah korban dari Rio?"


"Sepertinya mereka sangat takut jika harus berhadapan dengan Bu Sandra di pengadilan nanti!" jawab Nadira.


"Kenapa mereka harus takut pada Bu Sandra?" tanya Erica.


"Sepertinya mereka telah diancam oleh Bu Sandra! apalagi mereka tidak sepertiku Erica mendapatkan perlindungan dan bersembunyi dirumahmu!" jawab Nadira.


"Betul juga kata Nadira! mereka ada yang melindungi dari wanita jahat itu Maya!" ucap Tasya.


"Ehm, iya Tasya apalagi mereka juga telah mendapatkan banyak uang dari Bu Sandra!" ucap Maya kesal.


"Jika mereka semua menolak juga tidak apa apa Nadira! aku juga tidak mungkin akan memaksa mereka untuk membantuku!" ucap Erica.


"Semoga saja dengan aku menjadi saksi nanti bisa sedikit membantumu Erica dalam menghadapi Bu Sandra!" ucap Nadira sambil menatap Erica.


"Iya Nadira, aku juga sangat berterimakasih padamu karena telah mau membantuku!" ucap Erica.


"Aku juga sangat berterimakasih padamu Erica! karena kau dan keluargamu telah banyak membantuku!" ucap Nadira.


"Aku juga ingin kau mendapatkan keadilan Nadira! Rio dan keluarganya tidak bisa kita biarkan saja akan banyak orang lain yang menjadi korban mereka!" ucap Erica.


"Betul Erica! Rio memang harus dihukum dari semua kejahatan yang telah dia lakukan kepada kami!" ucap Nadira.


"Baiklah besok aku akan berbicara kepada ayah dan ibuku mengenai ini! sepertinya besok pak Andre juga akan kemari untuk membicarakan persiapan sidang lusa nanti!" ucap Erica.


"Baik Erica! kalau begitu aku permisi dulu kembali ke kamar sepertinya kau juga mau beristirahat!" ucap Nadira sambil berdiri dari sofa.


"Iya Nadira! selamat beristirahat!"


"Selamat beristirahat juga Erica!" ucap Nadira sambil keluar dari kamarnya Erica.


Erica menutup pintu kamarnya.


"Erica sepertinya wanita wanita itu tidak akan mau membantu kita!" ucap Maya.


"Bu Sandra benar benar telah mengancam mereka!" ucap Tasya kesal.


"Seperti yang kita dengar waktu di rumahnya, dia akan melenyapkan siapapun yang berkhianat dengannya!" ucap Maya.


"Ehm, sepertinya lebih mengerikan Bu Sandra daripada ibuku!" ucap Erica.


"Menurutku tidak begitu Erica! ibumu lebih menakutkan jika dia sedang marah pada orang lain! apalagi waktu dia berkelahi dengan ibunya Rio! wah ibumu sangat hebat dan berani!" ucap Tasya tersenyum.


"Hanya ibumu yang bisa melawan ibunya Rio!" ucap Maya.


"Tetapi ibunya Rio dia bermain secara curang dan licik, sedangkan ibunya Erica bermain dengan jujur! itu saja yang membedakan mereka!" ucap Tasya.


"Dan ibunya Erica sangat murah hati dan suka membantu orang lain yang sedang kesusahan!" ucap Maya tersenyum menatap Erica.


"Kalian berdua terlalu berlebihan memuji ibuku!"


"Tentu tidak berlebihan itu fakta Erica sayang!" ucap Maya.


"Aku akan mencoba berbicara kepada ayah dan ibu besok! siapa tahu akan ada solusi dan cara untuk kita menghadapi sidang lusa nanti!" ucap Erica.


"Apakah besok semua saksi akan berkumpul dirumahmu Erica?" tanya Tasya.


"Sepertinya begitu! karena besok Pak Andre juga datang kemari untuk mempersiapkan rencana sidang lusa nanti!" ucap Erica.


"Semoga saja kali ini kita akan mengalahkan nenek sihir itu!" ucap Maya kesal.


"Semoga saja dengan Nadira yang membantu kita, hasil sidang akan memihak pada kita!" ucap Tasya.


"Semoga saja." ucap Erica sambil berbaring di tempat tidur.


Setelah mendengar semua ucapan Nadira, Erica merasa sangat senang dan sedih. Senang karena Nadira telah bersedia membantu mereka dengan menjadi saksi, sedihnya Reyna, Risa, dan Melinda menolak membantu mereka karena takut berhadapan dengan Bu Sandra di pengadilan. Maya dan Tasya tidak tinggal diam mereka mencari cara agar bisa membantu Erica.