ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 81



 


 


Setelah melihat rekaman CCTV Riki dan Heru benar-benar terkejut dengan adik perempuan Yoga yang bisa mencekik,mengangkat dan melempar Yoga yang berbadan dua kali lebih besar darinya.


 


 


“Apa aku tidak salah melihat rekaman ini?” tanya Riki kaget.


 


 


“Ternyata yang dikatakan Yoga semuanya benar, aku juga sangat mencurigai gadis itu tadi, seperti memang ada yang aneh dengan dirinya,” jawab Heru.


 


 


“Jadi itu memang benar-benar adik perempuannya Yoga,” ucap Riki.


 


 


“Tentu saja, jika bukan dia siapa lagi,” ucap Heru.


 


 


“Tapi kenapa dia bisa sangat kuat, yang tampak seperti dia gadis biasa seperti pada umumnya?” tanya Riki heran.


 


 


“Sepertinya dia memang telah dirasuki oleh hantu,” jawab Heru.


 


 


“Jadi kau tidak percaya dengan ucapannya Yoga yang mengatakan jika adiknya kerasukan hantu?” tanya Riki.


 


 


“Tentu aku tidak percaya setelah ini semua, pakai saja logikamu, bagaimana seorang gadis muda


yang berbadan kecil bisa mencekik, mengangkat dan melempar seseorang yang berbadan dua kali lebih besar darinya, benda-benda yang sangat aneh, tidak percaya kita harus berpikir seperti itu, yang aku heran kenapa


hantu itu membantu kita mendapatkan semua informasi dari Yoga dan membantu kita mendapatkan bukti yang lainnya,” ucap Heru penasaran.


 


 


“Mungkin dia hantu yang baik, makanya dia membantu kita,” ucap Riki.


 


 


“Mungkin ada sesuatu yang tidak kita ketahui, tapi apa itu,” ucap Heru.


 


 


“Bagaimana jika kita nanti menanyakan semua ini pada Jenni dan yang lainnya, mungkin mereka mengetahui sesuatu tentang ini,” ucap Riki.


 


 


“Baiklah nanti kita bertanya pada mereka setelah keadaan Erica membaik, apa kau melihat sesuatu yang aneh pada pimpinan kita?” tanya Heru.


 


 


“Tidak ada yang mencurigakan darinya, dia biasa-biasa saja sampai saat ini,” jawab Riki.


 


 


“Itu malah membuatku semakin curiga padanya, mungkin mereka akan bergerak menunggu waktu yang tepat, kita


jangan lengah dan selalu waspada mengawasinya,” ucap Heru.


 


 


“Tentu saja aku akan selalu mengawasinya,” jawab Riki.


 


 


“Mungkin sekarang mereka sudah sampai di rumah sakit untuk menemui Erica,” ucap Heru.


 


 


“Semoga saja Erica akan cepat sembuh, agar kita bisa bersama sama melanjutkan penyelidikan lagi tentang kasusnya Maya,” ucap Riki.


 


 


“Riki! jangan membicarakan itu disini, nanti ada yang mendengar ucapanmu,” ucap Heru.


 


 


“Maafkan aku, aku keceplosan berbicara tentang itu disini,” ucap Riki sambil melihat sekelilingnya.


 


 


“Kita harus tetap merahasiakan semua rencana kita, jangan sampai ada yang mengetahuinya,” ucap Heru.


 


 


“Tentu aku akan menjaga mulutku agar tidak berkata tentang itu lagi,” ucap Riki.


 


 


Sementara itu Jenni dan Evan sampai di rumah sakit, lalu mereka langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruangan tempat Erica di rawat.


 


 


“Tok tok tok” suara Jenni mengetuk pintu.


 


 


"Masuk" teriak Ibunya Erica dari dalam ruangan.


 


 


 


Suara “Kreek” Jenny membuka pintu.


 


 


Lalu Jenni dan Evan berjalan masuk ke dalam ruangan Erica.


 


 


“Malam tante” ucap Jenni dan Evan.


 


 


“Kalian sudah kembali? Bagaimana kalian berhasil mendapatkannya?” tanya Ibunya Erica.


 


 


“Tentu kami telah mendapatkan penawar racun itu,” jawab Jenni.


 


 


 


 


“Ini penawar racun yang telah kami dapatkan,” ucap Evan sambil memberikan penawar racun itu pada Ibunya Erica.


 


 


"Terima kasih karena kalian telah mendapatkan penawar racun ini,” ucap Ibunya Erica sambil mengambil penawar racun itu dari tangan Evan.


 


 


“Apa kalian yakin jika ini penawar yang benar untuk racun itu?” tanya Ayahnya Erica.


 


 


“Iya om, orang yang melukai Erica mengatakan jika penawar yang kami bawa memang penawar racun untuk racun yang ada di tubuhnya Erica,” jawab Evan.


 


 


“Apa Erica akan langsung bisa sembuh dengan meminum itu?” tanya Ibunya Erica.


 


 


“Om dan tante tenang saja, jika terjadi sesuatu yang buruk saya akan bertanggung jawab atas semua itu, karena secara tidak langsung Erica terluka karena telah membantu saya sendiri,” jawab Jenni.


 


 


“Baiklah om dan tante percaya pad ucapanmu,” ucap Ayahnya Erica.


 


 


“Apa kita hanya meminumkannya saja pada Erica?” tanya Ibunya Erica.


 


 


“Iya tante, kita hanya cukup dengan membuatnya, dan menunggu hasilnya, aku yakin jika Erica akan benar-benar sembuh dengan meminum penawar racun itu,” jawab Jenni.


 


 


“Baiklah aku akan meminumkan penawar racun ini secara pelan pelan pada Erica, lagi pula ini sudah beberapa jam dia tidak sadarkan diri,” ucap Ibunya Erica.


 


 


“Ayah akan membantu ibu untuk meminumkan penawar racun itu pada Erica,” ucap Ayahnya Erica.


 


 


“Baik yah,” ucap Ibunya Erica.


 


 


Lalu ayah dan ibunya Erica meminumkan penawar racun itu pada Erica dengan menggunakan bantuan


agar kecil agar bisa masuk ke dalam sendok mulut Erica, karena Erica yang masih belum tersadar saat itu.


 


 


“Semoga Erica akan cepat sadar setelah meminum penawar racun ini,” ucap Ibunya Erica khawatir.


 


 


“Aku sangat yakin jika Erica akan sembuh dengan cepat, karena dia gadis yang sangat kuat dan berani,” ucap Jenni.


 


 


“Bagaimana kalian bisa mendapatkan penawar racun ini?” tanya Ayahnya Erica penasaran.


 


 


“Kami mendapatkan sedikit bantuan dari seseorang sehingga bisa dengan sangat cepat mendapatkan penawar racun untuk Erica,” jawab Evan.


 


 


“Siapa seseorang itu? Aku ingin menghargai semuanya karena telah membantu kalian untuk bisa obati anakku Erica,” ucap Ayahnya Erica.


 


 


“Katakan saja siapa dia? kami benar-benar ingin tertarik,” ucap Ibunya Erica.


 


 


“Kalau soal itu kita akan menemuinya setelah Erica tersadar, kami akan mengantarkan kalian bertemu dengannya, sekarang kita harus benar-benar berhati hati jika tak akan terjadi sesuatu yang buruk lagi pada Erica,” ucap Jenni.


 


 


“Sebenarnya dia adalah adik perempuan dari orang yang telah melukai Erica,” ucap Evan.


 


 


“Adik perempuan dari kejahatan yang telah melukai Erica,” ucap Ibunya Erica terkejut.


 


 


“Iya tante, hanya dia tidak seperti kakaknya yang berada di jalan yang salah, dia tinggal bersama ibunya di rumah yang sangat sederhana, mereka adalah orang yang baik,” ucap Jenni.


 


 


“Tapi kenapa dia mau membantu kita, apa ada maksud tertentu di balik itu?” tanya Ibunya Erica.


 


 


“Saya rasa mereka hanya tidak ingin jika kakaknya melakukan sesuatu yang jahat lagi, dengan memasukkannya


ke dalam sel penjara untuk sementara waktu ini,” jawab Jenni.


 


 


“Baiklah setelah Erica tersadar kau harus menemani tante dan om menemui gadis itu, bagaimana pun kita harus berterima kasih kepada semua dirinya,” ucap Ibunya Erica.


 


 


“Om juga akan ikut menemui gadis itu, kita tidak boleh membalas seseorang dengan kejahatan, malah


kita membalasnya dengan kebaikan, itu adalah cara yang terbaik,” ucap Ayahnya Erica.


 


 


“Aku rasa itu tak akan berlaku untukku, karena sangat suka membalas orang yang telah menyakitiku dengan


jahat malah kalau bisa lebih kejam lagi,” ucap Maya sambil tersenyum.


 


 


 


 


Orang tua Erica, Jenni dan juga Evan menunggu apakah penawar yang diberikan pada Erica itu bereaksi atau tidak setelah meminumnya. Orang tuanya Erica berencana untuk memperbaiki adiknya Yoga yang telah membantu menemukan penawar itu, padahal yang sebenarnya yang membantu mereka adalah Maya, yang tahu itu hanya Evan saja.